Tampilkan postingan dengan label Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2016


Ternyata peringatan Tragedi Kesyahidan Imam Husein AS di Karbala  tidak hanya diperingati oleh Muslim Syi'ah tapi dihayati dan dipraktikkan juga di kalangan agama Kristen tertentu di beberapa wilayah negara Jerman. Dalam upacara hari Asyura yang terkait dengan kesyahidan Imam Husein tersebut umat Kristen Jerman memperlihatkan kesediaannya untuk melakukan longmarch di jalan jalan.


Peringatan Asyura dimaksudkan sebagai ritual metahistoris. Maksudnya, ritual Asyura adalah juga ritual kemanusiaan terlepas dari agama dan keyakinan seseorang yang berdiri di luar atau melampaui waktu dan tempat aktual di mana ia dipraktikkan atau diperingati.  Demikian, karena ritual itu memungkinkan bagi siapa saja yang memperingati nya untuk mengaitkan diri mereka, secara fisik maupun emosional, dengan Imam Husein dan pengorbanannya.


Peringatan Asyura memberi makna penting kepada sebuah pilihan moral. Agar bisa terus-menerus mengevaluasi diri, memperbarui komitmen terhadap kemanusiaan di dalam menegakkan keadilan, menghancurkan tirani dan penindasan.  Bagi yang mencintai Keadilan dan membenci Kezaliman , kematian Imam Husein lebih dari sekadar aksi kesyahidan semata; Peristiwa kesyahidannya memang terjadi dahulu kala, tapi pesannya melampaui batasan keyakinan dan agama manusia , bahkan mampu menembus ruang dan waktu di setiap zamannya.

Baca Juga:
Jelang Arbain Tokoh Kristen Vatikan Berjalan ke Karbala

Inilah Video pujian umat Kristen untuk Imam Husain as.


Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib as bukan hanya milik Muslim Syi'ah tapi milik seluruh umat Manusia yang  mencintai Keadilan dan Membenci kezaliman. 
Labbaika ya Husein... 

Penulis: Ali Mahdi 

Minggu, 16 Oktober 2016


Para 'ulama' dan umat muslim yang menuduh Ahok telah melakukan penistaan dan penghinaan terhadap agama islam merupakan sikap yang Arogan, tidak adil dan sikap ke kanak2an yang ingin menang sendiri.

"Sebenarnya apa yang dilakukan Ahok yang mengutip kitab suci Alquran dengan mengatakan dibodohi pakai ayat 51 surat al-Maidah tidak berbeda jauh dengan sikap DR Zakir Naik yang mengutip ayat-ayat dalam kitab Injil yang disucikan oleh umat Kristen. Zakir Naik adalah seorang Islam idola banyak 'orang Islam' yang suka dengan mencari-cari kelemahan dan kesalahan  penganut keyakinan orang lain. Kemana-mana yang dibacanya ayat² Injil, Weda dan Taurat. Luar biasa!"

Lihat Juga: 
Video Kedatangan Ahok di Sambut Takbir dan Sholawat

Terus apakah kita akan berpikir bahwa apa yang dikatakan Zakir Naik bukan penistaan Agama karena dianggap mengatakan sesuatu yang benar? dan apa yang di katakan Ahok tentang ayat Al-Quran kemudian kita katakan sebagai penistaan agama dan pasti salah?
Kalo begitu cara berpikir kita lantas apa bedanya kita dengan Anak-anak yang memaksakan kehendaknya agar memiliki makanan yang sama dengan teman sepermainan nya??

Padahal apa yang diperbuat Zakir Naik itu kemudian ditiru oleh orang-orang Islam yang awam ilmu agama!"
Sehingga kemudian terjadilah penyesatan, penghinaan bahkan pengkafiran terhadap keyakinan yang berbeda.

Ada kata-kata bagus yang saya kutip dari FB salah seorang teman, begini.

"Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda. Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda."
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan mu??

Penulis: Jenar Tamer

Minggu, 25 September 2016

Kunjungan Gubernur Ahok yang di iringi lantunan shalawat Nabi oleh warga

Gubernuur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), saat menghadiri peringatan Maulid Nabi. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pentingnya memiliki sifat yang dimiliki nabi, yaitu siddik, amanah, fatanah.
Ahok juga berkata, “Kita akan lebih maju kalau kita dipimpin oleh orang yang memenuhi syarat ini” dalam pemberian sambutan Maulid Nabi Muhammad 1436 H yang bertemakan Rasulullah sebagai Pemimpin Teladan, Minggu 18/1/15.

Spontan kedatangan Ahok langsung disambut Takbir dan Sholawat,‎ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja purnama(Ahok) dan rombongan langsung disambut ratusan warga dengan Lantunan sholawat nabi yang bergema dan teriakan takbir mengiringi langkah Ahok. Warga tampak antusias menyambut kedatangan Ahok.

Membanggakan sekaligus mengharukan, seorang gubernur Kristen di sambut Lantunan sholawat Nabi. Hal ini merupakan sedikit obat yang bisa menjadi penawar dari stigma buruk Islam yang telah dirusak nilai-nilai nya oleh sekelompok atau organisasi TERORIS yang memakai baju ISLAM.

Baca Juga:
Mengenang Riyanto Banser NU yang Sahid Terkena Bom Teroris Wahabi saat Amankan Natal

Beginilah seharusnya hubungan antara Manusia. selama tidak ada provokasi sara yang dilakukan oleh kelompok Islam radikal yang pro khilafah, hubungan yang harmonis akan tercipta antar sesama pemeluk agama yang berbeda. Inilah Indonesia yang sebenarnya.


Lihat video


Semoga ISLAM yang Rahmatanlilalamin segera terwujud di Indonesia.

Penulis: Portal Puyengan

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tanda pengenal yang ditemukan dari tas pelaku berupa KTP dan logo bendera ISIS


Pagi ini Minggu, 28/8/16
Telah terjadi BOM BUNUH DIRI di GEREJA SANTO YOSEF JL. DR. MANSUR, MEDAN ..

Kejadian bersamaan dengan Misa pagi. Tidak ada korban, hanya si pembawa bom luka luka kena ledakan sendiri....

Kronologis...

Saat pastor akan berkotbah, pembawa bom dengan membawa ransel berlari mendekati pastor ke Altar.

Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut.... dan mulai membakar dirinya sendiri... pembawa bom terus mengejar pastor...

Melihat gelagat tidak baik, Pastor berlari menghindar ... Umat terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar....

Pastor dan semua umat selamat. Pembawa bom luka luka dan sedang diinterogasi oleh polisi.

wajah pelaku bom bunuh diri yang gagal meledakkan diri 

Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri. Di dalam ransel ditemukan, bom rekitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya !!!
Pastur yang selamat dari serangan bom bunuh diri di gereja Medan


Sumber: teman yang berada di TKP jl dr. Mansur.

HATI HATI DAN TERAP WASPADA.

TUHAN BESERTA KITA !!!!

Sumber: Islam NKRI

Senin, 08 Agustus 2016


Dua teroris muda tengah mengikrarkan janji setia mereka kepada Daesh(ISIS). Rekaman video yang dirilis oleh Amaq, kantor berita kelompok teroris ISIS pada Rabu, 27 Juli 2016. 

Tayangan video berikut ini dibuat beberapa saat sebelum pasangan brutal itu menggorok tenggorokan Pastor Jacques Hamel, 86, setelah memaksanya untuk berlutut di sebuah gereja di Saint-Etienne-du-Rouvra agar dapat disembelih.

Abdelmalik Petitjean (kanan), 19, menyerbu gereja di Normandia berdua dengan Adel Kermiche dan memaksa Pastor Jacques Hamel berlutut sebelum menyembelihnya di hadapan 2 orang biarawati dan 3 sandera umat Katolik lainnya, yang saat itu tengah menghadiri perayaan Misa Ekaristi harian pagi pukul 10.00 waktu setempat, yang tengah dipimpin oleh sang Pastur.

Mereka mengatakan "Kami berbai’at (janji ketaatan kepada pemimpin untuk menyerahkan kepadanya segala kebijaksanaan tentang urusan dirinya dan urusan kaum muslimin, sedikitpun tanpa menentangnya; serta perintah pimpinan yang dibebankan kepadanya, suka maupun tidak) kepada Abu Bakr Al-Baghdadi ", yang terpilih sebagai khalifah Islam pada tahun 2014."

Mereka juga tampak menampilkan selembar kertas, menampilkan bendera Daulah Islam.
Pada awal video, salah seorang (kiri) - Adel Kermiche - yang mengenakan jaket kamuflase dan topi hitam, memperkenalkan dirinya dalam bahasa Arab sebagai Abu Jalil Al-Hanafi.

Di sebelahnya, Petitjean, tampak duduk di lantai mengenakan celana panjang krem, topi dan syal merah di atas kepalanya.
Mereka kemudian memaksa umat tertua dari sandera untuk merekam film saat mereka menyembelih Pastor Hamel dengan pisau - sementara polisi anti-teror mulai berdatangan mengepung gedung gereja itu. Seusai melakukan eksekusi, keduanya kemudian ditembak mati setelah muncul ke halaman luar gereja sambil berseru "Allahu Akbar ...."

Abdel Malik Petitjean berulang kali ditembak pada bagian wajah oleh polisi, sedemikian rupa sehingga harus diidentifikasi melalui test DNA.
Ibu Abdelmalik Petitjean sendiri belakangan menyatakan "Saya tidak melahirkan setan" tentang aksi puteranya menyerang sebuah gereja di Normandia dan menggorok tenggorokan sang Pastor tua. 

Petitjean, yang menggunakan nama mujahidin Abu Omar, sesungguhnya tercatat masuk dalam daftar tersangka pelaku teror setelah upayanya yang gagal untuk bergabung dengan ke kekhalifahan ISIS di Suriah melalui Turki bulan Juni lalu.(mirror.co.uk)

Silahkan simak VIDEO Baiat anggota ISIS asal Perancis kepada Abu bakar bagdadi.



Kamis, 31 Maret 2016



Bom bunuh diri mengguncang sebuah taman bermain  di Lahore, Pakistan dan menewaskan 65 orang [yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak]  pada hari Minggu. Saksi mata mengatakan, efek bom bunuh diri itu mengerikan, di mana tubuh para korban beterbangan di udara.

Faksi Taliban [yang ikut membidani lahirnya ISIS]  mengklaim di balik serangan itu dengan menyatakan target serangan mereka adalah warga Kristen. Menurut pejabat di Lahore, lebih dari 300 orang terluka.

Lokasi ledakan berada di area parkir tamanGulshan-e-Iqbal, tepatnya berada di dekat ayunan anak-anak. Taman itu dikenal sebagai situs populer bagi para anggota komunitas Kristen Lahore. Di taman itulah, warga Kristen terbiasa merayakan liburan Paskah.

”Ketika ledakan terjadi, api begitu tinggi mencapai di atas pohon dan saya melihat tubuh beterbangan di udara,” kata Hasan Imran, 30, warga yang berkunjung ke TamanGulshan-e-Iqbal, seperti dikutip Reuters, Senin (28/3/2016).

Pejabat polisi setempat, Inspektur Mustansar Feroz, mengatakan sebagian besar korban jiwa adalah wanita dan anak-anak.

Lihat  Video ledakan Bom di Lahore Pakistan :


Sementara itu, faksi Taliban; Jamaat-ul-Ahrar,mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. ”Target itu warga Kristen,” kata kata juru bicara fraksi, Ehsanullah Ehsan.

“Kami ingin mengirim pesan ini kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif bahwa kita telah memasuki Lahore,” katanya lagi.

”Dia bisa melakukan apa yang dia inginkan tapi dia tidak akan bisa menghentikan kami.Pengebom bunuh diri kami akan terusmelakukan serangan ini,” lanjut dia.[Reuters] 

Jumat, 04 Maret 2016


Oleh : Sulaiman Djaya

BIZANTIUM TIMUR (BANGSA RUM atau RUSIA kini) yang merujuk kepada Ummat Nashrani (Kristen) Ortodoks, ummatnya Buhaira (Kristen Ortodoks Suriah) yang mengakui nubuwwah Muhammad saw, ketika Muhammad saw mengijinkan Buhaira untuk melihat tanda nubuwwah di punggung Muhammad saw yakni ketika Muhammad saw ikut kafilahnya Abu Thalib (ayahnya Imam Ali) ke Bostra (Suriah), dan Al-Qur’an menyebutnya sebagai Bangsa & Kaum yang rendah-hati yang dapat bekerjasama dengan kaum Muslim.....Sayangnya, Iran-lah yang terlebih dulu sadar identitas Bangsa Rum ini  Sementara negara NATO Arab (Rezim Saud dkk) kembali menjadi bangsa Jahiliyyah dan minus secara intelektual dan tekhnologi

FEDERASI RUSIA & ROMAWI TIMUR

‘Telah dikalahkan Bangsa Rum (Bizantium) di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan kembali menang’ (Al-Qur’an Surah Ar-Rum Ayat 2-3).

Di abad ke-15, tepatnya di tahun 1450-an, Romawi Timur (Bizantium - Imperium Kristen Orthodox) yang beribukota di Konstantinopel (Istanbul) dikalahkan oleh Imperium Turki yang bekerjasama dengan Imperium Ingris alias Zionist (negeri terdekat mereka), dan setelah kekalahan itu, sisa kekuatan (orang-orang penting Bizantium) pun menetapkan Moskow sebagai ibukota baru mereka.

Demikianlah kemudian lahir Kekaisaran Rusia sebagai pewaris Bizantium (Romawi Timur/Bangsa Rum). Disusul kemudian oleh Komunisme Soviet (yang akhirnya runtuh), dan akhirnya saat ini, berdirilah Federasi Rusia (Kristen Orthodox) dengan Vladimir Putin sebagai pemimpinnya. Dan Al-Qur’an menekankan identitas ‘Kristen Orthodox’ secara khusus ini sebagai Bangsa Rum.

Kamis, 03 Maret 2016


Oleh : Aldo Shahab

Wahai orang-orang yang berjubah yang gemar menyebut kata2 KAFIR..

Jadilah terlebih dahulu seperti Sayyid Hasan Nasrullah (Pemimpin Hizbullah) yang selalu membuat bangga Rosul saw dengan menebarkan Agama Islam sebagai Agama Rahmatan Lil'alamin & tegas terhadap zionis!!!
Agar kalian dicintai baik dari kalangan umat Islam itu sendiri maupun dari kalangan umat Non Islam seperti halnya seorang Pemimpin Hizbullah yang dibanggakan oleh seorang penyanyi Kristen Libanon bernama Julia Butross dan warga kristen Libanon lainnya.
Jangan justru kalian sibuk menjual ayat2 dan menjual diri kepada Big Boss2 Politikus dengan membodoh2i bawahan agar ikut membantu (kerja) sesuai Pesanan Boss!!!

Lihat lah video penyanyi Kristen dibawah ini yang memuji Hizbullah dalam menjaga kedaulatan Lebanon dari rongrongan zionis israel. 



----------------------------------
Seorang penyanyi Kristen dan penontonya bersama-sama menyanyikan lagu pujian buat Hizbullah yang mana kata2 dalam syairnya membuat bulu kuduk merinding.
Diantara kata2 tersebut adalah :
Kalian seperti yang kalian katakan, para tentara Allah dimedan perperangan..
Telah sampai kepadaku surat kalian yg didalamnya terdapat kemuliaan dan keimanan..
Kalian adalah janji yang benar..
Kalian adalah kemenangan kami yang pasti..
Kalian berasal dari pegunungan matahari yang mampu menerpa badai..
Dengan cengkraman kalian, dengan keperkasaan kalian, maka terjagalah rumah dan kehormatan..
Kalian adalah pada pencipta peradaban..
Kalian adalah kebangkitan nilai-nilai kemanusiaan..
Kalian kekal sekekal butir-butir beras ditangkainya..
Kalian adalah kebanggaan bangsa kami..
Kalian adalah para pemimpin..
"KALIAN ADALAH MAHKOTA DIKEPALA KAMI"

Selasa, 01 Maret 2016


Oleh: Professor Sumanto Al Qurtuby **

Sering saya melihat tulisan yang beredar luas di dumay tentang sosok Koh Ahok dan Kaji Lulung yang kira2 begini bunyinya: “Seburuk-buruk Lulung dia itu Muslim dan sebaik-baik Ahok dia itu kafir [Kristen - red] . Muslim walaupun buruk masih bisa masuk surga, kafir walau baik tetap kekal di neraka.” Inilah salah satu contoh orang yang “gagal njegal” membaca teks2 keagamaan.

Kalau memang semua Muslim itu masuk surga, kenapa kalian bersemangat mengafir-sesatkan saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula kalian dengan suka-rela dan kejinya mengumpat, mengutuk, dan mengfitnah saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula kalian begitu heroiknya mengusir saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula kalian dengan beringasnya ngamuk2 dan merusak properti milik saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula bahkan kalian rela berbuat kekerasan dan membunuh sesama Muslim?

Lalu, Islam seperti apakah yang kalian maksud? Muslim seperti apakah yang akan masuk surga? Betapa murah dan “murahannya” surga itu, jika hanya dengan “tiket Islam” bisa memasukinya. Bukan islam, melainkan kualitas keislaman yang membuat orang masuk surga itu. Bukan agama, melainkan kualitas keagamaan, yang mengantarkan orang ke surga. Saya percaya, surga itu (jika memang ada) bukan disediakan untuk agama ini dan itu, untuk etnis ini dan itu. Tetapi untuk umat manusia yang memiliki “kualitas kemanusiaan” apapun agama dan etnis mereka.


Apalah artinya kalian mengaku-aku sebagai umat beragama jika perilaku kalian seperti orang2 tak beragama. Lebih baik umat non-agama tetapi hati dan perilakunya seperti “malaikat” ketimbang umat beragama tetapi hati dan perilakunya laksana setan yang gentayangan. Alih2 menuduh Ahok tak bakal masuk surga, bisa2 justru kalian sendiri yang nyemplung ke neraka…

  **Professor Sumanto Al Qurtuby adalah dosen di King Fahd University of Petroleum & Minerals Jurusan Anthropology Arab Saudi dari 2014 sampai Sekarang 

Tag : #Ahok Kafir, #Kaji Lulung 

Jumat, 26 Februari 2016


Kelompok teroris wahabi di Suriah menyerang Gereja Qara yang terletak di wilayah Al Qalamoun dan merusak kuburan Kristen lainnya serta membongkar kuburan salah seorang pendeta Kristen.

Situs berita El Nashra seperti dikutip Tasnim News melaporkan, kelompok teroris Suriah membongkar kuburan salah seorang pendeta Kristen di Gereja Qara, di Al Qalamoun.

Setelah membongkar kuburan pendeta Kristen para teroris kemudian mengeluarkan sisa jasad pendeta tersebut dan menghancurkannya.


Kelompok pengawas HAM Suriah menambahkan, setelah menghancurkan sisa jasad pendeta itu para teroris lalu merusak kuburan, juga seluruh barang yang ada di gereja termasuk salib. [IRIB Indonesia] 


Minggu, 31 Januari 2016



Oleh : Sumanto AlQurtubi

Sahabat sekaligus asisten riset-ku, seorang warga Saudi, Mahdi al-Mabrook, menuturkan kisah menarik.

Konon suatu saat ada sepasang suami-istri Arab Kristen (AK) tertangkap dan diinterogasi oleh anggota ISIS (IS). Maka terjadilah dialog ("menggelikan") berikut ini:

IS: "Apakah anda Muslim?"

AK: "Ya".

IS: "Coba baca contoh ayat Al-Qur'an?"

Sejurus kemudian sang suami membaca sejumlah ayat yang diambil dari Bible (Alkitab) berbahasa Arab. Kitab Injil warga Arab Kristen memang berbahasa Arab, kecuali sejumlah kelompok Kristen Ortodoks di Suriah yang menggunakan Bahasa Aram.

Setelah mendengarkan bacaan ayat-ayat Injil, anggota ISIS itu kemudian berkata:

IS: "Masya Allah anda betul2 seorang Muslim taat, fasih bacaan Al-Qur'an-nya. Kalau begitu kalian boleh pergi saudaraku."

Di tengah perjalanan, sang istri ngomel kepada suami: "Kamu ini nekad banget, coba kalau ia tahu kita Kristen dan membaca Bible, habislah kita."

Sang suami dengan tenang menjawab: "Tidak usah khawatir, jika ia tahu Al-Qur'an, maka ia tidak akan membunuh kita..."

(Arsip, Juli 14, 2015)

Rabu, 20 Januari 2016



Umat Kristen Kamerun sudah mulai menjaga masjid-masjid selama waktu-waktu shalat dan umat Islam negeri itu juga melakukan hal yang serupa dengan menjaga gereja-gereja menyusul lima serangan yang terhadi terhadap masjid oleh tersangka prajurit Boko Haram.

Boko Haram,sebuah kelompok radikal berideologi Wahabi yang telah mempraktekkan hal yang sama dalam kemajuan dan taktik dengan Daesh dan al-Qaida, telah meneror beberapa negara di Afrika, menyebarkan kebencian dan perpecahan di antara umat beragama.

Masjid kelima itu diserang oleh seorang pembom bunuh diri remaja di dekat perbatasan negara Afrika tengah dengan Nigeria itu pada hari Senin (18/1) kemarin.

Boko Haram kini tidak hanya menyerang gereja, sekolah dan pasar saja, namun juga masjid-masjid, hal ini telah membuat rakyat Kamerun lebih bersatu untuk melawan apa yang mereka sebut musuh bersama.

Saat waktunya sholat shubuh tiba baru-baru ini di masjid pusat di Mozingo, perbatasan Kamerun dengan Nigeria, para muslimin berkumpul untuk melaksanakan sholat, sementara anggota komite penjagaaan lokal terus berjaga untuk memastikan tidak ada orang asing yang boleh mendapat akses masuk. [ArRahmahNews]

Tag: #Boko Haram, #AlQaida Kamerun

Rabu, 13 Januari 2016


Fiyan Dakhil Anggota Parlemen Irak dari etnis minoritas Yazidi 

Video kesaksian Anggota Parlemen Irak dari etnis minoritas Yazidi di depan parlemen Irak bahwa ISIS / ISIL telah menyembelih lebih dari 500 pemuda suku Yazidi dan mengambil para wanita mudanya untuk dijadikan budak seks.

Fiyan Dakhil seorang anggota parlemen wanita yang Mewakil etnis Yezidi Di Parlemen Irak Menangis dan berteriak histeris di hadapan ketua parlemen irak.

Fiyan Dakhil menceritakan sambil menangis tentang kekejaman teroris ISIS yang telah menyembelih sedikitnya 500 anggota kelompok etnis minoritas Yazidi atas nama 'la ilahaa illallah'.
ISIS juga bahkan mengubur hidup-hidup beberapa korbannya, termasuk wanita dan anak-anak.

Sementara 300 perempuan Yazidi dilaporkan diculik untuk dijadikan budak demi melayani nafsu birahi kelompok teroris paling bengis tersebut.

Untuk menghindari kekejaman teroris ISIS kini etnis yezidi bersembunyi di gunung Sinjar. Tidak hanya etnis Yazidi bahkan kelompok Syiah, Sunni, Sabai dan Kristen juga tak luput dari pembantaian kelompok radikal ini.

Selengkapnya saksikan videonya dibawah ini:




Tag: #wanita Yazidi, #etnis minoritas, #parlemen Irak, #Kristen, #sabai, #Syiah Sunni , #kelompok radikal, #Teroris paling bengis

Minggu, 03 Januari 2016

Pastor Jack Murad, seorang pemimpin biara di Suriah yang dibebaskan gerombolan teroris ISIS setelah menawan dirinya dan seorang petugas biara kuno selama 84 hari menceritakan bagaimana didalam penawanan meskipun dirinya dan tawanan lain diperlakukan baik, namun ancaman kematian selalu dilontarkan kepada mereka.


Ancaman kematian itu dilontarkan agar para tawanan mau pindah agama. Namun Jack selalu menolaknya. “Bagi mereka, penolakan saya untuk pindah agama berarti adalah kematian. Untuk membuat kami ketakutan, mereka menjelaskan secara rinci bagaimana mereka akan membunuh kami. Mereka sangat pintar meneror kami. Ketika saya dipaksa untuk dipaksa untuk pindah agama, saya mengatakan bahwa saya tidak akan pernah sekalipun memikirkan bahwa saya akan melakukan hal itu."

Menariknya Jack menceritakan bagaimana para penculiknya selalu penasaran mengenai keyakinan Kristen yang dianutnya. Hal itu terbukti dengan seringnya mereka mengajak diskusi untuk menanyakan mengenai Kekristenan. Namun Jack mengatakan bahwa menjawab pertanyaan mereka adalah tindakan yang kurang tepat karena moncong senjata juga diarahkan ke kepalanya.

? ?Mereka bertanya tentang apa yang saya yakini mengenai siapa Tuhan, Tritunggal, Kristus dan Kayu Salib. Namun apa gunanya meladeni perdebatan dengan seseorang yang menculik anda dan disaat bersamaan mereka mengarahkan moncong senjata itu ke kepala anda?” jelasnya.

Jack sendiri dilepaskan setelah beberapa para “Amir” dari ISIS menawarkan perjanjian yang intinya para pemeluk Kristen di Suriah boleh menetap di wilayah yang dikuasai ISIS dengan syarat membayar pajak. Dengan kesepakatan ini, semua tawanan Kristen dilepas dan diperbolehkan kembali ke Al-Qaryatain. Menurut para Amir tersebut, orang-orang Kristen Al-Qaryatain yang bersenjata membuat gangguan terhadap ISIS karena terus mencari keberadaan dirinya.[bbc]

Rabu, 30 Desember 2015


Diterjemahkan oleh : Ahmed Zain Oul Mottaqin 

"Hajj Khanom (gelar untuk nyonya dalam bahasa farsi) saya meminta maaf pada anda. Orang yang akan mengunjungi rumah anda dalam beberapa menit lagi adalah Sayyid Khamenei." Kalimat itu belum terselesaikan ketika air mata ibu tua itu mulai mengalir. Sedangkan dua anak lelakinya Alfred dan Albert hanya terdiam berusaha mencerna kabar mencengangkan tersebut.


Pukul 06.30 malam, hanya ibu itu dan dua anaknya yang merupakan saudara sang martir Kristiani yang ada di rumah, sedangkan anak-anak dan cucu-cucu mereka sedang di Gereja malam itu.

Rumah mereka sangat kecil, dan ibu tersebut terlihat khawatir karena orang nomor satu di negerinya akan memasuki rumahnya.

"Ini hal yang biasa saja", beberapa petugas berusaha menenangkan sang ibu dan meminta izin untuk memindahkan sofa dan meja makan agar ada ruang lebih besar.

Seorang penjaga bertanya "Hajj Khanom, tidakkah kau ingat dulu pernah berkata ingin sekali bisa bertemu Pemimpin Tertinggi? Sekarang beliau yang akan mengunjungi rumah anda."

Ibu itu berkata "Aku berkata kepada semua orang bahwa aku sangat mengharapkan sang pemimpin akan mengunjungi kami ataupun kami yang mengunjungi beliau."

Tibalah sang pemimpin di rumahnya. Sang ibu beranjak menyambut, anak-anaknya maju ke depan untuk menyaksikan bahwa yang datang itu benar-benar Rahbar. "Salam untukmu, Salam untuk segenap rakyat Iran." Sang Pemimpin menjawab, "Semoga Tuhan melindungi kalian".

Ibu itu berkata, "Rumah sederhanaku terasa penuh. Aku sangat bahagia anda datang." Mulutnya seakan tersedak, lalu ia melanjutkan "Aku sering berkata pada semua orang bahwa sang Pemimpin juga milik kami (umat Kristiani). Apakah ia hanya milik Muslim? Ia milik semua orang."

Rahbar[Pemimpin Tertinggi] menyatakan permintaan maafnya karena datang sedikit terlambat, dan ia mengekspresikan kebahagiaannya pada kunjungannya tersebut.

Pembicaraan terus berlanjut hingga sang ibu berbicara kecil pada putranya Alfred dalam bahasa Assyria, lalu Alfred dengan ragu-ragu bertanya kepada Rahbar, "Apakah anda makan kue buatan rumah?", Rahbar menjawab "Ya", tiba-tiba kebahagiaan luar biasa terpancar di wajah sang ibu. Jelas sang ibu sendiri yang telah membuatnya lalu dengan tangannya sendiri ia menyuguhkan kue tersebut kepada beliau.

Rahbar mengambil sepotong kue dan memakannya, lalu berkata kepada orang-orang, "Ini sangat lezat. Kalian tidak mau ikut makan?". Sang ibu dan kedua putranya terlihat sumringah dan sama-sama berkata, "Kami sangat bahagia anda menyukainya."

Sang ibu berkata, "Anda sebaiknya juga makan buah-buahan dan kacang." Lalu ia melanjutkan dengan nada malu-malu, "Rumah kami sangat kecil...". Tapi Rahbar tak membiarkan rasa malu ibu itu berlanjut, beliau berkata, "Hati manusia-lah yang seharusnya luas. Ketika manusia memiliki tujuan, maka akan tetap baik dimanapun ia tinggal: 'Jika kalian bersamaku, aku bahagia tak peduli dimanapun kita berada, bahkan jika kita tinggal di kedalaman sumur sekalipun (dari syair Jalaluddin Rumi).'"

Note: Jangan tanya kenapa beliau makan tangan kiri. Tangan kanan beliau lumpuh karena bom ranjau saat perang.

Sumber: Gw[saya] terjemahkan dari Khamenei.ir. Selengkapnya di Khamenei. IR

Selasa, 29 Desember 2015

Salah seorang aktifis HMI [Himpunan Mahasiswa Islam] yang bernama Muhammad Ramli Sirajuddin dalam akun Facebook nya menulis sebuah artikel atau lebih tepatnya refleksi.



Tulisan ini menjelaskan tentang dua kelahiran Nabi Agung dan kebencian kelompok anti Maulid [kelahiran] Nabi , berikut adalah tulisan nya yang perlu untuk dijadikan renungan bagi kita yang mengaku umat Nabi Muhammad saw:

Jika ketinggian dan kemuliaan akhlak Nabi Isa as. membuat sebagian pengikutnya menilainya sebagai Tuhan, sebaliknya Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak manusia bahkan oleh ummatnya tetap dianggap manusia biasa dan bersalah.

Jika Natalan Nabi Isa as. adalah hari raya besar bagi ummat kristiani maka Maulid Nabi Muhammad SAW bagi ummat Islam adalah ajang bid’ah membid’ahkan.

Jika seluruh aksesoris dan properti Nabi Isa as. dijadikan benda suci dan media tabarruk oleh ummatnya, tapi jangan coba tersedu rindu di Makam Nabi Muhammad SAW atau coba mencium pusara kuburnya karena engkau secara tiba-tiba menjadi syirik.

Jika Maryam Ibunda Isa as. dijunjung tinggi sebagai perawan suci karena melahirkan Isa as. tanpa seorang suami maka lain halnya Rasulullah SAW, kedua orang tuanya tetap dianggap sebagai orang kafir padahal mereka berpegang teguh pada ajaran Ibrahim.

Bersyukurlah kalian yang masih sempat menyaksikan dan larut pada suasana 2 hari suci dari kelahiran 2 Nabi agung ummat manusia.

Kepada dua mutiara agung, cermin Tuhan pada alam semesta mari berucap salam…kelahiran mu adalah pelanjut dan penyempurna keadilan Yang Maha Kuasa pada ciptaannya.

Izinkan hamba menjadi pengiring langkahmu walau sekedar menjadi debu di alas kaki paduka.

Sumber: Akun Facebook Muhammad Ramli Sirajuddin

Minggu, 27 Desember 2015

Kerajaan Wahabi Arab Saudi dikenal diseluruh dunia atas berbagai pelanggarannya terhadap Hak Asasi Manusia .


Meski pada kenyataannya Saudi terus melakukan hukuman mati dengan cara sadis yaitu penyembelihan di depan umum meski dengan alasan yang belum jelas, hukuman cambuk hanya karena alasan yang bahkan tidak terhitung sebagai sebuah kejahatan di negara lain, Kerajaan itu tetap dianggap sebagai sahabat dekat oleh Amerika Serikat yang selama ini menggembar-gemborkan HAM.

Selang beberapa waktu lalu, seorang blogger Arab Saudi, Raef Badawi dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan 600 kali cambukan serta kini terancam hukuman mati setelah menyebarkan pandangan liberal melalui situs web Free Saudi Liberals, seorang pemuda 17 tahun, Ali Mohammed al-Nimr saat ini sedang dalam proses menuju hukuman mati berupa penyembelihan hanya karena ikut serta dalam sebuah demonstrasi.

Dan kini, situs Screwlife memuat laporan pada Minggu (20/12) lalu, bahwa pengadilan syari’ah kerajaan tersebut juga memperkenalkan sebuah hukum baru yaitu ancaman hukuman penjara selama 10 tahun bagi siapapun yang merayakan hari Natal di wilayah kerajaannya (Baca juga: Saudi Negeri Dongeng, Tapi Nyata). Menyanyikan lagu-lagu natal atau apapun yang berhubungan dengan natal akan mendapat 1000 kali cambukan. Bahkan hanya dengan mengucapkan selamat natal juga bisa terkena hukuman serupa.

Amnesty Internasional seperti biasa mengecam hal ini, dengan mengatakan bahwa hukum baru ini telah meningkatkan jumlah pelanggaran HAM yang dilakukan Arab Saudi . Namun menurut situs tersebut, karena Saudi adalah teman dekat Amerika Serikat maka kecaman seperti itu tak akan berperngaruh.

Pengawas HAM menyebut pelarangan Natal adalah konyol dan gila. Namun karena “konyol dan gila” adalah dua kata yang selalu melekat dengan Arab Saudi, maka hal itu sudah menjadi tidak aneh lagi. [ARN]

Sabtu, 26 Desember 2015

Riyanto Anggota BANSER  yang gugur Akibat Bom Teroris Wahabi di Mojokerto 

Pada malam Natal tahun 2000.  Riyanto, 25 tahun, satu dari empat orang Banser NU yang dikirim GP Ansor Mojokerto untuk menjaga perayaan Natal di gereja Eben Haezer, Mojokerto. Lelaki kelahiran Kediri, 23 November 1975 itu ditugaskan oleh GP Ansor Mojokerto untuk serta mengamankan perayaan malam Natal.

Dari penelusuran pihak gereja dan petugas keamanan, bom pertama yang meledak itu ditemukan seseorang di bawah mobil dekat telepon umum yang berada di depan Gereja Eben Haezer. Bom yang dikemas dalam tas kamera itu sempat dijauhkan oleh polisi dari gereja. Namun, mendadak, Riyanto, salah satu anggota Banser yang saat itu membantu pengamanan justru memasukkan bom tersebut ke lubang saluran air di trotoar seberang gereja.

"Riyanto memasukkan ke lubang saluran air dengan tujuan supaya mati seperti petasan kan ga bisa nyala kalau kena air. Tapi bom itu kemungkinan memakai rangkaian elektronik, kena air malah korslet dan meledak," tuturnya.

Makam Riyanto di Desa Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit, Mojokerto, Jawa Timur, 

Kontan saja, ledakan dahsyat itu mengakibatkan tubuh Riyanto terpental hingga ke belakang gereja. Anggota Banser itu gugur Sahid dengan kondisi mengenaskan. 
Tas plastik yang ditemukan di luar gereja dibuka dan dibuang oleh Riyanto ke gorong-gorong dekat gereja. Namun seketika muncul ledakan dan tubuh Riyanto tercerai-berai."Badan dan tangannya terlempar dan ditemukan di rumah belakang gereja. 
Riyanto adalah korban teroris wahabi , penjahat kemanusiaan.


Seragam BANSER Milik Riyanto 

Salah satu saksi mata menceritakan kronologis Kejadian tragis tepat 15 tahun lalu. Malam itu tanggal 24 Desember 2000.  Saat itu misa sudah selesai, tapi masih banyak kegiatan para panitia natal di dalam gereja.

Pertama kali ditemukan tas Alkitab yang tertinggal di deretan bangku jemaat lalu tas tersebut diamankan di sekretariat gereja.

Tdk lama setelah itu banser & juru parkir gereja menemukan bingkisan mencurigakan di bawah motor Vespa teman saya yang kebetulan hendak pulang. Setelah dibuka, ternyata ditemukan sebuah jam kecil yang masih aktif. Dicurigai sebuah bom, kemudian Pak Riyanto berinisiatif mengamankan benda tersebut dan memasukkannya kedalam selokan di seberang gereja agar tidak meledak. Tapi apes Pak, ternyata malah konslet dan meledak. Tubuh beliau melayang melewati bangunan gereja dan mendarat di rumah penduduk di belakang gereja. Beberapa bagian tubuhnya terputus dan berserakan di atap Gereja. 

Setelah itu beberapa rekan teringat tas yang tadi tertinggal dan disimpan di sekretariat. Kemudian tas tersebut diletakkan di depan pintu gereja dan benar tak lama tas itupun meledak.

Saya kebetulan berjemaat di gereja itu Pak. Ingatan itu masih segar. Pak Riyanto adalah pahlawan kami malam itu.


Setelah 12 tahun, jasa Riyanto masih dikenang warga Mojokerto. Untuk mengenang jasa pria yang tewas di usia 19 tahun itu, Riyanto diabadikan sebagai nama jalan di Kecamatan Prajurit Kulon. Pemkot Mojokerto juga sudah membangun gapura megah di jalan tersebut 


Kamis, 24 Desember 2015

Kedua tangan Taufik gemetar, pipinya berlinangan air mata saat mendengar Pendeta Wahyu Nugroho mengumandangkan Sholawat Nabi, ketika ibadah Natal di GKJ (Gerja Kristen Jawa) Margoyudan, Kamis (24/12/2015).


"Saya tidak menyangka pak pendeta bersholawat di depan ribuan jemaat di sini. Saya benar-benar terharu. Tangan saya sampai gemetar waktu merekam gambar momen itu. Baru kali pertama saya menyaksikan dan merasakan indahnya toleransi beragama," ucap mahasiswa UIN Kalijaga Yogyakarta itu, usai menghadiri ibadah malam Natal.

Kedatangan Taufik di acara tersebut merupakan inisiatifnya sendiri. Ia bersama 13 orang rekannya berangkat dari Yogyakarta pukul 10.30, mengendarai dua mobil. Mereka menyempatkan diri berwisata di Kota Solo, saat siang.

"Pak Wahyu adalah dosen kami di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Beliau mengajar mata kuliah teks suci Al-Quran dan kitab agama lain. Kami ingin mengucapkan selamat Natal saja dengan datang ke sini," bebernya.

Taufik mengimbuhkan, meski ada Fatwa haram mengucapkan selamat Natal, tak menyurutkan niatnya maupun belasan rekan seagamanya.
Terpisah, Pendeta Wahyu Nugroho memaparkan kehadiran para mahasiswa itu saat ibadah Malam Natal sangat berarti. Ia mengatakan sangat tersentuh ada orang-orang yang menjunjung tinggi nilai toleransi beragama.

"Saya bersyukur, itu menunjukkan bahwa Islam di Indonesia tidak seperti yang dipikirkan beberapa orang. Untuk menghormati kehadiran mereka, ijinkan saya bersholawat, karena Natal kali ini bebarengan dengan Maulid Nabi," tutur Wahyu kemudian menyenandungkan Sholawat Nabi di hadapan para jemaat.

Tepuk tangan para jemaat pun menggemuruh di dalam gedung gereja, usai Pendeta Wahyu bersholawat. Ibadah Malam Natal pun diakhiri dengan doa bersama.
Para mahasiswa tampak bersalaman dengan para jemaat yang menuntaskan doa. Mereka terlihat akrab, bahkan ada pula jemaat yang mengajak foto bersama dengan mahasiswa, berlatarbelakang pohon Natal.[tribun]

Jumat, 18 Desember 2015


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin meluruskan pendapat yang berkembang di masyarakat tentang MUI mengharamkan ucapan selamat Natal. Menurut Din, MUI tak pernah mengeluarkan fatwa yang melarang umat muslim mengucapkan selamat Natal pada umat Kristiani.

"Fatwa MUI pada 1981 itu tentang Perayaan Natal Bersama. Hal yang diharamkan adalah bila umat Islam mengikuti upacara Natal bersama," kata Din, yang dihubungi Tempo, Selasa, 23 Desember 2014.

Menurut Din, fatwa, yang dikeluarkan pada masa Buya Hamka menjadi Ketua MUI itu, dikeluarkan karena saat itu banyak muslim yang ikut upacara Natal bersama di gereja. Tindakan itu diharamkan karena berkaitan dengan urusan ibadah. "Kerukunan umat beragama pada saat itu salah kaprah," ujarnya.

Din membolehkan umat Islam mengucapkan selamat Natal terutama apabila yang merayakan adalah kerabat dan saudara. Menurut Din, ucapan tersebut tidak akan merusak keyakinan agama seorang muslim. Islam, kata Din, adalah agama yang membawa rahmat pada sekalian alam bukan merusak kerukunan.

Dia menegaskan tidak ada larangan mengucapkan selamat Natal. Namun, bila masih ada umat Islam yang tidak ingin memberikan ucapan tersebut, hal itu juga harus dihargai. "Yang pasti, saya tegaskan bahwa di dalam Fatwa MUI mengucapkan selamat Natal tidak pernah diharamkan."[tempo]

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks