Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2016


PUSAT KENDALI AMERIKA-ISRAEL-ISIS DISAPU BERSIH MISIL RUSIA

Kapal perang Rusia menembakkan 3 misli Caliber ke ruang koordinasi operasi (mata-mata) asing di Dar Ezza dan menewaskan 30 pejabat mata-mata Amerika dan Israel.
Militer Amerika bersama dengan sekutunya menciptakan Ruang Operasi Lapangan di wilayah Aleppo yang diduduki oleh anggota staf intelijens dari USA, Inggris, Israel, Turki, Saudi Arabia, dan Qatar.

Lihat VIDEO


Serangan ini, menurut Profesor Ekonomi di University of Ottowa, Michel Chossudovsky, dilancarkan segera setelah serangan udara Amerika terhadap pasukan Suriah di Deir ez-Zor dalam rangka membela teroris ISIS.

Sumber: Veteran today






Sabtu, 17 September 2016

"Spetznaz" Pasukan khusus Rusia yang dikirim ke Suriah untuk hancurkan ISIS


Inilah dia "Spetznaz" _ Pasukan Hantu yang sangat melegenda!

Dikatakan sebagai Divisi Pasukan Khusus yang sangat mumpuni dengan kemampuan serba bisa di setiap medan dan cuaca yang ekstrem sekalipun!

Mereka ada di sana untuk satu alasan, menghabisi semua ancaman terhadap kedaulatan Suriah. Dengan cara apapun. Dan dengan misi itu mereka akan memastikan posisi Rusia di Timur Tengah,” tambah sang sumber yang menjelaskan juga kalau presidennya mengklaim misi mereka adalah pembantaian ISIS namun pesawat tempurnya juga membantu Assad menghabisi para pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah di Suriah.

Di sebut pasukan hantu dikarena segala sesuatu dari awal perekrutan hingga pelatihan -pelatihan khusus untuk pasukan ini benar benar sangat rahasia dan jauh dari publikasi apapun...
Pergerakan mereka begitu senyap nan mematikan, pasukan andalannya "Sang Beruang Merah" ini dikenal sangat loyal, berdedikasi dan sangat efektif dalam misi-misi tertentu.

Dengan memiliki warisan dan tradisi pengalaman perang sejak PD pertama & PD II, tak ayal lagi jikalau banyak lawan sangat gentar dengan pasukan ini!

Apakah ini merupakan tanda "Merah" dalam konflik yang belum berkesudahan di Syria sana?!?

Karena jika Russia telah mengirimkan pasukan ini ke suatu wilayah, berarti ada sesuatu yang sangat penting yang dipertaruhkan di wilayah tersebut!

Sumber: ArRahmaNews

Selasa, 02 Agustus 2016


Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi kabar jatuhnya sebuah helikopter militer negara itu, setelah ditembak di wilayah Suriah pada hari, Senin (1/8/2016) WIB.

Helikopter Mi-8 ditembak jatuh di atas wilayah udara Provinsi Idlib.
Saat itu, heli dalam penerbangan kembali ke pangkalan militer Rusia di wilayah pesisir, setelah mengantar bantuan kemanusiaan ke Kota Aleppo.

Berdasarkan data yang ada, heli tersebut memiliki tiga kru, dan dua petugas dari Pusat Rekonsiliasi.

Dalam video nampak TERORIS Suriah menyiksa  2 jasad kru helikopter yang membawa misi kemanusiaan di Suriah. 



Rabu, 29 Juni 2016

Gambar 1: Erdogan Sujud di Kaki Vladimir Putin. Sebenarnya kurang sopan jika gambar editan ini  menunjukkan Erdogan Sujud di Kaki Putin, harusnya Erdogan menjilat pantat Vladimir Putin


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya meminta maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kematian pilot pesawat Su-24 yang ditembak jatuh, sekretaris pers kepresidenan Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, pada Senin (27/06).

Menurut Kremlin, pesan itu menegaskan bahwa Rusia adalah teman Turki dan mitra strategis pemerintah Turki tidak ingin mengecewakan hubungan dengan peristiwa penembakan Su-24. “Kami tidak pernah memiliki rencana yang disengaja untuk menembak jatuh sebuah pesawat Rusia,” Erdogan mengatakan dalam pesannya.

“Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima pesan dari Presiden Turki Erdogan, di mana pemimpin Turki menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan situasi atas jatuhnya pesawat perang Rusia,” kata Peskov, seperti yang dikutip kantor berita TASS.

Gambar 2: Erdogan mau Cium Tangan Vladimir Putin

“Setelah mengasumsikan risiko dan memberikan upaya besar, kami menemukan mayat pilot Rusia dari tangan oposisi Suriah untuk membawanya ke Turki,” kata pesan itu seperti dikutip layanan pers Kremlin. “Prosedur Pra-pemakaman telah diselenggarakan sesuai dengan prosedur militar dan agama.”


Erdogan mengucapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga para pilot Rusia yang tewas. “Saya mengatakan, ‘saya minta maaf.” Saya berbagi kesedihan Anda dengan sepenuh hati. Kami menganggap keluarga pilot Rusia sebagai sebuah keluarga Turki. Kami siap untuk setiap inisiatif dalam rangka meringankan rasa sakit dan gravitasi dari kerusakan yang telah kita lakukan,” kata dokumen itu.




Presiden Turki mengatakan dalam pesannya bahwa warga Turki yang dicurigai terlibat dalam kematian pilot Sukhoi-24 Rusia, sedang dalam proses penyelidikan.

“Pesan tersebut juga mengatakan bahwa warga negara Turki yang namanya dikaitkan dengan kematian pilot Rusia sedang diselidiki,” kata layanan pers Kremlin, dan menambahkan bahwa Erdogan menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut serta menekankan kesiapannya untuk melakukan yang terbaik untuk melanjutkan hubungan tradisional yang ramah antara Turki dan Rusia serta upaya untuk menghadapi krisis regional dan untuk memerangi terorisme.

Hubungan antara Rusia dan Turki memburuk tajam setelah F-16 Turki menembak jatuh bomber Su-24M Rusia di atas langit Suriah pada 24 November 2015. Ankara mengklaim Su-24 melanggar wilayah udara Turki dekat perbatasan Suriah. Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pesawat perang itu terbang di atas wilayah Suriah dan tidak pernah melanggar wilayah udara Turki.[ArRahmaNews]

Lihat VIDEO nya:




Note: Video ini menunjukkan ketidak konsistenan Erdogan yang sangat memalukan. Sikap plin plan pemimpin Turki ini mengundang sejumlah situs besar dunia sprti AFP, Tunisia Telegraph membuat meme kalau kedatangan erDOGan ke Rusia untuk sungkem kepada Putin seperti foto yang ada dibawah video ini. Video ini juga menjadi bukti kekalahan telak Erdogan dalam diplomasi perang Suriah. erDoGan sadar TERORIS Suriah yang selama ini didukungnya tidak bisa di harapkan lagi, kekalahan demi kekalahan terus dialami TERORIS binaan nya. Hal ini membuat Erdogan berhitung ulang meski harus mengorbankan harga dirinya. Dan satu hal yang perlu di ingat Erdogan telah kehilangan muka dengan kedatangan nya ke Rusia sehingga tidak berlebihan jika digambarkan ," JIKA HARUS MENCIUM KAKI PUTIN UNTUK MENGEMBALIKAN HUBUNGANNYA DENGAN RUSIA, ERDOGAN AKAN MELAKUKAN NYA". 


Jumat, 04 Maret 2016


Oleh : Sulaiman Djaya

BIZANTIUM TIMUR (BANGSA RUM atau RUSIA kini) yang merujuk kepada Ummat Nashrani (Kristen) Ortodoks, ummatnya Buhaira (Kristen Ortodoks Suriah) yang mengakui nubuwwah Muhammad saw, ketika Muhammad saw mengijinkan Buhaira untuk melihat tanda nubuwwah di punggung Muhammad saw yakni ketika Muhammad saw ikut kafilahnya Abu Thalib (ayahnya Imam Ali) ke Bostra (Suriah), dan Al-Qur’an menyebutnya sebagai Bangsa & Kaum yang rendah-hati yang dapat bekerjasama dengan kaum Muslim.....Sayangnya, Iran-lah yang terlebih dulu sadar identitas Bangsa Rum ini  Sementara negara NATO Arab (Rezim Saud dkk) kembali menjadi bangsa Jahiliyyah dan minus secara intelektual dan tekhnologi

FEDERASI RUSIA & ROMAWI TIMUR

‘Telah dikalahkan Bangsa Rum (Bizantium) di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan kembali menang’ (Al-Qur’an Surah Ar-Rum Ayat 2-3).

Di abad ke-15, tepatnya di tahun 1450-an, Romawi Timur (Bizantium - Imperium Kristen Orthodox) yang beribukota di Konstantinopel (Istanbul) dikalahkan oleh Imperium Turki yang bekerjasama dengan Imperium Ingris alias Zionist (negeri terdekat mereka), dan setelah kekalahan itu, sisa kekuatan (orang-orang penting Bizantium) pun menetapkan Moskow sebagai ibukota baru mereka.

Demikianlah kemudian lahir Kekaisaran Rusia sebagai pewaris Bizantium (Romawi Timur/Bangsa Rum). Disusul kemudian oleh Komunisme Soviet (yang akhirnya runtuh), dan akhirnya saat ini, berdirilah Federasi Rusia (Kristen Orthodox) dengan Vladimir Putin sebagai pemimpinnya. Dan Al-Qur’an menekankan identitas ‘Kristen Orthodox’ secara khusus ini sebagai Bangsa Rum.

Selasa, 16 Februari 2016



SIAPA VLADIMIR PUTIN?

Oleh: Sulaiman Djaya

Vladimir Putin mulai bertugas sebagai pejabat presiden sementara pada tanggal 1 Januari 2000. Kemudian pada tanggal 26 Maret 2000 diadakan pemilihan presiden. Pada pemilihan presiden tersebut, Vladimir Putin mendapatkan 52,94 persen suara.

Ia kemudian dinobatkan sebagai Presiden Rusia secara resmi pada tanggal 7 Mei 2000. Presiden Federasi Rusia yang kedua ini memiliki keinginan untuk mengembalikan kejayaan Rusia seperti pada zaman Uni Soviet.

Ia mengganti lagu kebangsaan Rusia yang berjudul "Patriotiskaya Pesn" dengan lagu kebangsaan Uni Soviet "Gimn Sovetskogo Soyuza" yang diganti liriknya menjadi "Gimn Rossiyskaya Federatsiya".

Putin juga menahan pengusaha minyak Yukos Mikahil Khodorovsky dan menjual sahamnya, serta menasionalisasikan beberapa perusahaan asing.

Pada tahun 2004, ia terpilih kembali untuk masa jabatan yang kedua kali. Selain sibuk berbenah di dalam negeri, Rusia pun mulai memperhatikan masalah-masalah luar negeri. Seperti di Palestina, saat wilayah itu diisolasi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya akibat kemenangan Hamas, Rusia justru mendekati dan merangkul Hamas.

  • Baca Juga : 
  • Putin Kecam Demokrasi Modus Barat
  • Presiden Rusia mengecam beberapa kekuatan Barat yang berupaya mendiktekan demokrasi versi mereka ke negara-negara di... 

Rusia juga menjalin hubungan erat dengan Iran yang merupakan rival Amerika sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979 yang digerakkan Muslim Syi’ah sukses dengan gemilang.

Di negara (Iran) tersebut, Rusia membangun pusat tenaga nuklir pertama di Bushehr. Selain itu, pemerintah Rusia juga mulai mendekati negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam untuk bekerja sama di berbagai bidang.

Walaupun Uni Soviet sudah runtuh, Rusia di bawah pimpinan Putin (yang merupakan negara pecahan terbesar Uni Soviet) memang tidak bisa dianggap remeh oleh Blok Barat (yang terdiri dari Israel, Amerika, Rezim Al-Saud dkk, dan NATO).

Singkatnya, Vladimir Putin adalah kebalikan 180 derajat dari Gorbachev yang mesra dengan Barat, dan karena itulah, Vladimir Putin kurang disukai Barat, terutama sekali saat ini, terkait perannya di Timur Tengah yang bersekutu dengan Iran, Suriah, dan Palestina.

Info tambahan: Jika ingin tahu para ulama dan ustadz yang mendukung ISIS dan Amerika dkk yah tinggal perhatikan ceramah-ceramah mereka yang memburuk-burukkan Rusia & Iran. Sementara jika ingin tahu mereka yang potensial direkrut ISIS adalah mereka yang mendewakan Erdogan dan menuduh Syi'ah  sesat dan kafir.

Jumat, 29 Januari 2016



Intelijen Rusia, membongkar rencana Saudi mengebom Masjidil Haram dan daerah-daerah sekitarnya dengan rudal dan menuduh Yaman melakukan serangan tersebut.

Rencana itu bertujuan agar Dunia Islam dan masyarakatnya  memprotes aksi ini dan mengirimkan tentara serta jet tempur mereka melawan Yaman dengan dalih membela tanah suci. Demikian dilansir dari Lahj News.

Para ahli militer mengharapkan Arab Saudi melakukan itu, terutama setelah begitu banyak negara-negara Arab dan Muslim menolak melibatkan tentara mereka mendukung tentara Saudi menggelar perang darat melawan Yaman.

Mereka menegaskan bahwa beberapa kemenangan yang dicapai oleh militer Yaman dan keunggulan mereka di darat  akan mendorong Saudi dengan dukungan AS untuk melakukan kejahatan semacam ini terhadap tempat-tempat suci Islam. Karena pemboman yang dilakukan pesawat-pesawat tempur Saudi membuktikan penyimpangan Negara ini dari nilai kemanusiaan dengan membombardir warga sipil yang  kebanyakannya adalah anak-anak dan perempuan, serta menggunakan senjata yang dilarang secara internasional.

Perlu diketahui bahwa Wakil Kepala staf Angkatan Bersenjata Jerman dalam pernyataan press mengatakan, tentara Saudi tidak akan bertahan melawan tentara Yaman lebih dari empat puluh hari, dan satu tentara Yaman setara dengan seratus tentara Saudi. (ARN) .

Selasa, 26 Januari 2016



ARMENIA, RUSIA, TURKI & JERMAN

 Oleh: Sulaiman Djaya

Pada perang dunia pertama, sekira satu setengah juta warga Armenia dibantai Turki, perempuan-perempuan Armenia disalib dalam keadaan telanjang setelah diperkosa. Demikianlah ketika Bashar Al-Assad mengetahui Turki mendukung salah-satu faksi geng perang, yaitu Teroris Front Al-Nusra (bersamaan dengan ketika agressi terhadap Suriah dilancarkan), Bashar Al-Assad segera menekan Rusia agar Rusia turun tangan demi menghindari tragedi itu terulang.

Kala itu, di tahun 1913, kaum ultranasionalis Young Turks mengambil alih kekuasaan di Konstantinopel (Istanbul). Mereka adalah Mehmed Talat Pasha, Ismail Enver Pasha, dan Ahmed Djemal Pasha (arsitek pembantaian). Pada 1914, Turki masuk dalam kancah Perang Dunia I, berpihak kepada Jerman dan Kekaisaran Austro-Hongaria setelah menandatangani perjanjian rahasia dengan Jerman dan mendirikan Aliansi Ottoman-Jerman pada Agustus 1914, dengan tujuan melawan Rusia sebagai musuh.

Pada Oktober 1914, Turki melancarkan serangan ke pelabuhan-pelabuhan Rusia dan menyatakan orang Armenia ”musuh internal”. Para pemimpin militer berargumentasi bahwa orang-orang Armenia adalah pengkhianat. Orang Armenia membentuk batalion relawan untuk membantu tentara Rusia melawan orang Turki di kawasan Kaukasus. Hal ini membuat orang Turki curiga kepada orang Armenia dan memaksa mereka keluar dari zona perang di front timur.

Pada Februari 1915, Talat Pasha memberi tahu kepada Duta Besar Jerman bahwa inilah saatnya memberi jawaban atas pertanyaan tentang Armenia. Komite Pusat Ottoman membahas rencana ”menghapus bangsa Armenia”.

Pada 24 April 1915, pembantaian dimulai. Pada hari itu pemerintahan Ottoman menangkap dan mengeksekusi ratusan intelektual Armenia di Konstantinopel. Setelah itu, rakyat Armenia dipaksa keluar dari rumah mereka dan dibiarkan mati ketika berjalan kaki di tengah gurun Mesopotamia tanpa makanan dan tanpa air. Mereka ditelanjangi dan dipaksa berjalan kaki di bawah sengatan terik matahari sampai akhirnya meninggal dunia. Mereka yang berhenti untuk beristirahat ditembak mati.

Singkat kata, tidak usah heran kalau Turki saat ini pro NATO (dan anggota NATO), karena dari dulu (sejak perang dunia pertama) juga Turki adalah anggota NATO (pro aliansi Barat). Hal itu berbeda dengan Persia (Iran) yang tetap 'mempertahankan' identitas Asia Tengah dan Mediteranianya. Kesimpulannya: Persia is the best than Turks (orang Persia itu lebih cerdas dan lebih beradab ketimbang orang Turki).

NB: "Aku tidak bangga kepada muslim yang keji, karena agama Islam yang kuketahui tidak mengajarkan kekejian". Moral perang Turki sangat bertentangan dengan ajaran Islam, di mana dalam etika Perang Islam, adalah haram mutlaq menganiaya dan membantai warga sipil....Wajar jika Presiden Muslim Chechnya, yaitu Ramzan Kadyrov, pernah menyindir Turki (Erdogan) sebagai bangsa yang memalukan dalam konteks konflik di Suriah.

JASMERAH, kata Bung Karno, pelajari dan renungkanlah sejarah alias jangan sekali-kali melupakan sejarah....

Kamis, 21 Januari 2016

Foto: Tentara Perempuan Russia & Suriah

Oleh: Sulaiman Djaya 

“Menyerang Suriah sama saja dengan menyerang Leningrad” [Vladimir Putin] . Di masa-masa Era Perang Dingin, puluhan ribu anak muda yang paling berbakat dari Suriah belajar di Rusia. Mereka belajar bagaimana menggunakan persenjataan dan tekhnologi perang dan pertahanan Rusia, selain tentu saja belajar semua jenis studi akademis. 

Mereka [anak-anak muda] Suriah itu juga menikah dengan 30.000-an perempuan Rusia. Jadi, ada 30.000 keluarga yang merupakan campuran Rusia dan Suriah, dan diperkirakan lebih dari 100.000 keturunan, dan sepertinya, mengingat kedekatan Rusia & Suriah akibat kekejian ISIS saat ini, akan lebih banyak lagi di masa depan. 

Hasil pernikahan dan percampuran mereka itu tentulah juga menjadi satu etnis baru, sehingga secara emosional kedua bangsa ini susah untuk dipisahkan. Dapat dikatakan, ketika Vladimir Putin membantu Suriah, barangkali ada pertimbangan di luar hitungan ekonomi. Lain lagi jika, misalnya, Vladimir Putin, membantu negara-negara lain. Lihatlah betapa total Rusia membantu Suriah dalam melawan boneka-boneka perang buatan Amerika, Israel, Ingris, Turki, Rezim Saud dkk [ISIS, FSA, Al-Qaeda, Al-Nusra dkk] .

Perlu diketahui pula, mayoritas warga Suriah adalah Muslim Sunni [Sekira 80%] , namun sisanya adalah penganut Kristen Ortodoks [yang juga dianut mayoritas warga Russia] , selain Muslim Syi’ah di negeri itu. Singkatnya, propaganda kaum Wahabi-Takfiri bahwa Rezim Suriah adalah Rezim Syi’ah Islam adalah dusta [wahabi - red] belaka.


SUARA RAKYAT RUSIA UNTUK SURIAH (Foto oleh Getty Images)
Beginilah aksi para veteran dan warga Rusia yang menggambarkan Barrack Obama, Erdogan, Qatar, Rezim Al-Saud, David Cameron dkk sebagai ‘para pembantai anak-anak Suriah”


Tag: #Vladimir Putin, #Kristen Ortodoks, #Dusta Wahabi, #Boneka Perang Amerika 

Jumat, 01 Januari 2016


Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perbaruan dokumen keamanan nasional yang memandang perluasan NATO sebagai sebuah ancaman bagi negaranya.


Dokumen tersebut menyatakan "kebijakan dalam dan luar negeri independen" Rusia telah memicu "aksi balasan" dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Rusia menuduh negara-negara ini berusaha mendominasi dunia.
Konflik di Ukraina, yang mulai terjadi pada tahun 2014, menyebabkan sangat memburuknya hubungan Rusia dengan Barat.

Strategi Keamanan Nasional perbaruan yang ditandatangani Presiden Putin pada hari Kamis (31 Desember 2015) tersebut adalah aksi terbaru dari serangkaian kebijakan yang dipandang kritis terhadap NATO.

Pada tahun 2014, Rusia mengumumkan perubahan doktrin militer dengan memasukkan masalah Ukraina dan kehadiran NATO di Eropa timur.

Penasehat Kremlin, Mikhail Popov, saat itu mengatakan perluasan NATO dalam beberapa tahun terakhir berarti pakta pertahanan tersebut semakin mendekati perbatasan Rusia dan menjadi "ancaman eksternal" bagi negaranya.

Albania dan Kroasia bergabung dengan NATO pada tahun 2009. Di tahun 2011, anggota pakta tersebut mengakui empat calon anggota, Bosnia, Georgia, Macedonia dan Montenegro.[BBC]
Associated Pers melaporkan bahwa Menteri Perminyakan Iran dan Rusia sepakat akan meningkatkan produksi minyak mereka sampai 1 juta barel per hari, bahkan lebih dari itu untuk membanjiri pasar minyak dunia dan membuat erosi harga per barel di bawah $ 30 yang akan menenggelamkan Saudi dan pembalasan Rusia dan Iran terhadap pasar global dengan memompa jutaan barel per hari.


Saudi adalah biangkerok penurunan harga minyak per barel hingga menyentu di bawah $ 45 hingga Saudi menanggung kerugian $ 250 miliar. Namun, Rusia dan Iran akan membuat harga minyak sama dengan harga air, tentu ini dimaksudkan untuk membendung pesta senjata Arab Saudi dengan mengalokasikan jutaan dolarnya untuk perang di Yaman, Suriah dan Irak.

Arab Saudi percaya bahwa minyak adalah senjatanya guna menghancurkan perekonomian negara-negara lainny. Hasil minyak adalah modal Saudi yang digunakan sebagai senjata untuk kepentingan politik, dan pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.

Rusia dan Iran akan bangkit mengakhiri pemerasan Saudi, dengan menjadikan harga minyak layaknya kotoran dan sampah. Tentu ini ditujukan untuk memberikan pelajaran kepada Saudi arti blokade, krisis, dan kondisi sulit. Sementara Rusia dan Iran telah berhasil melewati masa-masa selama bertahun-tahun.

Rusia dan Iran sedang mempersiapkan diri dengan baik untuk melawan pemerasan Saudi. Kita akan melihat apakah Arab Saudi siap melihat negara-negara membeli minyak seperti harga air atau tanah dalam waktu yang lama sampai dunia melihat Saudi sebagai pencundang terbesar.

Meskipun Riyadh mengklaim memiliki cadangan keuangan di kisaran $ 700 miliar, namun apakah mereka mampu me-ninabobo-kan rakyatnya, dan menekan defisit anggaran yang diperkirakan $ 170 milyar tahun untuk tahun ini saja.

Tentu tidak hanya berakhir sampai disini, lebih dari itu anjloknya harga minyak akan memaksa Saudi menjual surat-surat berharga dan meminjam dari bank-bank swasta, bahkan IMF sekalipun. Tentu Saudi juga akan mempertimbangkan pemberlakuan pajak atas warga negaranya, penghapusan subsidi bahan dasar, terutama bahan bakar yang nilainya mencapai $ 56 milyar per tahun.
Dengan demikian lonceng krisis ekonomi akan mulai menyelimuti perekonomian Saudi. Angka kemiskinan semakin melonjak, naiknya angka pengangguran, naiknya harga bahan pokok dan lain-lain. Semua ini tentu akan mempengaruhi stabilitas keamanan dalam negeri, dan mendorong selangkah menuju kehancuran monarki Saudi.

Pengamat menilai jika strategi ini berhasil, maka akan mengakhiri era harga minyak dalam dolar, dan berakhirnya kendali AS atas ekonomi dunia serta kegagalan aliansi kotor diantara mereka. (ARN/Mepanorama)

Rabu, 30 Desember 2015

Menurut sumber kedokteran forensik Rusia melaporkan, bahwa tubuh komandan pilot jet tempur Rusia Su -24, Oleg Bischof, yang ditembak mati setelah jet tempurnya ditembak jatuh di utara Suriah, telah dimutilasi secara brutal.


Selain itu sumber tersebut mengatakan bahwa tim dokter telah menemukan ada banyak bekas pemukulan di tubuh korban setelah kematian pilot Rusia itu, di lehernya, punggung, perut, tangan dan kaki serta wajah. pengacara dan ahli militer Yevgeny Tchernoosov mencatat bahwa memutilasi mayat adalah sebuah kejahatan menurut KUHP Rusia serta hukum internasional, seperti dilansir kantor berita Newslive (29/12).

Pilot Rusia Oleg Bischof dibunuh dengan senapan mesin ringan Kalashnikov oleh kelompok militan bersenjata[teroris Jabhat Nusra] di utara Suriah pada tanggal 24 November, saat itu ia sedang mendarat terjun menggunakan parasut setelah jet tempur yang ia tumpangi dijatuhkan oleh jet tempur Turki tipe F-16. Pahlawan Rusia, Bischof, dimakamkan di sebuah pemakaman di kota Lipetsk Rusia, yang merupakan kampung halamannya. [Salafi. News]

Sabtu, 26 Desember 2015


Kepercayaan diri Amerika Serikat yang awalnya ingin mempengaruhi para pemimpin dunia di Rusia untuk mendukung rencana serangan militer AS ke Suriah, berubah jadi malapateka besar bagi Presiden Barack Obama.

Di pertemuan itu, Presiden Obama benar-benar dipermalukan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin dan delegasi Rusia . Obama yang awalnya sangat yakin bisa merayu Putin dan mengajak pemimpin dunia lain guna memperoleh restu menyerang Suriah, malah mendapat malu besar.

Selain diancam Putin terkait kesiapan Rusia membantu Suriah, pemimpin Rusia itu juga memaparkan argumentasi bahwa serangan senjata yang diklaim pemerintah AS dilakukan oleh rezim Bashar Al Assad, adalah aksi provokasi kelompok oposisi untuk menarik serangan asing ke negara itu.

“Saya tegaskan, Rusia berdiri pada posisi yang jelas. Serangan senjata kimia itu adalah aksi provokasi oposisi Suriah yang bertujuan untuk menarik serangan militer asing masuk ke negara itu. Kami tahu siapa di belakang aksi provokasi itu,” tegas Putin saat pidato makan malam terakhir di depan para pemimpin dunia di St Petersburg,

Hal memalukan lain yang diderita Presiden AS adalah para menteri dan senat Rusia menolak berjabat tangan dengan Obama. Sehingga membuat Obama Salah tingkah dan sangat malu luar biasa seperti terlihat pada video dibawah ini:





 


Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyeru rakyat Inggris untuk bertindak melalui perkataanya bahwa menyusul kematian putri Diana tercinta mereka 18 tahun yang lalu, maka rakyat negara itu harus menuntut keluarga kerajaan karena telah muncul bukti konklusif bahwa keluarga itu  bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap Putri kharismatik dari Inggris tersebut.

Situs Yournewswire sepekan lalu melaporkan bahwa dalam jamuan makan siang Natal yang cukup serius di Kremlin, Putin mengeluarkan pernyataan bahwa Ratu Elizabeth, almarhum Ibu Ratu, Pangeran Philip, dan Pangeran Charles telah mengatur pembunuhan Putri Diana melalui agen mata-mata Inggris, MI6 di Paris. Ia juga mengatakan bahwa setelah berbicara dengan Elton John melalui saluran telepon bulan lalu, ia mengetahui rahasia berupa bukti tak terbantahkan bahwa keluarga kerajaan telah menumpahkan darah dengan tangan mereka.

Selama pidato tidak formal dan reflektifnya, Putin mengatakan kepada kelompok wartawan negara yang telah dipilih secara khusus dalam jamuan tersebut, bahwa pembunuhan brutal Diana membawa kesedihan tersendiri yang bahkan membuatnya tak sadar menangis pada saat itu di tahun 1997, dan bahwa ia tahu dalam hati kematian sang putri disebabkan sebuah permainan busuk.

Putin, yang bersumpah untuk menghancurkan Illuminati di tahun 2016 itu, mengatakan bahwa almarhumah Putri Diana adalah duri dalam pemerintahan korup Inggris, dan ia dianggap sebagai ancaman konstan untuk keberadaan mereka karena faktanya Putri Diana tahu terlalu banyak tentang apa yang telah dilakukan Illuminati dalam mempermainkan kemanusiaan.

Sambil menahan tangis, Putin berdiri dengan membawa gelas untuk bersulang dan berkata, “Saat itu ia baru saja hendak tampil ke atas panggung dunia dan mengatakan ‘kebenaran yang sangat mengejutkan’”, ungkapnya kepada para tamu yang baru saja selesai menyantap hidangan pembuka mereka, “Dan sekarang teman-teman, saya telah tahu kebenarannya, dan saya bersiap untuk memberitahukan hal itu kepada seluruh dunia,” tambahnya.

Putin kemudian melanjutkan dengan mengecam ratu Inggris, “ Orang yang sedang duduk di istana Buckingham itu bukan seekor monyet tua keriput yang lugu. Dia adalah reinkarnasi iblis. Seluruh keluarga busuk itu perlu dihapuskan.”

Menurut seorang wartawan yang turut hadir dalam acara jamuan tersebut, seluruh yang hadir menyambut dengan riuh tepuk-tangan ucapan pria yang kini mendapat julukan “Sang Pembunuh Illuminati” tersebut. [ARN]

Selasa, 22 Desember 2015

Presiden Rusia mengecam beberapa kekuatan Barat yang berupaya mendiktekan demokrasi versi mereka ke negara-negara di Afrika dan Timur Tengah.



 "Anda tak bisa memaksakan demokrasi versi Anda, tentang yang baik dan buruk, pada orang-orang dari berbagai budaya, dengan agama dan tradisi lain dalam jalan mekanis, otomatis ini," kata Vladimir Putin dalam sebuah film dokumenter berjudul World Order yang ditayangkan di TV pemerintah Rusia kemarin.

Dia juga menegaskan hal penting bahwa kekuatan asing 'tak boleh mengikis legitimasi pemerintahan yang sah dan tidak menghancurkannya meski pemerintahan itu terlihat cacat'.

Merujuk krisis Suriah, Putin mengatakan negaranya siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelesaikan krisis berdarah yang hampir lima tahun mendera Suriah. Dan itu sangat mudah karena sebelum mengambil langkah yang dapat diterima semua orang, Rusia sudah mendengarkan pendapat berbagai pihak, katanya.

Putin juga menyinggung masalah Ukraina. Menurutnya, sebagian negara Eropa sebenarnya tak melindungi Ukraina dengan sepenuh hati karena mereka hanya ingin mencegah "terciptanya kembali Uni Soviet' meski Rusia tak berniat sama sekali melakukannya.[IT]

Minggu, 20 Desember 2015

Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin 

JANGAN UJI KESABARAN RUSIA! RUSIA SANGAT SIAP PERANG.

Vladimir Putin 

Mau tahu kenapa Rusia begitu percaya diri dalam konflik Suriah? Jelas karena Rusia memiliki para pakar militer yang tahu persis mengestimasi kekuatan lawan-lawan mereka disana. Siapa itu ISIS? Siapa itu Al Nushra, FSA dll? Siapa itu NATO? Siapa itu Trio Saudi-Turki-Qatar? Bahkan siapa itu USA? Tak ada yang tersembunyi dari pandangan para pakar militer Rusia mengenai kekuatan mereka.

Rusia percaya diri bukan asal percaya diri. Mereka tahu kekuatan koalisi lawan, dan dia tahu kekuatan dirinya. Siapa yang mampu menggoyahkan posisi Rusia di Suriah?

Sejak dipasangnya S-400 di Latakia Utara, tak sekalipun kini ada pesawat Turki yang berani melewati batas udara Suriah.

Sebagaimana yang dikatakan Putin dalam konferensi Pers tahunan di Moskow kemarin seperti, dikutip Russia Times ia berkata "Sebelumnya jet-jet Turki biasa melanggar wilayah udara Suriah. Tapi sejak keberadaan S-400 disana, tak sekalipun pesawat Turki menampakkan batang hidungnya. S-400 sudah bersiaga disana, mari persilahkan pesawat-pesawat itu terbang melintasi Suriah." Lihat bagaimana seorang Vladimir Putin yang kalimat-kalimatnya selalu terukur menjadikan Turki sebagai bahan lelucon.

Bisa dikatakan Rusia adalah kekuatan yang paling siap andai terjadi Perang besar di Suriah, terserah anda mau menyebutnya Perang Dunia, Malhamah al Kubra atau apalah. Terbukti baru beberapa bulan Rusia menerjunkan se-"ujung jari" nya di Suriah, para musuh sudah ketar-ketir.

Senator AS John Kerry yang 5 tahun terakhir begitu menggebu-gebu menyerukan penggulingan Assad kini dalam lobby terakhir-nya ke Moskow harus "menyerah" dan tunduk terhadap sikap teguh Vladimir Putin dan berkata "Okey, Assad boleh stay dan menjadi bagian dari penyelesaian Suriah."

Sama seperti Turki yang pada 24 November kemarin sampai "salah langkah" menembak jatuh Jet "murah" SU-24 Rusia yang membuatnya harus menerima konsekuensi mahal, yaitu sanksi ekonomi dari Rusia yang membuatnya sekarang kelabakan mencari alternatif gas alam dari Israel.

Belum lagi jika kita melihat nasib ISIS di Suriah yang kekuatan serta personelnya menurun drastis di Suriah akibat gempuran 'Papa Bear', infrastrukstur minyak hancur, income dari perdagangan minyak dengan Turki dicabik-cabik dan ribuan militannya kabur, membuat para pengamat memperkirakan umur ISIS hanya tersisa dalam hitungan bulan.

OKE SEJAUH APA KEKUATAN RUSIA?

Mari simak pemaparan gw berikut dari apa yang gw baca dari Russia Insider dan Pepe Escobar mengenai kekuatan Rusia yang "terlihat" sejauh ini. Ini belum termasuk kekuatan militer yang "disembunyikan". Mungkin ini akan membuat bulu kuduk NATO, Saudi, Qatar bahkan USA merinding mendengarnya.

Pentagon sudah sejak lama mewaspadai jika kesabaran Rusia akan mencapai batasnya jika terus-terusan diprovokasi oleh orang seperti Erdogan.

Jika mau, Rusia dapat dengan mudah menggunakan sistem persenjataan SS-18 yang NATO sendiri menamainya dengan kode "SATAN" atau "Setan" dalam bahasa Indonesia. Setiap "Setan" membawa 10 hulu ledak nuklir dengan setiap kepalanya memiliki kekuatan daya ledak 750 sampai 1000 Kilotons, cukup untuk menghancur leburkan negara bagian New York dalam sekejap.

Juga ada Topol M ICBM yang merupakan misil tercepat di dunia yang kecepatannya mencapai 21 Mach (16.000 mil/jam). Untuk melawannya, belum ada satupun sistem pertahanan udara yang mampu menghentikannya baik milik USA maupun NATO sekalipun. Jika Misil ini diluncurkan dari Moskow, maka ia akan menghajar New York hanya dalam 18 menit dan Los Angeles dalam 22.8 menit.

Tak heran jika Ketua Agency Jurnalis Rusia Dmitry Konstantinovich Kiselyov pernah berkata "Rusia adalah satu-satunya negara di dunia yang secara realistis mampu mengubah USA menjadi debu radioaktif."

Mari bicara kemampuan Kapal Selam. Kapal selam Rusia sebagaimana China mampu meluncurkan misil-misil jelajah dari dalam laut lepas dan menghajar target-target di sepanjang garis pantai hanya dalam semenit. Sebagai contoh, kapal selam China pernah muncul tiba-tiba di dekat Kapal Induk USA tanpa terdeteksi, dan Kapal Selam Rusia pun mampu melakukan hal yang sama.

Belum lagi jika berbicara tentang sistem pertahanan udara S-500 yang dalam waktu dekat akan diluncurkan, sistem ini mampu menyegel langit Rusia dari misil-misil ICBM dan rudal-rudal jelajah termutakhir model apapun yang dimiliki USA dan NATO. (Moskow hanya mengakui bahwa S-500 akan dioperasikan pada 2016, namun faktanya S-400 akan segera dikirim ke China yang mengindikasikan S-500 sebenarnya sudah beroperasi).

Kehadiran S-500 ini membuat Misil-misil Patriot yang dibanggakan USA hanya seperti "panah" melawan senapan Kalashnikov. Ini yang membuat mantan penasihat AL USA berkata seluruh sistem pertahanan misil milik USA tak ada harganya.

Rusia juga memiliki pesawat-pesawat Bomber Supersonic Tupolev Tu-160s. Mereka mampu take-off dari pangkalan udara di jantung Rusia, terbang mengelilingi Kutub Utara, meluncurkan misil jelajah nuklir dari jarak yang aman di atas Atlantik, dan pulang ke rumah untuk menyaksikan semua kehancurannya dari TV.

Pesawat ini sendiri sudah terbukti kemampuan jelajahnya, karena untuk mencapai Suriah, Turki tidak mengizinkan Tupolev menggunakan wilayah udaranya untuk mengebom basis-basis ISIS sehingga mereka harus terbang mengelilingi Eropa melintasi wilayah udara Internasional untuk mencapai Suriah (sekaligus unjuk kekuatan di hadapan negara-negara NATO).

Sekarang, mari kita bicara tentang Misil-misil serang Iskander Rusia yang mampu melesat dengan kecepatan tujuh kali kecepatan suara dengan jangkauan tembak 400 km.

NATO mungkin mampu memukul misil-misil Iskander ini. Tapi selanjutnya mereka harus menghadapi S-400 atau (yang lebih buruk lagi) S-500, dimana Rusia mampu menempatkannya berlapis-lapis di zona perang manapun. Contohnya jika S-400 ditempatkan di Kaliningrad, maka itu akan segera melumpuhkan seluruh operasi udara NATO di seluruh Eropa.

Ini hanya sebagian kemampuan militer Rusia yang "terlihat" yang membuat negara manapun harus berpikir seribu kali untuk macam-macam dengan Rusia, sehingga membuat Barat dan Monarki-monarki Arab petrodollar harus berulangkali mengubah "metode pendekatan"-nya di Suriah.

Negara-negara itu harus tahu Rusia punya batas kesabaran. Bayangkan jika batas kesabaran ini terus diuji dan akhirnya habis, hanya cukup sebuah komando dari Panglima Tertinggi Vladimir Putin maka kedigdayaan Barat hanya tinggal cerita.

Oke Erdogan dan NATO, apa kalian masih ingin pergi berperang?

Selasa, 08 Desember 2015

Cina Dukung Langkah Rusia di Suriah
Cina mendukung langkah Rusia di Suriah dan menyerukan masyarakat internasional untuk bersatu memerangi terorisme berdasarkah hukum internasional dan menghormati kedaulatan negara Suriah.


Hal itu disampaikan Jubir Kemenlu Cina Hua Chunying dalam konperensi pers di Beijing, Jumat (5/12), seperti dilaporkan kantor berita Rusia TASS.
“Kami selalu mendukung upaya-upaya sejumlah negara, termasuk Rusia, untuk meyakinkan keamanan internasional. Perihal serangan Rusia terhadap teroris di Suriah, kami juga telah menyatakan dukungannya,” kata Hua Chunying.
Ia menambahkan bahwa negaranya menolak setiap bentuk terorisme dan mendukung setiap tindakan kontra-terorisme yang sesuai dengan hukum internasional, dan juga mendukung sesuatu yang disetujui oleh pemerintah sebuah negara.

Rusia melancarkan serangan udara terhadap kelompok ISIS dan kelompok pemberontak di Suriah sejak 30 September lalu atas undangan pemerintah Suriah dan setelah disetujui oleh parlemen Rusia. Serangan Rusia itu secara efektif telah menghancurkan kekuatan ISIS dan pemberontak Suriah sehingga pasukan pemerintah Suriah kini berhasil merebut kembali sejumlah besaw wilayah yang dikuasai ISIS dan pemberontak.

Rusia kini terlibat dalam ketegangan dengan Turki terkait dengan konflik Suriah setelah pesawat-pesawat tempur Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia yang tengah melakukan serangan udara terhadap pemberontak Suriah bulan lalu. Turki diketahui menjadi salah satu pendukung utama pemberontakan di Suriah.

PBB memperkirakan korban akibat konflik di Suriah sejak tahun 2011, hampir mencapai 250.000 orang. Selain itu konflik itu juga mengakibatkan sekitar 7,3 juta orang kehilangan tempat tinggal dan memaksa lebih dari 4 juta orang menjadi pengungsi di negara-negara tetangga[ARN] 

Jumat, 04 Desember 2015


"Para teroris dan tuan mereka akan dihukum. Operasi kami di Suriah tidak hanya perlu untuk dilanjutkan, tapi perlu untuk semakin diintensifkan, untuk memastikan bahwa para kriminal tersebut menyadari bahwa hukuman bagi mereka tak dapat dihindari.

kami slalu berjuang bersama dgn semua yg tertindas....akan kusatukan mereka...sudah waktunya...mengadili kejahatan penjahat dunia...
Kami akan memburu mereka dimanapun mereka bersembunyi. Kami akan menemukan mereka dimanapun di Planet ini."

~ Vladimir Putin ~

Rabu, 02 Desember 2015

Oleh: Mu'adz Chalik Panurba 

Militer Rusia mengungkapkan rincian baru tentang pendanaan ISIS. 


Kementerian Pertahanan Rusia memberikan penjelasan media yang utama untuk menguraikan langkah-langkah untuk memerangi terorisme internasional. Operasi militer di Suriah diperkirakan akan mendominasi acara tersebut. 

Mufti Ravil Gainutdin, kepala Administrasi Spiritual Muslim Rusia dan Dewan Rusia Mufti, menyerukan ketenangan dalam penilaian hubungan Rusia-Turki, dan mengatakan ia telah menginstruksikan karyawan dari kedua organisasi untuk menahan diri dari komentar tajam pada hubungan antara kedua negara.

Menanggapi tuduhan Rusia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tak seorang pun memiliki hak untuk "memfitnah" Turki dengan menuduh bahwa Turki membeli minyak dari Negara Islam (IS). Berbicara di sebuah universitas di ibukota Qatar Doha, Rabu, Erdogan sekali lagi mengklaim bahwa ia akan mengundurkan diri jika tuduhan seperti itu terbukti benar dan menekankan ia tidak ingin hubungan Turki dengan Rusia memburuk lebih lanjut. Foto-foto dan rekaman yang digunakan dalam penjelasan media telah dipublikasikan di website Kementerian Pertahanan Rusia. Simak Video di bawah ini. 


Pertanyaannya apakah Turki mengakui hal ini dan apakah Presiden Erdogan akan mundur dari kursi kepresidenan.[Rusia Today]

Minggu, 29 November 2015


Rusia mengatakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Proposal dari pihak Turki terkait pertemuan di tingkat kepala negara telah dikirimkan ke presiden Rusia ," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov saat memberikan keterangan pers. "Hanya itu yang bisa saya sampaikan."

Peskov menambahkan, Erdogan juga telah menghubungi Putin sekitar tujuh atau delapan jam setelah jet Ankara menembak jatuh pesawat Moskow.  Kepada France 24, Erdogan juga membenarkan hal itu. Namun pemimpin Rusia Vladimir Putin belum menghubunginya kembali.

Ankara telah menembak jatuh pesawat Rusia dan Aksi Turki itu membuat marah Rusia. Pada akhirnya Vladimir Putin pun merobek Proposal Turki yang ingin menemuinya seperti terlihat dalam video ini.


Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks