Tampilkan postingan dengan label Turki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016



Film “Muhammad Rasulullah Saw” yang digarap oleh Majid Majidi, sutradara terkenal Iran akan tayang secara serentak di biskop-biosko Turki.

Seperti dilansir Press TV, film Muhammad Rasulullah Saw akan mulai diputar pada hari Jumat (28/10/2016) secara bersamaan di 300 bioskop di Turki. Acara nonton bareng dilakukan pada Rabu malam di salah satu pusat budaya di Istanbul. Para tokoh agama, budayawan serta puluhan aktor dan sutradara di Turki menyambut film Iran ini.

Film tersebut diputar dengan dubbing bahasa Turki dan subtitle bahasa Inggris. Puluhan saluran televisi Turki meliput kegiatan nonton bareng di Istanbul.

Dalam sebuah wawancara denganPress TV tahun lalu, Majid Majidi mengatakan film Muhammad Rasulullah Saw adalah milik Dunia Islam dan tujuan dari film ini adalah untuk memperkuat persatuan di antara kaum Muslim.

Film ini menghabiskan dana 35 juta dolar dan tercatat sebagai film termahal dalam sejarah Iran. Muhammad Rasulullah Saw mendapat sambutan luas pada tingkat internasional terutama di kalangan Muslim dunia.

Sejumlah profesional yang diakui dunia bergabung dengan proyek film ini seperti, pemenang Academy Award bidang efek visual dan pembuat film, Scott E. Anderson, sutradara dan fotografi asal Italia yang pernah tiga kali memenangi Oscar, Vittorio Storaro, dan desainer produksi terkenal asal Kroasia, Miljen Kreka Kljakovic.

Sumber: pars today

Selasa, 27 September 2016

Salah satu adegan Film "Academy Police " versi ke Khalifah an Turki modern dibawah Sultan Erdogan

Perkembangan Perfilman di Bawah Ke Khalifah an Turki Modern  Sultan Erdogan. Turki Sejak dalam kekuasaan Erdogan  selama satu dekade silam  bangkit secara dramatis. Suatu capaian yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah Turki lama.

Sesuatu yang menjadi bukti nyata bahwa sekulerisme di Turki sedang berada di ambang keruntuhan. suatu capaian yang fantastis bagi suatu partai “Islamis” di negara yang secara resmi menggunakan sistem sekuler sebagai ideologi negara.

Kemenangan berturut-turut  Erdogan sebagai figur sentral, yang oleh pendukung nya di proyeksi kan sebagai Khalifah masa depan. Selangkah demi selangkah telah membawa Turki ke arah kebangkitan emperium kekhalifahan Ottoman Turki modern. Tidak hanya itu, industri Per Film an Turki pun melesat bak meteor, bahkan selangkah lebih maju dan berani dibanding Eropa dan Amerika.

Dilansir dari berbagai sumber, Turki baru dibawah Erdogan telah melakukan lompatan budaya yang besar, Film seperti "Academy Police" versi Turki pun mendulang sukses dengan penayangan Secara serentak di seluruh bioskop-bioskop di Turki.

Dibawah ini adalah cuplikan(triler) dari Film Police Story nya khilafah modern Turki dibawah kekuasaan Sultan Erdogan. Selamat menonton..


Penulis: Manhaj Salafi

Minggu, 17 Juli 2016

Mayoritas pendukung Erdogan adalah juga pendukung ISIS

Setelah “Kudeta Gagal” di Turki 

Oleh: Dina Sulaeman

Ini bukan analisis ya, cuma meneruskan kabar dari media antimainstream (21stcenturywire). 

Silahkan menilai sendiri bagaimana sikon di Turki saat ini. Sekali lagi saya tegaskan, menggulingkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis lewat aksi militer adalah kesalahan (sebagaimana juga mengirim jihadis untuk menggulingkan presiden di negara tetangga). Tulisan berikut ini sekedar memperlihatkan bagaimana watak pemerintahan Erdogan dan para pendukungnya. 

Kenapa penting kita ketahui? Karena di Indonesia banyak yang ‘sejenis’ dengan mereka.

------------

Pendukung Erdogan Penggal Kepala Tentara Turki seperti yang dilakukan ISIS

Buntut dari kudeta-gagal di Turki lebih mengerikan daripada yang diperkirakan. 

  • 2.000 warga dijebloskan, 9.000 Polisi diskors, 2.893 Tentara ditangkap, 2.745 Hakim diburu, 103 Jendral ditahan, 30 Gubernur dan 29 Walikota dipecat, 21.000 Guru dicabut izinnya, dan 15.000 Dosen dipecat. Dan ini belum akan berakhir.
  • Beginilah wajah baru pemerintahan Erdogan pasca suksesnya peluncuran Game "Kudeta-Go" oleh erdogan.corp kemarin. ‪#‎PsychoDictator‬ - Ahmed ZM]

Orang-orang AKP (partainya Erdogan) dan pendukung Ikhwanul Muslimin turun ke jalan untuk menegakkan “keadilan ala-ISIS”. Mereka melakukan aksi-aksi mengerikan, termasuk pemenggalan kepala, terhadap para tentara yang dituduh terlibat dalam kudeta.
    Erdogan sendiri melakukan pembersihan besar-besaran terhadap oposisi politik, dimulai Sabtu pagi, dengan perintah untuk mengumpulkan (round-up) minimalnya 3.000 pasukan yang terlibat dalam upaya kudeta, serta merilis 2.700 surat perintah penangkapan untuk HAKIM. Total ada 6.000 orang yang telah ditangkap atas dugaan tuduhan pengkhianatan, dan angka itu diperkirakan akan terus bertambah.
    Erdogan mengatakan, “Pemberontakan ini adalah hadiah dari Tuhan untuk kita karena ini akan menjadi alasan untuk membersihkan tentara kita."

    Erdogan dan dan partainya melalui jaringan mereka, para Imam politik yang berafiliasi di Masjid, secara efektif menyerukan agar pendukung AKP dan pengikut Ikhwanul Muslimin turun ke jalan, untuk memburu dan menghukum militer maupun sipil yang dianggap membangkang. Penyiksaan pun terjadi di jalan-jalan dan polisi tidak melakukan intervensi. 

    Seorang tentara Turki dilaporkan telah dipenggal di jembatan Bosphorus Istanbul oleh massa pro-pemerintah. Rekaman video dan foto-foto menunjukkan prajurit yang tergeletak di tanah dikelilingi oleh genangan darah, dipukuli, disiksa dan dibunuh di jalan-jalan terbuka.

    Video bisa dilihat di bawah ini .



    (Sumber berita dan foto yang saya pakai ini juga bersumber dari link di atas.)

    Minggu, 03 Juli 2016


    Oleh : Ahmad Zainul Muttaqin

    PERNYATAAN RESMI PFLP (FRONT POPULER UNTUK PEMBEBASAN PALESTINA) MENGENAI "NORMALISASI" HUBUNGAN TURKI DAN ISRAEL

    Saya terjemahkan pernyataan resmi Front PFLP Gaza langsung dari website resmi mereka:

    "Normalisasi hubungan antara Turki dan Israel adalah sangat MENCURIGAKAN dan MENGANCAM. Langkah "normalisasi" hanyalah PENIPUAN Rezim Erdogan yang sebenarnya tidak pernah menghentikan kerjasama ekonomi, militer dan keamanan-nya dengan Israel. Isu blokade Gaza hanyalah kartu yang dimainkan dalam kerangka konflik regional.

    PFLP dengan ini menyerukan seluruh faksi Palestina untuk bersatu untuk menghadapi bahaya yang ditimbulkan oleh aliansi ini yang merupakan pengepungan bagi front Muqawwamah (perlawanan) di kawasan khususnya Muqawwamah Palestina. 

    Hubungan regional antara Turki dan Zionis adalah bersifat DALAM DAN KEKAL, jauh melampaui frase "normalisasi" dan "pemulihan hubungan".

    Volume perdagangan antara Turki dan Zionis Israel sama sekali tidak menurun dalam beberapa periode terakhir, bahkan meningkat dua kali lipat di era sekarang. Aliansi antara Turki dan entitas Zionis dimaksudkan untuk melawan kemajuan gerakan-gerakan revolusi di kawasan, dan skema Zionis UNTUK MENJARAH GAS ALAM MILIK RAKYAT PALESTINA, yang nilai kerjasamanya 800 Miliar US DOLLAR, yang nilainya jauh lebih berharga bagi Borjuis Turki dan entitas Zionis daripada seluruh rakyat arab.

    Disaat rakyat Palestina menyerukan boikot terhadap negara Zionis, Erdogan justru menguatkan hubungannya dengan Zionis dengan biaya yang ditanggung rakyat Palestina, khususnya Gaza."

    Sumber: Website resmi PFLP 

    Rabu, 29 Juni 2016


    Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, Rabu (29/6/2016), menyebutkan,  Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sebagai pelaku serangan teror di Bandara Ataturk, Istanbul, Selasa malam.

    Yildirim mengumumkan, angka resmi korban tewas versi pemerintah ialah 36 orang. Ia mengatakan, berdasarkan tanda-tanda awal, pelaku serangan adalah kelompok teror ISIS.

    Sebelumnya, kantor berita Associated Press mengutip seorang pejabat di bandara Ataturk mengatakan, 50 orang tewas akibat serangan itu. 

    "Menurut informasi paling akhir, 36 orang telah tewas di tempat kejadian,” kata kata Yildirim kepada para wartawan di lokasi serangan

    “Bukti mengarah kepada  Daesh”,  kata Yildirim, yang menggunakan sebutan Arab untuk merujuk kelompok penjahat terkeji ISIS, sambil mengonfirmasi pelaku serangan tiga orang.

    Kantor berita Agence France-Presse mengatakan, menurut PM Turki itu  ada banyak korban luka-luka, namun dia tidak merinci dengan angka yang pasti.

    Sebelumnya Al Jazeera melaporkan, 106 orang terluka akibat serangan terori di bandara Ataturk, Istanbul itu. 

    Menurut Yildirim, para pelaku menembak kerumunan calon penumpang di  bandara dengan menggunakan senjata laras panjang.  Setelah itu ketiga pelaku meledakan bom bunuh diri.

    Dia belum merinci identitas pelaku. Hanya saja dia menambahkan, para penyerang itu tiba di bandara dengan naik taksi. Ia menolak tudingan bahwa keamanan bandara sangat lemah. 

    Lihat video Detik-detik Bom bunuh diri yang dilakukan ISIS di Bandara internasional Turki 



    Gambar 1: Erdogan Sujud di Kaki Vladimir Putin. Sebenarnya kurang sopan jika gambar editan ini  menunjukkan Erdogan Sujud di Kaki Putin, harusnya Erdogan menjilat pantat Vladimir Putin


    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya meminta maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kematian pilot pesawat Su-24 yang ditembak jatuh, sekretaris pers kepresidenan Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, pada Senin (27/06).

    Menurut Kremlin, pesan itu menegaskan bahwa Rusia adalah teman Turki dan mitra strategis pemerintah Turki tidak ingin mengecewakan hubungan dengan peristiwa penembakan Su-24. “Kami tidak pernah memiliki rencana yang disengaja untuk menembak jatuh sebuah pesawat Rusia,” Erdogan mengatakan dalam pesannya.

    “Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima pesan dari Presiden Turki Erdogan, di mana pemimpin Turki menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan situasi atas jatuhnya pesawat perang Rusia,” kata Peskov, seperti yang dikutip kantor berita TASS.

    Gambar 2: Erdogan mau Cium Tangan Vladimir Putin

    “Setelah mengasumsikan risiko dan memberikan upaya besar, kami menemukan mayat pilot Rusia dari tangan oposisi Suriah untuk membawanya ke Turki,” kata pesan itu seperti dikutip layanan pers Kremlin. “Prosedur Pra-pemakaman telah diselenggarakan sesuai dengan prosedur militar dan agama.”


    Erdogan mengucapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga para pilot Rusia yang tewas. “Saya mengatakan, ‘saya minta maaf.” Saya berbagi kesedihan Anda dengan sepenuh hati. Kami menganggap keluarga pilot Rusia sebagai sebuah keluarga Turki. Kami siap untuk setiap inisiatif dalam rangka meringankan rasa sakit dan gravitasi dari kerusakan yang telah kita lakukan,” kata dokumen itu.




    Presiden Turki mengatakan dalam pesannya bahwa warga Turki yang dicurigai terlibat dalam kematian pilot Sukhoi-24 Rusia, sedang dalam proses penyelidikan.

    “Pesan tersebut juga mengatakan bahwa warga negara Turki yang namanya dikaitkan dengan kematian pilot Rusia sedang diselidiki,” kata layanan pers Kremlin, dan menambahkan bahwa Erdogan menyatakan penyesalan mendalam atas insiden tersebut serta menekankan kesiapannya untuk melakukan yang terbaik untuk melanjutkan hubungan tradisional yang ramah antara Turki dan Rusia serta upaya untuk menghadapi krisis regional dan untuk memerangi terorisme.

    Hubungan antara Rusia dan Turki memburuk tajam setelah F-16 Turki menembak jatuh bomber Su-24M Rusia di atas langit Suriah pada 24 November 2015. Ankara mengklaim Su-24 melanggar wilayah udara Turki dekat perbatasan Suriah. Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pesawat perang itu terbang di atas wilayah Suriah dan tidak pernah melanggar wilayah udara Turki.[ArRahmaNews]

    Lihat VIDEO nya:




    Note: Video ini menunjukkan ketidak konsistenan Erdogan yang sangat memalukan. Sikap plin plan pemimpin Turki ini mengundang sejumlah situs besar dunia sprti AFP, Tunisia Telegraph membuat meme kalau kedatangan erDOGan ke Rusia untuk sungkem kepada Putin seperti foto yang ada dibawah video ini. Video ini juga menjadi bukti kekalahan telak Erdogan dalam diplomasi perang Suriah. erDoGan sadar TERORIS Suriah yang selama ini didukungnya tidak bisa di harapkan lagi, kekalahan demi kekalahan terus dialami TERORIS binaan nya. Hal ini membuat Erdogan berhitung ulang meski harus mengorbankan harga dirinya. Dan satu hal yang perlu di ingat Erdogan telah kehilangan muka dengan kedatangan nya ke Rusia sehingga tidak berlebihan jika digambarkan ," JIKA HARUS MENCIUM KAKI PUTIN UNTUK MENGEMBALIKAN HUBUNGANNYA DENGAN RUSIA, ERDOGAN AKAN MELAKUKAN NYA". 


    Rabu, 23 Maret 2016


    Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin

    Turki dipuja-puja para akhi wa ukhti polos di negeri ini sebagai negara "islami" yang dipimpin Presiden Islam yang menentang Sekularisme, dan bahkan pemimpinnya diagung-agungkan sebagai sosok "Khalifah Islam" ideal.

    Tapi tiap lihat TV semua image indah itu hancur. Sinetron-sinetron Turki yang beredar sangat liberal, mengumbar aurat dan minim pesan moral, tak ada bedanya dengan Telenovela-telenovela Meksiko. Seperti Joda Akbar, bahkan gw[saya]  ingat drama pertama Turki yang diputar di negeri ini yang menceritakan Kekhalifahan Ottoman 'King Sulaiman' [Abad Kejayaan] adalah acara TV di Indonesia yang paling banyak sensornya karena belahan buah dada terhambur kemana-mana. Sungguh sangat disayangkan (kenapa disensor).. eeehh.

    Baca Juga :
    Video Khalifah Erdogan saat Berpesta dan Berpelukan Dengan Penyanyi Berambut Pirang

    Lalu kita bertanya, apa saja yang sudah dilakukan sang 'Sultan Erdogan' pada industri perfilman di negaranya selama 13 tahun kekuasaannya? Kini hampir 2.000 orang warganya hendak ia penjarakan karena dianggap 'menghina' dirinya, tapi film-film liberal pamer buah dada dan paha aduhai ia biarkan bebas bertebaran, bahkan jadi komoditas ekspor negaranya.
    Inikah 'Khalifah' idolamu ya akhi? Pretttt...

    Tag: #Joda Akbar, #Kekhalifahan Ottoman , #Abad Kejayaan, #Khalifah Erdogan, #King Sulaiman 

    Senin, 29 Februari 2016


    Pernyataan tak terduga muncul dalam wawancara antara Al-Jazeera dengan Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, yang mengakui bahwa Ankara telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Suriah. Davutoglu mengesampingkan invasi Turki namun menuduh Rusia melakukan pembersihan etnis.

    Davutoglu dengan terang-terangan memuji para milisi teror yang saat ini mengendalikan kota strategis di Aleppo, yang terlibat dalam perang saudara melawan Damaskus, atas apa yang mereka lakukan dalam membalas serangan dari pasukan Damaskus. Davutoglu menegaskan keberhasilan para teroris itu adalah berkat dukungan dari Turki.

    “Bagaimana mereka akan mampu mempertahankan diri jika tidak ada dukungan dari Turki untuk rakyat Suriah? … Jika hari ini ada oposisi moderat Suriah, itu karena dukungan dari Turki. Jika hari ini [Assad] tidak mampu mengendalikan semua wilayah [itu], itu adalah karena dukungan Turki dan beberapa negara lain, “katanya kepada Al-Jazeera awal pekan ini.

    Sebelum ini, Surat kabar The Washington Post melaporkan bahwa kebijakan luar negeri pemerintahan Turki telah berubah menjadi mimpi buruk strategi yang riil bagi Ankara. 

    Menurut surat kabar tersebut, Turki berpikir tak lama lagi akan memasuki sebuah kekuatan regional yang cukup penting, namun situasi yang sekarang ini berbeda, ia lebih dekat pada bencana karena Ankara terus menerus berseteru dengan hampir semua pihak.[ArRahmNews] 

    Sabtu, 06 Februari 2016



    Oleh: Sulaiman Djaya

    Bila benar ramalan itu, bahwa jika Turki menyerang Suriah, maka menurut ramalan itu, akan diikuti oleh Negara-negara Barat (Israel, Amerika, NATO dan sekutu Arab mereka seperti Rezim Al-Saud dkk).

    Di mana kemudian gabungan pasukan Negara-negara Turki dan Barat itu akan berhadapan dengan Rusia, China, Iran, Hizbullah (Lebanon), India, Irak, Yaman, Palestina dkk, maka pada saat itulah akan terjadi Perang Dunia Ketiga (yang konon jika berkepanjangan akan juga melibatkan perang nuklir) dan dunia jatuh dalam krisis dan ketakutan yang dahsyat.

    Namun, barangkali, manusia bisa merubah ramalan atau menentukan takdir tersebut dengan jalan menempeleng Turki, Rezim Al-Saud dkk, Israel, dan Amerika agar mereka sadar bahwa sikap mereka akan membawa kehancuran bagi kemanusiaan dan peradaban.

    Minimal mereka harus ditempeleng dengan sendal jepit yang penuh pasir. Turki, NATO, Israel, Amerika, Rezim Al-Saud dkk harus sadar bahwa jika mereka menyerang Suriah, maka pada saat itu mereka akan membangunkan gabungan Tentara Mahdi as dan para pengikut Isa Al-Masih putra Maryam yang disucikan. Dan di sini, barangkali pula, ummat manusia boleh membiarkan mereka untuk menggempur Suriah.

    "Akan datang suatu zaman segerombolan pasukan kejahatan membuat kerusakan yang dahsyat di Damsyik (Damaskus) dan negeri Syams (Suriah, Irak, Palestina)"

    Tag: #Perang Akhir Zaman, #Perang dunia Ketiga


    Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Muallem, memperingatkan setiap intervensi asing ke Suriah, setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi dan Turki berencana menerjunkan pasukan darat ke Suriah untuk alasan mengalahkan ISIS dalam koalisi internasional.

    "Intervensi darat (asing) di wilayah Suriah tanpa izin pemerintah adalah agresi yang harus dilawan", kata Muallem pada konferensi pers di ibukota Damaskus, Sabtu (6/2), seperti dilansir Press TV.

    Demi kedaulatan negara, pejabat senior pemerintah Suriah ini mengancam bahwa para "agresor" asing akan dipulangkan dalam peti mati.

    "Jangan ada yang berpikir mereka bisa menyerang Suriah atau melanggar kedaulatannya, karena saya memastikan bahwa setiap agresor akan pulang ke negaranya dalam peti mati kayu, baik itu tentara Saudi atau Turki dan sekutunya yang tergabung dalam NATO", ancamnya.

    Hal serupa dikemukakan oleh Mohammad Ali Jafari, kepala Garda Revolusi Iran. Jafari mengejek tawaran Saudi untuk mengirim pasukan daratnya ke Suriah. Menurutnya Saudi akan dikalahkan.

    "(Saudi) telah membuat klaim seperti itu, tapi saya tidak yakin mereka cukup berani untuk melakukannya... Bahkan jika mereka mengirim pasukan, mereka akan pasti dikalahkan... Itu akan menjadi bunuh diri", ledek Jafari seperti dikutip kantor berita Fars News.


    Pada hari Kamis (4/2), Arab Saudi telah menawarkan diri [minta izin] pada koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk menerjunkan pasukan daratnya di Suriah demi alasan mengalahkan teroris ISIS. Tawaran Saudi disambut baik oleh pihak koalisi.

    Kelompok Daesh atau ISIS dukungan Saudi, Turki dan Amerika merajalela di beberapa provinsi Suriah untuk tujuan menggulingkan Assad [nampaknya koalisi Amerika, Saudi ingin membantu ISIS menumbangkan Assad - red] , terutama provinsi Raqqah yang pusat kotanya bahkan ditetapkan sebagai ibukota "Khilafah" al-Baghdadiyah.[PT/R]

    Tag: #kelompok DAESH, #Koalisi Internasional, #Saudi Membantu ISIS

    Selasa, 26 Januari 2016



    ARMENIA, RUSIA, TURKI & JERMAN

     Oleh: Sulaiman Djaya

    Pada perang dunia pertama, sekira satu setengah juta warga Armenia dibantai Turki, perempuan-perempuan Armenia disalib dalam keadaan telanjang setelah diperkosa. Demikianlah ketika Bashar Al-Assad mengetahui Turki mendukung salah-satu faksi geng perang, yaitu Teroris Front Al-Nusra (bersamaan dengan ketika agressi terhadap Suriah dilancarkan), Bashar Al-Assad segera menekan Rusia agar Rusia turun tangan demi menghindari tragedi itu terulang.

    Kala itu, di tahun 1913, kaum ultranasionalis Young Turks mengambil alih kekuasaan di Konstantinopel (Istanbul). Mereka adalah Mehmed Talat Pasha, Ismail Enver Pasha, dan Ahmed Djemal Pasha (arsitek pembantaian). Pada 1914, Turki masuk dalam kancah Perang Dunia I, berpihak kepada Jerman dan Kekaisaran Austro-Hongaria setelah menandatangani perjanjian rahasia dengan Jerman dan mendirikan Aliansi Ottoman-Jerman pada Agustus 1914, dengan tujuan melawan Rusia sebagai musuh.

    Pada Oktober 1914, Turki melancarkan serangan ke pelabuhan-pelabuhan Rusia dan menyatakan orang Armenia ”musuh internal”. Para pemimpin militer berargumentasi bahwa orang-orang Armenia adalah pengkhianat. Orang Armenia membentuk batalion relawan untuk membantu tentara Rusia melawan orang Turki di kawasan Kaukasus. Hal ini membuat orang Turki curiga kepada orang Armenia dan memaksa mereka keluar dari zona perang di front timur.

    Pada Februari 1915, Talat Pasha memberi tahu kepada Duta Besar Jerman bahwa inilah saatnya memberi jawaban atas pertanyaan tentang Armenia. Komite Pusat Ottoman membahas rencana ”menghapus bangsa Armenia”.

    Pada 24 April 1915, pembantaian dimulai. Pada hari itu pemerintahan Ottoman menangkap dan mengeksekusi ratusan intelektual Armenia di Konstantinopel. Setelah itu, rakyat Armenia dipaksa keluar dari rumah mereka dan dibiarkan mati ketika berjalan kaki di tengah gurun Mesopotamia tanpa makanan dan tanpa air. Mereka ditelanjangi dan dipaksa berjalan kaki di bawah sengatan terik matahari sampai akhirnya meninggal dunia. Mereka yang berhenti untuk beristirahat ditembak mati.

    Singkat kata, tidak usah heran kalau Turki saat ini pro NATO (dan anggota NATO), karena dari dulu (sejak perang dunia pertama) juga Turki adalah anggota NATO (pro aliansi Barat). Hal itu berbeda dengan Persia (Iran) yang tetap 'mempertahankan' identitas Asia Tengah dan Mediteranianya. Kesimpulannya: Persia is the best than Turks (orang Persia itu lebih cerdas dan lebih beradab ketimbang orang Turki).

    NB: "Aku tidak bangga kepada muslim yang keji, karena agama Islam yang kuketahui tidak mengajarkan kekejian". Moral perang Turki sangat bertentangan dengan ajaran Islam, di mana dalam etika Perang Islam, adalah haram mutlaq menganiaya dan membantai warga sipil....Wajar jika Presiden Muslim Chechnya, yaitu Ramzan Kadyrov, pernah menyindir Turki (Erdogan) sebagai bangsa yang memalukan dalam konteks konflik di Suriah.

    JASMERAH, kata Bung Karno, pelajari dan renungkanlah sejarah alias jangan sekali-kali melupakan sejarah....

    Minggu, 03 Januari 2016

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya butuh Israel. Padahal, sebagaimana diketahui, selama ini Turki sering membuat pernyataan panas yang ditujukan ke Negara Yahudi itu.


    Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (2/1/2016), Erdogan mengakui negaranya butuh Israel dan dua negara ini akan mencari cara pembahasan normalisasi hubungan bilateralnya.

    "Israel butuh negara seperti Turki dalam kawasan ini. Dan kami juga harus mengakui bahwa kami butuh Israel. Ini kenyataan dalam kawasan ini," kata Erdogan kepada wartawan.

    Atmosfer hubungan Turki-Israel telah bertransformasi sejak kedua negara membuat kemajuan dalam pembicaraan rahasia untuk menjalin hubungan baik (rapprochement), sebulan lampau.

    "Bila langkah bersama diimplementasikan berdasarkan ketulusan, maka normalisasi akan mengikuti," imbuh Erdogan.

    Sebelumnya, duta besar telah ditarik karena krisis 2010, dan Erdogan saat itu menyatakan ada tiga syarat normalisasi yang harus dipenuhi Israel untuk menormalisasi hubungan dengan Turki, yakni mengakhiri blokade Gaza, kompensasi kepada korban Mavi Marmara, dan permohonan maaf atas insiden itu.

    Israel telah meminta maaf dan menegosiasi, serta membuat kemajuan dalam langkah kompensasi yang dimaksud. Israel disebut telah meninggalkan blokade di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

    Soal kemajuan dalam hal itu, Erdogan mengatakan Israel akan memperbolehkan lalu lintas barang menembus Gaza apabila barang-barang itu datang lewat Turki.

    "Kami perlu melihat teks tertulis untuk meyakinkan tak ada penyimpangan soal kesepakatan itu," kata Erdogan.

    Para analis memandang usaha Turki menormalisasi hubungan dengan Israel ini berkaitan dengan memburuknya hubungan Turki dengan Rusia usai penembakan pesawat Rusia. [detik]

    Tag: #Turki Israel , #Erdogan, #Khalifa, #Turki Butuh Israel, #Mavi Marmara, #Blokade Gaza

    Rabu, 30 Desember 2015

    Menurut sumber kedokteran forensik Rusia melaporkan, bahwa tubuh komandan pilot jet tempur Rusia Su -24, Oleg Bischof, yang ditembak mati setelah jet tempurnya ditembak jatuh di utara Suriah, telah dimutilasi secara brutal.


    Selain itu sumber tersebut mengatakan bahwa tim dokter telah menemukan ada banyak bekas pemukulan di tubuh korban setelah kematian pilot Rusia itu, di lehernya, punggung, perut, tangan dan kaki serta wajah. pengacara dan ahli militer Yevgeny Tchernoosov mencatat bahwa memutilasi mayat adalah sebuah kejahatan menurut KUHP Rusia serta hukum internasional, seperti dilansir kantor berita Newslive (29/12).

    Pilot Rusia Oleg Bischof dibunuh dengan senapan mesin ringan Kalashnikov oleh kelompok militan bersenjata[teroris Jabhat Nusra] di utara Suriah pada tanggal 24 November, saat itu ia sedang mendarat terjun menggunakan parasut setelah jet tempur yang ia tumpangi dijatuhkan oleh jet tempur Turki tipe F-16. Pahlawan Rusia, Bischof, dimakamkan di sebuah pemakaman di kota Lipetsk Rusia, yang merupakan kampung halamannya. [Salafi. News]

    Senin, 21 Desember 2015

    Situs PKS yang ngebet mendirikan negara berbasis khilafah di Indonesia dalam judul postingan nya dengan bangga menggelari Erdogan sebagai sosok khilafah yang agung dan hampir tanpa cela. [bisa dicek disini




    Tapi fakta berkata lain, Erdogan tak lebih baik dari anak buahnya yang bernama ISIS / ISIL, yang masih suka perempuan dan makan barang haram dari hasil pencurian minyak milik SURIAH. Sama juga dengan petinggi PKS yang suka mark up daging sapi dan makan daun muda. 



    Sangat menarik untuk disimak kelakuan Erdogan yang terlihat begitu religius di mata para pemujanya yang ada di Indonesia sampai sampai mereka Menjulukinya khilafah masa depan, namun dia juga begitu antusias pada saat pesta bersama para wanita. 
    Lihat juga:
    Industri Perfilman Turki di Bawah Sultan Erdogan, VideoSalah satu adegan Film "Academy Police " versi ke Khalifah an Turki modern
    Mungkin Erdogan sedang mencari suasana baru yang bisa mendingin kan otak nya setelah dihajar Rusia dengan Sangsi berat. Dan pada saat yang sama di cuekin KAWAN-KAWANNYA nya di NATO. 





    Rabu, 02 Desember 2015

    Oleh: Mu'adz Chalik Panurba 

    Militer Rusia mengungkapkan rincian baru tentang pendanaan ISIS. 


    Kementerian Pertahanan Rusia memberikan penjelasan media yang utama untuk menguraikan langkah-langkah untuk memerangi terorisme internasional. Operasi militer di Suriah diperkirakan akan mendominasi acara tersebut. 

    Mufti Ravil Gainutdin, kepala Administrasi Spiritual Muslim Rusia dan Dewan Rusia Mufti, menyerukan ketenangan dalam penilaian hubungan Rusia-Turki, dan mengatakan ia telah menginstruksikan karyawan dari kedua organisasi untuk menahan diri dari komentar tajam pada hubungan antara kedua negara.

    Menanggapi tuduhan Rusia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tak seorang pun memiliki hak untuk "memfitnah" Turki dengan menuduh bahwa Turki membeli minyak dari Negara Islam (IS). Berbicara di sebuah universitas di ibukota Qatar Doha, Rabu, Erdogan sekali lagi mengklaim bahwa ia akan mengundurkan diri jika tuduhan seperti itu terbukti benar dan menekankan ia tidak ingin hubungan Turki dengan Rusia memburuk lebih lanjut. Foto-foto dan rekaman yang digunakan dalam penjelasan media telah dipublikasikan di website Kementerian Pertahanan Rusia. Simak Video di bawah ini. 


    Pertanyaannya apakah Turki mengakui hal ini dan apakah Presiden Erdogan akan mundur dari kursi kepresidenan.[Rusia Today]

    Minggu, 29 November 2015


    Rusia mengatakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ingin bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
    "Proposal dari pihak Turki terkait pertemuan di tingkat kepala negara telah dikirimkan ke presiden Rusia ," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov saat memberikan keterangan pers. "Hanya itu yang bisa saya sampaikan."

    Peskov menambahkan, Erdogan juga telah menghubungi Putin sekitar tujuh atau delapan jam setelah jet Ankara menembak jatuh pesawat Moskow.  Kepada France 24, Erdogan juga membenarkan hal itu. Namun pemimpin Rusia Vladimir Putin belum menghubunginya kembali.

    Ankara telah menembak jatuh pesawat Rusia dan Aksi Turki itu membuat marah Rusia. Pada akhirnya Vladimir Putin pun merobek Proposal Turki yang ingin menemuinya seperti terlihat dalam video ini.


    Jumat, 27 November 2015

    Banyak pengamat Timur Tengah yang menyatakan bahwa Turki adalah negara yang paling diuntungkan dengan situasi krisis Suriah saat ini. Dia dapat rezeki halal dan haram dari empat penjuru angin.


     Beberapa jam setelah aksi Turki menjatuhkan pesawat Sukhoi Su-24, Putin langsung menggambarkan ya sebagai “tusukan dari belakang”. Tak hanya itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia pun langsung memutuskan hubungan militer dengan Turki.

    Untuk memperparah keadaan, media Rusia mengutip sumber-sumber militer yang mengatakan bahwa pilot pesawat yang jatuh itu sebenarnya berhasil menyelamatkan diri. Tapi lantas dia ditembak mati dari darat. Dan itu artinya pilot naas tersebut dibunuh di dalam wilayah tanah Suriah.

    Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Turki melakukan provokasi sadis ini? Apa konsekuensinya terhadap situasi kritis yang telah terjadi di kawasan itu sejak 4 tahun lalu?

    Ada banyak teori yang kini dapat kita bayangkan. Salah satunya adalah bahwa Turki sebenarnya sedang menjalankan tugas AS-NATO untuk menggertak Rusia dan sekutunya. Tujuannya tentu membuat Rusia keder, berpikir dua kali atas keterlibatannya dalam konflik Suriah.

    Akankah tujuan itu mungkin diraih Turki dan sekutunya di NATO atau justru akan menambah semangat Rusia dalam aksi militernya? Jawabannya kita tunggu dalam beberapa hari ke depan.

    Teori kedua menyatakan bahwa aksi Turki ini tak lain adalah untuk membantu kalangan pemberontak Suriah yang kian kelabakan menghadapi serangan udara Rusia. Tentu saja aksi konyol Turki ini didorong oleh motif ekonomi dan politik sekaligus. Motif ekonomi Turki membantu kelompok teroris itu pasokan minyak dan gas murah dari kalangan teroris yang diselundupkan ke Turki tetap dapat berjalan.

    Banyak pengamat Timur Tengah yang menyatakan bahwa Turki adalah negara yang paling diuntungkan dengan situasi krisis Suriah saat ini. Dia dapat rezeki halal dan haram dari empat penjuru angin. Dari Irak dan Suriah dia dapat minyak dan gas murah dengan barter senjata buat para pemberontak. Belum lagi Turki, terutama klik Erdogan, dapat uang banyak dari bantuan Saudi dan Qatar untuk kelompok-kelompok pemberontak tersebut. Di samping semua itu dia juga masih bisa menjaga hubungan baik dengan Iran.

    Teori ketiga menyatakan bahwa aksi Turki ini bertujuan mengocok ulang kartu yang sedang terjadi demi memperpanjang permainan. Masuknya unsur Rusia dalam konflik Suriah telah membalikkan keadaan dan merusak keseimbangan. Bila trend yang ada tidak berubah, maka tidak mustahil ISIS dan kawan-kawannya akan kehabisan tenaga dalam waktu singkat. Dan bila ini yang terjadi maka Turki bakal kehilangan pengaruh apapun atas situasi pasca kompromi politik yang bakal dimasak oleh Rusia dan AS.

    Apapun teori yang kita mau pakai, jelaslah bahwa provokasi Turki ini akan menuai badai. Tidak mustahil pula bahwa badai itu berskala puting beliung yang memorakporandakan segala tatanan yang mulai terbentuk di kawasan.

    Sebagian yang punya selera memprediksi kemudian menerawang apa yang terjadi di Suriah hari-hari ini banyak kemiripannya dengan nubuat tentang dimulainya Perang Dunia Ketiga.

    Tentu kita tak berharap hal buruk itu terjadi. Tapi provokasi Turki tak bakal berlalu begitu saja tanpa dampak yang serius terhadap situasi yang ada. [Islam Times] 

    Kamis, 26 November 2015

    Bilal Erdogan, anak kaisar Erdogan disebut-sebut sebagai penadah utama aliran minyak ilegal ISIS yang dicuri dari Irak dan Suriah.


     Angkatan Udara Rusia berhasil memotong arus penjualan minyak ilegal ISIS, kata juru bicara Kremlin Rabu, 25/11/15.

    Serangan udara Rusia di Suriah berhasil memutus pengiriman minyak ilegal dari produk minyak yang membantu keuangan teroris, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

    "Operasi Angkatan Udara Rusia yang mendukung serangan tentara Suriah terhadap kelompok-kelompok dan organisasi ekstremis terus berlanjut. Pesawat Rusia terus beroperasi menghancurkan infrastruktur teroris. Memutus arus minyak ilegal dan produk minyak bumi untuk keuangan teroris," jelas Peskov kepada wartawan.

    Sejauh ini, pengamat Timur Tengah menyatakan bahwa Turki adalah negara yang paling diuntungkan dengan situasi krisis Suriah saat ini. Turki dapat rezeki haram dari Irak dan Suriah atas penjualan minyak dan gas ilegal dari kelompok Takfiri ISIS dengan barter senjata.

    Bilal Erdogan, anak kaisar Erdogan disebut-sebut sebagai penadah utama aliran minyak ilegal ISIS yang dicuri dari Irak dan Suriah.[IslamTime]

    Rabu, 25 November 2015

    BREAKING NEWS -Pegunungan Jabal Turkmen, Akrad dan Younis yang menjadi markas para militan Turkmen peliharaan Erdogan diluluhlantakkan oleh Jet-jet Tempur Rusia pasca ditembaknya SU-24 dan dibunuhnya Pilot Rusia. Lebih dari tiga lusin serangan berat dilakukan di pegunungan tersebut.

    Para Tentara perbatasan Turki hanya bisa melongo melihat para Turkmen dihabisi di depan mata mereka. AU Rusia diperintahkan untuk merespon bentuk provokasi apapun yang mungkin dilakukan militer Turki.[fb Ahmed ZM] 


    Selasa, 24 November 2015

    Sebuah video yang diunggah di internet menunjukkan pilot Rusia yang telah tewas dikeliling para pemberontak Suriah. Wajahnya berlumuran darah. Ketidak-berdayaan pilot Rusia ini rupanya mengembirakan para pemberontak. Mereka meneriakkan takbir. Mereka berbicara dengan bahasa Arab dengan dialek ala Lattakia.

    Pilot Rusia yang telah tewas dikeliling para pemberontak Suriah. 

    Menurut Reuters, video tersebut dikirimkan oleh pemberontak dari kawasan barat Suriah. Wilayah ini masih bercokol kelompok Free Syrian Army (FSA), yang oleh Barat selalu disebut sebagai ‘kelompok moderat’.
    Seperti diketahui, pesawat jet tempur Rusia Su-24 ditembak jatuh pesawat tempur F-16 Turki di dekat perbatasan Suriah-Turki, Selasa (24/11/2015). Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, pesawat jet itu terbang dan jatuh di wilayah Suriah dan Presiden Vladimir Putin pasti akan bereaksi.
    Menurut Peskov, Presiden Putin sedang berada di Yordania untuk melakukan pertemuan dengan Raja Abdullah ketika insiden jatuhnya pesawat jet Su-24 terjadi.
    ”Sejauh ini, kita belum mendengar alasan untuk kecelakaan pesawat kami akibat serangan itu dari Departemen Pertahanan. Kami tahu pasti bahwa pesawat berada di wilayah udara Suriah, di atas wilayah udara Suriah,” kata Peskov menguatkan pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
    Juru bicara Presiden Putin itu menegaskan kembali bahwa pesawat jet itu terbang di wilayah udara Suriah menjelang kecelakaan. Dia menyerukan kesabaran sampai ada alasan tepat mengapa insiden itu terjadi.
    ”Salah jika kita membuat semacam asumsi untuk sekarang ini, atau membuat pernyataan sampai kami memiliki gambaran yang lengkap. Oleh karena itu, kita semua harus bersabar. Ini adalah insiden yang sangat serius, tapi sekali lagi, tidak mungkin untuk mengatakan apa-apa tanpa informasi yang lengkap,” imbuh Peskov.
    Menurutnya, Presiden Putin belum bisa berkomentar namun dia memastikan bahwa pemimpin Kremlin tersebut akan bereaksi. ”Hal ini dapat diasumsikan bahwa presiden akan menyinggung masalah ini selama pembicaraan dengan Raja (Abdullah), dan bahwa akan ada semacam reaksi,” tegas Peskov, seperti dikutip Sputnik. Lihat Video di bawah ini.. 

    ____
    Tambahan:
    Dari video yang beredar di Youtube, terlihat pilot Rusia itu mencoba menyelamatkan diri dan terjun dengan menggunakan parasut, tapi ia ditembak terus menerus hingga jatuh.[liputanislam]  

    Terbaru

    Seri Kekejaman ISIS

    Video

    Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


    VIDEO Terbaru

    Random Post

    pks