Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2016


PUSAT KENDALI AMERIKA-ISRAEL-ISIS DISAPU BERSIH MISIL RUSIA

Kapal perang Rusia menembakkan 3 misli Caliber ke ruang koordinasi operasi (mata-mata) asing di Dar Ezza dan menewaskan 30 pejabat mata-mata Amerika dan Israel.
Militer Amerika bersama dengan sekutunya menciptakan Ruang Operasi Lapangan di wilayah Aleppo yang diduduki oleh anggota staf intelijens dari USA, Inggris, Israel, Turki, Saudi Arabia, dan Qatar.

Lihat VIDEO


Serangan ini, menurut Profesor Ekonomi di University of Ottowa, Michel Chossudovsky, dilancarkan segera setelah serangan udara Amerika terhadap pasukan Suriah di Deir ez-Zor dalam rangka membela teroris ISIS.

Sumber: Veteran today






Jumat, 29 Juli 2016

Mereka Tertawa diatas penderitaan negeri-negeri Muslim yang porak-poranda akibat tangan kotor mereka.

Salah satu kehebatan negara WAHABI Saudi selama ini adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. 

Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim seluruh dunia. Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada negeri-negeri Muslim seperti Palestina, Indonesia dll  untuk mencitrakan mereka sebagai ‘pelayan umat’ dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain).

Penguasa Saudi juga dikenal kejam terhadap kelompok-kelompok Islam yang mengkritisi kekuasaannya. Banyak ulama berani dan salih yang dipenjarakan hanya kerena mengkritik keluarga Kerajaan dan pengurusannya terhadap umat seperti yang dilakukan nya kepada Syeh Nimr bin Nimr.

  1. Baca juga: 
  2. Hadiah Raja Saudi untuk Obama Presiden Amerika, VIDEO
  3. Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menunjukkan komitmen atas kerjasamanya dengan Amerika dan untuk mempererat hubungan persahabatan  ke dua negara 

 Tidak hanya itu, tingkah polah keluarga Kerajaan dengan gaya hidup kapitalisme sangat menyakitkan hati umat Islam. Mereka hidup bermewah-mewah, sementara pada saat yang sama mereka membiarkan rakyat Irak dan Palestina hidup menderita akibat tindakan AS yang terus-menerus dijadikan Saudi sebagai mitra dekat.

Benarkah Saudi merupakan negara Islam? Jawabannya, “Tidak sama sekali!” Apa yang dilakukan oleh negara ini justru banyak yang menyimpang dari Islam. 

Saudi mengundang  tentara Eropa dan tentara Amerika (NATO) untuk bekerja di Saudi dan menempati pangkalan militer di negara itu. Tidak hanya itu, demi alasan keamanan keluarga Kerajaan, berdasarkan data statistik kementerian pertahanan AS,  Saudi sejak tahun 1995 telah menghabiskan lebih dari 72 miliar dolar dalam kontrak kerjasama militer dengan AS. Saat ini, lebih dari 5000 personel militer AS tinggal di Saudi.

Video dibawah ini adalah bukti Persahabatan Abadi antara Amerika dan Arab Saudi. 



Senin, 11 Juli 2016


Seorang jurnalis Saudi menyatakan bahwa niatan Riyadh untuk mengirim lebih banyak teroris ke Suriah  harus segera direalisasikan untuk menjatuhkan Rezim Bashar Assad, niatan ini terungkap saat Raja Salman bertemu dengan Hillary Clinton. 

Amerika dan Saudi merasa prihatin atas kekalahan yang di alami para teroris dukungannya yang telah kehilangan banyak wilayah di provinsi Aleppo.

“Pembebasan kota strategis al-Qusayr pada Juni 2013 merupakan pukulan berat untuk pemerintah Saudi. Itu sebabnya kemudian Riyadh berusaha mencegah pembebasan Aleppo,” tulis jurnalis Saudi tersebut. 

Menurut sang wartawan, rencana pembebasan Aleppo oleh Angkatan Darat Suriah dan pasukan rakyat itu akan menjadi kekalahan besar bagi pemerintah Saudi dan Amerika.

Simak video nya.. 

Sabtu, 05 Maret 2016


Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menunjukkan komitmen atas kerjasamanya dengan Amerika dan untuk mempererat hubungan persahabatan  ke dua negara maka Raja Saudi menganugerahkan Cindera mata yang berupa perhiasan senilai USD 300.000 kepada Presiden AS Barack Obama , Hadiah itu meliputi perhiasan-perhiasan mahal, buku langka dan item lainnya. 

Beberapa kalangan aktivis Saudi menilai bahwa , Ini adalah hadiah pangeran yang paling besar melebihi batas-batas norma kesopanan. Hal ini dianggap sebagai hadiah paling mahal yang diberikan oleh satu penguasa ke Penguasa lain dalam masa-masa kini.
Diantara hadiah yang murah hati dari Raja Saudi ini adalah, satu set permata mewah senilai US $ 190.000, yang meliputi batu Ruby ​​dan perhiasan berlian, senilai USD 132.000 yang diberikan secara terpisah.

Hadiah lain dari Raja Abdullah merupakan ornamen marmer dihiasi dengan miniatur pohon-pohon palem dan unta dari emas, anting-anting berlian untuk putri Presiden senilai $ 7000 masing-masing, dan jam kuningan Jaeger-LeCoultre.

Harga dan Nilai total semua hadiah dari Raja Abdullah untuk Presiden Obama, istri Obama dan dua anak perempuannya adalah lebih dari 300.000 USD dolar. LIHAT VIDEONYA 



-------------+-------------+-------------

WAOW..  FANTASTIS BUKAN???? 

Ini toh pemimpin para wahabi ….!!? 
Kalian berteriak Syiah adalah antek zionis….
Kalian memfitnah Syiah adalah propaganda Amerika dan kepanjangan tangan yahudi…..

Tapi sekarang ,Allah swt telah menunjukkan kepada setiap mata kaum muslimin Wahai wahabi dan tersingkaplah hijab keburukan yang kalian sembunyikan…..

Justru kalianlah para Wahabi dan Raja2 bidah kalian yg sepantasnya disebut dengan perkataan diatas….

Justru amir2 tercinta kalian yang menerapkan ungkapan “maling teriak maling”. 
Yang 'toast' saat minum KHAMR [Lihat Video nya disini]  dan cipika-cipiki serta mengalungkan kalung penghormatan buat pemimpin zalim Amerika dan zionis ?? Apakah mereka itu Pemimpin Iran dengan Syiahnya atau Raja2 Saudi tercinta kalian wahai para Wahabi??

Lihatlah sekarang, siapa muslim yang berani dan keras terhadap Israel dan Amerika wahai Wahabi? Apakah mereka itu Albani, Ben baz, Muqbil dan Raja-raja Saudi dengan wahabinya [alih-alih mendukung Palestina bahkan dari mulut busuk ulama Saudilah yang mengharamkan demo menentang israel dan menyuruh warga Palestina untuk menyerahkan tanah mereka pada Israel] atau mereka adalah pemimpin Hizbullah S. Hasan Nasrullah , Imam Khomaini, dan Ahmadinejad dengan syiahnya ?


Ya Allah aku berlindung kepada - Mu dari setiap kedustaan dan kemunafikan Wahabi. Sungguh aku berlepas diri dari Fitnah Wahabi dan dari apa yang mereka KATAKAN. 

Jumat, 26 Februari 2016


Pendiri situs anti-kerahasiaan WikiLeaks, Julian Assange, membocorkan informasi bahwa Amerika Serikat (AS) mencoba menggulingkan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, sejak 2006. Salah satu caranya dengan mengadu dan menciptakan ketegangan antara kaum Sunni dan Syiah.

Menurut Assange, strategi adu domba Amerika Serikat ini dilaksanakan untuk memprovokasi Pemerintah Assad. Whistleblower yang sedang bersembunyi di Kedutaan Ekuador yang berlokasi di London-Inggris itu mengungkapkannya dalam sebuah dokumenter yang disiarkan hari Minggu di stasiun televisi Rossiya1.

Boss WikiLeaks itu menyatakan bahwa, Washington sedang berusaha untuk membuat Pemerintah Suriah paranoid. ”Dan mendapatkan reaksi berlebihan,” katanya, yang menambahkan bahwa AS menciptakan ketegangan antara Sunni dan Syiah.

Assange mengklaim bahwa anggota pasukan udara AS, Inggris dan Prancis pernah bertemu dengan perwakilan dari Stratfor, sebuah perusahaan intelijen global sebelum Desember 2011. Para pejabat menyatakan bahwa sudah ada agen khusus yang bertindak di Suriah, tapi mereka membutuhkan kemarahan besar untuk memicu pertumpahan darah. Mereka membutuhkan alasan yang signifikan guna menyerang sistem pertahanan udara Suriah.


Suriah telah dilanda perang saudara sejak 2011, di mana pasukan rezim Assad memerangi beberapa pasukan faksi oposisi dan kelompok-kelompok militan radikal. Konflik di Suriah semakin parah, setelah muncul kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Seperti dilansir CNN (21/12/2015) - Negara-negara Barat dan beberapa Negara Timur Tengah tidak menganggap Assad sebagai pemimpin otoritas yang sah dari Suriah. Sementara Rusia, salah satu sekutu Assad, menilai bahwa Assad harus tetap memimpin Suriah.

Pada tahun 2011, Washington memberlakukan sanksi terhadap Assad dengan harapan bahwa ia akan mengundurkan diri. Tapi, sampai saat ini Assad masih berkuasa, terutama sejak ditolong sekutunya, Rusia.

Suriah pada 2014 juga pernah menggelar Pemilu di mana Assad terpilih lagi menjadi Presiden setelah menang telak dengan perolehan suara 88,7 persen. Namun, Amerika Serikat dan sekutunya menganggap Pemilu itu sebagai lelucon.[metroIslam]

Rabu, 24 Februari 2016


Maula TV- Para pengamat Timur Tengah menyatakan bahwa yang “bermain” dalam menciptakan kekacauan di Suriah adalah Amerika. Dengan berbagai strategi yang dilancarkannya, termasuk melatih dan mempersenjatai para pemberontak serta memfasilitasi para teroris untuk datang dan berperang ke suriah, Amerika berencana untuk menggulingkan Basyar Asad dari pemerintahan Suriah.

Diprediksikan bahwa Amerika menginginkan pelengseran Basyar Asad dikarenakan sikapnya yang keras terhadap rezim zionis israel dan bantuan serta dukungannya terhadap negara, bangsa dan para pejuang Palestina di dalam memerangi israel sebagai musuh mereka. [Lihat juga Video "Inilah alasan Kenapa Bassar Asad ingin disingkirkan " di bawah ini]





Akan tetapi semua upaya yang dilakukan oleh AS di Suriah selama kurang lebih empat tahun untuk menyingkirkan Basyar Asad tidak menghasilkan apa pun selain kegagalan total. Hal itu terungkap dari rekaman video pembicaraan para pejabat AS di dalam sebuah persidangan Kongres AS yang diselenggarakan pada 27 Oktober 2015.

Selamat menyimak videonya.




Selasa, 09 Februari 2016



Militer Iran menyebut Amerika Serikat (AS), rezim Zionis Israel dan Arab Saudi sebagai segitiga kejahatan yang membuat kekacauan. Iran juga menilai kesediaan Saudi menginvasi Suriah mencerminkan kegagalan AS.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi. Menurutnya, Washington telah memprovokasi Riyadh agar menginvasi Suriah.

”Menteri Pertahanan AS (Ashton) Carter mendukung dan memprovokasi Kerajaan Saudi untuk berbaris ke (medan) perang (di Suriah). Ini merupakan indikasi bahwa dia bingung. Ini juga membuktikan tanpa keraguan bahwa mereka telah gagal,” kata Firouzabadi pada hari Senin dalam menanggapi pengumuman Saudi untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.

Saudi, lanjut Firouzabadi, akan mengalami kekalahan politik terus-menerus di arena internasional. Dia menyindir anjloknya harga minyak dunia telah menghantam Saudi secara keras.

Jenderal Iran itu juga mengejek AS, Israel dan Saudi yang dia sebut sebagai kelompok kejahatan. ”Segitiga kejahatan AS, rezim Zionis (Israel) dan Al Saud menciptakan kekacauan di Asia Barat dan Afrika Utara, dan bahwa tidak ada negara Muslim yang aman,” katanya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (9/2/2016).




"Quds diduduki rezim (Israel) yang juga bingung dan marah. Bersama dengan rekan-rekan Amerika dan Arab, mereka mecambuk kuda mati, tapi mereka tahu mereka pergi ke mana-mana,” sindir jenderal Iran itu.

Firouzabadi menambahkan, satu-satunya cara untuk meciptakan perdamaian di negara-negara Muslim adalah mencegah orang Amerika dan sekutunya campur tangan dalam urusan internal negara-negara di kawasan itu.


”Kerajaan Saudi dan Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain kecuali melepaskan agresi, pertumpahan darah dan ancaman kosong terhadap negara-negara regional. Mereka juga harus mengubah arah (kebijakan) untuk membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas regional,” katanya.

Sabtu, 06 Februari 2016




Oleh: Sulaiman Djaya

Salah-satu strategi dan taktik yang telah digodok sejak menjelang tahun 2000 yang saat ini tengah dimainkan oleh Israel & Amerika (dengan dukungan Rotschilds Finance & Banks dan AIPAC) dalam politik global dunia adalah ‘membenturkan’ dua barisan besar untuk berperang dan berselisih.

Yaitu Barisan Iran, Hizbullah, Suriah, Palestina dkk dengan Barisan Rezim Saudi, Qatar dkk alias Negara-negara Arab teluk yang menguasai Liga Arab.

Salah-satu tujuan dari taktik dan strategi itu adalah dalam rangka 'membuka jalan' bagi profit ekonomi (industri) dan kendali politik di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Strategi itu dapat dijalankan oleh Amerika dan Israel karena salah-satu barisan besar tersebut, yaitu Barisan Rezim Saudi, Qatar dkk alias Liga Arab 'sepenuhnya' telah dijadikan 'Kuda Troya' oleh Israel dan Amerika.

Dan itulah, barangkali, kenapa dulu Ingris dan Amerika kompak mendirikan Israel dan Kerajaan Saudi Arabia sebagai dua pion utama dalam upaya 'menggenggam' Timur Tengah.

Yang tak ubahnya berfungsi sebagai 'Dua Cakar Elang' bagi Amerika, di mana simbol Amerika itu sendiri adalah Elang Laut yang rakus dan ganas.


Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Muallem, memperingatkan setiap intervensi asing ke Suriah, setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi dan Turki berencana menerjunkan pasukan darat ke Suriah untuk alasan mengalahkan ISIS dalam koalisi internasional.

"Intervensi darat (asing) di wilayah Suriah tanpa izin pemerintah adalah agresi yang harus dilawan", kata Muallem pada konferensi pers di ibukota Damaskus, Sabtu (6/2), seperti dilansir Press TV.

Demi kedaulatan negara, pejabat senior pemerintah Suriah ini mengancam bahwa para "agresor" asing akan dipulangkan dalam peti mati.

"Jangan ada yang berpikir mereka bisa menyerang Suriah atau melanggar kedaulatannya, karena saya memastikan bahwa setiap agresor akan pulang ke negaranya dalam peti mati kayu, baik itu tentara Saudi atau Turki dan sekutunya yang tergabung dalam NATO", ancamnya.

Hal serupa dikemukakan oleh Mohammad Ali Jafari, kepala Garda Revolusi Iran. Jafari mengejek tawaran Saudi untuk mengirim pasukan daratnya ke Suriah. Menurutnya Saudi akan dikalahkan.

"(Saudi) telah membuat klaim seperti itu, tapi saya tidak yakin mereka cukup berani untuk melakukannya... Bahkan jika mereka mengirim pasukan, mereka akan pasti dikalahkan... Itu akan menjadi bunuh diri", ledek Jafari seperti dikutip kantor berita Fars News.


Pada hari Kamis (4/2), Arab Saudi telah menawarkan diri [minta izin] pada koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk menerjunkan pasukan daratnya di Suriah demi alasan mengalahkan teroris ISIS. Tawaran Saudi disambut baik oleh pihak koalisi.

Kelompok Daesh atau ISIS dukungan Saudi, Turki dan Amerika merajalela di beberapa provinsi Suriah untuk tujuan menggulingkan Assad [nampaknya koalisi Amerika, Saudi ingin membantu ISIS menumbangkan Assad - red] , terutama provinsi Raqqah yang pusat kotanya bahkan ditetapkan sebagai ibukota "Khilafah" al-Baghdadiyah.[PT/R]

Tag: #kelompok DAESH, #Koalisi Internasional, #Saudi Membantu ISIS

Jendral. Qasim Sulaimani

Sosok pendiam, santun dan pemalu. Dan dia bukan tipe orang yang “sulit ditebak” seperti yang dikatakan oleh jenderal-jenderal di Amerika.

Di dalam negerinya, tidak banyak cerita mengenainya. Namun di luar negaranya, sepak terjangnya diibaratkan oleh militer Amerika sebagai sosok monster yang mengancam seluruh kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di Kota Teheran tempat tinggalnya, para tetangga dan sanak kerabat mengenal lelaki ini sebagai pribadi yang menarik dan seorang kepala keluarga yang menyayangi istri dan anak-anaknya. Saat di rumah, ia beraktivitas dengan teratur dan tenang.

Dialah Mayor Jenderal Qassem Suleimani, Panglima Brigade Quds Iran, sebuah satuan super elite di Garda Revolusi yang memiliki tugas-tugas khusus, seperti penculikan, spionase, kontra intelijen, hingga operasi sabotase.

Brigade Quds konon lebih misterius dari pasukan Garda Revolusi (Pasdaran), yang dikenal menguasai seluruh aset dan infrastruktur penting militer Iran. Pasukan ini dikenal karena operasi-operasi militer dan doktrin yang sangat rapi dan terorganisir.

Di Timur Tengah, ia dikenal sosok yang sangat berpengaruh. Militer Amerika menyebut Suleimani sebagai orang yang sangat berpengaruh dalam politik luar negeri Republik Islam Iran, karena ia memegang sejumlah operasi-operasi penting, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Begitu penting dan strategisnya sosok Suleimani, sampai-sampai Kongres Amerika Serikat pernah mengusulkan secara terbuka untuk meneror Suleimani, jika mungkin dibunuh. Usulan teror dari lembaga kongres Amerika mengejutkan, sekaligus menunjukkan kapasitas Suleimani dan Pasukan Quds yang dipimpinnya.

The Guardian terbitan Inggris dalam sebuah tulisannya menyebut banyak para pejabat Amerika Serikat menyatakan sangat ingin bertemu dengannya. Sejumlah jenderal di Pentagon dibuat terkesima atas aksi-aksinya di sejumlah operasi rahasia.

Seorang pejabat militer Amerika bahkan berkata, “Jika saya bertemu dengannya, sangat sederhana sekali, saya akan bertanya apa yang diinginkannya dari kami [Amerika].”

Meski Suleimani adalah seorang jenderal dan panglima sebuah pasukan militer, Amerika Serikat lebih suka menudingnya sebagai teroris yang mengutamakan operasi militer dalam mencapai target.

Amerika tidak dapat memungkiri bahwa Suleimani juga menang di medan politik. Koran McClatchy terbitan Amerika Serikat edisi 30 Maret 2008 menyebutkan, “Suleimani menjadi mediator dalam menghentikan bentrokan antara pasukan keamanan Irak yang mayoritas Syiah dan pasukan radikal Moqtada Sadr di kota Basrah.

Langkah ini jelas tamparan bagi militer Amerika. Dan Suleimani menunjukkan kemampuannya untuk unggul di kancah politik, bukan saja di bidang militer. Pada Januari 2005, ketika berkunjung ke Irak untuk pertama kalinya pasca tumbangnya rezim Saddam Hussein, Suleimani dengan santai meninjau lokasi pemungutan suara.

Saat Amerika Serikat mendukung Iyad Alawi sebagai calon perdana menteri, Suleimani memulai aktivitasnya mengumpulkan dukungan terhadap kelompok Syiah pro-Iran. Ia membimbing kelompok Syiah mencapai kemenangan dalam pemilu.

Pasca pemilu, Presiden Amerika Serikat kala itu, George W. Bush, menyebut Irak akan segera memiliki pemimpin yang luar biasa. Nyatanya, hasil pemilu Iyad Alawi kalah.

Zalmay Khalilzad, Duta Besar Amerika Serikat untuk Afghanistan pernah mengatakan, “Sedemikian luas Amerika Serikat menuding Suleimani sebagai pengobar perang, sebesar itu pula Suleimani aktif dalam mewujudkan perdamaian. Ia berperan besar dalam mengakhiri bentrokan antara pasukan keamanan Irak dan pasukan Muqtada Sadr.”

Seorang anggota parlemen Irak yang juga merupakan asisten PM Irak Nouri al-Maliki, berkomentar tentang sosok Suleimani.

“Hanya sekali dia datang ke Irak dalam delapan tahun terakhir. Ia adalah sosok yang tenang ketika berbicara dan rasional serta sangat sopan. Ketika Anda berbicara dengannya, ia berperilaku sangat sederhana. Selama Anda tak tahu dukungan [pasukan] yang dimilikinya, Anda tak akan pernah tahu berapa besar kekuatannya, tidak ada orang yang mampu berperang melawannya.”

Tidak seperti para jenderal Amerika yang doyan main petak umpet saat berkunjung ke Irak, Suleimani datang tanpa pengawal dan hanya ditemani dua orang.

Dengan santai dan tenang ia masuk ke kawasan zona hijau yang diawasi ketat oleh militer Amerika Serikat di Baghdad. Selama di zona hijau itu, ia melakukan perundingan dan setelah itu kembali ke Iran tanpa ada keributan.

Suleimani, bukan sosok yang susah ditebak. Dia adalah Panglima Brigade Quds, dan statusnya cukup membuat gentar orang-orang Amerika Serikat. Untuk menutupi ketakutan mereka, disebar cerita-cerita fiktif menakutkan tentang Suleimani.

Saat perang Iran-Irak meletus, Suleimani, kelahiran 11 Maret 1958 di Kerman, juga terjun ke medan perang. Tidak lama, Suleimani menjadi panglima pasukan dari wilayahnya dan setelah itu, ia memimpin Lashkar-e41 Sarallah. Usai perang Panglima Besar Angkatan Bersenjata memanggil Suleimani ke Tehran dan melantiknya sebagai Panglima Brigade Quds dan jabatan itu diembannya hingga kini.

Ia adalah momok bagi Amerika Serikat, tapi kebanggaan bagi Republik Islam Iran. Dengan penampilan sedemikian sederhana, tidak akan ada orang yang menyangka Suleimani adalah Panglima Brigade Quds.[jurnal3]

Tag: #Jendral Qasim Sulaimani, #Brigade Quds, #Jendral Iran

Rabu, 03 Februari 2016



Komandan Angkatan Laut (AL) Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi menyatakan pihaknya telah mengeruk banyak data dari laptop dan smart phone para marinir Amerika Serikat (AS) yang ditangkap oleh pasukan IRGC di wilayah perairan Iran dekat pulau Farsi di Teluk Persia beberapa waktu lalu.

“Jika AS bermaksud jahat maka kami akan mengungkap rekaman-rekaman video yang akan membuat mereka semakin malu dan hina,” katanya dalam rapat parlemen Iran, Majelis Syura Islam, Teheran, Senin (1/2), sebagaimana dilansir FNA dan dikutip al-Alam.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh empat perwira IRGC yang telah menangkap 10 marinir AS karena telah melanggar wilayah perairan Iran itu dia juga mengatakan bahwa penangkapan tersebut bukanlah kali pertama, melainkan sudah keempat kalinya, dan sebelum itu IRGC bahkan juga menangkap tentara AS sekaligus Inggris di perairan Iran.

“Merupakan satu kebanggaan bagi Iran karena hal itu dilakukan sama sekali tanpa ada rasa gentar… Meskipun pulau Farsi kecil dan berjarak 130 km dari pesisir Iran, tapi kami sepenuhnya siaga di sana maupun di tempat-tempat lain yang serupa. Begitu kapal-kapal AS masuk ke wilayah perairan Iran beberapa ratus meter kami segera bergerak dan menangkap mereka, ” ungkap Fadavi.

Sebelumnya Iran telah memublikasikan penggalan rekaman video singkat peristiwa penangkapan itu. [Lihat: Video Penangkapan Marinir AS]
Namun Fadavi mengatakan bahwa rekaman video operasi penangkapan berdurasi beberapa jam dengan konten yang dapat membuat AS semakin malu dan hina jika dipublikasikan.


“AS mengaku marah dan malu melihat tentaranya mengangkat tangan di atas kepala. Padahal mereka akan ratusan kali lebih malu seandainya melihat rekaman-rekaman lainnya. Namun kita tidak ingin menghina pemerintah dan bangsa lain. Hanya saja, jika mereka bermaksud menghina Iran dan berbuat jahat maka kami akan segera memublikasi rekaman-rekaman itu agar mereka semakin malu dan hina,” ancam Fadavi.

Dia melanjutkan, “AL IRGC juga telah mengeruk banyak data dari laptop dan smart phone mereka (marinir AS), dan ini juga dapat dipublikasi sesuai keputusan yang diambil.”

Dia juga menegaskan bahwa AS adalah musuh bebuyutan IRGC karena AS-lah biang kerok semua musuh Iran seperti Zionis dan kelompok-kelompok radikal dan teroris, permusuhan sebagian negara regional terhadap Iran, dan aksi makar sebagian oknum di dalam negeri. [liputanislam]

Tag: #Musuh Iran, #IRGC, #Garda Revolusi Iran, #Musuh Bebuyutan


New York Times menurunkan laporan tentang kerjasama Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) dan Arab Saudi dalam menyulut krisis Suriah yang semakin menguatkan asumsi selama ini bahwa krisis Suriah adalah hasil rekayasa dan propaganda asing.

Koran New York Times pada Sabtu (23/1) di situsnya merilis informasi dari para pejabat Amerika Serikat dan Arab pesisir Teluk Persia menyebutkan, pada tahun 2013, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, mengeluarkan instruksi rahasia kepada CIA untuk membantu para pemberontak yang sedang berperang (para teroris) di Suriah.

New York Times menekankan bahwa CIA mengetahui bahwa untuk melaksanakan operasi rahasia tersebut, ada mitra tepat yang selalu siap untuk mendanai operasi itu dan bagi CIA tidak ada negara lain yang paling cocok kecuali Arab Saudi.

New York Times menambahkan, upaya Arab Saudi bergulir dengan manajemen Bandar bin Sultan, Ketua Dinas Rahasia Arab Saudi kala itu, dan dia menginstruksikan pembelian senjata Kalashnikov dan jutaan amunisi untuk mempersenjatai para teroris di Suriah. Di lain pihak, Ketua CIA juga mempersiapkan jalur transaksi senjata itu untuk Arab Saudi termasuk pembelian senjata dari Kroasia.

New York Times menyinggung kerjasama CIA dan Dinas Intelijen Arab Saudi bersandi “Timber Sycamore” dan memaparkan bahwa kerjasama Arab Saudi dan CIA itu hanya sebagian kecil dari berbagai kerjasama luas antara Washington dan Riyadh dalam beberapa dekade terakhir.

Apa yang diklaim sebagai langkah terkini pemerintah Barat dan sejumlah pemerintah Arab dalam menindak kelompok teroris ISIS, berlangsung di saat kelompok teroris itu pada tahun 2011 praktis beraktivitas setelah mendapat lampu hijau dan bimbingan dari poros-poros kejahatan yaitu Dinas Rahasia Arab Saudi, CIA dan Lembaga Intelijen Israel (Mossad).

ISIS sekarang punya kemampuan tinggi melakukan kejahatan dan teror baik di tingkat regional Timur Tengah maupun internasional. Kelompok yang benihnya ditetaskan oleh Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi di Suriah, dan para pendukungnya memberikan dukungan dana dan senjata kepada kelompok teroris itu.

Setelah lima tahun makar penggulingan Presiden Suriah, Bashar al-Assad gagal, sekarang kelompok ISIS bahkan membuat para pendukungnya tidak dapat tidur nyenyak dan menjadi senjata makan tuan.

Sebenarnya, ISIS adalah proyek yang dibentuk Barat untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad. Namun setelah kegagalan proyek tersebut, kini ISIS berubah menjadi ancaman bagi para pendukungnya. Front Barat-Arab yang dipimpin Amerika Serikat dan Arab Saudi, pada Maret 2011, berusaha dengan berbagai macam cara untuk menggulingkan Presiden Suriah, akan tetapi setelah lima tahun berlalu, proyek mereka ini hanya semakin meningkatkan ancaman terorisme di dunia.

Pemanfaatan terorisme sebagai sarana untuk menggeser Assad, berujung pada pembentukan kelompok teroris Takfiri paling beringas di Suriah. Kelompok ini bahkan telah menyebarluaskan ketidakamanan di negara-negara Barat. [IRIB Indonesia]

Tag: #ISIS Proyek AS-Saudi 

Selasa, 02 Februari 2016



Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberikan penghargaan kepada Komandan Angkatan Laut mereka yang berhasil menangkap anggota militer Amerika Serikat beberapa waktu lalu yang memasuki wilayah teritorial perairan Iran.

Dilansir dari laman Reuters, Minggu, 31 Januari 2016, Khamenei memberikan penghargaan medali kemenangan atau Medal Fath, untuk kepala pasukan AL dari Pasukan Penjaga Revolusi dan empat komandan yang ikut serta dalam perebutan dua kapal Angkatan Laut AS. Khamenei mengatakan Iran harus tetap waspada terhadap AS.

Penghargaan Medal Fath diberikan oleh pemerintah Iran sejak 1989 kepada para pahlawan perang, komandan militer dan politisi, teruma mereka yang berhubungan dengan perang Iran-Irak di tahun 1980-an. Penghargaan diberikan atas jasa mereka melindungi negara.

Pasukan Penjaga Revolusi Iran mengatakan, pihaknya menemukan kapal patroli AS yang secara tidak sengaja memasuki wilayah teritorial negara yang dipimpin oleh Hassan Rouhani itu.

Mereka lalu menangkap dan menahan 10 Marinir AS yang berada dalam dua kapal patroli tersebut. Selang dua hari setelah penangkapan, Iran membebaskan 10 marinir tersebut. Selama penahanan, 10 marinir itu mengaku diperlakukan dengan baik.[viva.Co.id]

Minggu, 31 Januari 2016


Iran menahan 10 Marinir Amerika Serikat beserta dua kapal patroli kecil mereka yang dikabarkan terseret arus memasuki perairan Iran di kawasan Teluk.

Dilansir BBC Selasa (12/1/2016) para pejabat AS mengatakan kapal-kapal patroli Angkatan Laut AS itu kelihatannya mengalami masalah mesin dan dibawa ke Pulau Farsi.

Teheran mengatakan para kru dan kedua kapal tersebut “akan segera dikembalikan”, kata juru bicara Pentagon Peter Cook kepada kantor berita Associated Press.

Menurut kantor berita Iran Fars, para pelaut AS itu “memata-matai” perairan Iran. Mereka, terdiri dari 9 laki-laki dan seorang perempuan, ditahan oleh Garda Revolusi Iran.

Lihat Videonya :


Seorang pejabat senior pemerintah AS berkata, “Kami kehilangan kontak dengan dua kapal kecil angkatan laut dalam pelayarannya dari Kuwait menuju Bahrain.”

Peristiwa hari Selasa itu terjadi di dekat Pulau Farsi yang berada di tengah-tengah Teluk Arab alias Teluk Persia.

Menyusul peristiwa itu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry segera menelepon Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif guna memulai negosiasi.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa kapal-kapal patroli AS itu dilengkapi dengan senjata api mesin.

Pada tahun 2007, lima belas pelaut dan marinir Inggris ditahan selama 13 hari oleh Iran, setelah mereka tertangkap berada di daerah sengketa Iran-Iraq.

Bulan Desember lalu, Angkatan Laut Iran melakukan uji coba roket di dekat kapal-kapal perang AS dan kapal-kapal Sekutu AS lainnya di Selat Hormuz. Uji coba itu “sangat provokatif” kata seorang pejabat militer AS ketika itu.[Sumber Internet]

Minggu, 24 Januari 2016



Oleh:  Yahya Cholil Staquf

Para pengundang itu tertarik kepada buku “Ilusi Negara Islam” (dapat anda baca DI SINI) yang baru-baru ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (dengan judul: “The Illusion of an Islamic State”) karena buku itu menggambarkan pengalaman Indonesia menghadapi berkembangnya ideologi Wahabi-Salafi dan ideologi-ideologi Islam radikal lainnya. Mereka beranggapan, buku itu dapat mengispirasi para pembuat kebijakan dan masyarakat umum di Eropa dan Amerika dalam menyikapi perkembangan Islam di wilayah masing-masing.

Gus Mus diundang karena dia adalah penulis epilog untuk buku itu, dengan tulisannya yang berjudul: “Jangan Berhenti Belajar”. Lebih dari itu, Gus Mus juga dipandang sebagai “the next in the row” (orang berikutnya) setelah Gus Dur (Kiyai Haji Abdurrahman Wahid) yang telah diterima dan diyakini oleh masyarakat global sebagai personifikasi faham keislaman yang moderat, toleran dan pro-human (berpihak pada kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan).

Orang-orang itu mengundang Gus Mus tanpa mengatakan apa yang mereka harapkan dari Gus Mus atau penjelasan apa yang ingin mereka dapatkan dari Gus Mus. Maka dalam orasi-orasinya pada forum-forum yang diselenggarakan oleh para pengundang itu, Gus Mus pun –seperti yang biasa ia lakukan dalam ceramah-ceramah pengajian kampung– sekedar menyampaikan gagasan-gagasannya sendiri tanpa memperdulikan kemungkinan persepsi atau tanggapan apa pun dari para pendengarnya.

Pokok-pokok gagasan itu adalah sebagai berikut:

Islam bagi Gus Mus adalah rahmatan lil ‘alamin –dengan pengertian yang telah sering kita dengar atau baca sendiri dari beliau;

Kelompok-kelompok muslim tertentu menjadi radikal dan bersikap bermusuhan terhadap siapa pun diluar kelompok mereka karena berkiblat pada gagasan-gagasan Islam yang dipropagandakan oleh gerakan Wahabi-Salafi yang berpusat di Saudi Arabia;

Mereka yang curiga dan fobi terhadap Islam hanya melihat atau mengambil referensi dari propaganda Wahabi-Salafi dan secara hantam kromo menganggap Islam identik dengan apa yang dipropagandakan oleh Wahabi-Salafi itu;

Kedua belah pihak (yang disebut dalam poin (2) dan (3) diatas) saling memperuncing kesalahpahaman dan kebencian satu terhadap yang lain dengan sikap-sikap dan tindakan-tindakan yang salah serta aniaya dari masing-masing terhadap yang lain –Gus Mus menyebut pembelaan Barat yang membabibuta kepada Israel dalam penjajahan Palestina dan kekerasan membabibuta kelompok radikal sebagai contoh-contohnya—karena aniaya satu pihak merupakan dalil tambahan untuk membenarkan kebencian pihak lainnya;

Kedua-duanya sama-sama keblinger karena mengabaikan “Islam jenis lain”, yaitu seperti yang dipahami oleh Gus Mus sendiri;

Pemahaman Islam Gus Mus, yaitu sebagai rahmatan lil ‘alamin, oleh Gus Mus sendiri diyakini sebagai paham yang dianut oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia, dan berkaitan dengan itu, Gus Mus mempersilahkan untuk mengecek kepada tokoh-tokoh besar dunia Islam dewasa ini, seperti Grand Sheikh Al Azhar, Kairo, Syaikh Muhammad Thonthowi, Grand Mufti Syria, Syaikh Badruddin Hasun, Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama, Syaikh Ahmad Muhammad Sahal bin Mahfudh, dan lain-lain.

(File mp3 rekaman diskusi berikut orasi Gus Mus di The Heritage Foundation dapat didonlod disini)

Kehadiran Gus Mus di Eropa dan Amerika memancing ketertarikan berbagai pihak. Tidak kurang dari tim penasehat keamanan Presiden Obama yang terkait dengan Islam mengundang Gus Mus ke Gedung Putih untuk didengar pandangan-pandangannya. Demikian pula Center for Security Policy, sebuah think-tank kebijakan keamanan Amerika yang dipimpin oleh Frank J. Gaffney Jr., mantan asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat bidang kebijakan keamanan internasional.

Di kantor Center for Security Policy, tidak jauh dari Capitol Building (Gedung Parlemen Amerika), Gus Mus dirubung sekumpulan orang sangar yang sebagain besar Islamo-phobs (pembenci Islam). Mereka menghujani Gus Mus dengan pertanyaan-pertanyaan dan gugatan-gugatan nyelekit tentang Islam. Tapi mereka segera dibikin terlongong-longong oleh jawaban-jawaban santai Gus Mus yang berisi penjelasan-penjelasan yang belum pernah mereka dengar dari referensi Wahabi-Salafi, yang selama ini menguasai persepsi mereka tentang Islam.

Mereka bingung: kalau Islam itu seperti yang dijelaskan oleh Gus Mus, mereka mau membenci apanya? Berbagai kajian dan proposal strategi yang bertahun-tahun mereka susun untuk mengganyang Islam secara global jadi buyar tidak karuan, karena asumsi-asumsinya tentang Islam runtuh.

Lebih bengong lagi mereka mendengar keluhan Gus Mus,
“Salah satu sahabat terdekat Amerika adalah Arab Saudi. Tapi kaum simpatisan Arab Saudi di Indonesia melaknat Amerika setiap hari. Sedangkan kami, hanya karena kami memegangi sikap moderat dan toleran dalam ber-Islam, oleh mereka dituduh antek Amerika. Padahal Amerika sama sekali tidak mengenal kami!“

Tag: #Gus Mus, #Ilusi Negara Islam, #islam rahmatanlilalamin

Rabu, 13 Januari 2016



Iran Tuntut AS Minta Maaf

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menuntut agar Amerika Serikat meminta maaf terkait dengan masuknya kapal milik AS ke dalam wilayah teritorial Iran tanpa izin terlebih dahulu.

Dikutip dari Reuters, Rabu, 13 Januari 2016, pernyataan tersebut disampaikan oleh Pengawal Revolusioner Iran.

Sepuluh orang yang berada dalam kapal Angkatan Laut AS ditahan oleh otoritas Iran pada Selasa malam karena telah memasuki wilayah teritorial Iran. Iran melakukan penangkapan di Teluk pada jarak dua kilometer ke dalam wilayah perairan teritorial mereka.

"Kapal Riverine tampaknya mengalami masalah mekanis dan diarahkan ke Pulau Farsi di Iran. Mereka mengatakan, kapal dan para pelaut yang ditahan itu akan dikembalikan," kata otoritas AS.

Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh kantor berita Fars News. Iran menegaskan kapal AS masuk perairan mereka tanpa ijin.Dikutip dari Fars News, para pelaut AS tersebut 'mengendap-ngendap' di perairan Iran. Dilaporkan 10 orang yang ditahan terdiri dari sembilan orang pria dan satu perempuan.

"Kami kehilangan kontak dengan dua kapal kecil AS dalam rute dari Kuwait ke Bahrain," kata seorang pejabat administrasi senior AS. Gedung Putih meminta agar kasus ini diselesaikan secepatnya.[vivanews]

Tag: #Iran tuntut as minta maaf 

Selasa, 12 Januari 2016



Pentagon menyatakan dua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat telah ditahan Iran setelah memasuki perairan negara itu dan awak kapal akan dikembalikan “segera”.

Juru bicara Pentagon yang dikutip Associated Press Peter Cook telah membuat pengumuman pada hari Selasa (12/01) terkait penahanan dua kapal angkatan laut nya.

Cook juga mengklaim bahwa ia telah melakukan kontak dengan Iran dan yakin bahwa mereka akan mengembalikan armada angkatan laut berserta awaknya.

“Kami telah melakukan kontak dengan Iran dan telah menerima jaminan bahwa awak dan kapal akan dikembalikan segera”, kata juru bicara itu.

Kapal-kapal itu dikatakan telah bergerak antara Kuwait dan Bahrain untuk misi pelatihan dan ditangkap di dekat Farsi Island.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga telah menghubungi Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif setelah mengetahui masalah ini.

Setidaknya, sepuluh Angkatan Laut AS ditahan oleh Iran setelah memasuki perairan negara itu.

Gedung Putih juga mengatakan menyadari masalah dengan wakil penasehat keamanan nasional Ben Rhodes, dan mengatakan bahwa pemerintah sedang bekerja untuk mengatasi situasi.

Senator Barbara Boxer, (D-Calif) Mengatakan pada MSNBC bahwa ia berharap Iran segera melepaskan pasukannya yang ditangkap.
“Mudah-mudahan ini akan segera selesai”, katanya. [ArRahmahNews N]

Tag: #AL Amerika, #AL Iran, #Pasukan Iran, #gedung putih, #pentagon

Minggu, 10 Januari 2016



Anggota Dewan Penentu Kebijakan Negara, Iran mengatakan, diciptakannya Islam-islam palsu seperti ISIS/ISIL dan Takfiri berakar dari Wahabisme Arab Saudi untuk menjaga keamanan rezim Zionis Israel di kawasan.

Brigjen Vahidi menambahkan, tujuan musuh menciptakan Islam versi ISIS dan kelompok-kelompok Takfiri adalah untuk menjerumuskan Dunia Islam ke dalam peperangan dan konflik.

Ia menjelaskan, tujuan musuh-musuh Islam menciptakan rezim Zionis di jantung Dunia Islam adalah untuk menguasai negara-negara Muslim kawasan.

 Akan tetapi, kata Vahidi, Revolusi Islam Iran berhasil menggoyahkan pondasi kekuatan mereka.

Anggota Dewan Penentu Kebijakan Negara, Iran itu menegaskan, upaya Amerika Serikat untuk menjalin hubungan dengan Iran dan melakukan negosiasi nuklir merupakan contoh nyata penegasan kekuatan Iran di kawasan. [IRIB]

Tag: #ISIL, #Anggota Dewan, #takfiri, #Wahabisme, #Israel

Minggu, 03 Januari 2016


Sebelum ini, Presiden Iran Hassan Rouhani memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk memperluas kekuasaan rudal negara itu dalam menanggapi potensi sanksi baru AS, demikian menukil Press TV pada Kamis, 31/12/15.


The Wall Street Journal pada Rabu, 30/12/15, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dekat dengan pemerintahan Obama, melaporkan, Washington sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap perusahaan dan individu Iran, Hong Kong dan Uni Emirat Arab yang diduga terkait dengan program nuklir Iran.

Sebelum ini, Presiden Iran Hassan Rouhani memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk memperluas kekuasaan rudal negara itu dalam menanggapi potensi sanksi baru AS, demikian menukil Press TV pada Kamis, 31/12/15.

"Dalam keputusan menteri pertahanan Iran Brigadir Hossein Dehqan pada Kamis, Rouhani memerintahkan percepatan program Iran untuk memproduksi berbagai jenis rudal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara," tulis Press TV.

Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk dugaan rencana AS untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Tehran dan menyebut tindakan ilegal.

Pembatasan Washington bisa menjadi sanksi pertama yang dikenakan pada Tehran sejak Iran mencapai kesepakatan bersejarah dengan kelompok P5 + 1, termasuk Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, Inggris dan Jerman pada bulan Juli. Perjanjian antara Tehran dan P5 + 1 itu menjamin sifat damai program nuklir Iran dalam pertukaran untuk pencabutan sanksi pada Tehran.[IT]
Calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, kembali menyerang Hillary Clinton dan Presiden Barack
Saat berkampanye di negara bagian Mississippi.


Trump menuding mantan First Lady AS Hillary Clinton dan Presiden AS Barack Obama adalah pihak yang bertanggung jawab atas munculnya ISIS.

"Mereka telah membuat ISIS. Hillary Clinton membuat ISIS bersama dengan Obama," kata Trump saat berbicara di Biloxi, Mississippi, seperti dikutip dari laman The Guardian.

Trump mengatakan, pemerintahan Obama seharusnya memperhatikan seruannya untuk menyita aset minyak yang dikendalikan oleh ISIS, bukan malah sebaliknya mengizinkan kelompok teror itu mendapatkan kesejahteraan.

"Saya telah mengatakan hal itu selama tiga tahun dan semua orang mengatakan, 'Oh, saya tidak bisa melakukan itu'," kata Trump.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks