Tampilkan postingan dengan label Ahlusunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlusunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2016

Wahabi akan selalu menjadikan umat Islam sebagai musuhnya 

Target Wahabi sebenarnya dan paling utama bukanlah syiah, akan tetapi adalah NU atau Ahlusunnah secara  keseluruhannya. Indonesia tanpa NU akan mudah sekali mereka kuasai, maka dari itu warga NU sengaja dibuat agar tidak percaya bahkan memusuhi NU itu sendiri.

Pertama kali mereka mencuatkan issu ; shufi itu sesat, identik dengan syiah dan syiah bukan islam. Kita tahu di NU terdapat pelindung para pelaku tarekat yang pada representasi nya adalah Tasawuf. Terakhir suntikan racun ideologi mereka ditambah dosisnya dengan perkataan mereka yaitu aswaja ahli bid'ah pembuat ajaran baru yang bukan dari islam yang sesungguhnya. Perkataan ini akan bersayap bahwa aswaja atau nu keluar dari islam dan halal darahnya.

Jika seandainya NU sepakat bahwa syiah adalah ajaran yang menyimpang dari ajaran yang mereka terima selama ini, tidak berarti mereka harus memusuhi syi'ah dengan cara melempar kotoran kepadanya, dan andai mereka bertoleransi dengan perbedaan itu, tak perlu juga dengan cara bertasyayyu' sehingga seakan akan NU dan syi'ah adalah sama.

Kita telah terajari sekian ratus tahun akan hak utama dan pertama dalam masalah keyakinan. Untuk itu tak perlu Nahdliyyin membenci syiah sampai menggelapkan pandangan.

Wahai saudaraku, belajarlah dengan berbagai kejadian di Timur Tengah sana, kalian adalah orang orang yang terlahir dari rahim para ibu yang bijaksana, bacalah tentang Ihwal peperangan di Suriah sana :

Pada 2009, Qatar mengajukan proposal agar Assad melegalkan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk menuju Eropa. Bashar al Assad menolak proposal ini dan pada 2011 ia justru menjalin kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur. Qatar, Saudi dan Turki adalah pihak yang paling sakit hati dan dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk mendapat pemasukan Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar seketika. Apa kalian terkejut jika hari ini Saudi, Qatar dan Turki menjadi negara-negara yang paling getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak menggulingkan Assad.

Penulis: Gus Zainal 
Editor: Ali Mahdi 

Rabu, 21 September 2016


JAGALAH AHLUSUNNAH DARI SARANG KEMUNAFIKAN

Ini bukan bermaksud menyerang...

Ada sebagian orang di forum diskusi di dunia maya mengaku ahlusunnah. .. Tapi yang sangat mengherankan ialah ketika seseorang membuat komentar atau post yang membongkar atau mengungkap karancuan ajaran wahabi justru mereka bangkit seolah berdiri menghalang-halangi dan mempertahankan paham wahabi (seolah ² membenarkan paham wahabi)

Apa sebagian ahlusunnah adalah munafiq? ... Ataukah wahabi yang ingin merusak ahlusunnah dengan mengaku ahlusunnah?

Jadilah ahlusunnah yang baik dan konsisten jika anda benar ahlusunnah..

Tak sadarkah anda akan teror yang di lakukan kaum wahabi di tengah masyarakat sunni? (Baca: Bom Wahabi Saat Warga Ahlussunah Memperingati Maulid Nabi, VIDEO)

Lihat foto di atas, belum cukupkah ini menjadi pelajaran? .....belum cukupkah ditendang dan di usirnya wahabi di Muhktamar Chechnya sebagai kejelasan?

Penulis: Wahabi Setan Salafi via FB

Senin, 05 September 2016

 

ANTARA PIAGAM AMMAN DAN MUKTAMAR AHLUSSUNNAH SEDUNIA DI CHECHNYA

● Sikap Licik Wahabi, Membawa Hasil.
Hasil yang tertinggi adalah mereka dikeluarkan dari Ahlussunnah oleh ulama-ulama Ahlussunnah sedunia.

Sebelumnya mereka gigit jari dengan Piagam Amman yang menjadikan Syiah bagian dari Islam.

● Sikap Licik Wahabi, Menjadikan Syiah Sasaran.
Mereka menjadikan Syiah sebagai sasaran penghancuran padahal korbannya adalah umat Islam umumnya dan Ahlussunnah khususnya.

Apa yang terjadi di Suriah dan Yaman adalah bukti nyata. Suriah dan Yaman adalah Ahlussunnah sebagai mayoritas pemeluk Islamnya. Kedua negri ini hancur lebur akibat dari apa yang dilakukan Arab Saudi yang berfaham Wahabi dengan memberikan label Syiah kepada dua negara ini. Tujuannya adalah dunia Islam menerima apa yang dilakukan mereka. Label Syiah yang diberikan negara berfaham Wahabi ini diikuti oleh pengikut-pengikutnya di indonesia. Ketika ada ulama Ahlussunnah yang mengkritik mereka, maka gelar Syiah pun di sandang oleh lawan mereka. Contohnya adalah ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj dan beberapa ulama-ulama Indonesia yang lainnya.

Bisa jadi muktamar ulama Ahlussunnah di Chechnya adalah suatu bentuk kesadaran dari ulama-ulama Ahlussunnah dunia bahwa Wahabi benar-benar telah menzalimi umat Islam. Sehingga ulama-ulama Ahlussunnah mengeluarkan Wahabi sebagai bagian dari Ahlussunnah. Dan untuk itu label sekte kepada Wahabi menjadi terpatri ke paham ini. Gaung-gaung permusuhan Wahabi yangg membabi-buta kepada Syiah membuat mereka malah tersingkirkan.

Lalu skenario apa sebenarnya sehingga mereka begitu masif dalam peng-Syiah-an terhadap lawan-lawan mereka? Karena dapat dipastikan bahwa ini ada kaitannya dengan Zionist. Wahabi menjadi kaki tangan Zionist dalam menghancurkan musuh-musuhnya.

Suriah adalah satu-satunya negara Arab yang anti Zionist Israel. Sedang rakyat Yaman menginginkan suatu perubahan dan mereka berhasil menyatukan kekuatan yang dipimpin seorang pemuda Houthi yang kebetulan anti Zionist Israel. Gelombang keinginan perubahan tersebut berhasil menggulingkan pemerintahan yang pro Saudi dan Israel. Maka jadilah rakyat Yaman bergelar syiah.

Bagaimana dengan Nahdlatul Ulama ( NU )? Kegagalan Wahabi untuk menggulingkan KH. Said Aqil Siradj dalam muktamar NU yang lalu membuat mereka lagi-lagi menjadi pecundang. Yang sebelumnya mereka sudah dipecundangi di Suriah, Iraq dan Yaman. Belum lagi dana yang besar sebagai senjata hebat mereka, kini mulai rapuh. Hal ini menjadikan mereka kalap dan ingin cepat-cepat menyelesaikan misi mereka.

Apa daya.... ternyata NU memiliki banyak kader-kader yang juga aktif dan tangguh dalam menyebarkan informasi sebenarnya tentang NU. Sehingga 'NU Garis Lurus' sebagai upilnya Wahabi pun semakin terdesak.

Apa yang terjadi kedepannya terhadap faham Wahabi di Indonesia? Kita bisa lihat nanti akibat dari dua hal yang terjadi:
1. Akibat Wahabi menjadi SEKTE (Muktamar di Chechnya).
2. Kedekatan ketua PBNU dengan KAPOLRI.

Terakhir...
Klo di dunia Zionist memakai Wahabi sebagai kaki tangannya, maka di Indonesia NU Garis Lurus adalah kaki tangan Wahabi.

Penulis: Ayi Asghar

Minggu, 03 Juli 2016



Sejumlah ilmuwan Islam di Banglades mengutuk keras serangan teror di Dhaka yang menewaskan lebih dari 20 orang, Jumat (1/7/2017) malam.

Menurut para ilmuwan Islam di negeri itu, menyerang warga non-Muslim bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dalam pidatonya Sabtu sore (2/7/2016), Perdana Menteri Banglades Sheikh Hasina menyebut para penyerang itu “tidak Islami”.

Sejumlah militan menyerbu restoran Holey Artisan Bakery,  Jumat malam sambil meneriakkan “Allahu Akbar”.
Penyerang juga menembakkan senjata api, sambil menyandera beberapa orang.

Sebuah kantor berita buatan ISIS, Amaq, menyebut para milisi telah menyerang sebuah restoran yang “kerap dikunjungi warga asing”. Pernyataan itu juga mengatakan lebih dari 20 orang “dari negara berbeda” telah tewas dibunuh.

Pasukan Banglades menyerbu restoran itu setelah negosiasi gagal dan terjadi baku tembak lebih dari 10 jam dan menyelamatkan 13 orang sandera.

Ketika penyanderaan berakhir, pihak berwenang menemukan 20 korban sipil, sebagian besar warga asing,  yang dibacok hingga tewas oleh para penyerang. Selain itu dua polisi juga tewas.

Di antara korban tewas itu sembilan warga Italia, tujuh warga Jepang, dan satu warga India.

Enam penyerang tewas, sementara satu lainnya berhasil ditangkap. Sehingga total korban tewas sekitar 28 orang.

Pihak berwenang yakin sebagian besar korban dibunuh beberapa jam setelah penyanderaan terjadi.

Beberapa yang selamat melaporkan, para militan membunuh hanya sandera yang tidak bisa membaca ayat Al Quran.

Para pemuka dan ulama Islam mengecam sekarang di Dhalka.

Ulama terkemuka Banglades, Maulana Fariduddin Masoud, yang juga pemimpin Jamiatul Ulama Banglades (BJU) – suatu badan yang mengayomi para ilmuwan Islam di Banglades – mengecam pembunuhan tersebut.

Masoud mengatakan, pembunuhan orang yang tidak berdosa oleh para tersangka Islamis itu merupakan tindakan barbar. Militan yang menarget non-Muslim adalah antitesa atas ajaran Islam.

“Mereka yang membunuh warga non-Muslim yang hidup dalam masyarakat mayoritas Islam tidak akan mencium harum surga, apalagi masuk surga,” katanya.

Ulama besar itu juga mengatakan, “Menyerang warga non-Muslim adalah tindakan terlarang atau haram dan di mata Islam merupakan tindakan yang tidak diperkenankan.”

Masoud mengatakan, “Darah, kehormatan, dan kekayaan mereka sama sucinya dengan warga Muslim”.

Bulan lalu menurut Masoud, BJU mengeluarkan fatwa yang ditandatangani oleh lebih dari 100.000 ilmuwan Islam, pakar hukum, dan ulama.

Para ilmuwan itu mengecam terhadap teroris dan militansi, khususnya serangan berdarah terhadap warga non-Muslim.

“Menurut Nabi Muhammad SAW, tindakan-tindakan semacam itu layak mendapat hukuman berat,” ujar Masoud.

Ditambahkannya, pembantaian di restoran di Dhaka, Banglades terjadi pada malam Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan, saat itu setiap warga Muslim seharusnya menghabiskan seluruh malam untuk menyembah Allah SWT.

“Pada malam suci itu, para militan justru meninggalkan shalat wajib dan membantai orang-orang tidak berdosa," ujar Masoud.

"Dengan melakukan kejahatan mengerikan itu, mereka ingin membuktikan bahwa mereka berjuang bagi Islam, tetapi justru (sebaliknya) menjadi musuh Islam,” tambah Masoud.

Dalam serangan di Dhaka itu para militan membunuh sembilan perempuan dan seorang anak.

Penasehat hukum BJU, Mufti Junud Uddin Maktum, mengatakan, bahkan dalam perang sekalipun, membunuh mereka yang tidak terlibat dalam perang – termasuk perempuan, anak-anak dan lansia, benar-benar dilarang dalam Islam.[DBS]

Minggu, 28 Februari 2016


Kali ini tuduhan dan fitnah yang menimbulkan kehebohan netizen berhembus kembali. Tidak tanggung-tanggung, fitnah dan tuduhan kepada Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb sungguh sangat biadab dan di luar batas kemanusian dan nilai-nilai keislaman. Ya, SANGAT BIADAB SEKALI..! Namanya Abu Aqila si dukun Wahabi, si tukang fitnah dan pendusta yang tiada berakhlak.

Abu Aqila si dukun Wahabi, itulah nama kunyahnya. Dalam akun Facebooknya, Abu Aqila  si dukun Wahabi ini menuduh dan memfitnah Grand Syaikh Al-Azhar dengan sebutan "Paus Al-Azhar"

Demi memuluskan fitnah biadabnya, Abu Aqila menampilkan foto palsu yang sungguh membuat hati setiap muslim ahlussunah wal jamaah ini tersakiti. https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1061266373893699&id=100000310406696


Tujuannya apa si abu aqila ini, tak lain adalah untuk menjatuhkan martabat Syaikh Al Azhar & para ulama al azhar dimata masyarakat.

Foto editan photoshop itu dibuat oleh Benetton yang diposting pada tanggal 17 November 2011 bertajuk Benetton Unhate Campaign: World Leaders 'Kiss' In New Clothing Adverts. Lihat artikelnya di sini http://m.huffpost.com/uk/entry/1097329.

Dalam artikel itu juga dibuat foto editan pemimpin pemimpin dunia yang sedang berciuman. Misal obama dengn hugo chavez dan yang lain.
Lihat foto - foto slideshow nya disini : http://m.huffpost.com/uk/entry/1097329/slideshow/197241


Inilah sekilas Profil Si Wahabi yang bernama Abu Aqila


Diketahui Abu Aqila Al-Wahabi adalah simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pemilu 2014 lalu, Abu Aqila terang-terangan mencoblos PKS. Yang lebih menghebohkan adalah ternyata Abu Aqila Al-Wahabi merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Padahal pondok tempat dimana Abu Aqila  mengenyam pendidikan ini adalah yang sebenarnya mengundang Grand Syaikh Al-Azhar ke Indonesia, tapi dia hinakan. Ini berarti sama saja Abu Aqila Al-Wahabi telah berkhianat kepada Pondok Modern Gontor dan tentu saja kepada para gurunya yang sangat menghormati dan mengagumi Grand Syaikh Al-Azhar. Selain di Gontor, Abu Aqila Al-Wahabi juga mengaku pernah mengikuti kuliah di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah, negeri Wahabi Saudi. [suara netizen]

Jumat, 26 Februari 2016


Pendiri situs anti-kerahasiaan WikiLeaks, Julian Assange, membocorkan informasi bahwa Amerika Serikat (AS) mencoba menggulingkan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, sejak 2006. Salah satu caranya dengan mengadu dan menciptakan ketegangan antara kaum Sunni dan Syiah.

Menurut Assange, strategi adu domba Amerika Serikat ini dilaksanakan untuk memprovokasi Pemerintah Assad. Whistleblower yang sedang bersembunyi di Kedutaan Ekuador yang berlokasi di London-Inggris itu mengungkapkannya dalam sebuah dokumenter yang disiarkan hari Minggu di stasiun televisi Rossiya1.

Boss WikiLeaks itu menyatakan bahwa, Washington sedang berusaha untuk membuat Pemerintah Suriah paranoid. ”Dan mendapatkan reaksi berlebihan,” katanya, yang menambahkan bahwa AS menciptakan ketegangan antara Sunni dan Syiah.

Assange mengklaim bahwa anggota pasukan udara AS, Inggris dan Prancis pernah bertemu dengan perwakilan dari Stratfor, sebuah perusahaan intelijen global sebelum Desember 2011. Para pejabat menyatakan bahwa sudah ada agen khusus yang bertindak di Suriah, tapi mereka membutuhkan kemarahan besar untuk memicu pertumpahan darah. Mereka membutuhkan alasan yang signifikan guna menyerang sistem pertahanan udara Suriah.


Suriah telah dilanda perang saudara sejak 2011, di mana pasukan rezim Assad memerangi beberapa pasukan faksi oposisi dan kelompok-kelompok militan radikal. Konflik di Suriah semakin parah, setelah muncul kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Seperti dilansir CNN (21/12/2015) - Negara-negara Barat dan beberapa Negara Timur Tengah tidak menganggap Assad sebagai pemimpin otoritas yang sah dari Suriah. Sementara Rusia, salah satu sekutu Assad, menilai bahwa Assad harus tetap memimpin Suriah.

Pada tahun 2011, Washington memberlakukan sanksi terhadap Assad dengan harapan bahwa ia akan mengundurkan diri. Tapi, sampai saat ini Assad masih berkuasa, terutama sejak ditolong sekutunya, Rusia.

Suriah pada 2014 juga pernah menggelar Pemilu di mana Assad terpilih lagi menjadi Presiden setelah menang telak dengan perolehan suara 88,7 persen. Namun, Amerika Serikat dan sekutunya menganggap Pemilu itu sebagai lelucon.[metroIslam]

Kamis, 25 Februari 2016



Oleh: Ahmad Zain Oul Muttaqin 

Para ulama besar Ahlusunnah yang DIAKUI DUNIA seperti Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad At-Thayyeb dan tiga ulama Ahlusunnah Syam Syaikh Dr. Taufiq Al-Buthi, Syaikh M. Adnan Afyouni dan Syaikh Ahmad Badruddin Hassun telah datang ke Indonesia dan berkata bahwa Sunni-Syi'ah bersaudara, tidak ada pembantaian muslim Sunni oleh rezim Suriah, serta tidak ada yang namanya perang Sunni vs Syi'ah disana.


Tapi SEGELINTIR pengaku Ahlusunnah disini yang biasanya cirinya bercelana cingkrang, jenggot 5 lembar dan bergigi kuning meradang menuduh ulama-ulama besar tersebut sebagai pembela Syi'ah, Liberal dan Sekuler, serta meminta ulama-ulama tersebut jangan diundang lagi.

Bagi mereka yang boleh diundang hanyalah para "ulama" ileran dan bau jigong seperti Abu Jibril, Ahmad bin Zen Alkaf, Farid Okbah dkk yang paling jago teriak Syi'ah kafir, sesat, musyrik dll.
Karena semakin sering ulama besar Ahlusunnah dunia diundang, maka makin ketahuan bahwa makhluq jadi-jadian diatas hanyalah SEMPALAN di dalam tubuh Ahlusunnah.

Nah, sekarang tahu kan bedanya ulama Ahlusunnah kelas dunia dengan kelas jamban

Senin, 22 Februari 2016

Syekh Al Azhar Ahlusunnah Mesir DR. Ahmad Thayib bersama MUI

Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” terang Syekh Ath-Thayyeb saat dimintai pandangannya oleh Dirjen Bimas Islam Machasin terkait permasalahan Sunny dan Syiah saat melakukan pertemuan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Senin (22/02). Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta sejumlah ulama dan tokoh cendekiawan muslim.

Menurut Syekh Ath-Thayyeb, Islam mempunyai definisi yang jelas. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan salat, berpuasa, berzakat, dan beribadah haji bagi yang mampu. “Mereka yang melaksanakan lima hal pokok ini maka dia muslim. Kecuali mereka yang mendustakan,” tegasnya.


Grand Syekh menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam. Bahkan, banyak ajaran Syiah yang dekat dengan pemahaman Sunny. Perbedaan antara Sunny dan Syiah dalam pandangan Syekh Thayyeb hanya pada masalah imamiah. “Syiah mengatakan imamiah bagian dari Ushuluddin, kita mengatakan sebagai masalah furu’,” terangnya.

“Kalau kita membaca kitab-kitab Syiah yang lama, mereka secara umum menghormati para sahabat,” tambahnya lagi.

Bersama Majelis Hukama Al Muslimin yang dipimpinnya, Syekh Ath-Thayyeb dijadwalkan akan berada di Indonesia selama 6 hari guna menghadiri serangkaian acara. Pagi tadi, Grand Syekh diterima oleh  Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Grand Syekh dijadwalkan  akan memberikan kuliah umum dan pertemuan dengan para alumni Al Azhar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu,  beliau juga akan menerima penganugerahan gelar doktor kehormatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Mengakhiri kunjungannya di Indonesia,  Grand Syekh dijadwalkan berkunjung ke Ponorogo untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor, sekaligus pembukaan perayaan 90 tahun pondok tersebut. Selain memberikan sambutan, Syekh Ahmad Ath-Thayeb juga akan meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. Grand Syekh beserta rombongan dijadwalkan akan kembali ke Mesir pada Jumat (26/02) pagi. [Kemenag. Go. Id]


Selasa, 16 Februari 2016



NGERI, INILAH TAHAPAN INDONESIA DIJADIKAN SURIAH JILID 2 SAMA WAHABI ANTEK ZIONIS !!

Oleh: Jefri Nofendi ASWAJA BIDANG IT

Mereka kaum Wahabi (kaum sumbu pendek) berkata "jika syiah dibiarkan di indonesia maka yang akan terjadi suriah jilid 2".
Benarkah demikian?
Benar sekali ... indonesia memang ingin dijadikan suriah jilid 2 , tapi bagaimana hal itu terjadi?


Baiklah saya akan bongkar kronologinya bagaimana hal itu terjadi, saya akan ungkap garis besarnya ....

Indonesia akan menjadi suriah jilid 2 bermula dari sloganlah yang menjadi pemicunya ....
slogan itu adalah : "SYIAH bukan ISLAM"
Lho kok karena sebuah slogan menjadi pemicunya?
beginilah kronologinya :

1. slogan "SYIAH bukan ISLAM" dilemparkan...
(Disebarkan secara masif, Baik melalui seminar, blog, web web, dan media social)

2. slogan ini digadang-gadangkan hingga mempengaruhi alam bawah sadar pembaca dan penerima

3. bagi yang berjiwa labil, bersumbu pendek, berakal cingkrang dan malas tabbayun slogan itu mudah diterima oleh mereka

4. ketika slogan itu telah merasuk, menyihir dan menghinoptis penerimanya , lalu dilemparkanlah sebuah dalil pendukung

5. dalil itu adalah "orang yang bukan ISLAM berarti dia KAFIR, karena itu nyawa dan darahnya halal dibunuh, memerangi dan menzolimi mereka adalah bagian dari jihad"

6. Dalil itu diterima mentah-mentah oleh mereka yang telah tersihir oleh slogan

7. Akibat dari slogan yang di dukung dalil tersebut, muncullah jiwa-jiwa "eksekutor" yang haus darah bagi mereka yang dianggap musuh
  1. Baca juga: 

8. Ketika slogan "SYIAH bukan ISLAM" diketahui oleh NON MUSLIM, timbullah suatu pertanyaan dalam diri mereka

9. Dalam pikiran dan hati NON MUSLIM itu berkata "jika SYIAH saja yang berbeda sekte dan berbeda konsep/pandangan saja dengan dianggap bukan ISLAM lalu darah dan nyawanya halal untuk dibunuh, diperangi dan dizolimi, lalu bagaimana dengan kami yang jelas beda agama dengan mereka? yang jelas NON MUSLIM dan mereka anggap kafir selama ini? berarti kelak suatu saat kami juga akan dibunuh mereka dong?
Umat NON MUSLIM mulai merasa khawatir, ketakutan mulai menghinggapi mereka, mereka mulai mempersiapkan diri dari bahaya yang akan menimpa mereka, mereka mulai mempersiapkan senjata dan peralatan perang, semua itu mereka lakukan untuk melindungi diri .... ISLAMOPHOBIA pun menghinggapi mereka ...

10. Lalu muncullah kaum sepuh (para kyai, habaib aswaja) dan orang yang memahami persoalan berusaha meluruskan permasalahan, mereka menolak slogan tersebut karena dampak bahayanya yang begitu besar



11. Ketika kaum sepuh dan orang yang memahami persoalan itu menolak slogan "SYIAH bukan ISLAM" maka zombi-zombi yang telah tersihir itu menuduh mereka (para kyai, habaib dan kaum aswaja) membela SYIAH, akibatnya mereka juga dianggap "BUKAN ISLAM" yang sedang taqiyyah, mereka dianggap lebih membela golongan yang bukan ISLAM, yang sekelas kyai dan habaib dijuluki mereka sebagai PENDETA SYIAH, sedangkan sekelas USTAD akan dijuluki mereka sebagai PASTUR SYIAH, sedangkan para pengikutnya sudah dicap mereka KAFIR.

12. NON MUSLIM yang merasa sama-sama terancam jiwanya akhirnya memilih merapat ke SYIAH, bahkan mereka bersedia dan menawarkan bantuan dan persenjataan kepada SYIAH karena merasa senasib yaitu merasa menjadi golongan yang ditarget untuk dibunuh

13. golongan ASWAJA akhirnya terpecah menjadi 2 , yang satu berkata "lihat itu NON MUSLIM banyak merapat ke SYIAH, itu membuktikan bahwa SYIAH adalah bukan ISLAM mereka serupa dengan KAFIR, sedangkan kita diperintahkan untuk berkasih sayang dan berlemah lembut dengan saudara sesama muslim, dan bersikap keras dengan orang KAFIR, jika SYIAH itu ISLAM mengapa mereka malah bergandengan tangan dengan kaum yang jelas-jelas KAFIR"
lalu ASWAJA yang satunya berkata "tidak .... RASULULLAH SAW diutus sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN, untuk menyempurnalan akhlak, bukannya sebagai NABI yang menyuruh membunuh suatu jiwa hanya karena perbedaan agama, prinsip dan pandangan, kita harus dakwah bil hikmah untuk menyempurnakan akhlak bukan dengan darah bin hasrat untuk membunuh ....
Bersambung


Sebelum membaca analisa ini alangkah baiknya jika anda membaca artikel sebelumnya yang berjudul, "NGERI, INILAH TAHAPAN INDONESIA DIJADIKAN SURIAH JILID 2 OLEH  WAHABI" 

Kemunculan 2 ASWAJA;

ASWAJA pro slogan "Syiah Sesat" dan ASWAJA kontra slogan "Syiah Sesat"

14. Lalu berkatalah para zombi-zombi wahabi (cingkrang) yang telah tersihir itu kepada ASWAJA pro slogan "hai kawan , temanmu yang disana telah disusupi SYIAH, mungkin diantara temanmu itu ada SYIAH yang sedang bertaqqiyah yang menyusup kedalam organisasimu"

15. Lalu berkatalah SYIAH dan NON MUSLIM kepada ASWAJA kontra slogan "kalian sudah dianggap musuh dan serupa dengan kami oleh mereka, artinya kalian juga kelak akan ditarget bunuh sebagaimana kami, lebih baik kalian bersatu dan bersama kami untuk melawan mereka, lupakanlah temanmu yang diseberang sana, dan anggaplah kami sekarang ini temanmu, bila kalian bersama kami kalian akan kami lindungi dan kami juga akan memberikan senjata untuk membela diri"

16. Lalu para zombi-zombi yang telah tersihir itu berkata "lihat itu, mereka telah mempersenjatai diri itu artinya mereka telah bersiap memerangi kita, kita harus mempersenjatai diri juga, kita harus bersatu melawan mereka yang KAFIR adalah jihad , TAKBIR ....."

17. Setiap kubu mulai memegang senjata masing-masing, mereka lupa dulunya mereka sama-sama lahir disini, pernah menjadi teman, kawan dan sahabat, mereka.

18. Tapi kini dihadapan keduanya , yang diseberang sana adalah musuh, masing-masing kubu berusaha mempertahankan diri

19. Hingga satu pemuda tolol, emosional dan penuh kebencian membunuh salah satu orang yang dianggap musuhnya ....

20. Tewasnya satu jiwa ini memicu amarah dan dendam dari pihak korban yang terbunuh

21. Berkatalah salah satu orang terdekat dari korban yang terbunuh dengan penuh amarah bercampur airmata "kita tidak bisa diam saja, kita harus membalas mereka, jika kita terus bersabar dan membiarkan mereka, pada akhirnya membunuh kita sesukai hati mereka"

22. Terjadilah pembalasan dari kubu yang menjadi korban, hingga konflik perang pun terjadi ....

23. Ditengah-tengah pertempuran terdengar seruan "bunuh mereka, jika mereka terluka maka bunuh mereka sampai mati, jika mereka hanya terluka dan tetap hidup mereka pasti akan datang membalas kita, jadi bunuh mereka"

24. Lalu ditengah pertempuran itu muncul seruan kedua "jika kalian telah berhasil membunuh lawanmu, maka bunuh anak-anaknya karena jika mereka dibiarkan hidup dan tumbuh besar anak-anak mereka pastinya akan membalas kematian orangtuanya dan membunuh, karena bunuh juga anak-anak mereka"

25. Lalu ditengah pertempuran terdengar "isteri-isteri dan perempuan-perempuan mereka adalah penghasil generasi mereka, jangan biarkan mereka berkembang biak, karena itu bunuhlah isteri-isteri dan perempuan mereka ....

  1. Baca juga:
  2. Denny Siregar : ISIS Invasi Indonesia
  3. ISIS INVASI INDONESIA Oleh: Denny Siregar  Laporan Ketum PBNU KH Said agil siradj bahwa ISIS 

Pada pertempuran itu ... (Kemungkinan) 2/3 atau 3/4 penduduk suatu negara tewas, mati mengenaskan, mereka mati saling bunuh, sedangkan diantara mereka saling bertanya "mengapa aku membunuh? mengapa aku dibunuh?" .....

Hanya karena sebuah slogan .... sebuah taktik jitu memusnahkan 2/3 bahkan sampai 3/4 penduduk negara atau dunia tewas ... mati karena konflik yang dipicu sebuah slogan yang digaung-gaungkan para zombi-zombi wahabi cingkrang yang tersihir ...

Seperti dongeng kan? yach seperti dongeng bagi mereka yang tidak mengerti, tapi bagi mereka yang mengerti dan memahami ini, apa yang tertulis diatas tak ubahnya mimpi buruk yang dilihat dalam keadaan terbangun ....

Tinggal kembali pada diri kita masing-masing apakah kita menginginkan hal itu terjadi?
jawabannya ada dalam diri kalian sendiri , sadarilah ini dari awal sebelum penyesalan datang terlambat.

..... Saya hanya menyampaikan ..

Jumat, 29 Januari 2016



Kongres Internasional Kedua "Bahaya Gerakan Takfiri di Dunia saat ini" telah mengeluarkan sebuah pernyataan untuk mengajak semua ulama di dunia Islam bekerjasama dalam memerangi terorisme dan ekstremisme.

Kongres Internasional Kedua "Bahaya Gerakan Takfiri di Dunia saat ini" yang dihadiri oleh ratusan ulama Syiah dan Sunni [Ahlussunnah] telah digelar di kota Qom, selatan Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Kamis (28/1/2016).

 Di akhir kongres tersebut telah dikeluarkan sebuah pernyataan yang menyinggung kondisi krisis di berbagai negara Islam dan tuntutan kepada para ulama untuk memerangi terorisme, ekstremisme dan Takfiri.

Disebutkan bahwa kelompok-kelompok ekstrem dan Takfiri telah memecah belah umat Islam dan menyebabkan pembunuhan, kekerasan, konflik agama dan penyimpangan umat Islam dari isu-isu utama dunia Islam serta menguatnya front musuh Islam. Oleh sebab itu, ulama Islam dalam kondisi seperti ini, harus menolak kelompok-kelompok tersebut dan memperkenalkan Islam yang murni serta memainkan misi bersejarah mereka.

Dalam pernyataan itu, Kongres Internasional Kedua menggambarkan Islam sebagai agama rahmat dan kasih sayang serta bebas dari tindakan kekerasan.

Para peserta Kongres Internasional Kedua "Bahaya Gerakan Takfiri di Dunia saat ini" juga mengajak semua ulama Islam untuk berlepas diri dari para ekstremis dan mengecam mereka dengan tanpa mempertimbangakan politik dan agama, serta mencegah umat Islam supaya tidak terjebak ke dalam konflik agama melalui fatwa dan pernyataan resmi mereka.

Dalam pernyataan itu ditegaskan pula bahwa musuh-musuh Islam memanfaatkan para ektremis di dunia Islam untuk memajukan tujuan-tujuan penjajahannya dan untuk mendominsasi kekayaan dunia Islam.

 "Musuh-musuh Islam juga mengelontorkan proyek Islamphobia untuk mencegah perkembangan Islam di dunia. Oleh karena itu, para ulama yang hadir di Kongres Internasional mengumumkan tentang bahaya kelompok-kelompok ekstrem dan Takfiri dan menegaskan bahwa kelompok-kelompok ini tidak memiliki hubungan apapun dengan Islam dan Muslimin," tegas pernyataan tersebut.

Peserta-peserta Kongres Internasional Kedua juga menegaskan pentingnya untuk menyelesaikan krisis regional melalui dialog dan perundingan. [IRIB Indonesia]

Tag: #Kongres Internasional, #Bahaya Takfiri, #Qom Iran

Rabu, 27 Januari 2016




SEBARKAN PADA DUNIA KONFLIK SURIAH BUKAN KONFLIK SUNNI VS SYI'AH

Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin 

Tidak usah banyak berargumen, gambar ini sudah cukup menggambarkan bahwa para ulama pendukung utama Bashar al Assad adalah para Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Suriah.

Bila para Takfiri mengatakan pada anda bahwa perang Suriah adalah perang Sunni vs Syi'ah dan Rezim Assad adalah rezim Syi'ah yang hendak menghabisi rakyatnya yang Sunni, suruh mereka pelototi gambar ini dan tanya pada mereka siapa para ulama yang shalat bersama Assad ini. 

Tampak bersama beliau para ulama besar Aswaja Suriah seperti Syaikh Dr. Taufiq Al-Buthi (Putra As-Syahid Syaikh Said Ramadan Al Buthi), Syaikh Ahmad Badruddin Hassun (Grand Mufti Suriah), Syaikh Dr. Muhammad Syarif Showaf (Rektor Universitas Ahmad Kuftaro), Syaikh Dr. Muhammad Abdul Sattar Al-Sayyid (Menteri Awqaf), Prof. Dr. Hosamuddin Farfur (Rektor Universitas Al-Fatih Al-Islami), Syaikh M Adnan al Fayouni (Mufti Damaskus) dan para ulama Aswaja lainnya.

Hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa kaum Ahlussunnah wal Jama'ah memiliki posisi istimewa di mata Assad dan ini sudah cukup untuk membungkam fitnah kaum Takfiri. Bahkan di foto itu hanya ada satu ulama Syi'ah yaitu Sayyid Fadi Burhan (Guru besar Hauzah Damaskus) dan ia pun hanya berada di shaf kedua.

Tuduhan Syi'ah adalah siasat para Wahabi Takfiri untuk menjatuhkan Pemerintahan sah yang sangat loyal terhadap kaum Aswaja dan sangat menjunjung Kebhinekaan rakyatnya.

Masih percaya konflik Suriah adalah perang Sunni vs Syi'ah?

Rabu, 13 Januari 2016


Fiyan Dakhil Anggota Parlemen Irak dari etnis minoritas Yazidi 

Video kesaksian Anggota Parlemen Irak dari etnis minoritas Yazidi di depan parlemen Irak bahwa ISIS / ISIL telah menyembelih lebih dari 500 pemuda suku Yazidi dan mengambil para wanita mudanya untuk dijadikan budak seks.

Fiyan Dakhil seorang anggota parlemen wanita yang Mewakil etnis Yezidi Di Parlemen Irak Menangis dan berteriak histeris di hadapan ketua parlemen irak.

Fiyan Dakhil menceritakan sambil menangis tentang kekejaman teroris ISIS yang telah menyembelih sedikitnya 500 anggota kelompok etnis minoritas Yazidi atas nama 'la ilahaa illallah'.
ISIS juga bahkan mengubur hidup-hidup beberapa korbannya, termasuk wanita dan anak-anak.

Sementara 300 perempuan Yazidi dilaporkan diculik untuk dijadikan budak demi melayani nafsu birahi kelompok teroris paling bengis tersebut.

Untuk menghindari kekejaman teroris ISIS kini etnis yezidi bersembunyi di gunung Sinjar. Tidak hanya etnis Yazidi bahkan kelompok Syiah, Sunni, Sabai dan Kristen juga tak luput dari pembantaian kelompok radikal ini.

Selengkapnya saksikan videonya dibawah ini:




Tag: #wanita Yazidi, #etnis minoritas, #parlemen Irak, #Kristen, #sabai, #Syiah Sunni , #kelompok radikal, #Teroris paling bengis

Kamis, 07 Januari 2016

Oleh: FX Mochtar

Sunni [di Iran] Tidak boleh membangun mesjid, dan Mesjid sunni dihancurkan? Nah ini kelucuan lain dari tulisan Detik.  Sepertinya saat Saudi dan Iran sedang panas-panasnya, media corong perpecahan ikut memberikan bensin atas api itu dengan isyu Sunni Syiah. Dalam hal ini, Detik ternyata ikut-ikutan memecah belah umat ini. Framing tulisannya seakan akan sunni di Iran sangat terzalimi.

Masjid Ahlusunnah di Kanggan Iran

Saya pernah mencoba bertanya kepada teman saya Agha Razi, mengapa sunni tidak boleh membangun mesjid? Dia menjawabnya dengan dua jawaban menarik,
Pertama, mesjid itu rumah Allah yang diperuntukan bagi siapa saja yang mau beribadah. Tidak layak rasanya kalau kita mengaitkannya dengan satu kelompok tertentu dan mengatakan ini mesjid syiah dan ini mesjid sunni. Mendengar itu saya teringat di Indonesia ada mesjid Muhammadiyah, mesjid Persis, Mesjid NU dan mesjid-mesjid lainnya.

Jawaban kedua [jika pun mesti ada mesjid kelompok] , dia menunjukan mesjid mesjid sunni di kampungnya. Saat saya mengunjungi rumahnya di Urumieh, saya diajak ke beberapa mesjid Sunni. Sempat saya ngobrol dengan beberapa jamaah di situ yang menyambut saya sebagai saudara sunni dari Indonesia padahal di Indonesia saya disebut syiah. Indahnya dunia.

Masjid Ahlusunnah di Teheran Iran

Shalat di mesjid Ahli Sunnah di Iran, mengingatkan saya pada mesjid kampung di Bandung. Sebelum azan, diisi dengan shalawat dan beberapa pujian kepada Rasulullah. Azannya sama dengan azan di Indonesia. Tata cara shalatnya pun sama dengan sunni di Indonesia. Setelah selesai shalat mereka wirid bersama dan kemudian bersalaman satu dengan lainnya sambil shalawatan. NU Cabang Iran, gumam saya.

Sepertinya penulis [detik] kurang piknik dan kurang ngopi. Padahal kalau dia mau goggling saja, dia kan menemukan banyak sekali data tentang imam jumat Sunni, dan khususnya di sanandaj. Coba ketikan امام جمعه اهل سنت سنندج maka akan muncul link tentang imam-imam jumat ahli Sunnah di Sanandaj. Silahkan anda berselancar dan cari informasi sampai ngos ngosan.

Di Iran, memang tak mudah menjadi khotib jumat. Perlu kualifikasi ketat untuk mencapainya. baik dari sisi keilmuan juga dari sisi akhlak. Jangankan yang sunni, Syiahnya saja yang mayoritas imam Jumatnya saja dibatasi. Di Qom, tempat gudangnya para ulama, hanya ada 5 orang yang jadi khotib Jum’at.


Shalat Jumat di Iran

Bagi Iran, Shalat juma’t adalah ibadah dengan dimensi politik yang kental. Hal itu juga berkaitan dengan pendidikan dan penyeragaman wacana ummat. Anda akan temukan, bahwa tema khutbah jumat di Iran hampir seragam. Jika sedang panas-panasnya kasus hukuman mati Syekh Nimr, pasti semua khatib jum’at di seluruh Iran akan membicarakan itu. Kalau di Indonesia, setiap mesjid merasa berhak mengadakan shalat Jum’at padahal cuma dipisahkan oleh jalan raya. Temanya juga tidak akan sama satu mesjid dengan lainnya.

Sholat Jumat di Masjid Darul ulum kota Zahidan Iran

Khutbah jum’at juga disebut sebagai hari raya mingguan ummat Islam. Oleh karenanya, tidak semua mesjid boleh menyelenggarakan shalat jumat. Hanya mesjid besar saja yang diijinkan. Di Teheran, hanya ada dua tempat shalat Jum’at. Sesekali, Coba tengok di youtube tentang shalat jumat Teheran. Satu kota tumplek di satu tempat melaksanakan shalat jum’at. Apa tidak keder musuh Islam lihat shalat Jum’at seperti itu.

Kembali, jika memang harus ada mesjid Sunni, Datanglah ke Teheran. Di sana ada lebih dari 9 mesjid Sunni (link), termasuk mesjid Punak yang disebut oleh detik.com dihancurkan. Berita lama sekali yang sudah diklarifikasi oleh berbagai media Iran. Berita itu muncul dari media corong barat seperti Al Jazerah, BBC, Al Arabiya dan sejenisnya. Menurut situs Abna24, perkembangan sunni di Iran cukup pesat. Awalnya mereka hanya menggunakan apartemen kecil di daerah Punak Teheran. Apartemen itu ternyata menyalahi aturan tata kota dan memang kemudian dihancurkan. Pemerintah kota Teheran memberikan sebuah apartemen lengkap sebagai ganti bangunan yang dirobohkan. Silahkan cek deh linknya.

Data menyebutkan bahwa ada 70 ribu mesjid sudah didirikan di Iran. 60 ribunya adalah mesjid Syiah dan sisanya adalah mesjid sunni. dari 72 juta jiwa populasi Iran, 99 %nya adalah muslim. Dari jumlah itu, 7 %nya adalah muslim sunni. Berdasarkan ini, ada 5 juta jiwa penduduk sunni yang memiliki 10 ribu mesjid. Artinya untuk setiap 500 sunni ada satu mesjid. wah… di Indonesia, berapa sih mesjid Syiah?

Ulama Ahlusunnah Iran Syeikh Maulana Maulawi Madani 


Diskriminasi?

Entah apa yang disebut dengan diskrimasi itu. Saya melihat nasib sunni di Iran jauh lebih baik daripada nasib Syiah di negara-negara mayorita Sunni. Satu hal biasa di Iran seorang Sunni mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, walikota atau gubernur. Coba di Indonesia. Seorang syiah saja yang mencalonkan diri jadi anggota DPR sudah ribut seperti mau kiamat. Beberapa calon legislatif yang dituduh syiah kemudian harus mengundurkan diri. Di Iran, hal itu tidak terjadi.

Saat ikut mendukung Ust. Jalaluddin Rakhmat menjadi anggota DPR, saya merasakan pengalaman langsung bagaimana susahnya seorang Syiah menjadi anggota dewan. berbagai macam fitnah bertebaran seperti sampah. Ancaman pembunuhan kepada Ustad Jalal sudah menjadi santapan harian gerakannya dicurigai dan cek saja betapa massifnya fitnah-fitnah itu.

Kurikulum Pendidikan sunni di Iran dikelola oleh orang-orang Sunni sendiri. Ketua dewannya malah pernah datang ke Indonesia. Adalah Maulana Muhammad Ishaq Madani yang mengetuai urusan pendidikan Ahli Sunnah di Iran. Dia mengatakan bahwa berita yang menyebutkan bahwa sunni di Iran terzalimi adalah propaganda dan kedustaan belaka dan sengaja digembar gemborkan agar persatuan kaum muslimin porak poranda. Dia juga menyebutkan bahwa pihak Ahlus Sunnah mendapat perwakilan di Parlemen. Di kawasan yang mayoritas Sunni, mereka mendirikan masjid dan mendapat melakukan ritual-ritual mazhab mereka secara terbuka dan bebas.

Dibawah ini kami sertakan link situs masjid dan lembaga Sunni yang ada di Iran.
"Mari kita piknik ":

Situs Mesjid Sunni Wahdat Gunbad Kavus
www.mosallavahdat.ir

Situs Dirjen Madrasah Sunni di Iran
www.dmsonnat.ir

Situs Ulama Sunni Iran
http://abdolhamid.net/persian/

Mesjid-mesjid sunni di Iran
http://mirahimi.blogfa.com/post-1010.aspx


Tag: #Masjid Ahlusunnah, #Ahlusunnah Iran, #Sholat Jumat Iran, #Sunni Iran

Rabu, 06 Januari 2016

Oleh : Ahmed Zain Oul Mottaqin 
Satu hal yang sangat saya apresiasi dari kawan-kawan Syi'ah di dunia maya ini adalah dalam menanggapi eksekusi Syaikh Nimr dan keluarganya oleh Rezim Saudi, mereka tidak pernah berteriak "Rezim Sunni telah membantai kaum Syi'ah".
Sungguh kontras dengan para Takfiri yang tiap mendengar kabar Rezim Iran menghukum gantung kaum Sunni (walaupun selalu bermodal berita Hoax) langsung berteriak "Rezim kafir Syi'ah telah membantai kaum Sunni".


Dalam hal ini kawan-kawan Syi'ah terlihat bersikap lebih dewasa. Walaupun dalam hal ini Rezim Saudi memang Sunni tapi mereka tidak terpancing dengan slogan-slogan perpecahan sektarian di antara umat Islam, karena mereka tahu Rezim Saudi yang membunuh Syaikh Nimr tidak layak menjadi representasi dunia Sunni.

Sebagai contoh, semasa Rezim Saddam Husein yang Sunni berkuasa, sudah jutaan kaum Syi'ah yang dibantai Rezim. Pernahkah sekali saja anda mendengar ada ulama besar Syi'ah disana yang berteriak "Rezim Sunni membantai kaum Syi'ah"? Tidak! Karena mereka melihat seorang Saddam tidak layak menjadi representasi wajah Sunni dan Sunni pun tidak mengajarkan hal seperti itu. Dan hanya orang-orang pilihan Tuhan yang diberi karunia mampu bersikap adil terhadap kaum yang mereka benci.

Mereka secara adil melihat nama besar mazhab Ahlussunnah tidak berhak diwakili para Kriminal ataupun para ekstrimisnya yang takfiri, tapi lebih layak diwakili oleh kalangan pengikutnya yang moderat seperti Aswaja NU (bukan NU Garis Lurus) yang toleran dan ramah (takfiri sering menyebut mereka sebagai liberal).

Dalam hal ini selayaknya saudara-saudara Sunni juga belajar untuk tidak menggeneralisir Syi'ah melalui kelakuan para ekstrimisnya yang ghulat, seperti Yassir al Habib dan Syaikh M Tawhidi yang di Iran sekalipun ceramah-ceramah mereka dicekal lantaran terlampau ekstrim dan seringkali menyerang simbol-simbol yang dihormati kaum Ahlusunnah (bahkan para ulama besar Syi'ah sendiri seperti Sayyid Ali Khamenei dan Sayyid Hasan Nasrullah pun tidak lepas dari serangan mereka).

Sayangnya oleh para Takfiri di kalangan Sunni, video-video pelaknatan, pencacian para sahabat dan istri Nabi serta aksi Tathbir (menyiksa diri hingga berdarah-darah di hari Asyura) yang biasa dilakukan para Syi'ah ekstrim tersebut di-blow up dan disebarkan secara masif ke segala penjuru sembari mereka katakan "Inilah Syi'ah". Padahal dua Marja' terbesar Syi'ah abad ini yang memiliki puluhan juta muqallid seperti Sayyid Ali Khamenei (Iran) dan Sayyid Ali Sistani (Iraq) sudah mengharamkan hal tersebut.

Satu hal yang harus diikuti yaitu fatwa Habib Ali al Jufri dimana beliau pernah berkata, "Jangan katakan seorang Sunni membunuh Syi'ah, jangan juga katakan seorang Syi'ah membunuh Sunni. Tapi katakan seorang Kriminal membunuh seorang manusia".

Beliau ini adalah seorang ulama besar Sunni moderat yang juga pernah berfatwa, "Musuh kalian yang sebenarnya adalah mereka yang berusaha meyakinkan bahwa kalian Sunni dan Syi'ah saling bermusuhan."

Dan dengan fatwa tersebut saya sangat paham siapakah yang dimaksud Habib Ali al Jufri sebagai "musuh kalian yang sebenarnya" tersebut, walaupun beliau tidak secara eksplisit menyebut nama suatu golongan.

Ada baiknya mulai sekarang kita belajar untuk tidak menggeneralisir sesuatu. Kelakuan ISIS yang (mengaku) Sunni tidak berhak mewakili Sunni dan menjadi gambaran wajah Sunni di mata muslim Syi'ah.

Begitu juga kaum Syi'ah ekstrim yang doyan berteriak melaknat simbol-simbol yang diagungkan kaum Sunni juga tidak layak menjadi representasi Syi'ah di mata kaum Sunni. Mereka hanya minoritas di mazhab masing-masing. Bisa disebut sebagai oknum yang gemar berpecah belah.

Bukankah anda tidak rela jika agama anda di-cap buruk sebagai teroris lantaran kelakuan ISIS dan Al-Qaeda? Lalu mengapa anda tidak mau bersikap adil dengan menerapkannya kepada agama atau mazhab orang lain?

Dalam Qur'an sendiri, dalam menyikapi orang-orang yang berbeda agama Allah telah memperkenalkan konsep 'kalimatun sawa'' yaitu 'the meeting point' atau poin pertemuan/kesamaan antara kita (muslim) dan mereka (non-muslim) demi pengembangan dialog dan paradigma dialog antar agama.

Lalu pertanyaannya, jika terhadap orang-orang yang berbeda agama saja Tuhan memperkenalkan konsep 'kalimatun sawa', lalu kenapa kita tidak menerapkannya terhadap saudara-saudara seagama yang sekedar berbeda mazhab?

Jika terhadap non-muslim konsep itu berlaku, kenapa terhadap sesama muslim tidak? Selama ini para takfiri justru sibuk mencari dan membesar-besarkan poin perpecah-belahan terhadap orang-orang yang berbeda mazhab darinya (apalagi yang berbeda agama).

Dialog-dialog antar mazhab Sunni-Syi'ah sudah sering dilakukan, baik di Universitas Al-Azhar Mesir dan di Konferensi-konferensi Islam di Iran, dan tak ada satupun yang berujung pada pengkafiran melainkan justru menghasilkan pendekatan (Taqrib) antar mazhab.

Bahkan dalam konferensi para ulama dunia di Amman Yordania sudah menghasilkan Deklarasi Amman yang menghasilkan point-point bahwa Ahlusunnah 4 Mazhab dan Syi'ah Imamiyah, Ismailiyah dan Zaidiyyah adalah saudara sesama muslim yang tidak halal untuk saling mengkafirkan apalagi menumpahkan darah satu sama lain.

Deklarasi ini sendiri sudah ditandatangani para ulama besar dunia seperti Habib Umar bin Hafidz, Habib Ali al Jufri, KH. Hasyim Muzadi, Sayyid Ali Khamenei, Sayyid Ali Sistani, Ayatullah Ali Tashkiri, Syaikh Yusuf Qorodhowi dan ratusan ulama besar Sunni-Syi'ah lainnya dari seluruh dunia.

Sayangnya masih banyak muslim awam kurang piknik di negeri ini yang tidak mengetahui hal ini. Bagaimana mungkin mereka tahu sedangkan media-media yang menguasai segala informasi tentang "Islam" di dunia maya justru dikuasai situs-situs Takfiri seperti Arrahmah dot com, voa-islam, eramuslim, panjimas, fimadani, nahimunkar, pkspiyungan dll yang mencuci otak kaum muslim awam untuk bersikap fanatik, takfiri dan intoleran.

Perlu diakui, kaum moderat di negeri ini kurang gerak dan kurang terorganisir sehingga suara mereka yang menyuarakan konsep Tuhan 'kalimatun sawa' dan toleransi itu justru kalah keras dan kalah populer.

Para penganut toleransi lebih banyak yang diam dalam melihat aksi-aksi takfirisme. Sehingga bisa dibilang toleransi orang-orang yang diam ini sudah sampai tahap 'kebablasan', dimana aksi diam mereka justru menunjukan bahwa mereka juga 'toleran' terhadap takfirisme.
Saya jadi teringat dengan sebuah pepatah (saya lupa asalnya dari mana) "Assakitu 'anil haqqi syaithonun akhros" >> Orang yang diam dari (menyuarakan) kebenaran adalah Setan yang bisu.

Mungkin sebaiknya para aktivis Anti-Takfirisme di negeri ini bersuara lebih lantang dalam menyuarakan sikapnya, mengorganisir gerakannya dan lebih keras dalam menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap kaum intoleran. Karena pesan Sayyidina Ali Kw sangat jelas, "Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir."
Hari ini tidak perlu takut mendapat julukan Liberal, Syi'ah, Kafir bla..bla..bla, karena menurut saya jika anda belum dijuluki begitu maka anda belum kaffah sebagai muslim moderat.

Tag: #islam moderat, #takfiri, #Sunni Syiah, #NUGL, #NU 
Ketegangan antara Iran dan Arab Saudi dibarengi dengan upaya media-media tertentu untuk semakin memperkeruh suasana. Detik dot com misalnya. Kemarin, media tersebut merilis artikel yang berjudul “Nasib Muslim Sunni di Negeri Syiah Iran”.

Foto: umat Sunni Iran sedang sholat di sebuah masjid di provinsi Kermansyah

Detik menggambarkan kehidupan Sunni di Iran sangatlah menyedihkan. Tidak bebas beribadah, masjid-masjid ditutup, dan tidak memiliki perwakilan di pemerintahan yang memadai. Narasumber dari artikel tersebut adalah Al-Jazeera, yaitu media Qatar.

Ada beberapa bantahan yang bisa diberikan:
1. Siapakah pemilik Al-Jazeera?
Mulai sejak pertama berdirinya, stasiun TV ini telah mempekerjakan banyak pekerja Zionis untuk membentuk program acara dan pemberitaan. Sebab, di kantor Al-Jazeera Qatar yang diback-up Amerika, Hamad Bin Khalifa Al-Thani bukanlah orang yang mendirikan Al-Jazeera meskipun ia adalah pendana terbesar. Al-Jazeera didirikan oleh milioner Zionis bersaudara keturunan Perancis-Israel yaitu David dan Jean Frydman, yang membuat jaringan untuk memasuki media di dunia Islam. Kedua bersaudara tersebut adalah penasihat senior Perdana Menteri Israel penjahat perang Yitzhak Rabin dan Ehud Barak. Jean Frydman juga pendana pribadi bagi dedengkot program nuklir ilegal Israel, penjahat perang Israel Shimon Peres dan ia menggelontorkan jutaan dolar dalam ‘proses perdamaian Oslo’, yang menguatkan cengkeraman Zionis terhadap Palestina.

2. Untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di Iran, mari kita simak penuturan Ahmad Mustafa, seorang jurnalis, analis ekonomi dan politik asal Mesir, yang mengunjungi dan mengelilingi Iran. Mustafa menuturkan kunjungannya di Iran, dan melihat kehidupan Muslim Ahlussunah baik-baik saja. Mereka beribadah dengan tenang, tanpa adanya intimidasi– sebagaimana yang sering digembar-gemborkan media anti-Iran. Juga tidak ada pembantaian, penindasan, pengrusakan masjid, atau hal-hal lain yang dituduhkan oleh media-media intoleran di tanah air

3. Sunni tidak bisa jadi pemimpin? Di Iran, sebagaimana negara demokrasi lainnya, diselenggarakan pemilu. Tentu saja, siapapun bisa mencalonkan diri, termasuk rakyat kecil tanpa memandang mazhab ataupun agama. Namun apakah terpilih atau tidak, itu urusan lain.

Buktinya, seorang wanita yang bernama Baluchzehi dari etnis Baluchi yang bermazhab Sunni, terpilih sebagai walikota di kota Kalat – salah satu kota di provinsi Sistan Baluchistan. Jadi, memengang tampuk kuasa tidak terletak dari mazhab atau agama apa yang dianut, tetapi bergantung pada pilihan rakyat. Sorry yaa, Iran bukan Arab Saudi negara monarkhi yang seluruh penguasanya berasal dari klan kerajaan.

4. Masjid Sunni justru buanyaaaak banget di Iran. Pembangunan masjid sunni di Iran setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979, semakin pesat dibandingkan dengan pertumbuhannya sebelum revolusi. Misalnya, di Kota Zahidan, sebelum revolusi hanya terdapat 16 masjid sunni, tetapi setelah revolusi, kini terdapat sekitar 516 masjid sunni. Begitu pula yang terdapat di kota Kermanshah sebelumnya hanya berjumlah 123 masjid, tetapi kini berjumlah 420 masjid. [liputanislam]

Tag: #Sunni Iran, #walikota Sunni, #Masjid Sunni Iran


Darul Ifta Am ASWAJA Irak pada hari Sabtu (2/1) lalu tepat setelah terjadinya eksekusi terhadap Sheikh Nimr al-Nimr, mengeluarkan sebuah pernyataan resmi berupa kecaman atas pembunuhan ulama ternama yang telah dilakukan oleh Arab Saudi tersebut. Mereka juga menyatakan bahwa darah Sheikh Nimr yang telah terumpah akan membawa persatuan untuk umat Islam.


Dibacakan oleh Syeikh Amir al-Bayati, juru bicara resmi Darul Ifta Am Ahlis Sunnah wal Jamaah Irak, pernyataan tersebut menegaskan sikap mereka yang mengecam dan mengutuk keras Arab Saudi atas tindakan yang telah dilakukan Kerajaan terhadap Sheikh Nimr al Nimr serta menyatakan bahwa kerajaan itu telah menyalakan api fitnah di tengah masyarakat Islam.


Pernyataan yang dimulai dengan dibacakannya surat Al-Baqarah ayat 155-157 itu menyiratkan bahwa apa yang telah terjadi pada dunia dengan dieksekusinya Sheikh Nimr adalah suatu musibah besar.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. [al Baqarah/2:155-157]

Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa selama ini fitnah telah begitu luas melanda umat Islam, dan dengan dilaksanakannya hukuman atas Sheikh Nimr al-Nimr oleh kerajaan Arab Saudi, fitnah baru yang lebih besar akan melanda ummat Islam.

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah Irak tersebut juga menyatakan bahwa mereka dan para ulama lainnya tidak akan mebiarkan hal itu terjadi. Darah Sheikh Nimr akan menyatukan umat dan tidak akan memecah belahnya.

“Sesungguhnya darah Sheikh Nimr telah menyatukan kami, ia tidak memecah belah kami,”

Lebih lanjut, Darul ifta’ ASWAJA Irak itu juga memperingatkan umat Islam dan bangsa Arab agar mengedepankan kesabaran dan berhati-hati dalam bertindak serta memohon karunia Allah agar memberi karunia serta ganjaran atas musibah yang telah terjadi. [ARN]

Lihat Video Ahlis Sunnah wal Jamaah Irak yang mengecam dan mengutuk keras Arab Saudi



Tag: #Arab_saudi, #syeh nimr , #pernyataan sikap, #aswaja Irak

Sabtu, 02 Januari 2016

Pemimpin Revolusi Iran Imam Khamanei ditengah lawatannya di kota Sanandaz Iran, di lapangan kota yang dipenuhi oleh rakyatnya berpidato..


"Jika kalian melihat ada oknum-oknum yang memecah belah persatuan nasional kita dengan alasan madzhab, ini Ahlussunnah...ini Syiah..., mereka mempropagandakan propaganda perpecahan antara Ahlussunnah dan Syiah, baik mereka dari pihak Syiah atau Ahlussunnah, maka sesungguhnya mereka adalah antek musuh, mereka menyadari tentang aksinya maupun tidak menyadarinya;

Kami mengetahui ada oknum-oknum Syiah yang terlibat, dan persoalan mereka bukan karena kebodohannya, tapi justeru mereka sedang menjalankan misi untuk menghinakan simbol-simbol yang dihormati oleh Ahlussunnah demi memunculkan pertikaian; saya tegaskan bahwa aksi dari keduanya baik Sunni maupun Syiah adalah haram, melanggar hukum syar'i dan negara".[Mohammad Shodiq]

Silahkan lihat video nya di bawah ini:


Senin, 28 Desember 2015

Bulan Rabiul Awwal salah satu bulan Hijriah yang memiliki khas tersendiri bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Hal ini tidak lain dikarenakan pada bulan ini telah dilahirkan nabi mereka, manusia teragung sepanjang sejarah manusia, manusia yang kelahirannya telah diberitakan puluhan abad sebelumnya dan menjadi kabar gembira yang bersumber dari lisan suci para pembawa risalah Ilahi.


Kecintaan dan kesetiaan umat Islam terhadap nabi mereka telah menjadikan mereka beratusias untuk selalu mengenang dan mengabadikan sejarah kehidupannya, mengingat perjuangan dan jasa yang telah diberikannya. Salah satu manifestasi dari tujuan ini, ialah dengan memperingati hari kelahiran manusia pilihan ini.

Dengan memperingati kelahiran nabi yang biasa disebut dengan Mauludan, kaum muslimin berupaya menjaga dan menghidupkan misi serta ajaran yang dibawa nabi mereka, sehingga ajaran ini tetap eksis di tengah masyarakat dan hidup di kalbu umat dari generasi ke generasi.

Bayangkan, andai saja umat Islam enggan mengenang sejarah nabi mereka, maka lambat laun sirah dan ajarannya akan terlupakan. Generasi yang akan datang tidak lagi akan mengenal kepribadian agung nabi terakhir, yang tentunya hal ini akan menjauhkan mereka dari hidayah yang dibawanya.

Saat kaum muslimin tidak mengenal pribadi dan sirah nabi mereka, maka berbagai musibah besar akan datang menimpa. Beragam bid’ah dan inovasi dalam agama akan bermunculan secara ekstrim tanpa ada yang mampu membendungnya, kejahilan umat akan ajaran nabi mereka menjadikan mereka kehilangan barometer yang dapat membedakan antara ajaran sebenarnya dan yang telah terdistorsi, antara ajaran asli Ilahi dan ajaran baru syaitani.

Pesan-pesan suci qur’ani akan kehilangan fungsinya, karena umat tidak lagi memahami dan mengamalkannya. Pilar-pilar kekuatan umat Islam akan runtuh, sehingga bukan hanya dalam ideologi dan iman, namun dalam berbagai ranah baik politik, sosial, ekonomi, budaya, mereka akan mengalami keterpurukan. Agama Ilahi yang sempurna pun akan menjadi bahan cemoohan sebagai imbas dari kondisi memprihatinkan para pemeluknya. Tradisi mauludan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga umat dari berbagai musibah yang mengancam.

Tradisi ini bukan hanya akan membangkitkan atau menyuburkan kembali kecintaan mereka kepada nabinya, namun ia berpotensi mengantar mereka kepada pintu kejayaan dan kebahagiaan yang abadi. Bagaimana tidak, dengan memperingati hari kelahiran Nabi tercinta Saw, kita akan mengenal kepribadian agungnya dan misi suci yang diperjuangkannya, tentunya pengenalan ini akan melahirkan tekad pada diri kita untuk mengimplementasikan misi tersebut dalam diri dan masyarakat sekitar kita.

Dengan mengamalkan ajaran suci Nabi Saw, umat akan mampu melewati berbagai rintangan sehingga mereka berhasil mencapai kejayaan dan kebahagian hakiki yang menjadi tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Memperingati kelahiran Rasulullah Saw bukan hanya selaras dengan fitrah dan naluri manusia sebagai umat yang mencintainya, namun ia juga sejalan dengan tujuan pengutusan para nabi, penurunan kitab suci dan pensyariatan hukum-hukum Ilahi. Tidak diragukan, kecintaan yang tertanam pada diri seseorang akan memotifasinya untuk mengagungkan dan mengenang pribadi yang dicintainya.

Di saat yang sama, misi Ilahi dalam membawa manusia kepada hidayah dan jalan menuju cahaya-Nya, juga tersirat dalam tradisi mulia ini. Para nabi adalah penyampai risalah Ilahi kepada manusia, dengan mengenalkan masyarakat kepada pengemban misi suci ini, berati kita telah mendekatkan mereka kepada hidayah yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, tradisi maulid adalah salah satu bentuk dari upaya menyampaikan misi Ilahi yang menjadi tanggung jawab para nabi. Perkara agung yang untuk merealisasikannya, Allah Swt rela mengorbankan para kekasih-Nya dilecehkan bahkan dianiaya oleh para musuh-Nya.

Betapa banyak utusan Allah yang mati syahid ditangan umatnya sendiri dikarenakan mereka tidak bersedia meninggalkan misi yang diembannya itu.
Semua ini menunjukkan betapa besarnya urgensitas perkara tersebut, sehingga Allah Swt pun menjanjikan imbalan yang sangat besar bagi mereka yang menjalankannya. “Dan barangsiapa menghidupkan satu jiwa, ia bagaikan menghidupkan seluruh jiwa manusia.” (QS. Al-Maa’idah [5] : 32)


Ulama dan kaum mukmin dengan mencontoh nabi mereka dan berharap ridha Ilahi, sepanjang masa selalu berupaya mengisi peran Rasul Saw sebagai perantara hidayah Ilahi kepada umat manusia. Berbagai bentuk upaya telah dikerahkan demi terealisasinya tujuan ini, yang salah satunya adalah dengan merayakan hari kelahiran nabi terakhir utusan termulia Tuhan. Oleh karenanya, tradisi maulid tidak bisa dikatagorikan sebagai bid’ah atau inovasi baru dalam agama, karena ia merupakan variasi dari upaya penyebaran risalah Ilahi yang telah diperintahkan sejak diturunkannya Adam as ke muka bumi, bahkan merupakan tujuan utama penciptaannya.

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika seluruh kaum muslimin meyakini bahwa memperingati kelahiran nabi mereka adalah perbuatan bid’ah dan ritual yang meyimpang, maka cepat atau lambat berbagai musibah besar akan menimpa mereka. Mereka akan merasa asing dan terjauhkan dari simbol terbesar hidayah Ilahi, tidak lagi mengenal serta menyadari akan ajaran suci nan sempurna yang dibawa oleh Nabi Saw, dan pada akhirnya mereka akan terjerumus kepada propaganda besar musuh-musuh Islam sehingga mereka pun akan mengalami keterpurukan yang fatal. Mengapa perayaan maulid dianggap bid’ah oleh sebagian kolompok umat Islam?

Apakah mereka tidak mengetahui maksud dari bid’ah yang sebenarnya? Mungkinkah mereka tidak mencintai pribadi yang mereka anggap sebagai nabi pembawa hidayah dan kebahagiaan hakiki bagi diri mereka? Ataukah ada niat tersembunyi di balik pandangan yang sangat kontrafersial ini? Jika perayaan besar ini dianggap bid’ah hanya lantaran tidak pernah dilakukan oleh para salaf, maka akan banyak sekali tradisi umat Islam yang tergolong bid’ah. Bukan hanya tahlilan dan doa bersama, tetapi menggunakan pakaian yang kita miliki saat ini untuk melaksanakan shalat juga termaksud bid’ah. Karena kaum salaf tidak pernah menggunakan pakaian model seperti ini saat melakukan shalat. Dakwah via internet pun termaksud bid’ah, karena tidak ada satu sejarawan pun yang mengatakan bahwa ada dari salaf yang pernah berdakwah melalui internet. Seorang yang berakal dan bijak, tidak akan melakukan sesuatu yang berdapak besar sebelum ia meneliti dan mengkaji terlebih dahulu.

Oleh karenanya, alangkah baiknya jika kelompok yang membid’ahkan maulid itu terlebih dahulu mempelajari pengertian dari bid’ah sebelum mereka mengutarakan dan menyakini pandangan berbahaya tersebut. Bulan Rabuil Awwal adalah bulan yang mulia, bulan ini adalah momentum yang sangat tepat bagi kaum muslimin untuk kembali merapatkan barisan mereka. Karena pada bulan inilah telah dilahirkan pribadi mulia yang menjadi panutan seluruh umat Islam di mana pun mereka berada dan apa pun aliran serta mazhab yang dianutnya. Saat ini musuh-musuh Islam dengan segala daya dan dengan berbagai fasilitas yang mereka miliki, semangkin gencar dan agresif dalam memerangi Islam dan kaum muslimin.

Di mata mereka tidak ada Sunni dan Syiah, Syafii dan hanafi, Jakfari atau Zaydi, yang ada di benak mereka, umat Islam adalah satu yang mereka anggap sebagai kaum yang tidak berguna, yang hanya layak diperbudak atau dimusnahkan.[buletin mitsal]

Jumat, 18 Desember 2015


Oleh: Ardiyansyah el-Batawiy

Stop Memanggil Teroris Sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah!

Para teroris begundal selalu berkata mereka adalah Ahlussunnah ketika memasuki suatu negara yang mereka perangi.

Abu Jibril adalah wahabi pendukung isis yang meng
atasnamakan Ahlusunnah 

Teroris Berkedok Islam

Mereka membunuh atas nama Sunni, mereka mengkafirkan atas nama Sunni, mereka merasa mereka adalah Sunni, benarkah?

Sunni sangat mengagungkan dan mengamalkan Tasawuf, bukan disebut Sunni jika meninggalkan tasawuf, adakah para teroris itu mengamalkan tasawuf? Bukankah mereka yang mengatakan tasawuf haram?

    Sunni sangat menghormati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad, adakah para teroris itu ketika memasuki suatu wilayah melakukan Maulid? Oh tidak, justru mereka mengatakan Maulid bid’ah. Adakah mereka menggunakan 4 mazhab? Oh tidak mereka mengharamkan mazhab. Adakah mereka bershalawat? Oh tidak.

Seorang Sunni sangat menghormati para wali Allah dan bertabaruk kepadanya, adakah mereka seperti itu? Tidak, justru mereka menghancurkan kuburan-kuburan para wali Allah bahkan makam Nabi Yunus mereka hancurkan.

Sunni berkeyakinan sifat Allah harus di ta’wil, apakah mereka seperti itu? Tidak, mereka mengatakan Allah sama seperti makhluk.

Sunni sangat menghormati Ulama, apakah mereka menghormati Ulama? Oh tidak, mereka telah membunuh Syaikh Ramadhan al-Buthy di Suriah dan membunuh Habib Adnan al-Aydrus di Yaman, bahkan mereka mengancam ingin membunuh tokoh Sunni Habib Ali al-Jufry dan presiden Chechnya.



Hal yang mereka lakukan ialah hasil revolusi dari paham takfiri Wahabi, kemudian mereka mengatasnamakan bahwa mereka Sunni untuk mengambil simpati umat Islam, karena mayoritas di dunia adalah Sunni.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks