Tampilkan postingan dengan label Irak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

Wanita yang ditangkap ISIS untuk dijadikan budak s3k5 di masukkan kedalam kerangkeng besar

ISIS  yang mengklaim dirinya negara Islam, ternyata perilaku nya tak ubahnya seperti kelompok tak beragama. Banyak sekali prilaku menyimpang, bahkan jauh dari batas norma agama dan kemanusiaan, mereka lakukan. Seperti yang dilakukannya pada para gadis Yazidi, kelompok etnis minoritas di Utara Irak.

Derita pilu mereka tak berujung. Kuatnya pengaruh militan ekstrem membuat hidup mereka berakhir sebagai budak seks. Secara semena-mena kelompok militan yang mengatasnamakan agama ini menyebut mereka diperbolehkan diperkosa.

Seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (21/5), kelompok militan Negra Islam Irak dan Suriah (ISIS) menangkap gadis-gadis perawan cantik di desa-desa untuk dijual ke penawar tertinggi di pasar budak di Kota Raqqa, Suriah. Dan itu, terpantau oleh Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kekerasan Seksual dan Konflik di Suriah Zainab Bangura.

Setelah menyerang suatu desa, anggota ISIS kemudian menelanjangi para gadis cantik untuk dites keperawanan dan dinilai tubuhnya lalu mengirim mereka ke pelelangan. Bangura mendapat informasi itu dari pengakuan para gadis etnis Yazidi di Irak, Suriah, Turki, Libanon, dan Yordania.

Lembaga pembela hak asasi Human Right Watch (HRW) melaporkan, ISIS melancarkan kejahatan seksual sistematis terhadap kaum perempuan Yazidi pada Agustus tahun lalu setelah menculik 200 gadis mereka dari sebelah utara Irak.

“Gadis-gadis cantik itu pertama ditawarkan ke para pemimpin kelompok ISIS lalu kepada para pembantunya baru kemudian ke anggota biasa,” ujar Bangura.


Foto-foto gadis cantik etnis Yezidi yang dijadikan budak seks ISIS



 Para pembeli biasanya membawa tiga atau empat gadis dan menahan mereka selama beberapa bulan hingga mereka bosan lalu menjualnya lagi. “Kami mendengar cerita seorang gadis yang sudah dijual sebanyak 22 kali. Seorang pemimpin ISIS menulis nama dia di tangan gadis itu untuk menunjukkan dia adalah miliknya,” kata Bangura.


Dibawah ini adalah video aktifitas Pasar Budak yang dilakukan oleh ISIS 





Selasa, 16 Februari 2016



Kelompok ekstremis ISIS kembali menjadi sorotan, khususnya di Irak. Selasa (16/2) kemarin, kelompok radikal ini mengeksekusi seorang remaja 15 tahun di Kota Mosul, Niveneh, Irak.

Menurut sumber-sumber setempat, anak laki-laki ini ditangkap hanya lantaran mendengarkan musik barat.

"Ayham Hussein ditangkap oleh ISIS karena mendengarkan musik pop barat di toko ayahnya, di pasar Nabi Younis, Mosul barat. Dia kemudian dibawa ke mahkamah (pengadilan versi ISIS) yang kemudian mengeluarkan keputusan untuk mengeksekusi dia," ujar salah seorang juru bicara media center di Nineveh, seperti dikutip dari Ara News, Rabu (17/2).

Eksekusi buat anak ini tak main-main. "ISIS memenggal kepala anak itu," katanya.

Setelah itu, malamnya, tubuh korban diserahkan kepada keluarganya. Insiden tersebut menimbulkan kemarahan publik Mosul. "Tidak ada keputusan resmi sebelumnya yang dikeluarkan mahkamah terkait larangan mendengarkan musik barat," tandas sumber tersebut.

Kasus ini pun pertama kali terjadi. Gara-gara musik barat, kepala jadi hilang. [jpnn]

Para wanita itu ditangkap militan ISIS dan dituduh telah melakukan perzinahan meskipun yang memperkosa Mereka adalah kelompok militan itu sendiri.  Kelompok teroris itu telah menangkap mereka kemudian disiksa didepan umum di kota Mosul Irak.

Mereka dibawa sebelum "pengadilan syariah" yang memerintahkan mereka untuk dieksekusi di depan umum tanpa memberikan rincian apapun tentang dugaan apa yang mereka lakukan.

Empat perempuan dilempari batu[Rajam] sampai mati di depan orang banyak, menurut sumber-sumber lokal.

Aktivis Media Abdullah al-Malla Suriah lembaga pers ARA News mengatakan: 'Empat perempuan yang paling mungkin terkena pelecehan seksual di tangan militan ISIS sebelum diusir dari rumah mereka dan dibawa ke Mahkamah Syariah.

'Rupanya, korban telah diperkosa oleh ISIS teroris dan kemudian dirajam sampai mati atas tuduhan melakukan perzinahan. "

Raafat Zarari, juru bicara media center Nineveh, mengatakan  bahwa empat korban ditangkap Pada hari Rabu dalam serangan Mendadak oleh ISIS (Daesh, ISIL, Atau disebut Negara Islam) di Kota Mosul.

Dia menambahkan: 'Para teroris mengklaim telah menangkap wanita saat melakukan perzinahan. "

Rajam sebagai metode eksekusi sudah sering dilaporkan di kawasan yang dikendalikan oleh kelompok teroris di seluruh Timur Tengah, termasuk wilayah ISIS di Suriah dan Irak, serta wilayah Taliban di Afghanistan.[alalam]

Minggu, 24 Januari 2016



Panggil saja namanya Nasir. Boleh dikatakan ia adalah bocah yang paling beruntung di dunia. Ia selamat dari cengkraman ISIS. Usianya baru 12 tahun.

Anak laki-laki itu akhirnya berhasil bertemu dengan sang ibu di kamp pengungsi Esyan di Kurdistan. Itu adalah rumah bagi 15.000 kaum Yazidi yang melarikan diri dari ISIS. Berkisah kepada CNN, seperti dilansir Liputan6.com, Rabu (13/1/2016), Nasir meminta agar wajah, suara, dan nama aslinya disamarkan.

"Ada 60 anak," kata Nasir memulai kisahnya.

"Hal yang paling menakutkan bagi kami adalah saat serangan udara berlangsung. Mereka membawa kami ke bawah tanah lewat lorong-lorong berliku untuk bersembunyi. Mereka berkata kepada kami, orang Amerika adalah kafir, mencoba membunuh kami. Namun mereka, ISIS, berjanji akan mencintai kami. Mereka berjanji akan mengasuh kami jauh lebih baik daripada orangtua kami," kata Nasir.

"Saat kami berlatih mereka mengatakan orangtua kami juga kafir dan pekerjaan pertama kami adalah membunuh orangtua," ujar Nasir lagi. Sesekali ia mengusap air matanya.

Kisah anak-anak sebagai tentara ISIS terdokumentasi dengan baik. Minggu lalu contohnya, sebuah video propaganda terbaru menggunakan bocah berbahasa (dan berlogat) Inggris. Kenyataan di balik berita-berita tentara anak ISIS sungguh mengerikan.

Menangis Diam-diam

Indoktrinisasi ISIS yang diterima Nasir dan anak-anak lainnya seragam. Teroris yang mencuci otaknya berkali-kali mengatakan ISIS adalah satu-satunya keluarganya.

Masih kata Nasir, anak-anak yang termuda di kamp berusia 5 tahun. Tak ada satu pun dari mereka luput dari pelatihan yang kejam kendati bocah-bocah itu disebut 'bayi-bayi kalifah'.

"Kami tak boleh menangis. Namun tiap kali aku ingat ibuku, aku menangis. Aku berpikir ia pasti khawatir," ucap Nasir.

"Dan saat aku berhasil bebas dan bisa melihat ibuku lagi... aku seperti hidup kembali," ujar Nasir sambil melihat ke sang ibu.

Nasir kini kembali ke sekolah. Ia berhasil keluar dari cengkraman ISIS. Namun ia sempat tampil di rekaman propaganda yang dibuat di Al Farouq Institute di Raqqa, Suriah. Tempat itu adalah pusat pelatihan tentara anak ISIS.

Dalam rekaman itu, kepala bocah ditutupi kain hitam dan duduk berbaris. Satu anak terlihat gemetaran, sementara anak lainnya tak mampu mengangkat senjatanya sendiri.

"Berjuang! Berjuang!" teriak bocah-bocah itu dalam film propaganda.

"Dan dengan restu Allah," ujar seorang pelatih, "dalam beberapa hari, mereka akan berdiri di garis depan perjuangan untuk melawan para kafir."

Kurus Kering Tak Seperti Manusia

Aziz Abdullah Hadur, seorang komandan Peshmerga dari pejuang Kurdi dan Yazidi, mengatakan bocah-bocah atau mereka yang berhasil kabur dan kembali ke keluarganya terlihat menyedihkan. Pandangannya kosong.

"Saat mereka tiba di sini, mereka kurus kering. Tak seperti manusia," kata Hadur.

"Mereka mengatakan kepada kami, mereka telah hidup di neraka," ujar dia.

Hadur berkata ia dan pejuang Kurdi kadang terpaksa menembakkan senjatanya ke arah anak-anak binaan ISIS yang sengaja diperintah maju ke garis depan di Irak Utara.

"Tiap kali kami berhadapan dengan ISIS, kami selalu melihat anak-anak di garis depan. Mereka memakai rompi peledak. Mereka telah dicuci otaknya," ujar Hadur.

Pasukan Peshmergas hanya punya sedikit waktu berpikir saat berperang dengan ISIS.

"Kami tidak tahu kapan mereka mendekati kami, apakah mereka adalah bocah-bocah yang kabur atau mereka ingin membunuh kami," kata dia.

Hadur dan rekan pejuang Kurdi kerap dilema setelah ISIS makin sering mengirim tentara anak. Hal ini terjadi karena ISIS berada dalam tekanan militer dari pasukan asing. Sementara itu, mereka terkenal sebagai pasukan yang brutal, sehingga tak heran mereka mengirim pasukan anak lebih banyak.

Kekerasan yang Berulang

Sebelum Nasir, bocah yang berhasil selamat dari cengkraman ISIS adalah Nouri, 11 tahun. Ia diculik dari keluarganya dan dibawa ke kamp ISIS di Tel Aafar, Irak Utara. Ketika ia menolak bergabung dengan bocah-bocah lainnya untuk berlatih perang, tentara ISIS mematahkan kakinya.

Kisah Pelarian Bocah eks Tentara ISIS: Seperti Hidup Kembali. Nouri dan Saman beserta kakek neneknya.

Namun Nouri dianggap beruntung. Ketika kakinya sembuh, ia tak dapat berjalan sempurna. ISIS menganggapnya tak berguna. Untungnya ISIS tak menembak mati dia. Ketika sang nenek datang mengiba untuk mengambil cucunya, ia diperbolehkan pergi.

Adiknya bernama Saman juga dibebaskan. Bocah yang masih 5 tahun itu mengalami kekerasan. Tangannya kerap dipukul tentara ISIS. Hal itu membuatnya trauma luar biasa.

Saman selalu berteriak di malam hari dan menderita kejang-kejang. Tiap kali ada orang asing berbicara dengan kakek neneknya, ia akan berlari menjauh, lalu bertanya, "Apa kamu akan memukuliku?"

Nouri dan Saman harus dirawat oleh kakek neneknya karena orangtua mereka dan adiknya yang masih bayi masih ditahan ISIS.

"Mereka ajak kami untuk berlatih, kami menolak karena takut. Lalu mereka mengajakku ke gunung, aku menolak, lalu mereka mematahkan kakiku. Itu yang membuatku selamat. Anak-anak lain dipaksa untuk mengikuti mereka," Nouri menjelaskan.

Sang nenek, Gowra Khalaf, mengatakan semenjak kembali ke pangkuannya, Nouri lebih banyak diam di tenda dengannya.

"Ia tak mau pergi ke luar tenda. Ia hanya duduk di sini dekat denganku," ujar Khalaf.

Nouri berkisah dengan suara lemah. Kerap kali berhenti dan menarik nafas sepanjang perbincangan. Ia lebih sering melihat ke bawah. Ketiadaan orangtua membuat hidup mereka makin nelangsa.

Di luar tenda hujan turun dengan deras. Suaranya menderu. Itu saja membuat Saman, yang sedang tidur di pangkuan kakeknya makin memperat pelukannya. Ia takut. Gemetar.[liputan6]

Rabu, 13 Januari 2016


Fiyan Dakhil Anggota Parlemen Irak dari etnis minoritas Yazidi 

Video kesaksian Anggota Parlemen Irak dari etnis minoritas Yazidi di depan parlemen Irak bahwa ISIS / ISIL telah menyembelih lebih dari 500 pemuda suku Yazidi dan mengambil para wanita mudanya untuk dijadikan budak seks.

Fiyan Dakhil seorang anggota parlemen wanita yang Mewakil etnis Yezidi Di Parlemen Irak Menangis dan berteriak histeris di hadapan ketua parlemen irak.

Fiyan Dakhil menceritakan sambil menangis tentang kekejaman teroris ISIS yang telah menyembelih sedikitnya 500 anggota kelompok etnis minoritas Yazidi atas nama 'la ilahaa illallah'.
ISIS juga bahkan mengubur hidup-hidup beberapa korbannya, termasuk wanita dan anak-anak.

Sementara 300 perempuan Yazidi dilaporkan diculik untuk dijadikan budak demi melayani nafsu birahi kelompok teroris paling bengis tersebut.

Untuk menghindari kekejaman teroris ISIS kini etnis yezidi bersembunyi di gunung Sinjar. Tidak hanya etnis Yazidi bahkan kelompok Syiah, Sunni, Sabai dan Kristen juga tak luput dari pembantaian kelompok radikal ini.

Selengkapnya saksikan videonya dibawah ini:




Tag: #wanita Yazidi, #etnis minoritas, #parlemen Irak, #Kristen, #sabai, #Syiah Sunni , #kelompok radikal, #Teroris paling bengis

Jumat, 08 Januari 2016

Kementerian Dalam Negeri Irak, Kamis (07/01), mengumumkan penemuan kuburan massal di salah satu bekas markas persembunyian teroris ISIS/ISIL di kawasan Qadisiyah, Provinsi Salahuddin. Lebih kanjut ia juga mengatakan dua rudal gas beracun juga ditemukan di lokasi yang sama.


Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Brigjen Saad Maan menyebutkan bahwa “badan intelijen federal di provinsi Salahuddin, berhasil menemukan sebuah kuburan massal para martir di salah satu tempat persembunyian yang digunakan oleh organisasi teroris ISIS”, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Alsumaria News.
Maan juga menambahkan, “selain itu, badan intelejen juga berhasil menemukan dua rudal gas beracun di lokasi yang sama.”
Perlu dicatat bahwa organisasi teroris ISIS telah melakukan eksekusi massal dan menyandera para wanita serta mengeksploitasi anak-anak kecil sejak mereka memegang kontrol atas kota Mosul di bagian utara Irak pada Juni 2014.[salafinews]

Tag: #Mosul Irak,  #Kuburan Massal, #Badan Intelejen, #Teroris ISIS, #ISIL 

Kamis, 07 Januari 2016

Didunia ini hanya ada dua negara ilegal yang eksistensi nya tidak diakui, dua negara itu adalah Israel dan ISIS [Israel State Irak & Suriah]. Hal yang unik dan bukan kebetulan dari persamaan  dua negara ilegal itu ialah Sama-sama memiliki Menteri Perang.  Inilah ciri-ciri negara Agresor. Liputan ini telah mengabarkan bahwa Menteri Perang ISIS tewas di Irak dalam rangkaian serangan pasukan Irak.


Koresponden RT di Irak melaporkan bahwa seorang militan bersenjata yang disebut sebagai Menteri Perang ISIS tewas beserta tiga pengawalnya akibat serangan udara yang dilancarkan oleh angkatan udara Irak di daerah Barawanah di kota Haditsah provinsi Anbar.

Wartawan RT itu , Rabu (06/01), melaporkan bahwa kabar yang tersebar menegaskan bahwa serangan udara itu dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang sangat akurat, sehingga mengakibatkan kematian seorang militan bersenjata yang dikenal sebagai Menteri Perang ISIS, atau biasa dipanggil dengan “Thamer Mohammed Matlub Mahlawi” serta kematian tiga pengawalnya, termasuk “Abu Hadwan Al-Rawi ” yang juga merupakan salah satu pemimpin terkemuka ISIS di provinsi Anbar di bagian barat Irak, dirilis oleh kantor berita arabic.rt (06/01).

Perlu dicatat bahwa Menteri Perang ISIS, Thamer Mohammed Matlub Mahlawi, adalah mantan salah satu pemimpin al-Qaeda dan pernah bekerja dengan Abu Mus’ab al-Zarqawi.

Dalam perkembangan terakhir disebutkan bahwa pasukan udara Irak berhasil menargetkan dan  menghancurkan sebuah konvoi kelompok radikal bersenjata ISIS yang sedang konvoi, tujuh truk dan dua darinya bermuatan banyak bom peledak, akibat serangan itu sedikitnya 21 teroris ISIS tewas selama operasi militer di daerah Tharthar sebelah utara kota Ramadi. [ArRahmahNews]

Tag: #Menteri Perang, #Negara Ilegal, #Israel ISIS,

Rabu, 06 Januari 2016

Darul Ifta Am ASWAJA Irak pada hari Sabtu (2/1) lalu tepat setelah terjadinya eksekusi terhadap Sheikh Nimr al-Nimr, mengeluarkan sebuah pernyataan resmi berupa kecaman atas pembunuhan ulama ternama yang telah dilakukan oleh Arab Saudi tersebut. Mereka juga menyatakan bahwa darah Sheikh Nimr yang telah terumpah akan membawa persatuan untuk umat Islam.


Dibacakan oleh Syeikh Amir al-Bayati, juru bicara resmi Darul Ifta Am Ahlis Sunnah wal Jamaah Irak, pernyataan tersebut menegaskan sikap mereka yang mengecam dan mengutuk keras Arab Saudi atas tindakan yang telah dilakukan Kerajaan terhadap Sheikh Nimr al Nimr serta menyatakan bahwa kerajaan itu telah menyalakan api fitnah di tengah masyarakat Islam.


Pernyataan yang dimulai dengan dibacakannya surat Al-Baqarah ayat 155-157 itu menyiratkan bahwa apa yang telah terjadi pada dunia dengan dieksekusinya Sheikh Nimr adalah suatu musibah besar.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. [al Baqarah/2:155-157]

Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa selama ini fitnah telah begitu luas melanda umat Islam, dan dengan dilaksanakannya hukuman atas Sheikh Nimr al-Nimr oleh kerajaan Arab Saudi, fitnah baru yang lebih besar akan melanda ummat Islam.

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah Irak tersebut juga menyatakan bahwa mereka dan para ulama lainnya tidak akan mebiarkan hal itu terjadi. Darah Sheikh Nimr akan menyatukan umat dan tidak akan memecah belahnya.

“Sesungguhnya darah Sheikh Nimr telah menyatukan kami, ia tidak memecah belah kami,”

Lebih lanjut, Darul ifta’ ASWAJA Irak itu juga memperingatkan umat Islam dan bangsa Arab agar mengedepankan kesabaran dan berhati-hati dalam bertindak serta memohon karunia Allah agar memberi karunia serta ganjaran atas musibah yang telah terjadi. [ARN]

Lihat Video Ahlis Sunnah wal Jamaah Irak yang mengecam dan mengutuk keras Arab Saudi



Tag: #Arab_saudi, #syeh nimr , #pernyataan sikap, #aswaja Irak

Selasa, 29 Desember 2015

Kehilangan Ramadi, ISIS Bantai Warga Irak Membabi-buta, brutal, keji dan kejam.


Setelah Ramadi direbut militer Irak dan pasukan relawan, kelompok teroris ISIS membalas dendam dengan melakukan pembunuhan membabi-buta warga di daerah yang masih dikontrol kelompok tersebut.

Teroris Takfiri mengeksekusi puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, di sebuah desa di distrik al-Qiara dari provinsi Nineveh, Senin, demikian dilaporkan jaringan televisi satelit al-Sumaria News.

Para penduduk desa telah memaksa anggota ISIS mundur beberapa bulan lalu, namun para teroris kembali dalam beberapa hari terakhir, dan menunjukkan gelombang kekejaman baru mereka di sana.

Di tempat lain di distrik yang sama, ISIS mengeksekusi 30 anggotanya yang berusia di bawah 16, yang telah melarikan diri dari medan pertempuran Ramadi.

Di timur Mosul, ibukota provinsi Nineveh, para militan Takfiri mengeksekusi dua guru karena menolak untuk mengajarkan materi yang telah ditentukan ISIS.
Teroris ISIS juga membunuh seorang imam masjid di barat Mosul karena menolak untuk berbaiat pada kelompok Takfiri itu.

Sementara itu, seorang komandan senior polisi di Nineveh mengatakan kuburan massal berisi 120 mayat, telah ditemukan di sebuah desa barat laut Mosul. Terdapat pejabat desa dan personil militer di antara para korban.

Gelombang pembantaian itu terjadi hanya sehari setelah pasukan militer dan pasukan relawan Irak membebaskan Ramadi, ibukota provinsi Anbar.[IRIB Indonesia] 
ISIS Jual Jenazah-jenazah Korbannya di Irak
Kelompok teroris Takfiri ISIS menjual jenazah-jenazah para korbannya di Irak Utara untuk dijadikan sumber tambahan bagi pendapatan finansialnya.


Seperti ditulis situs Sputnik mengutip sebuah sumber lokal di kota Mosul Irak, Selasa (29/12/2015), ISIS meletakkan jenazah-jenazah warga sipil korban kekejaman mereka di sebuah gereja bersejarah di kota Mosul, pusat Provinsi Nineveh dan menjualnya kepada keluarga para korban.

Menurut sumber itu, ISIS membunuh para korban dengan menyembelih mereka atau menembaknya dari jarak dekat. Jenazah-jenazah itu akan diserahkan kepada keluarganya jika telah ditebus dengan uang.

Setiap jenazah yang dieksekusi dengan peluru, ISIS menghargainya dengan satu juta dinar Irak atau sekitar 800 dolar. Namun jika ia dieksekusi dengan tiga peluru, maka harga tebusannya akan lebih mahal.
ISIS juga menentukan harga untuk jenazah-jenazah yang dibunuh dengan cara lain seperti dilempar dari gedung tinggi dan dirajam.

Selain menjual minyak dan barang-barang antik hasil jarahan di Irak dan Suriah, ISIS juga menjual gadis-gadis dan wanita yang disandera terutama perempuan etnis Izadi untuk menambah pendapatannya. [IRIB Indonesia] 

Senin, 28 Desember 2015

Seorang komandan pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Jabbar al-Maamouri, Senin (28/12) menyatakan gerombolan teroris telah melakukan aksi paling brutal, bejat dan biadab berupa peledakan seorang balita di provinsi Salahuddin, Irak.

“ISIS telah melakukan kejahatan bejat dan sadis di pinggiran distrik Sherkat di bagian utara Salahuddin berupa peledakan bom rakitan yang disertakan kepada balita usia empat tahun kemudian diledakkan dengan menggunakan remote kontrol supaya tubuhnya hancur bertebaran,” ungkap al-Maamouri kepada al-Sumaria News.
Dia menambahkan, “Seminggu sebelumnya, ISIS telah mengeksekusi ayah balita itu dengan dakwaan ikut melancarkan serangan terhadap titik area penghubung ISIS sekitar satu bulan lalu, yang menyebabkan dua anggota ISIS tewas.”
Al-Maamouri menyerukan kepada lembaga-lembaga HAM dunia supaya mendokumentasikan kejahatan-kejahatan ISIS kemudian diserahkan kepada khalayak dunia supaya ada kecaman terhadap pihak yang memberikan dukungan dana dan statemen kepada gerombolan ekstrimis berfaham Wahhabi tersebut.
Distrik Sherkat dikuasai ISIS sejak Juni 2014 dan kini menjadi salah satu kubu pertahanannya di provinsi Salahuddin.[liputanislam] 

Senin, 21 Desember 2015

Bela ISIS Jet Koalisi AS dilaporkan Sengaja Tewaskan 9 Tentara Irak.


Sebuah pesawat tempur Amerika Serikat (AS) dilaporkan secara tak sengaja melancarkan serangan yang menewaskan anggota pasukan keamanan Irak di dekat kota Fallujah.

Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi mengatakan sembilan tentaranya tewas dalam sebuah serangan Amerika pada Jumat lalu.

Dalam sebuah konferensi pers,  Obeidi mengatakan serangan terjadi saat jet koalisi berpura-pura melindungi pergerakan pasukan darat Irak di dekat Fallujah. Jet dikerahkan karena helikopter Irak tidak dapat mengudara akibat cuaca buruk.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengaku sudah menelepon Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk berbelasungkawa atas tragedi tersebut. Dia mengatakan kemungkinan serangan itu dilancarkan pesawat AS.

"Itu informasi yang saya punya saat ini," ujar Carter kepada awak media dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
Baca: Video: Helikopter Amerika Kawal Konvoi ISIS 
Carter bertemu Abadi pekan ini dalam kunjungan singkat ke Baghdad untuk membicarakan strategi melawan kelompok militan Islamic State (ISIS).

Minggu, 20 Desember 2015

Kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menggunakan cara-cara gila untuk melakukan eksekusi Dari laporan media berbahasa Arab Alsumaria, (19/12/2015) gerombolan ini mengeksekusi 12 rakyat sipil dengan melemparkan mereka dari sebuah bangunan yang menjulang tinggi di Nainawa, Irak.


Sebuah gedung perusahaan asuransi yang merupakan gedung tertinggi di Nainawa, menjadi tempat dilakukannya eksekusi brutal tersebut.

Eksekusi dengan melemparkan dari gedung tinggi bukan yang pertama kali mereka lakukan. Misalnya pada 23 Agustus lalu ISIS juga melemparkan 9 orang tawanan, dan pada tanggal 3 Juni, mereka melemparkan 3 orang tawanan dari gedung yang sama[kabarnya Tawanan yang dilempar ISIS adalah kaum GAY-red] .

Menteri Pertahanan Khaled al-Obeidi dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa ISIS awalnya mengontrol hampir 40% wilayah Irak. Namun perlawanan yang intensif dari tentara Irak dan pasukan populer rakyat, berhasil merebut kembali satu persatu wilayah yang dikuasai ISIS. Meski demikian, ISIS masih menguasai sekitar 17% wilayah Irak. Sejak ISIS mengontrol beberapa wilayah Irak, berbagai ragam eksekusi biadab mereka pertontonkan kepada dunia.

Kelakuan ISIS ini mengundang kutukan pengguna sosial media. Apalagi, selama ini ISIS selalu mengklaim sebagai representasi Islam.

“Negara-negara Islam masih terus berdebat. Tidak bisakah mereka melihat apa yang dilakukan ISIS? Ayolah guys, berikan kesempatan bagi kemanusian. Boikot Arab Saudi pendukung terorisme. Boikot Israel. Boikot dollar,” tulis seorang netizen.

“ISIS adalah kelompok barbar yang didukung oleh AS, Turki dan Arab Saudi. Mereka yang membentuk dan mengontrol ISIS….”

“Kelompok takfiri ini begitu kejam kepada sesama manusia. Mereka juga bengis terhadap lingkungan sekitar. Semoga kalian musnah,” tulis netizen lainnya. [liputanislam]

Selasa, 15 Desember 2015

ISIS dinilai sangat kejam. Kelompok ekstremis yang bertekad mendirikan Daulah Islamiyah secara sepihak itu bahkan tak segan-segan membunuh siapa saja.


Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Irak mengungkapkan, salah satu anggota ISIS bernama Abu Anas Al-Libi telah menghabisi lebih dari 150 nyawa perempuan dan gadis yang menolak 'Jihad Nikah', melayani nafsu para militan yang dinilai banyak ulama sangat tak dibenarkan.

"Teroris Al-Libi bunuh 150 perempuan dan anak-anak yang menolak 'Jihad Nikah'," demikian ujar Kemlu Irak, seperti dimuat dari Al-Arabiya, Kamis (18/12/2014).

Dia menjelaskan, teroris tersebut telah mengeksekusi banyak wanita, termasuk perempuan hamil di Kota Al-Fallujah, Irak. "Banyak penduduk terpaksa mengungsi dari wilayah tersebut setelah terus-terus diteror.

Sebelumnya, seperti dilansir The Independent, ISIS menembaki sekitar 50 orang, yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak di kawasan yang sama.

Nama Al-Libi mirip dengan anggota Al-Qaeda yang paling dicari dan ditangkap Amerika Serikat pada 2013. Tak diketahui apakah Al-Libi si penjagal dari ISIS itu adalah orang yang sama. Kementerian Irak tak menjelaskannya.

ISIS baru-baru ini menciptakan sebuah senjata yang sangat berbeda dan mungkin tak pernah terpikirkan, yaitu bom kalajengking. Kelompok itu memasukkan hewan berbisa itu ke dalam ratusan kaleng dan melemparkannya ke sejumlah permukiman penduduk di Irak untuk menimbulkan rasa takut. [liputan6]

Senin, 30 November 2015


"Gerombolan ISIS telah melakukan kejahatan yang mengerikan terhadap keluarga yang menolak putrinya yang berusia 14 tahun menikah dengan seorang penjahat bernama Jamal Saddam alias Abu Abdillah," kata Kementerian Pertahanan Irak, seperti dilansir al-Sumaria.


Kementerian Pertahanan Irak menambahkan bahwa geng wahabi Takfiri telah membawa gadis-gadis berjalan setelah membunuh kedua orang tua dan tiga saudara.

Kementerian Pertahanan Irak juga mengatakan bahwa ISIS telah membuat rumah sakit khusus bagi perempuan di daerah pertanian di distrik al-Huwaijah menyusul peningkatan kasus aborsi karena mempraktekkan apa yang mereka sebut "pernikahan jihad".

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Heider Abadi menyatakan bahwa kelompok teroris Takfiri Islam Negeri Irak dan Suriah (ISIS) telah mundur di banyak tempat dan tertekan oleh pasukan Irak di berbagai daerah.

Ini tersebutnya Abadi dinyatakan dalam pertemuan dengan gubernur dan anggota dewan provinsi Karbala, Senin (17/11).

"ISIS menurun, sementara kita terus maju dalam berbagai bidang," katanya sambil menyinggung banyak prestasi besar yang dicapai pasukan Irak di provinsi Salahuddin dan Anbar.

"Perang melawan teroris akan segera berakhir," lanjutnya.

Komandan Operasi Baghdad  menyatakan tiga wilayah di provinsi Anbar, al-Karbuliyah, al-Nahalat dan Albu Assaf berhasil dibebaskan dan dibersihkan dari kehadiran teroris bersenjata melalui operasi selama tiga hari berturut-turut yang menjatuhkan banyak kematian di pihak ISIS.

Jumat lalu Kementerian Pertahanan (Dephan) Irak mengklaim pasukan Irak berhasil membebaskan sepenuhnya kota strategis Baiji dan membersihkan bom yang dipasang kawanan ISIS disana. [liputanislam]

Selasa, 17 November 2015

Untuk pertama kalinya muncul Brigade Kristen di Irak yang ikut memerangi ISIS. Brigade Kristen Irak ini bergabung dengan pasukan Kurdi mengganyang ISIS guna merebut kembali sejumlah wilayah Irak yang dikuasai kelompok radikal itu.
Brigade Kristen Irak 

 Pasukan Brigade Kristen Irak beraksi di Kota Fishkhabur wilayah barat laut. Mayoritas warga Kristen Irak selama ini tinggal di wilayah Niniwe, sebuah wilayah yang dekat dengan Mosul. Mosul sendiri saat ini dikuasai kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS).

Sebelum terjun ke medan perang, para warga Kristen Irak ini menjalani latihan militer bersama pasukan Kurdi Peshmerga. ”Sekitar 600 orang pasukan Peshmerga yang berasal dari saudara-saudara Kristen kita di wilayah Niniwe bergabung dalam pasukan ini. Mereka fokus pada latihan fisik, pembekalan materi militer dan latihan menembak,” kata Abu Bakar Ismail, seorang komandan di akademi pelatihan, seperti dilansir Al Arabiya.

”Semua peserta adalah sukarelawan. Mereka ingin membebaskan tanah mereka dari ISIS dan kemudian melindunginya,” lanjut dia.

Para personel Brigade Kristen Irak ini sejatinya bukan orang baru yang mengangkat senjata. Mereka adalah sisa-sisa dari kekuatan kelompok Asyur yang pernah dibentuk tahun 2004 untuk melindungi gereja-gereja di Irak.[sindonews]

Senin, 16 November 2015

Sebuah kuburan massal wanita Yazidi yang diduga jadi korban keganasan ISIS ditemukan di pinggiran kota Sinjar, Irak. Kuburan ini ditemukan setelah pasukan Kurdi yang dibantu serangan udara Amerika Serikat (AS) berhasil memukul mundur ISIS dari wilayah tersebut.


Kuburan yang belum digali tersebut diduga berisi lebih dari 70 mayat wanita Yazidi. Perkiraan itu didasari pada pengakuan seorang wanita Yazidi yang berhasil melarikan diri dari sekapan ISIS."Tampaknya para anggota teroris ISIS hanya ingin gadis-gadis muda untuk mereka perbudak," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (15/11).

Sebelumnya, Sebuah lembaga yang berbasis di AS, The Museum Simon-Skjodt Center for the Prevention of Genocide mengeluarkan laporan yang menyatakan kelompok ekstrimis ISIS telah melakukan genosida terhadap masyarakat Yazidi Irak.Laporan itu didasarkan pada wawancara yang secara terperinci mengungkapkan tentang pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS terhadap masyarakat Yazidi.

Minggu, 25 Oktober 2015

Saksi dan pastor gereja Kasdim di Kota Mosul, Irak bagian utara, kemarin mengatakan warga Nasrani banyak mengungsi dari tempat tinggal mereka karena diancam ultimatum tentara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).


"Keluarga Kristen sedang menuju Dohuk dan Arbil. Buat pertama kalinya dalam sejarah Irak, di Mosul tidak ada warga Kristen," kata Louis Sako kepada kantor berita AFP, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya.

Sejumlah saksi mengatakan ISIS mengumumkan ultimatumnya melalui pengeras suara di masjid-masjid.

Selebaran yang dibagikan pekan lalu oleh ISIS menyebutkan warga Kristen di Kota Mosul harus masuk agama Islam, membayar pajak khusus, pergi, atau dibunuh jika menolak.

"Kami sangat terkejut dengan selebaran ISIS yang memaksa umat Kristen masuk Islam atau membayar pajak khusus, pergi atau dibunuh. Mereka langsung pergi hanya berbekal baju di badan. Rumah mereka juga nantinya diambil oleh ISIS," kata Sako.

Bahkan Sako mengatakan ISIS menandai rumah-rumah warga Kristen dengan huruf "N" dari kata "Nasrani".[mdk]

Minggu, 04 Oktober 2015

 Pasukan Irak mengatakan militan ISIS mencukur jenggot dan berpakaian seperti wanita saat berusaha untuk kabur dari pertempuran di Irak. Serangkaian foto mengungkapkan beberapa militan yang tertangkap.


Foto-foto dan Video memperlihatkan beberapa pemuda bahkan pria berkumis tebal yang ditangkap oleh otoritas Irak, berdandan seperti wanita untuk melarikan diri.

Jika eksekutor ISIS Mohammed Emwazi memperoleh julukan Jihadi John, para militan yang berusaha kabur dengan menyamar sebagai wanita memperoleh julukan Jihadi Jane.
Foto-foto itu terungkap hanya lima hari setelah ISIS mengeksekusi tiga militan yang dituduh sebagai pasangan sesama jenis. Tidak diketahui, apakah militan itu melarikan diri karena takut dieksekusi.

Namun kekalahan yang terus dialami ISIS dengan serangan besar yang dilakukan puluhan ribu pasukan Irak dan kelompok milisi, diyakini turut memicu rasa takut para militan asing yang bergabung dengan ISIS.

Pasukan Irak yang menggelar operasi di kota Tikrit, sejak pekan lalu, dilaporkan telah berhasil merebut kembali beberapa kota yang dikuasai ISIS sejak Juni 2014.

Keberhasilan pasukan Irak untuk merebut Tikrit akan menentukan rencana pemerintah Irak untuk merebut Mosul, pada April atau Mei mendatang.[viva] 

Senin, 28 September 2015

Sejumlah media asing, diantaranya Veterans Today, mengabarkan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi adalah orang Yahudi tulen. Yang paling mengejutkan adalah, disebutkan bahwa dia sejatinya adalah agen Mossad [dinas rahasia luar negeri Israel] .


Disebutkan bahwa nama asli Abu Bakar al-Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi dan direkrut serta dilatih Mossad untuk membuat kekacauan di kawasan Timur Tengah serta melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.

Hal ini makin menguatkan bocoran rahasia dari mantan agen NSA (dinas rahasia Amerika Serikat) Edward Snowden, yang menyebut ISIS sebenarnya adalah bentukan dari intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yang mengklaim kekhalifahan Islam dengan Abu Bakar al-Baghdadi diusung sebagai khalifah untuk untuk menarik para teroris dari seluruh dunia bergabung di dalamnya.

Bukti nyata bahwa ISIS adalah bentukan Israel makin menguat ketika organisasi militer ini justru menyerang negara-negara Arab yang sedang kacau, diantaranya Irak dan Suriah.

ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan berhasil menguasai kota besar Mossul di Irak.

Mengklaim sebagai organisasi militer bernafas Islam, kelompok ini justru meledakkan makam Nabis Yunus dan mengancam akan meledakkan Ka`bah (Kiblat umat muslim se-dunia). ISIS juga tak tertarik membantu perjuangan di Palestina yang saat ini sedang diserang Israel habis-habisan.

Parahnya di Indonesia, ISIS justru mendapat simpati dari sejumlah orang yang langsung sukarela mendaftarkan diri sebagai pengikut. Tanpa menyelidiki atau mencari kebenaran informasi tentang ISIS, sedikitnya 56 orang Indonesia sukarela menjadi anggota ISIS.

Bahkan BIN (Badan Intelijen Negara) mensinyalir sudah ada tujuh orang warga Indonesia tewas setelah menjadi sukarelawan ISIS di TImur Tengah. salah satunya adalah warga Malang yang meninggal setelah sukarela menjadi penyerangan dengan modus bom bunuh diri.[lensa Indonesia]

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks