Tampilkan postingan dengan label Saudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saudi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Sekelompok perempuan muda yang dilecehkan oleh sekelompok pemuda saat tiba di sebuah pusat perbelanjaan di kota Dhahran Arab Saudi, Kurang ajarnya lagi teman-teman pemuda itu malah merekam pelecehan seksual itu melalui ponsel.

Pelecehan seksual yang dilakukan terhadap beberapa perempuan di tempat umum yang secara tradisional mereka (para perempuan)mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh (aurat) juga wajah mereka. Hukum Islam palsu di Arab Saudi selalu menempatkan Perempuan sebagai korban?

Para perempuan korban pelecehan seksual tersebut tidak dipandang sebagai korban oleh hukum Saudi, dan malah mereka dianggap  tidak sopan karena memprovokasi pria yang kemudian melecehkan kehormatan wanita-wanita itu.


Lihat Video wanita Saudi yang jadi Korban Pelecehan seksual..

Di sejumlah provinsi yang konservatif di Arab Saudi perempuan yang jadi korban Pelecehan seksual di tuduh telah melakukan pelanggaran dan bisa dihukum berat.

Penulis: Van Harry





Kamis, 29 September 2016


PUSAT KENDALI AMERIKA-ISRAEL-ISIS DISAPU BERSIH MISIL RUSIA

Kapal perang Rusia menembakkan 3 misli Caliber ke ruang koordinasi operasi (mata-mata) asing di Dar Ezza dan menewaskan 30 pejabat mata-mata Amerika dan Israel.
Militer Amerika bersama dengan sekutunya menciptakan Ruang Operasi Lapangan di wilayah Aleppo yang diduduki oleh anggota staf intelijens dari USA, Inggris, Israel, Turki, Saudi Arabia, dan Qatar.

Lihat VIDEO


Serangan ini, menurut Profesor Ekonomi di University of Ottowa, Michel Chossudovsky, dilancarkan segera setelah serangan udara Amerika terhadap pasukan Suriah di Deir ez-Zor dalam rangka membela teroris ISIS.

Sumber: Veteran today






Rabu, 21 September 2016

Akibat serangan udara Saudi di Yaman

Serangan udara terbaru Arab Saudi ke beberapa wilayah Yaman telah merenggut puluhan warga sipil dan melukai belasan lainnya.

Serangan ini dilakukan ketika umat Islam Yaman dan kaum Muslimin di seluruh dunia sedang merayakan Hari Raya Idul Adha, di mana bulan Dzulhijjah adalah bulan yang dilarang untuk melancarkan peperangan.

Seperti dilansir situs berita al-Masirah, jet-jet tempur militer Arab Saudi menggempur distrik Baqim di Provinsi Saada pada Senin (12/9/2016) siang.

Serangan ini merenggut nyawa sedikitnya empat warga sipil dan melukai tiga lainnya.

Lihat Video

Jet-jet tempur rezim Al Saud juga membombardir distrik Sahar di Provinsi Saada pada Senin pagi. Serangan keji ini menewaskan 12 orang dan melukai 10 lainnya.

Distrik Kitaf di Provinsi Saada juga tak luput dari serangan rudal jet-jet tempur pasukan agresor yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Dua warga sipil di Provinsi Saada juga meregang nyawa dan tujuh lainnya terluka setelah sebuah mobil dihantam rudal jet-jet tempur Arab Saudi.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama 17 bulan terakhir telah menyebabkan 10.000 orang tewas dan belasan ribu lainnya terluka.

Invasi yang disertai dengan kebungkaman masyarakat internasional itu juga telah memporak-porandakan insfrastruktur penting Yaman. (RA)

Sumber: ParsToday

Senin, 08 Agustus 2016


Pekan lalu, Pasukan bayaran Arab Saudi menghancurkan Masjid Sheikh Jamal al-Din di Provinsi Taiz, Yaman selatan. Mereka juga menggali makam beliau
dan membakar tulang-tulang jenazah beliau serta menghancurkan makam tersebut.

Mereka hingga sekarang telah mengancurkan sedikitnya 15 masjid dan tempat ziarah di Yaman.
Bersamaan dengan itu, Pasukan bayaran Arab Saudi melakukan genosida mengerikan di distrik al-Sarari.

Mereka membantai dan membakar lebih dari 50 warga Yaman dan menghancurkan lebih dari 50 rumah setelah menjarah isinya di desa al-Sarari di provinsi Ta’iz.

Selain melakukan pembantain massal, tentara bayaran Arab Saudi ini juga menculik sekitar 125 warga sipil dari desa al-Sarari, al-Hyyar dan Thi al-Brah di distrik Saber al-Mwadem; 45 diantara mereka yang diculik adalah anak-anak dan 35 lainnya adalah wanita yang beberapa
diantaranya bahkan masih membawa bayi-bayi mereka.

Mereka ditangkap saat berada di sekolah Hasban al-A’ala. Sementara 15 orang dilaporkan hilang.
Mereka juga menyembelih semua ternak di daerah itu dan melemparkannya di pinggir jalan untuk merayakan pembantain massal itu.

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang memperoleh lampu hijau dari Amerika Serikat dimulai sejak tanggal
26 Maret 2015.
Invasi militer tersebut hingga sekarang telah merenggut nyawa sedikitnya 8.000
orang dan melukai belasan ribu lainnya.

Invasi militer Arab Saudi juga telah memporak-porandakan infrastruktur
penting Yaman termasuk rumah sakit, sekolah, bandara, pabrik, jembatan
pelabuhan dan fasilitas publik lainnya.(PP) 

Lihat VIDEO nya : 




Note: ISIS adalah bagian dari faham Wahabi dan keduanya memiliki kesamaan yaitu senang menghancurkan Situs bersejarah, Makam para Nabi dan Orang-orang Shaleh

Jumat, 29 Juli 2016

Mereka Tertawa diatas penderitaan negeri-negeri Muslim yang porak-poranda akibat tangan kotor mereka.

Salah satu kehebatan negara WAHABI Saudi selama ini adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. 

Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim seluruh dunia. Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada negeri-negeri Muslim seperti Palestina, Indonesia dll  untuk mencitrakan mereka sebagai ‘pelayan umat’ dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain).

Penguasa Saudi juga dikenal kejam terhadap kelompok-kelompok Islam yang mengkritisi kekuasaannya. Banyak ulama berani dan salih yang dipenjarakan hanya kerena mengkritik keluarga Kerajaan dan pengurusannya terhadap umat seperti yang dilakukan nya kepada Syeh Nimr bin Nimr.

  1. Baca juga: 
  2. Hadiah Raja Saudi untuk Obama Presiden Amerika, VIDEO
  3. Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menunjukkan komitmen atas kerjasamanya dengan Amerika dan untuk mempererat hubungan persahabatan  ke dua negara 

 Tidak hanya itu, tingkah polah keluarga Kerajaan dengan gaya hidup kapitalisme sangat menyakitkan hati umat Islam. Mereka hidup bermewah-mewah, sementara pada saat yang sama mereka membiarkan rakyat Irak dan Palestina hidup menderita akibat tindakan AS yang terus-menerus dijadikan Saudi sebagai mitra dekat.

Benarkah Saudi merupakan negara Islam? Jawabannya, “Tidak sama sekali!” Apa yang dilakukan oleh negara ini justru banyak yang menyimpang dari Islam. 

Saudi mengundang  tentara Eropa dan tentara Amerika (NATO) untuk bekerja di Saudi dan menempati pangkalan militer di negara itu. Tidak hanya itu, demi alasan keamanan keluarga Kerajaan, berdasarkan data statistik kementerian pertahanan AS,  Saudi sejak tahun 1995 telah menghabiskan lebih dari 72 miliar dolar dalam kontrak kerjasama militer dengan AS. Saat ini, lebih dari 5000 personel militer AS tinggal di Saudi.

Video dibawah ini adalah bukti Persahabatan Abadi antara Amerika dan Arab Saudi. 



Kamis, 28 Juli 2016


Sebanyak 55 ulama Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan  fatwa agar bergabung dengan ISIS untuk mengobarkan jihad melawan Iran(Syiah), Rusia dan Suriah.

Puluhan ulama Saudi itu menyerukan semua faksi oposisi di Suriah bersatu untuk melawan intervensi militer Rusia dan Iran yang tidak rela rezim Assad tumbang. Pernyataan yang ditandatangani 55 ulama  Saudi itu diterbitkan Sabtu pekan lalu.

Bukti Cara bersedekap teroris ISIS dalam sholat yang menggunakan sunnah(cara) Wahabi

Pernyataan mereka diterbitkan oleh Otoritas Jenderal Asosiasi Ulama Muslim. ”Setelah hampir lima tahun dukungan politik dan militer untuk sistem Alnasiri(rezim Assad) berkurang, di sini Rusia bertujuan sepihak dan pasukan militernya mengganggu untuk melindungi rezim Bashar al-Assad yang akan tumbang,” bunyi pernyataan otoritas itu, seperti dikutip CNN.

  1. Baca juga:
  2. Fatwa Syekh Wahabi : Bom Bunuh Diri dan Sodomi sesama laki-laki Halal, VIDEO

Dalam pernyataan tersebut, kelompok ulama itu juga menuding perlawanan militer Rusia terhadap ISIS dan kelompok oposisi (baca: Pemberontak) adalah kejahatan berat. 

“Wahai orang-orang kami di Levant (Suriah); Kami telah mendukung Anda terhadap cobaan panjang, dan mungkin Tuhan ingin Anda baik. Rusia melakukan intervensi hanya untuk menyelamatkan sistem (rezim Assad) dari kekalahan tertentu,” bunyi lanjutan pernyataan tersebut, yang juga dilansir Al Arabiya.(MN)

Senin, 11 Juli 2016


Seorang jurnalis Saudi menyatakan bahwa niatan Riyadh untuk mengirim lebih banyak teroris ke Suriah  harus segera direalisasikan untuk menjatuhkan Rezim Bashar Assad, niatan ini terungkap saat Raja Salman bertemu dengan Hillary Clinton. 

Amerika dan Saudi merasa prihatin atas kekalahan yang di alami para teroris dukungannya yang telah kehilangan banyak wilayah di provinsi Aleppo.

“Pembebasan kota strategis al-Qusayr pada Juni 2013 merupakan pukulan berat untuk pemerintah Saudi. Itu sebabnya kemudian Riyadh berusaha mencegah pembebasan Aleppo,” tulis jurnalis Saudi tersebut. 

Menurut sang wartawan, rencana pembebasan Aleppo oleh Angkatan Darat Suriah dan pasukan rakyat itu akan menjadi kekalahan besar bagi pemerintah Saudi dan Amerika.

Simak video nya.. 

Jumat, 18 Maret 2016

Mufti Wahabi  Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh menyebut Pakistan dan Afganistan negara Kafir.


Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh,Mufti Arab Saudi, mengeluarkan pernyataan yang salinannya sampai ke kantor berita Middle East Panorama. Mufti Arab Saudi itu bersumpah bahwa orang-orang Pakistan dan Afghanistan dan kedua pemerintahannya yang kafir, seperti yang ia katakan, akan menerima siksa yang amat pedih karena enggan mengirim pasukan untuk membelaArab Saudi dalam melawan Yaman dan menghadapi Iran ….

Berikut petikan pernyataan SyaikhAbdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikhsang Mufti Arab Saudi itu;

Denagn nama Allah Yang Maha Pemurah.

“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kelaliman di muka bumi tanpa alasan yang benar. Hai manusia, sesungguhnya bencana kelalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; hasil kelalimanmu itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Yunus;23)

Pada titik kritis semacam ini, Arab Saudi dan raja-raja serta para ulamanya telah menjadi pendukung tulus bagi umat Islam dan orang-orang teguh di dunia. Tapi, sayangnya, umat Islam tidak menunaikan kewajiban mereka untuk berterimakasih sebagaimana mestinya. orang-orang Afghanistan adalah contoh menonjol dalam hal ini, karena saya melihat mereka sejak lama tinggal dalam kondisi menyedihkan namun selama periode terakhir mereka berada di neraka, Tuhan berfirman : “Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih”.

Pada saat itu, pasukan Soviet membunuh mereka dan menggusur mereka hingga tidak tersisa dari mereka kecuali hanya “segelintir kelompok”, Tuhan memberikan kepada mereka kemenangan melalui tangan Arab Saudi. Harapan satu-satunya Saudi adalah dapat memberikan perlindungan kepada sesama kaum Muslim, kalau bukan karena Saudi maka mereka semua akan binasa.

Kini kami melihat mereka telah berpaling dari Arab Saudi dan telah menjadi golongan kiri , Tuhan berfirman : “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri”. Mereka semua enggan membalas kebaikan kami dengan sesuatu yang indah, Tuhan berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku , maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Wahai umat Islam, tahukah kalian apa arti syukur dan apa arti balas budi?  Hendaknya kalian semua memberi nama anak-anak kalian dengan nama para raja Saudi itu adalah minimalnya. Tapi orang-orang Afghanistan mereka enggan dan tidak lagi taat, mereka pergi keluar dari aturan para pembela agama Allah dan lebih memilih untuk bekerjasama dengan Tentara Salib, Tuhan berfirman : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. Mereka kini semua adalah kaum munafik. Riwayat Abu Hurairah mengatakan tanda-tanda orang munafik ada tiga: ketika berbicara ia berbohong dan jika berjanji ia mengingkarinya dan jika diberi amanat ia berkhianat. Tuhan marah terhadap mereka. “ia (Musa) berkata: Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini hanya dapat mengatakan: Janganlah menyentuh aku”. Bahkan sesungguhnya mereka akan mendapatkan murka Allah, saksikan apa yang saya katakan. Mereka harus sungguh-sungguh bertobat dan Tuhan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sementara itu, orang-orang Pakistan mereka juga terlibat dalam kejahatan seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang Afghanistan, lebih jelas dari pada matahari sesungguhnya mereka semua berhutang budi kepada Arab Saudi, mereka  lupa kalau Saudi telah membuka dadanya untuk mereka, mereka mendapati Saudi sebagai tanah yang subur sehingga para pekerja mereka dapat masuk dan mereka juga dapat mengirim budak-budak mereka ke negeri kami, berkat nikmat Tuhan dan Arab Saudi perut mereka menjadi kenyang, kalau bukan karena Arab Saudi mereka semua akan mati kelaparan. Saat ini anda dapat melihat bagaimana mereka semua kufur terhadap nikmat Tuhan mereka, saya berpendapat bahwa mereka semua adalah kaum munafik, Tuhan berfirman : “Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir lagi lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti”.

Mereka semua melepaskan diri dari kami, ketika Arab Saudi mengulurkan tangannya untuk meminta bantuan kepada mereka dan ketika  kerajaan Saudi sedang berada dalam ancaman bahaya, ternyata parlemen “kafir” itu menolak untuk mengirim pasukannya guna membela Saudi, sungguh tidaklah lagi pantas ibu kota mereka disebut “Islamabad”.

Kini saya tak lagi memiliki harapan untuk memberikan hidayah kepada orang-orang Afghanistan dan Pakistan karena mereka layak mendapatkan siksa yang pedih.

“Setan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”.[islam institute]

Tag: #Mufti Wahabi, #Negara Kafir, #Syaikh Saudi 

Sabtu, 05 Maret 2016


Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menunjukkan komitmen atas kerjasamanya dengan Amerika dan untuk mempererat hubungan persahabatan  ke dua negara maka Raja Saudi menganugerahkan Cindera mata yang berupa perhiasan senilai USD 300.000 kepada Presiden AS Barack Obama , Hadiah itu meliputi perhiasan-perhiasan mahal, buku langka dan item lainnya. 

Beberapa kalangan aktivis Saudi menilai bahwa , Ini adalah hadiah pangeran yang paling besar melebihi batas-batas norma kesopanan. Hal ini dianggap sebagai hadiah paling mahal yang diberikan oleh satu penguasa ke Penguasa lain dalam masa-masa kini.
Diantara hadiah yang murah hati dari Raja Saudi ini adalah, satu set permata mewah senilai US $ 190.000, yang meliputi batu Ruby ​​dan perhiasan berlian, senilai USD 132.000 yang diberikan secara terpisah.

Hadiah lain dari Raja Abdullah merupakan ornamen marmer dihiasi dengan miniatur pohon-pohon palem dan unta dari emas, anting-anting berlian untuk putri Presiden senilai $ 7000 masing-masing, dan jam kuningan Jaeger-LeCoultre.

Harga dan Nilai total semua hadiah dari Raja Abdullah untuk Presiden Obama, istri Obama dan dua anak perempuannya adalah lebih dari 300.000 USD dolar. LIHAT VIDEONYA 



-------------+-------------+-------------

WAOW..  FANTASTIS BUKAN???? 

Ini toh pemimpin para wahabi ….!!? 
Kalian berteriak Syiah adalah antek zionis….
Kalian memfitnah Syiah adalah propaganda Amerika dan kepanjangan tangan yahudi…..

Tapi sekarang ,Allah swt telah menunjukkan kepada setiap mata kaum muslimin Wahai wahabi dan tersingkaplah hijab keburukan yang kalian sembunyikan…..

Justru kalianlah para Wahabi dan Raja2 bidah kalian yg sepantasnya disebut dengan perkataan diatas….

Justru amir2 tercinta kalian yang menerapkan ungkapan “maling teriak maling”. 
Yang 'toast' saat minum KHAMR [Lihat Video nya disini]  dan cipika-cipiki serta mengalungkan kalung penghormatan buat pemimpin zalim Amerika dan zionis ?? Apakah mereka itu Pemimpin Iran dengan Syiahnya atau Raja2 Saudi tercinta kalian wahai para Wahabi??

Lihatlah sekarang, siapa muslim yang berani dan keras terhadap Israel dan Amerika wahai Wahabi? Apakah mereka itu Albani, Ben baz, Muqbil dan Raja-raja Saudi dengan wahabinya [alih-alih mendukung Palestina bahkan dari mulut busuk ulama Saudilah yang mengharamkan demo menentang israel dan menyuruh warga Palestina untuk menyerahkan tanah mereka pada Israel] atau mereka adalah pemimpin Hizbullah S. Hasan Nasrullah , Imam Khomaini, dan Ahmadinejad dengan syiahnya ?


Ya Allah aku berlindung kepada - Mu dari setiap kedustaan dan kemunafikan Wahabi. Sungguh aku berlepas diri dari Fitnah Wahabi dan dari apa yang mereka KATAKAN. 


Oleh :Ahmed Zain Oul Mottaqin

Jawaban atas fitnah wahabi bahwa penembak Syaikh Al-Qarni adalah Syi'ah 


Beberapa kali saya dihubungi minta pendapat saya soal penembakan ulama Saudi Syaikh Aidh Al-Qarni guna mengcounter fitnah dari media-media takfiri dalam negeri yang begitu gencar menyebar berita bahwa pelakunya adalah Syi'ah.

Oke sini saya kasi tips, Allah dalam Qur'an memerintahkan kita jika datang orang fasiq kepadamu membawa berita maka cek-lah (fatabayyanu) secara teliti kebenarannya agar kamu tidak menimpakan musibah pada suatu kaum tanpa tahu kebenarannya yang menyebabkan kamu menyesal. 

Ingat! Perintah Allah ini hanya berlaku bagi berita-berita yang dibawa orang fasiq, yang cirinya adalah sudah terbukti berkali-kali berdusta. Lalu media mana di muka bumi ini yang lebih sering terbukti menebar Hoax & Fitnah selain media-media takfiri seperti Arrahmahdotcom, eramuslim, kiblatnet, pkspiyungan, nahimunkar dll? Silakan cari! 

Sementara saya sendiri sudah berkali-kali baca dari media-media Internasional termasuk dari media Saudi sendiri seperti Al 'Arabiya bahwa kecurigaan terbesar pelaku penembakan adalah simpatisan ISIS, dimana ISIS sendiri sudah memasukkan Syaikh Aidh al Qarni sebagai salah satu list target mereka.

Saya sendiri sudah menerapkan kaidah bahwa berita apapun yang berasal dari media-media takfiri hukum asalnya adalah dusta, sampai datang bukti-bukti nyata yang membenarkannya. Dan seharusnya kaidah inilah yang diterapkan oleh mereka yang masih merasa dirinya waras.

Pelajarilah latar belakang Syaikh tersebut. Siapapun yang mengenal Syaikh al Qarni pasti paham bahwa penulis buku "La Tahzan" tersebut bukan termasuk ulama Saudi yang berpaham takfiri. Bahkan dia terkenal dengan pernyataannya yang berisi seruan toleransi dan perdamaian antara muslim Sunni dan muslim Syi'ah dan sikapnya yang keras mengutuk kelompok barbar ISIS.

Beliau jelas tidak bisa disamakan dengan para ulama Salafy takfiri Saudi semacam Alu Syaikh atau Muhammad al Arifi, tapi ia hanya bisa disamakan dengan ulama Salafy moderat semacam Syaikh Hasan bin Farhan al Maliki yang toleran terhadap Syi'ah.

Kalau anda mau tahu siapa sebenarnya penembak Syaikh ini, maka lihatlah golongan mana yang paling kepanasan ketika ada ulama penyeru persatuan Sunni-Syi'ah datang. Rasanya baru kemarin kita menyaksikan ulama Sunni moderat Grand Syaikh al Azhar Ahmad Thayyeb datang menyerukan persaudaraan Sunni-Syi'ah, lalu lihat sendiri golongan manakah yang paling kepanasan dan selalu menjelekkan kedatangan beliau? Apa kasus Abu Aqila kemarin belum bisa jadi pelajaran bagi kita? Sebaliknya, kaum Syi'ah justru menyambut hangat kedatangan beliau. 

Oh ya, kejadian penembakan ini kan di Mindanao Filipina ya. Saya belum pernah sekalipun mendengar adanya komunitas Syi'ah di Filipina, kalau komunitas Wahabi Radikal semacam Abu Sayyaf sih sering. 

Senin, 29 Februari 2016


Arab Saudi menjalin kerjasama intens dengan rezim Zionis Israel untuk menghapus Presiden Suriah Bashar al-Assad dari kekuasaan. Dua hari setelah pelaksanaan gencatan senjata yang rapuh di Suriah, kunjungan menteri luar negeri Saudi dan direktur dinas intelijen negara itu ke Tel Aviv tercium oleh media.

Laman Sputniknews, Ahad (28/2/2016) melaporkan bahwa sebuah pesan keamanan penting telah tersiar baru-baru ini yang berhubungan dengan kunjungan rahasia Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir dan kepala dinas intelijen negara itu, Khalid al-Humaidan ke Israel.

Pesan tersebut berisi tentang rencana operasi militer di Suriah dan Lebanon. Keputusan itu dibuat dalam pertemuan para pejabat Saudi dengan Israel dan kepala dinas intelijen rezim Zionis (Mossad) di Tel Aviv. Pada kesempatan itu, Adel al-Jubeir juga bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan Sputniknews, tujuan utama kunjungan al-Jubeir untuk menyampaikan permintaan Saudi kepada Israel agar melakukan operasi militer di selatan Suriah jika terjadi serangan darat untuk menekan pemerintah Damaskus.

Baca juga: Inilah Lima Bukti Bahwa Saudi Memiliki Hubungan Dengan Israel
Arab Saudi dan Israel akhirnya buka kartu. Kedua negara yang selama ini Surat kabar Inggris, Financial Times pekan lalu juga menulis bahwa Arab Saudi sedang berusaha melancarkan serangan darat di selatan Suriah dengan melibatkan militer Turki.
Saudi dan Turki tetap bersikeras untuk menghapus Assad tanpa mengindahkan upaya diplomatik dan pelaksanaan perundingan damai Suriah di Jenewa. Dalam hal ini, Netanyahu menyambut berakhirnya kekuasaan Assad dan runtuhnya front perlawanan di dekat perbatasannya. Oleh sebab itu, teroris yang terluka di Suriah dipindahkan ke rumah sakit-rumah sakit Israel di Dataran Tinggi Golan untuk mendapat perawatan.

Para instruktur Israel melatih anasir-anasir teroris ISIS dan Front al-Nusra di Dataran Tinggi Golan dan militer Israel bahkan berkali-kali menyerang pasukan pemerintah Suriah di wilayah selatan untuk melindungi teroris.
Kunjungan menlu Arab Saudi ke Israel tampaknya berhubungan erat dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang mengaku telah menyiapkan rencana cadangan jika gencatan senjata di Suriah menemui kegagalan. Kerry mengumumkan rencana cadangan yang mencakup pembagian Suriah jika gencatan senjata tidak bekerja.

Front Arab-Barat yang dipimpin Saudi dan AS ingin menghapus Assad dalam situasi apapun dan mereka akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengumuman gencata senjata di Suriah menyimpan aspek tersembunyi dan komentar Kerry juga telah mempertajam prasangka dalam masalah ini. Serangan militer merupakan salah satu rencana cadangan AS jika proses politik untuk memecahkan krisis Suriah gagal.

Selama berlangsungnya gencatan senjata, Front Arab-Barat memilih memperkuat posisi teroris di sejumlah wilayah termasuk Dataran Tinggi Golan. Namun, perlawanan rakyat Suriah dan Assad memperlihatkan bahwa penggulingan presiden Suriah adalah bukan sebuah pilihan yang mudah bagi Arab Saudi, Turki, dan Israel. (RM)

Lihat video kunjungan delegasi Arab Saudi ke Israel..





Kamis, 18 Februari 2016


Menurut laporan yang dibuat oleh Nadya Labi di http://www.theatlantic.com yang berjudul The Kingdom in the Closet, hasilnya sangat mengejutkan. Saat ini populasi penduduk di Riyadh sekitar 4 juta orang, dan diperkirakan hampir 2 juta orang[50%] adalah kaum Homo - LGBT [LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER].


Bila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di dunia, seperti kota-kota di Amerika , menurut The Seattle Times, San Fransisco adalah kota dengan prosentase LGBT terbesar :15,4%.  Tapi bila dikonversikan ke jumlah jiwa, kota San Fransisco yang populasi penduduknya 750.000 jiwa, maka didapati jumlah sekitar 120,000 jiwa.  Itupun karena kaum LGBT di kota ini datang dari berbagai Negara bagian.

Lihat juga video:
Fatwa Syaikh Wahabi: Sodomi sesama jenis dan bom bunuh diri Halal dan di anjurkan

Kota dengan populasi LGBT terbesar lainnya adalah di New York City, yaitu sekitar 272.493 jiwa.  Tapi jumlah itu hanya 4,5% dari total jumlah populasi penduduk di NY city.

Bahkan baru-baru ini media Saudi merilis laporan yang menyebutkan bahwa menteri luar negeri Saudi adalah seorang Gay, bukti tak terbantahkan yang menunjukkan bahwa Adel Al Jubair menteri luar negeri Saudi memiliki sekelompok teman-teman homoseksual di Thailand,” tulis surat kabar al-Qabas mengutip pernyataan Nyonya al-Fayez. Meski kerajaan Saudi tidak mengakui hak kaum homo-LGBT di Arab Saudi namun untuk warga kerajaan dan orang-orang kaya Saudi, LGBT ada dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mengejutkan bukan? Mungkin Video di bawah ini bisa menjadi gambaran tentang banyaknya komunitas HOMO - LGBT di Arab Saudi,  bahkan Syekh atau Mufti Wahabi Saudi sendiri tak luput dari pelecehan seksual sesama jenis ini. SELAMAT MENONTON.




Tag: #LGBT
, #LGBT Arab Saudi, #Populasi LGBT 

Jumat, 12 Februari 2016



'Gedibal Onta' di Media Sosial

Oleh: Eko Armunanto — Muslim Nusantara

Perilaku jamaah 'Gedibal Onta' di media sosial terlihat amat konsisten terhadap karakter Salafisme / Wahabisme, yaitu:

1). Sensitif, gampang tersinggung sebab mereka terlalu lugu untuk mampu membedakan antara Islam (ajarannya) VS Muslim (orangnya), dan Islam VS Arab. Menurutnya Islam identik dengan Arab, oleh sebab itu Arab tidak boleh dikritik; mengkritik (apalagi membuli) Arab sama dengan menghina Islam, sama dengan anti-Islam, sama dengan Islamophobic. Mereka kebakaran jenggot setiap kali ada yang bicara mengkritik kelakuan Muslim yang menyimpang dari ajaran Islam.

2). Offensive anarkis menentang gerakan-gerakan pemurtadan (Kristenisasi, Hinduisasi, dst), sementara di sisi lain mereka secara terbuka melakukan dan menyambut baik gerakan-gerakan Islamisasi. Tidak boleh Kristenisasi, tidak boleh Hinduisasi, dan seterusnya, tapi Islamisasi boleh, menurut Gedibal Onta. Ada semacam eforia setiap kali mereka mendengar kabar public figure yang menjadi mualaf, ratusan kali berita itu dishare dengan hati berbunga-bunga; sebaliknya jika murtad, ratusan kali berita itu dishare dengan penuh kebencian dan caci maki. Menurut mereka, membongkar tempat ibadah non muslim tanpa IMB itu penegakan hukum, sedangkan membongkar masjid tanpa IMB disebutnya anti Islam.

3). Anti-Syiah, anti-Ahmadiah, berlogika bengkok, berstandar ganda. Jika ada komunitas muslim yang minoritas di negeri orang ditindas (Rohingya dan Tiongkok misalnya), Gedibal Onta marah lantas berteriak jihad, sementara di negaranya sendiri mereka menindas kaum minoritas seperti Syiah, Ahmadiah — ini standar ganda. Selain melakukan tindak kekerasan anarkis terhadap mereka pada masa rejim yang lalu, hingga kini Gedibal Onta masih rajin mengkampanyekan kebencian Anti Syiah dan Anti Ahmadiah lewat media sosial. Contoh logika bengkok, dulu Gus Dur pernah meminta maaf pada PKI, menurut Gedibal Onta itu adalah bukti bahwa Gus Dur PKI atau pro PKI. Ketika Ahok melarang penggunaan Monas untuk pengajian karena akan memicu hadirnya PKL yang lantas mengganggu ketertiban umum, selain kekhawatiran bahwa peserta pengajian berperilaku tidak tertib pula: buang sampah sembarangan, menginjak-injak taman; Gedibal Onta memelintirnya menjadi "Ahok melarang umat Muslim beribadah" lalu memberinya cap anti Islam. Bukan pengajiannya yang dilarang Ahok padahal, tapi penggunaan Monasnya. Pengajian boleh, tapi jangan di Monas. Jika ada seorang Muslim shalat Dhuhur di tengah jalan tol lalu diusir petugas karenanya, apakah pengusiran itu berarti melarang Muslim beribadah? Berarti anti Islam? Dengan logika bengkoknya itu jamaah Gedibal Onta tidak mampu memahami ini, gagal paham mereka.

4). Bertolak belakang dengan ajaran Islam, ironisnya, Gedibal Onta berperilaku racist, SARA, tidak respek pada Muslim lain yang tidak sependapat dengannya, memposisikan diri seolah paling mulia, bahkan dengan menebar fitnah: menuduh kafir, komunis, PKI, antek asing, agen Yahudi. Mereka mendirikan berbagai media online abal-abal khusus untuk menebar fitnah, propaganda kebencian etnis, dan adu domba.  Bertolak belakang dengan nilai-nilai Islami, Jamaah Gedibal Onta menggunakan berbagai cara amoral ini untuk menyerang Jokowi dan Ahok, sejak masa Pilgub DKI, Pilpres, hingga sekarang.

Indonesia Bukan Negeri Gedibal Onta

Tampak seperti bagian dari upaya menjadikan Indonesia negeri Gedibal Onta, Wali Kota Bogor Bima Arya menerbitkan Surat Edaran berisi larangan bagi umat Syiah memperingati Asyura dan itu dijadikan dasar untuk menggrebek kegiatan itu dengan dalih warganya menolak Syiah dan bahwa jika dirinya tidak mau hadir membubarkannya maka warga akan berbuat anarkis.



Ada dua persoalan besar di sini:

1). Dalam tatanan kehidupan bernegara, bagaimana mungkin persoalan benar salahnya sesuatu tergantung apa maunya warga? Bagaimana seandainya warga di situ penjudi togel semua lantas maunya dibandari Bima Arya, mau juga? Kehidupan bernegara dikelola berdasarkan konstitusi dan yang diurus Bima Arya selaku pejabat negara adalah warga negara, bukan kelompok pengajian. Upaya menghindari anarki semestinya dilakukan dengan cara mengirim aparat keamanan untuk melindungi kegiatan peringatan Asyura itu agar berjalan lancar, bukan malah sebaliknya.

2). Tulisan ini tidak bicara tentang sesat atau tidaknya Syiah. Saya tidak pusing soal itu, tidak tertarik untuk berdebat tentang itu di sini, dan bukan penganut Syiah. Persoalan bagi saya adalah pelanggaran konstitusi yang dilakukan Bima Arya melalui penerbitan Surat Edaran larangan Syiah yang mengakibatkan adanya komponen bangsa terkebiri hak asasinya untuk menjalankan ibadah sesuai ajaran yang dipeluknya. Sesesat apapun Syiah di mata kaum anti Syiah, konstitusi tidak melarang Syiah, dan Indonesia bukan negara Sunni. Kebebasan beragama dijamin oleh Bab XI Pasal 29 UUD 1945. Islam dalam konstitusi tidak dibedakan mana Sunni, mana Syiah, dan mana Ahmadiah; dengan kata lain Sunni, Syiah, dan Ahmadiah adalah Islam di mata konstitusi.  Lantas apa dasarnya jamaah Gedibal Onta itu mengklaim bahwa Islam yang dimaksud konstitusi adalah Sunni? Tafsiran ngawur itu.

UU Nomor 1 PNPS Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penodaan Agama, Pasal 1 berbunyi:

Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.

Berdasarkan penjelasan pasal itu, agama yang dimaksud adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius), sesuai Keppres No.6/2000 yang dikeluarkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid dan diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Republik Indonesia Nomor MA/12/2006  — meskipun demikian bukan berarti agama selain enam itu (Tao, Shinto, Yahudi, misalnya) dilarang berkembang di Indonesia sebab masih ada jaminan dari Pasal 29 UUD 1945 Ayat 2 yang berbunyi:

Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu

Jamaah Gedibal Onta bukan hanya secara ngawur mengklaim sepihak bahwa Islam yang dimaksud konstitusi adalah Sunni, mereka juga berupaya memaksakan kehendaknya dengan cara minta fatwa MUI. Mereka mengira bahwa jika MUI berfatwa Syiah sesat itu berarti penyebaran ajaran Syiah melanggar hukum. Tidak begitu faktanya. Fatwa bahwa Syiah sesat tidak berarti Syiah dilarang oleh konstitusi sebab fatwa MUI tidak sedikit pun punya kekuatan hukum.  Jangankan punya kekuatan hukum, banyak fatwa MUI yang bahkan tidak digubris oleh umat Islam sendiri.

Lantas bagaimana sesungguhnya pandangan terkini MUI tentang Syiah? MUI berpendapat bahwa ajaran Syiah tidak dilarang di Indonesia, MUI hanya menghimbau umat Islam agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan beredarnya kelompok Syiah yang ekstrim, begitu pernyataan Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi, dikutip BBC Indonesia, ketika menanggapi surat edaran Wali Kota Bogor Bima Arya pada 22 Oktober lalu yang melarang perayaan Asyura oleh penganut Syiah di wilayahnya.

Konstitusi tidak melarang Syiah, maka umat Syiah bebas menjalankan ibadahnya. Barangsiapa berani menggerakkan teror anarkis melawan konstitusi tentu akan berhadapan dengan Densus Anti Teror. Surat Edaran Bima Arya itu inkonstitusional, bertentangan dengan konstitusi, bertentangan dengan Pancasila, bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika.

Bima Arya tampak sedang asik menggoreng sentimen anti Syiah untuk kepentingan popularitasnya sendiri sebagai politisi, shame on you!

Selasa, 09 Februari 2016



Militer Iran menyebut Amerika Serikat (AS), rezim Zionis Israel dan Arab Saudi sebagai segitiga kejahatan yang membuat kekacauan. Iran juga menilai kesediaan Saudi menginvasi Suriah mencerminkan kegagalan AS.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi. Menurutnya, Washington telah memprovokasi Riyadh agar menginvasi Suriah.

”Menteri Pertahanan AS (Ashton) Carter mendukung dan memprovokasi Kerajaan Saudi untuk berbaris ke (medan) perang (di Suriah). Ini merupakan indikasi bahwa dia bingung. Ini juga membuktikan tanpa keraguan bahwa mereka telah gagal,” kata Firouzabadi pada hari Senin dalam menanggapi pengumuman Saudi untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.

Saudi, lanjut Firouzabadi, akan mengalami kekalahan politik terus-menerus di arena internasional. Dia menyindir anjloknya harga minyak dunia telah menghantam Saudi secara keras.

Jenderal Iran itu juga mengejek AS, Israel dan Saudi yang dia sebut sebagai kelompok kejahatan. ”Segitiga kejahatan AS, rezim Zionis (Israel) dan Al Saud menciptakan kekacauan di Asia Barat dan Afrika Utara, dan bahwa tidak ada negara Muslim yang aman,” katanya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (9/2/2016).




"Quds diduduki rezim (Israel) yang juga bingung dan marah. Bersama dengan rekan-rekan Amerika dan Arab, mereka mecambuk kuda mati, tapi mereka tahu mereka pergi ke mana-mana,” sindir jenderal Iran itu.

Firouzabadi menambahkan, satu-satunya cara untuk meciptakan perdamaian di negara-negara Muslim adalah mencegah orang Amerika dan sekutunya campur tangan dalam urusan internal negara-negara di kawasan itu.


”Kerajaan Saudi dan Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain kecuali melepaskan agresi, pertumpahan darah dan ancaman kosong terhadap negara-negara regional. Mereka juga harus mengubah arah (kebijakan) untuk membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas regional,” katanya.

Senin, 08 Februari 2016



Seringkali kerajaan Wahabi Saudi disifati dengan hal-hal baik seperti "Khadimul Haramain" , memakai hukum Islam,dan lain sebagainya. Sedangkan Iran selalu dicela, difitnah dan dituduh tanpa bukti sebagai antek Amerika dan Israel bahkan cecunguk Saudi dengan enteng nya menuduh kafir.

Sekarang mari kita lihat VIDEO dan URAIAN dibawah ini bagaimana fakta sebenarnya dan apa perbedaan dari kedua negara ini? Ditimbang dengan ajaran dan ahlak Islami, berikut adalah uraian beberapa perbedaan kedua negara ini,




  • 1] Republik Islam Iran mengharamkan Minuman keras terbukti saat Presiden Iran berkunjung ke Prancis menolak jamuan makan yang di situ ada minuman keras [wine], Tapi Kerajaan Saudi Menghalalkan minuman keras dan itu dicontohkan langsung oleh Raja nya saat menjamu George Bush pembantai umat Islam di Irak dan Afghanistan. Pakai acara"Touch" pula.


  • 2] Republik Islam Iran Mengharamkan Berjabat Tangan dengan yang bukan muhrim, sedangkan Saudi menghalalkannya, dan ini dicontohkan langsung oleh Rajanya saat Berjabat Tangan mesra dengan Hillary Clinton yang mengaku telah menciptakan ISIS kelompok teroris paling bengis untuk membuat kerusakan di Timur Tengah .


  • 3] Republik Islam Iran mengharuskan aparat dan pejabat pemerintah patuh pada Ulama sedangkan Wahabi Saudi mengharuskan Ulama harus patuh pada Sang Raja.
Baca juga :
  • Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menunjukkan komitmen atas kerjasamanya dengan Amerika 

  • 4] Republik Islam Iran menjaga dan merawat makam waliullah seperti Imam Ghazali di desa Thabaran- Tus Iran, Ibnu Sina[Avecina] di Hamadan, Guru Sufi terkenal Bayazid al Bustami di desa Bastam wilayah Shahrud Iran dll, sedangkan Wahabi Saudi Menghancurkan makam Keluarga Nabi, Sahabat yang Sahid bersama Nabi dan para Waliullah yang dimuliakan umat Islam.

  • 5] Republik Islam Iran menolak mengakui Zionis Israel sebagai negara[sama dengan Indonesia] , sedangkan Wahabi Saudi malah menyewa tentara Zionis Israel untuk mengamankan prosesi jamaah haji.

  • 6] Republik Islam Iran mewajibkan dukungan penuh atas Palestina, sedangkan Wahabi Saudi Malah menyuruh Rakyat Palestina mengungsi seperti fatwa ulama gemblung Wahabi.

  • 7] Republik Islam Iran membantu Suriah karena mau menampung ribuan pengungsi Palestina, Tapi Saudi malah memerangi Suriah karena Assad mau menampung Pengungsi Palestina dan memperlakukan pengungsi seperti warganya sendiri.

  • 8] Republik Islam Iran mendukung perlawanan Hizbullah terhadap Israel untuk membela tanah airnya Libanon dari pendudukan Israel, sedangkan Wahabi Saudi malah mendukung Israel dengan mengecam Hizbullah dengan sebutan Hizbusyaitan.

  • 9] Republik Islam Iran memuliakan keturunan Rasulullah Saw dan memberikan mereka tempat yang istimewa di masyarakat , sedangkan Wahabi Saudi menghinakan dzuriyat Rasulullah SAW dan sama sekali tidak memberikan tempat yang layak baik dalam sistem pemerintahan dan hubungan antara masyarakat. Bahkan Saudi telah menjadikan ulama Badui gurun sebagai ulama kerajaan yang mudah Ditipu Oleh kerakusan Raja Saudi untuk membuat fatwa yang mendukung kebijakan kerajaan itu. 

Baca Juga :
Apa Kata Gus Dur Tentang Dinasti Saudi : DINASTI SAUDI KETURUNAN NABI PALSU MUSAILAMAH AL-KADZAB !!! "Kaum Wahabi menjadi keras dan merasa benar sendiri, tak lain karena pengaruh kerja samanya dengan Dina… 

Untuk melengkapi bukti dari uraian perbedaan antara Saudi dan Iran diatas silahkan anda menyimak VIDEO dibawah berikut ini.[PPO]



Sabtu, 06 Februari 2016



Oleh: Sulaiman Djaya

Bila benar ramalan itu, bahwa jika Turki menyerang Suriah, maka menurut ramalan itu, akan diikuti oleh Negara-negara Barat (Israel, Amerika, NATO dan sekutu Arab mereka seperti Rezim Al-Saud dkk).

Di mana kemudian gabungan pasukan Negara-negara Turki dan Barat itu akan berhadapan dengan Rusia, China, Iran, Hizbullah (Lebanon), India, Irak, Yaman, Palestina dkk, maka pada saat itulah akan terjadi Perang Dunia Ketiga (yang konon jika berkepanjangan akan juga melibatkan perang nuklir) dan dunia jatuh dalam krisis dan ketakutan yang dahsyat.

Namun, barangkali, manusia bisa merubah ramalan atau menentukan takdir tersebut dengan jalan menempeleng Turki, Rezim Al-Saud dkk, Israel, dan Amerika agar mereka sadar bahwa sikap mereka akan membawa kehancuran bagi kemanusiaan dan peradaban.

Minimal mereka harus ditempeleng dengan sendal jepit yang penuh pasir. Turki, NATO, Israel, Amerika, Rezim Al-Saud dkk harus sadar bahwa jika mereka menyerang Suriah, maka pada saat itu mereka akan membangunkan gabungan Tentara Mahdi as dan para pengikut Isa Al-Masih putra Maryam yang disucikan. Dan di sini, barangkali pula, ummat manusia boleh membiarkan mereka untuk menggempur Suriah.

"Akan datang suatu zaman segerombolan pasukan kejahatan membuat kerusakan yang dahsyat di Damsyik (Damaskus) dan negeri Syams (Suriah, Irak, Palestina)"

Tag: #Perang Akhir Zaman, #Perang dunia Ketiga

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang lebih akrab dipanggil sebagai Aher, bukan anak kecil di dunia politik. Dia lama menempa dan membangun diri di pergerakan 'tarbiah' sebelum kemudian banting stir lantaran kesemsem dengan hinggar bingar dunia politik. Dia berhasil. Takdir mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera sejak awal, saat partai masih masih menggusung nama Partai Keadilan (PK).

Kemudian, pemilihan umum gubernur pada 2008 mengantarnya sebagai orang nomer satu diJawa Barat. Selama enam tahun, dia, yang merupakan "kader unggulan" partai, berhasil memborong penghargaan dari negara. Bukan satu. Tapi 150 penghargaan bergengsi dari pemerintah. Bahkan pada 2015, Jawa Barat berhasil meraih penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara untuk yang kelima kalinya.

Tidak sampai disitu, Aher pada 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan oleh sebuah media cetak nasional. Setahun kemudian, pada 2012, dia mencalonkan diri dan kembali terpilih sebagai Gubernur dengan didampingi Deddy Mizwar. Inilah segudang 'prestasi' yang mampu memoncerkan nama partainya yang sempat babak belur lantaran orang-orangnya terbabit skandal seks dan korupsi.

Beberapa pekan lalu, beredar rekaman video di jejaring sosial Whatsapp yang berisi percakapan orang nomer satu se-Jawa Barat itu. Dalam video, terlihat Aher sedang duduk di lantai bersama beberapa warga Indonesia dan sejumlah orang asing yang berbicara dalam bahasa Arab. Di sebelah kanan Aher, duduk seorang ulama dengan pakaian khas Arab Saudi yang oleh Aher disapa "Syeikh"; menunjukkan seorang ulama dan orang penting. Posisi duduk sang ulama lebih tinggi lantaran dia duduk di kursi.

Persoalannya bukan soal pertemuan itu. Tapi lantaran Aher berbicara ke ulama itu tentang sesuatu yang merujuk pada data dan informasi yang dianggap rahasia. Ini jelas tak patut dilakukan oleh seorang pejabat negara.

Sejauh ini, media dan publik menanggapi percakapan Aher itu dengan dingin, seolah tidak ada sesuatu yang rahasia. Pun aparat penegak hukum diam dengan persoalan ini.

Setidaknya ada beberapa point penting yang dibicarakan Aher.

Pertama, dia menyebut, "Orang-orang Syiah kelihatan kuat dalam kelemahannya. Mereka menjadi kuat, karena kita lemah. Kalau kita kuat, maka otomatis mereka menjadi lemah." Pernyataan ini adalah penyalahgunaan jabatan sebagai pejabat negara yang wadul dihadapan warga negara asing tentang suatu yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan Republik Indonesia. Ini adalah fakta yang menunjukkan Aher menjual informasi kepada orang asing dengan cara merusak kebijakan luar negeri Indonesia yang berpijak pada prinsip bebas aktif.

Kedua, terkait pernyataannya: "Kami sekarang sudah membangun pesantren besar di Subang dan Sukabumi, dan segera di Garut. Nantinya, sebagai pemerintah, kami ingin membangun 30 pesantren lagi.” Di sini jelas, Aher memberikan laporan ke orang asing soal kegiatannya di Indonesia dan yang seperti ini biasanya hanya dilakukan oleh seorang agen intelijen.

Ketiga, dia menyebut bahwa terdapat tiga ribu pelajar Indonesia yang mendapatkan beasiswa di Iran. Jika saja informasi ini benar adanya, lalu dengan tujuan apa hal ini disampaikan Aher ke orang tidak semestinya berhak mendapatkan informasi, dalam hal ini adalah orang asing?

Keempat, dia juga meminta kepada Saudi untuk memberikan beasiswa sama dengan yang, menurutnya, diberikan Iran ke pelajar Indonesia. Di sini, dia seolah melupakan tsunami dana dan ribuan warga Indonesia yang saat ini mengaji ajaran Wahabi di Arab Saudi.


Sebab, masalahnya, dan ini besar, menyangkut perkara jual beli intelijen Indonesia keluar dari ranah teritorial NKRI ke pihak asing yang dilakukan oleh seorang pejabat negara, dengan atau tanpa imbalan sekalipun. Pemberian data dan informasi intelijen dalam negeri untuk luar negeri adalah tindakan intelijen, sementara Aher tidak berhak dan tidak berwenang memberikan data dan informasi tersebut ke pihak asing.

Maka, jelas, Aher dalam hal ini sudah melampaui wewenang dan jabatan yang dimilikinya, dan sudah semestinya harus dianggap sebagai pengkhianatan pada Republik. Dan sekali lagi Aher, menunjukkan dirinya kepada publik sebagai agen asing yang berkedok sebagai gubernur. Atau bisa jadi lebih jauh; partai yang dia wakili berfungsi sebagai pencetak agen asing untuk menjaga kepentingan asing di Indonesia.

Polisi harus menyelidiki perkara jual beli intelijen ini. Semuan perkaranya harus kelar. Sebab orang akan bertanya: atas dasar apa Aher melaporkan data dan informasi dalam negeri kepada pihak asing yang "seolah" bertanggungjawab atas perkara di Indonesia? Atau Aher mungkin sedang pamer kekuatan dana partau yang mesti diketahui orang banyak?

Seseorang juga nampaknya perlu memberi kuliah singkat ke Aher seputar kontra intelijen. Sebab laporan Aher dalam video itu seolah mengisyaratkan penduduk Indonesia belum pernah tahu ihwal banjir dana bantuan Saudi untuk Indonesia.

Sisi lain, muslim Syiah di Indonesia, sudah tidak semestinya berdiam diri dan membiarkan perkara ini tanpa sikap. Muslim Syiah Indonesia sudah semestinya memperkarakan fitnah besar ini kepada pihak berwenang. Sebab komunitas Syiah dijadikan Aher, sebagai proyek gelap dan lebih-lebih hal ini diwadulkan kepada pihak asing. Minimal sikap komunitas untuk mencegah Bangsa Indonesia dari “obok obok “ asing melalui tangan gubernur Aher yang berperan sebagai corong Saudi Arabia untuk memicu intoleransi dan perpecahan di tubuh NKRI.

Komunitas muslim Syiah juga sudah semustinya terlibat penyelidikan, mencari tahu potensi jual beli informasi dan data Aher itu dapat merusak integritas negara, dan kemudian mengambil sikap bijaksana. Paling minimalnya adalah mengajukan ke komnas HAM untuk penyelidikan lebih lanjut soal proyek gelap Aher ini dengan seksama.

Sikap intoleransi Aher sangat jelas, sulit dibiarkan tanpa tindakan, karena jual beli data dan informasi itu benar-benar berpotensi besar merusak hubungan baik antara Indonesia dan Iran.[Islam Times]

Tag: #Aher, #Proyek gelap


Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Muallem, memperingatkan setiap intervensi asing ke Suriah, setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi dan Turki berencana menerjunkan pasukan darat ke Suriah untuk alasan mengalahkan ISIS dalam koalisi internasional.

"Intervensi darat (asing) di wilayah Suriah tanpa izin pemerintah adalah agresi yang harus dilawan", kata Muallem pada konferensi pers di ibukota Damaskus, Sabtu (6/2), seperti dilansir Press TV.

Demi kedaulatan negara, pejabat senior pemerintah Suriah ini mengancam bahwa para "agresor" asing akan dipulangkan dalam peti mati.

"Jangan ada yang berpikir mereka bisa menyerang Suriah atau melanggar kedaulatannya, karena saya memastikan bahwa setiap agresor akan pulang ke negaranya dalam peti mati kayu, baik itu tentara Saudi atau Turki dan sekutunya yang tergabung dalam NATO", ancamnya.

Hal serupa dikemukakan oleh Mohammad Ali Jafari, kepala Garda Revolusi Iran. Jafari mengejek tawaran Saudi untuk mengirim pasukan daratnya ke Suriah. Menurutnya Saudi akan dikalahkan.

"(Saudi) telah membuat klaim seperti itu, tapi saya tidak yakin mereka cukup berani untuk melakukannya... Bahkan jika mereka mengirim pasukan, mereka akan pasti dikalahkan... Itu akan menjadi bunuh diri", ledek Jafari seperti dikutip kantor berita Fars News.


Pada hari Kamis (4/2), Arab Saudi telah menawarkan diri [minta izin] pada koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk menerjunkan pasukan daratnya di Suriah demi alasan mengalahkan teroris ISIS. Tawaran Saudi disambut baik oleh pihak koalisi.

Kelompok Daesh atau ISIS dukungan Saudi, Turki dan Amerika merajalela di beberapa provinsi Suriah untuk tujuan menggulingkan Assad [nampaknya koalisi Amerika, Saudi ingin membantu ISIS menumbangkan Assad - red] , terutama provinsi Raqqah yang pusat kotanya bahkan ditetapkan sebagai ibukota "Khilafah" al-Baghdadiyah.[PT/R]

Tag: #kelompok DAESH, #Koalisi Internasional, #Saudi Membantu ISIS

Kamis, 04 Februari 2016


Masih ingat kenyinyiran kader PKS Waktu Jokowi menuangkan minum pada Megawati? Nah ini ya akhi, si Aher duduk dibawah dan Syeikh Saudi duduk di kursi. Dan si Aher meminta - minta Persis seorang kacung pada Rajanya. 

Sebuah video yang beredar di grup-grup Whatsapp menunjukkan adegan yang mengejutkan. Dalam video itu terlihat Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) sedang duduk di lantai bersama beberapa orang berpakaian khas Arab dan mereka satu sama lain berbicara dalam bahasa Arab.

Di sebelah Aher, duduk seseorang dengan pakaian khas ulama Saudi duduk di kursi (sehingga posisi duduknya lebih tinggi daripada Aher, sang gubernur). Lebih jauh lagi, Aher menyebut Iran telah membiayai 3000 pelajar Indonesia untuk studi di Iran, dan meminta agar Arab Saudi juga memberikan beasiswa sebanyak itu.

Di bagian lain pernyataannya, Aher menyebut, "Orang-orang Syiah itu kelihatan kuat dalam kelemahannya. Mereka menjadi kuat, karena kita lemah. Kalau kita kuat, maka otomatis mereka menjadi lemah. Itu merupakan hukum alam. Kami sekarang sudah membangun pesantren besar di Subang dan Sukabumi, dan segera di Garut. Nantinya, sebagai pemerintah, kami ingin membangun 30 pesantren lagi."

Kemudian, Aher mengatakan bahwa setiap tahun Iran memberi beasiswa kepada 3000 pelajar Indonesia untuk belajar ke Iran. Seseorang di dalam video terlihat terkejut, karena menurutnya yang belajar ke Saudi cuma 150 orang per tahun. Oleh sebab itu, Aher meminta agar Saudi memberi beasiswa minimal sama dengan Iran.

Lihat videonya »»


Versi Terjemahan Bahasa Indonesia



Seorang mahasiswa Indonesia di Iran saat diperlihatkan video tersebut berkomentar, "Iran dijual untuk tawar-menawar dengan Saudi. Lagipula, jumlah mahasiswa Indonesia di Iran saat ini hanya 150-an orang."

Pengurus IKMAL (Ikatan Alumni Jamiah Al Mustafa, lembaga alumnus Iran di Indonesia) yang dihubungi LI menyatakan, total alumnus Iran sejak berdirinya Republik Islam Iran hingga kini tercatat hanya 270 orang.
Data dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Indonesia pun menunjukkan bahwa warga Indonesia di Iran yang mengikuti pemilu 2014 adalah 289 orang. Angka ini jauh berbeda dengan klaim Aher bahwa setiap tahun ada 3000 orang Indonesia dikirim belajar di Iran.

Arab Saudi dikenal royal dalam memberikan bantuan kepada tokoh-tokoh politik. Baru-baru ini di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak dituduh korupsi karena memiliki dana sejumlah 681 juta dollar AS (setara hampir Rp 10 triliun) di rekeningnya.


Kemudian, Kejaksaan Agung Malaysia pada Selasa (26/1/2016) mencabut tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa uang sebesar itu diterima Najib di akun bank pribadinya sebagai hadiah dari keluarga Kerajaan Arab Saudi, yang ditransfer antara akhir Maret dan awal April 2013. [liputanislam]

Tag: #Gubernur Jawa Barat, #Aher, #Ahmad Heryawan, #Kader PKS 


Malaysia menegaskan bahwa keluarga kerajaan Arab Saudi memberi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hadiah pribadi $ 681.000.000[sekitar 9,4 T].

Konfirmasi dari mega skandal yang berakhir tentang spekulasi  sumber sumbangan pribadi yang sangat besar yang diterima dari 'pendonor timur tengah' oleh Perdana Menteri Malaysia.

Lembaga anti-korupsi di negara itu telah mengesahkan Najib Razak telah melakukan penyalahgunaan wewenang .

Transfer hampir $ 700.000.000 dilakukan menjelang 2013 sampai terpilihnya kembali menjadi Perdana Menteri.

Perdana Menteri Najib Razak yang telah berkuasa sejak 2009 dikenal luas telah menindas pengikut minoritas Islam Syiah di negara ini.

King Salman dari Saudi

Pada tahun 2010 Malaysia menyatakan bahwa Syiah di negara itu, telah disebut sebagai aliran "menyimpang" , dan dilarang mengamalkan keyakinannya itu.

Pada bulan Desember tahun itu, 200 orang Syiah ditangkap oleh Departemen Agama Islam Selangor saat merayakan Asyura dan dikenai Sangsi pidana.

Otoritas keagamaan telah menuduh mereka "mengancam keamanan nasional"Negara itu  terus menerus menganiaya dan menangkap warga Syiah.

Pada tahun 2014 di Perak sekitar 114 pengikut Syiah lainnya ditangkap selama acara Syiah. Anak-anak dan perempuan tergeletak begitu saja di penjara di negara ini.

Demi Dolar Saudi, Malaysia Telah menganiaya dan Memenjarakan Wanita dan Anak-anak Muslim Syiah. 

Keluarga kerajaan Saudi dikenal sebagai sponsor pejabat negara dan ulama fanatik yang mendukung kampanye politik anti Syiah di negara mereka.

Dukungan keuangan yang sangat besar dari Perdana Menteri Malaysia adalah salah satu contohnya bagaimana miliaran petrodolar dari penjualan minyak nasional Saudi yang digunakan untuk mendukung pejabat negara yang fanatik radikal dan politisi culas di seluruh dunia.

Sumbangan kepada Perdana Menteri Malaysia telah meningkatkan kecurigaan di berbagai negara yang khawatir bahwa pejabat politik mereka yang mungkin  membuat kebijakan berdasarkan pesanan oleh keluarga kerajaan Saudi.[globalresearch]

Tag: #PM Malaysia, #Najib Razak, #Anti Syiah, #Kucuran Dana Saudi 

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks