Tampilkan postingan dengan label Fitna_Wahabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitna_Wahabi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2016



Oleh :Ahmed Zain Oul Mottaqin

Jawaban atas fitnah wahabi bahwa penembak Syaikh Al-Qarni adalah Syi'ah 


Beberapa kali saya dihubungi minta pendapat saya soal penembakan ulama Saudi Syaikh Aidh Al-Qarni guna mengcounter fitnah dari media-media takfiri dalam negeri yang begitu gencar menyebar berita bahwa pelakunya adalah Syi'ah.

Oke sini saya kasi tips, Allah dalam Qur'an memerintahkan kita jika datang orang fasiq kepadamu membawa berita maka cek-lah (fatabayyanu) secara teliti kebenarannya agar kamu tidak menimpakan musibah pada suatu kaum tanpa tahu kebenarannya yang menyebabkan kamu menyesal. 

Ingat! Perintah Allah ini hanya berlaku bagi berita-berita yang dibawa orang fasiq, yang cirinya adalah sudah terbukti berkali-kali berdusta. Lalu media mana di muka bumi ini yang lebih sering terbukti menebar Hoax & Fitnah selain media-media takfiri seperti Arrahmahdotcom, eramuslim, kiblatnet, pkspiyungan, nahimunkar dll? Silakan cari! 

Sementara saya sendiri sudah berkali-kali baca dari media-media Internasional termasuk dari media Saudi sendiri seperti Al 'Arabiya bahwa kecurigaan terbesar pelaku penembakan adalah simpatisan ISIS, dimana ISIS sendiri sudah memasukkan Syaikh Aidh al Qarni sebagai salah satu list target mereka.

Saya sendiri sudah menerapkan kaidah bahwa berita apapun yang berasal dari media-media takfiri hukum asalnya adalah dusta, sampai datang bukti-bukti nyata yang membenarkannya. Dan seharusnya kaidah inilah yang diterapkan oleh mereka yang masih merasa dirinya waras.

Pelajarilah latar belakang Syaikh tersebut. Siapapun yang mengenal Syaikh al Qarni pasti paham bahwa penulis buku "La Tahzan" tersebut bukan termasuk ulama Saudi yang berpaham takfiri. Bahkan dia terkenal dengan pernyataannya yang berisi seruan toleransi dan perdamaian antara muslim Sunni dan muslim Syi'ah dan sikapnya yang keras mengutuk kelompok barbar ISIS.

Beliau jelas tidak bisa disamakan dengan para ulama Salafy takfiri Saudi semacam Alu Syaikh atau Muhammad al Arifi, tapi ia hanya bisa disamakan dengan ulama Salafy moderat semacam Syaikh Hasan bin Farhan al Maliki yang toleran terhadap Syi'ah.

Kalau anda mau tahu siapa sebenarnya penembak Syaikh ini, maka lihatlah golongan mana yang paling kepanasan ketika ada ulama penyeru persatuan Sunni-Syi'ah datang. Rasanya baru kemarin kita menyaksikan ulama Sunni moderat Grand Syaikh al Azhar Ahmad Thayyeb datang menyerukan persaudaraan Sunni-Syi'ah, lalu lihat sendiri golongan manakah yang paling kepanasan dan selalu menjelekkan kedatangan beliau? Apa kasus Abu Aqila kemarin belum bisa jadi pelajaran bagi kita? Sebaliknya, kaum Syi'ah justru menyambut hangat kedatangan beliau. 

Oh ya, kejadian penembakan ini kan di Mindanao Filipina ya. Saya belum pernah sekalipun mendengar adanya komunitas Syi'ah di Filipina, kalau komunitas Wahabi Radikal semacam Abu Sayyaf sih sering. 

Selasa, 01 Maret 2016


Forum Alumni Al-Azhar Mesir Indonesia (FAAMI) melaporkan pemilik akun Facebook atas nama Abu Aqila ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan penistaan dan penyebaran fitnah terhadap Pimpinan Tertinggi Institusi Al-Azhar, Mesir Grand Syekh Ahmad Al-Thayyib.

Ketua Umum FAAMI, Ali Mashar Lc M Hum, mengatakan tertulis status akun Facebook Abu Aqila pada Jumat (26/2) pukul 09.15 WIB yang menuding Syekh Al-Azhar sebagai "Syaikhul Azhar Palsu" dan "Paus Al-Azhar".

Tak hanya itu, Abu Aqila yang merupakan pemilik Klinik Syariah Bengkel Rohani itu memuat foto tak senonoh menggambarkan Syekh al-Azhar berciuman dengan Paus Fransiskus.”Ini penghinaan yang nyata,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/3). Rombongam FAAI diterima secara khusus oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Mujiono yang didampingi oleh Kanit Cyber Crime Polda Metro Jaya, Kompol Pian.

PBNU Mesir juga memberikan dukungannya untuk melaporkan kasus pelecehan kepada Syekh Al-Azhar oleh Abu wahabi Aqila 

Ali menegaskan, tuduhan tersebut bertentangan dengan UU ITE tahun 2008. Bagaimanapun sosok Syekh Al-Azhar adalah simbol keagamaan dan pemimpin tertinggi lembaga pendidikan Islam bersejarah yang sukses mencetak jutaan cendekiawan Muslim di dunia.

Tidak sepantasnya, ujar Ali, kehadiran Syekh Al-Azhar ke Indonesia beberapa waktu  lalu disambut dengan hujatan, hinaan, dan fitnah. Ajaran Islam menghargai perbedaan pendapat, tapi melarang orang untuk  memfitnah, menghujat, dan menghina.”Apalagi beliau tamu negara semestinya dimuliakan sebagaimana akhlak yang diajarkan Islam,” tuturnya.    


Misi Syekh Al-Azhar ke Indonesia, imbuh Ali, membawa pesan-pesan perdamaian, moderasi, dan persatuan umat, sesuai dengan misi dakwah Al-Azhar yang berhaluan Sunni moderat. Beliau menekankan persatuan umat dan menghormati perbedaan.”Bukan saling menghujat apalagi mengafirkan,” katanya.[Republika] 

Minggu, 28 Februari 2016


Kali ini tuduhan dan fitnah yang menimbulkan kehebohan netizen berhembus kembali. Tidak tanggung-tanggung, fitnah dan tuduhan kepada Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb sungguh sangat biadab dan di luar batas kemanusian dan nilai-nilai keislaman. Ya, SANGAT BIADAB SEKALI..! Namanya Abu Aqila si dukun Wahabi, si tukang fitnah dan pendusta yang tiada berakhlak.

Abu Aqila si dukun Wahabi, itulah nama kunyahnya. Dalam akun Facebooknya, Abu Aqila  si dukun Wahabi ini menuduh dan memfitnah Grand Syaikh Al-Azhar dengan sebutan "Paus Al-Azhar"

Demi memuluskan fitnah biadabnya, Abu Aqila menampilkan foto palsu yang sungguh membuat hati setiap muslim ahlussunah wal jamaah ini tersakiti. https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1061266373893699&id=100000310406696


Tujuannya apa si abu aqila ini, tak lain adalah untuk menjatuhkan martabat Syaikh Al Azhar & para ulama al azhar dimata masyarakat.

Foto editan photoshop itu dibuat oleh Benetton yang diposting pada tanggal 17 November 2011 bertajuk Benetton Unhate Campaign: World Leaders 'Kiss' In New Clothing Adverts. Lihat artikelnya di sini http://m.huffpost.com/uk/entry/1097329.

Dalam artikel itu juga dibuat foto editan pemimpin pemimpin dunia yang sedang berciuman. Misal obama dengn hugo chavez dan yang lain.
Lihat foto - foto slideshow nya disini : http://m.huffpost.com/uk/entry/1097329/slideshow/197241


Inilah sekilas Profil Si Wahabi yang bernama Abu Aqila


Diketahui Abu Aqila Al-Wahabi adalah simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pemilu 2014 lalu, Abu Aqila terang-terangan mencoblos PKS. Yang lebih menghebohkan adalah ternyata Abu Aqila Al-Wahabi merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Padahal pondok tempat dimana Abu Aqila  mengenyam pendidikan ini adalah yang sebenarnya mengundang Grand Syaikh Al-Azhar ke Indonesia, tapi dia hinakan. Ini berarti sama saja Abu Aqila Al-Wahabi telah berkhianat kepada Pondok Modern Gontor dan tentu saja kepada para gurunya yang sangat menghormati dan mengagumi Grand Syaikh Al-Azhar. Selain di Gontor, Abu Aqila Al-Wahabi juga mengaku pernah mengikuti kuliah di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah, negeri Wahabi Saudi. [suara netizen]

Selasa, 16 Februari 2016



NGERI, INILAH TAHAPAN INDONESIA DIJADIKAN SURIAH JILID 2 SAMA WAHABI ANTEK ZIONIS !!

Oleh: Jefri Nofendi ASWAJA BIDANG IT

Mereka kaum Wahabi (kaum sumbu pendek) berkata "jika syiah dibiarkan di indonesia maka yang akan terjadi suriah jilid 2".
Benarkah demikian?
Benar sekali ... indonesia memang ingin dijadikan suriah jilid 2 , tapi bagaimana hal itu terjadi?


Baiklah saya akan bongkar kronologinya bagaimana hal itu terjadi, saya akan ungkap garis besarnya ....

Indonesia akan menjadi suriah jilid 2 bermula dari sloganlah yang menjadi pemicunya ....
slogan itu adalah : "SYIAH bukan ISLAM"
Lho kok karena sebuah slogan menjadi pemicunya?
beginilah kronologinya :

1. slogan "SYIAH bukan ISLAM" dilemparkan...
(Disebarkan secara masif, Baik melalui seminar, blog, web web, dan media social)

2. slogan ini digadang-gadangkan hingga mempengaruhi alam bawah sadar pembaca dan penerima

3. bagi yang berjiwa labil, bersumbu pendek, berakal cingkrang dan malas tabbayun slogan itu mudah diterima oleh mereka

4. ketika slogan itu telah merasuk, menyihir dan menghinoptis penerimanya , lalu dilemparkanlah sebuah dalil pendukung

5. dalil itu adalah "orang yang bukan ISLAM berarti dia KAFIR, karena itu nyawa dan darahnya halal dibunuh, memerangi dan menzolimi mereka adalah bagian dari jihad"

6. Dalil itu diterima mentah-mentah oleh mereka yang telah tersihir oleh slogan

7. Akibat dari slogan yang di dukung dalil tersebut, muncullah jiwa-jiwa "eksekutor" yang haus darah bagi mereka yang dianggap musuh
  1. Baca juga: 

8. Ketika slogan "SYIAH bukan ISLAM" diketahui oleh NON MUSLIM, timbullah suatu pertanyaan dalam diri mereka

9. Dalam pikiran dan hati NON MUSLIM itu berkata "jika SYIAH saja yang berbeda sekte dan berbeda konsep/pandangan saja dengan dianggap bukan ISLAM lalu darah dan nyawanya halal untuk dibunuh, diperangi dan dizolimi, lalu bagaimana dengan kami yang jelas beda agama dengan mereka? yang jelas NON MUSLIM dan mereka anggap kafir selama ini? berarti kelak suatu saat kami juga akan dibunuh mereka dong?
Umat NON MUSLIM mulai merasa khawatir, ketakutan mulai menghinggapi mereka, mereka mulai mempersiapkan diri dari bahaya yang akan menimpa mereka, mereka mulai mempersiapkan senjata dan peralatan perang, semua itu mereka lakukan untuk melindungi diri .... ISLAMOPHOBIA pun menghinggapi mereka ...

10. Lalu muncullah kaum sepuh (para kyai, habaib aswaja) dan orang yang memahami persoalan berusaha meluruskan permasalahan, mereka menolak slogan tersebut karena dampak bahayanya yang begitu besar



11. Ketika kaum sepuh dan orang yang memahami persoalan itu menolak slogan "SYIAH bukan ISLAM" maka zombi-zombi yang telah tersihir itu menuduh mereka (para kyai, habaib dan kaum aswaja) membela SYIAH, akibatnya mereka juga dianggap "BUKAN ISLAM" yang sedang taqiyyah, mereka dianggap lebih membela golongan yang bukan ISLAM, yang sekelas kyai dan habaib dijuluki mereka sebagai PENDETA SYIAH, sedangkan sekelas USTAD akan dijuluki mereka sebagai PASTUR SYIAH, sedangkan para pengikutnya sudah dicap mereka KAFIR.

12. NON MUSLIM yang merasa sama-sama terancam jiwanya akhirnya memilih merapat ke SYIAH, bahkan mereka bersedia dan menawarkan bantuan dan persenjataan kepada SYIAH karena merasa senasib yaitu merasa menjadi golongan yang ditarget untuk dibunuh

13. golongan ASWAJA akhirnya terpecah menjadi 2 , yang satu berkata "lihat itu NON MUSLIM banyak merapat ke SYIAH, itu membuktikan bahwa SYIAH adalah bukan ISLAM mereka serupa dengan KAFIR, sedangkan kita diperintahkan untuk berkasih sayang dan berlemah lembut dengan saudara sesama muslim, dan bersikap keras dengan orang KAFIR, jika SYIAH itu ISLAM mengapa mereka malah bergandengan tangan dengan kaum yang jelas-jelas KAFIR"
lalu ASWAJA yang satunya berkata "tidak .... RASULULLAH SAW diutus sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN, untuk menyempurnalan akhlak, bukannya sebagai NABI yang menyuruh membunuh suatu jiwa hanya karena perbedaan agama, prinsip dan pandangan, kita harus dakwah bil hikmah untuk menyempurnakan akhlak bukan dengan darah bin hasrat untuk membunuh ....
Bersambung

Minggu, 10 Januari 2016





Oleh : Ahmed Zain Oul Mottaqin 

FALLACY AKUT FANS REZIM SAUDI

Gw [saya] copaskan dialog "ringan tapi barokah" gw 2 jam yang lalu di inbox: (dengan sedikit perbaikan ejaan)

-SENSOR-: 
Hei kafir, kalo lu benci Saudi ga usah sholat ngadep ka'bah ga usah haji ke mekkah. Semua itu punya Saudi. Lu solat aja ngadep karbala. Allah sudah menentukan makkah, madinah, masjidil haram ada di Saudi, umat islam wajib mencintainya.[Fitna Wahabi ini yang sering dituduhkan kepada syiah-red

Saya: 
Ok karena ini hari libur, maka anda sedang beruntung karena saya punya waktu lowong untuk menjawab:

1. Mekkah apalagi Ka'bah itu bukan punya Rezim Saudi, tapi MILIK ALLAH yang ditujukan untuk ibadah umat manusia sedunia. "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul (untuk beribadah) bagi umat manusia" (Al Baqoroh: 125) >> Ini untuk ibadah seluruh manusia, apa hubungannya dengan Rezim Saud?

2. Menyebut dua tempat suci itu milik Rezim Saudi adalah SYIRIK AKBAR. Kalau dulu kaum musyrikin Mekkah memelihara patung-patung berhala di dalam Ka'bah, anda hari ini malah menciptakan "berhala" baru bernama Rezim Saud yang anda anggap sebagai pemilik Baitullah. Camkan, "Janganlah kamu mempersekutukan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu" (Qs Al Hajj: 26)

3. Kalau anda bilang Ka'bah dan Mekkah itu punya Saudi. Lalu sebelum Rezim bughot Saudi itu berdiri di abad 20, Ka'bah dan Mekkah itu punya siapa? Numpang ya? 

4. Ada atau tidaknya Rezim Saudi itu tidak penting. Ribuan tahun sebelum Rezim itu berdiri, kiblat umat manusia sudah Ka'bah dan akan tetap Ka'bah. Lalu apa urusannya dengan Rezim Saud?

5. Saya tanggapi komen anda, kita wajib cinta Saudi karena tempat suci umat Islam Masjidil Haram ada disana.

Helloww.. Fallacy logika macam apa ini? Sejak kapan kemuliaan sebuah tempat suci diukur dari pemerintahan yang menguasainya? Lihat sana! Tempat suci kita Baitul Maqdis/Masjid Al-Aqsha di Jerusalem sekarang dikuasai Rezim Zionis Israel. Lalu apa wajib bagi kita mencintai Zionis Israel?

6. Pertanyaan bonus bagi anda. Siapa yang menyuruh Rezim idola kalian itu seenaknya mengubah nama negeri nabi (tanah Hijaz) dengan nama fam/marga keluarganya sendiri (Bani Su'ud) ? Apa negeri itu hanya milik keluarga Sa'ud? 

Nabi yang mulia saja tidak pernah mengubah nama tanah tersebut dengan nama keluarganya sendiri (Bani Hasyim). Siapa yang menyuruh mereka mendirikan Rezim Kerajaan Monarki di tanah Nabi? Apa Rezim ini yang kalian puja-puja?

Dan dialog pun tak berlanjut. Mungkin dia lagi bobo ciang (mari berkhusnu'dhon)

Tag: #fallacy logika, #rezim monarki, #masjidil haram, #baitul maqdis, #bani su'ud, #Masjid al-aqsa, #zionis israel, #ka'bah, #bani Hasyim 

Selasa, 05 Januari 2016

Oleh : Mas Azis Anwar Fachrudin

Pagi ini di beranda saya ‘methungul’ link klarifikasi NUGL terkait berita hoax eksekusi penyair Irak bernama Ahmad Nu’aimi dua hari lalu [klarifikasi NUGL] . Saya baca, lalu saya buka tautan-tautan yang disediakan di klarifikasi itu. Dan karena saya menemukan beberapa hal yang agak ‘nganu’ di dalamnya, maka perlu kiranya saya sampaikan tiga hal berikut.


Pertama, link-link yang di-share di klarifikasi itulah antara lain berita hoax di situs-situs Arab yang dibantah oleh ketua persatuan penulis dan sastrawan Irak sebagaimana saya sebut di postingan sebelum ini. Saya mulanya mengira bahwa NUGL akan menyediakan link yang membantah balik, tapi NUGL malah memberi link-link berisi hoax-nya itu sendiri. Ibaratnya, NUGL memberitakan A yang lalu dibantah berita B, tapi bukannya kemudian memberi berita lain yang membantah B, NUGL malah menyodorkan kembali berita A. Dan, tak kalah penting, satu di antara link-link yang disodorkan NUGL meskipun gambarnya salah (yakni ini http://www.iraqpressagency.com/?p=177570&lang=ar) justru berisi keterangan soal bantahan dari persatuan penulis Irak. Artinya, NUGL menyodorkan link yang mengafirmasi ke-hoax-an berita yang disebarkannya sendiri. (Ini agak konyol)

Kedua, klarifikasi NUGL memberi link ke youtube yang berisi syair Ahmad Nu’aimi itu dengan ditambahi keterangan “sudah ditonton lebih dari 500 ribu pemirsa” (linknya ini: https://www.youtube.com/watch?v=s6wYShV-cGw). Saya buka link youtube-nya, dan syairnya ternyata sama dalam soal judul tapi isinya 100% tidak sama dengan isi syair di berita hoax yang di-share NUGL. Setelah saya cari sendiri, syair asli dari Ahmad Nu’aimi yang disuarakan di link youtube itu adalah ini (https://web.facebook.com/Syrian.Revolution/posts/10153050040575727). Syair yang di youtube ini adalah syair ratapan (istilah teknis dalam sastra Arab: syair "ratsa") yang isinya justru mengutuk-utuki bangsa Irak sendiri, termasuk meratapi diri penyair sendiri karena banyak baitnya yang pakai kata ganti “kita” (nahnu dan dhamir "-na"). Maka, dengan men-share link itu, NUGL justru sedang menambahi info bahwa penisbahan syairnya adalah salah. Dengan kata lain, NUGL melempar bumerang untuk dirinya sendiri. Kekeliruan NUGL kini bertambah jadi dua: salah atribusi gambar plus salah atribusi syair. (Ini mulai konyol)

Ketiga, demi membuktikan bahwa figur Ahmad Nuaimi bukan fiktif, NUGL memberi link akun FB Ahmad Nuaimi itu, ditambahi keterangan “mempunyai lebih dari 1000 penggemar" (yakni ini:https://facebook.com/الشاعر-احمد-النعيمي-376463835811677/ ). Saya buka, dan setelah saya lihat per pukul 8 pagi WIB ini, ternyata akun FB Ahmad Nuaimi itu baru saja 10 jam lalu posting foto. (Lho, berarti di masih hidup? Bukannya di berita NUGL dia sudah dihukum gantung tanggal 27 Desember lalu?) Jadilah saya berkesimpulan bahwa dengan memberikan link akun FB itu, NUGL justru sedang menambah kesalahan bagi beritanya sendiri menjadi tiga: salah gambar, salah syair, dan salah orang. (Yang ini sudah konyol)

Tentang hal terakhir terkait akun FB Ahmad Nu'aimi ini, kepada situs NUGL, yang adminnya tampaknya tak berani menampilkan identitas, sudahkah Anda punya bahan ngeles untuk membantah? Kalau belum punya bahan ngeles, dan karena saya sebenarnya agak merasa tak enak body sama Anda, baiklah saya beri alternatif bahan untuk ngeles dari tiga perspektif: secara konspiratif, supernatural, dan psikologis.

Secara konspiratif: bisa saja yang posting itu adalah keluarganya. Tapi probabilitas kebenaran ini 30%, sebab keluarganya semestinya mengabarkan berita berkabung bahwa sang penyair baru saja dihukum mati. Secara supernatural: mungkin saja dia bangkit dari kubur, arwahnya gentayangan, lalu login akun FB-nya. Tapi ini probabilitas kebenarannya 60%, karena dia itu setidak-tidaknya mbok ya mengabarkan apa yang terjadi di alam barzakh buat bekal kita-kita ini untuk bersiap-siap. Secara psikologis, yang probabilitasnya saya duga mencapai 90%: mungkin Anda sedang lelah. Kalau ini benar, perkenankan saya untuk memberi saran agar Anda sebaiknya bobok dulu, biar pikiran cerah dan hidup Anda ndak suram-suram amat.

Terakhir, Anda mengklaim bahwa berita hoax Anda “membuat gerah berbagai kalangan pro syiah dan pro liberal.” Menurut saya ini keliru. Berita hoax Anda sudah dan memang semestinya membuat gerah kaum Nahdliyin. Karena, selain membawa nama NU dan suka tanpa malu menghujat petinggi NU, Anda mengklaim “garis lurus” padahal berita yang Anda sebar tidak lurus.
Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin 

To the point saja!
Gw [saya] geram dan sangat-sangat geram dengan fitnah yang (lagi-lagi) disebarkan oleh orang-orang yang mengaku Islam ini.


Sebelumnya mereka membuat fitnah penyair Iraq Ahmad an Nu'aimy yang digantung Iran, dan akhirnya terbukti bahwa itu cuma Hoax yang aslinya merupakan foto hukuman mati terhadap seorang sopir taksi yang terbukti melakukan pembunuhan berantai terhadap 5 wanita di Qazwin Iran (sudah tak terhitung berapa puluh ribu kali Hoax tersebut di-share).

Tidak kapok-kapoknya menebar fitnah, hari ini mereka membuat fitnah baru dimana mereka memposting foto-foto manusia dihukum gantung sembari mereka sebut sebagai kaum Ahlusunnah di Provinsi Ahwaz yang digantung Iran. 

Padahal faktanya itu merupakan foto 5 orang pengedar narkoba yang dihukum gantung di Masyhad Iran pada tanggal 1 Agustus 2007. (Memang Iran dikenal sebagai negara yang tidak kenal kompromi dengan para pengedar narkoba dan pelaku pemerkosaan). Jadi tak ada hubungannya dengan urusan Sunni-Syi'ah.

Bisa anda semua tabayyun/cross check ke link-link berikut:

1en.trend.az/iran/1811282.html

2. www.middleeasteye.net/news/un-europe-aiding-execution-drug-offenders-iran-rights-groups-918328839

3. iran-times.com/executions-continuing-at-rapid-pace-despite-or-maybe-because-of-rohani/

4. www.facenfacts.com/NewsDetails/15353/iran-hangs-five-drug-trafficker-in-prison.htm

Dan parahnya lagi-lagi para penebar fitnah ini membawa nama "Koalisi Umat Islam". 

Ketahuilah kaum takfiri mal'un ini sedang berusaha mengadu domba umat islam dengan membenturkan Sunni-Syi'ah agar sesama umat islam saling benci dan saling bunuh. Dan mereka akan menari di atas perpecahan umat Muhammad SAW bersama para musuh islam.

Kaum takfiri adalah penebar fitnah paling ulung di muka bumi, dan pengikut mereka adalah para penelan fitnah paling jahil pula di muka bumi. Setidaknya sampai saat ini postingan tersebut sudah di like 2.012 orang dan di-share 2.141 kali oleh tangan-tangan beracun pengikut mereka.

Demi Allah, aku tidak rela jika agamaku diinjak-injak oleh para penebar fitnah berjubah islam ini. 

Mereka biasa berteriak "Tauhid", "Jihad", "Kembalilah pada Qur'an dan Sunnah" bla..bla, tapi mereka pula-lah penebar fitnah paling ulung di bawah kolong langit. Dan (maaf) hanya keledai dungu yang tertipu berkali-kali.

Siapa yang mengajari kalian memfitnah? Apa Allah pernah memerintahkan kalian menebar fitnah bahkan terhadap orang yang kalian benci sekalipun?

"Ya ayyuhalladzi naamanu inja'akum FASIQUN binabain fatabayyanu antushibu qouman bijahalatin fatushbihu 'ala ma fa'altum naadimin" »» Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang FASIQ membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti kebenarannya agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al Hujurat: 6)

Dan mulai detik ini gw tahu siapa yang disebut Allah sebagai "Fasiqun" tersebut. 

Dan mulai detik ini pula gw tetapkan bahwa berita apapun yang berasal dari para fasiqun takfiri itu hukum awalnya adalah dusta, hingga datang bukti-bukti shahih yang menguatkannya. Karena jelas, fitnah sudah jadi darah daging bagi mereka.

Katakan pada mereka:
"Wahai mal'un, jika agama kalian adalah fitnah, maka demi Tuhan aku tidak rela se-agama dengan kalian".

Tag: #tabayyun, #Bukti Shahih, #Fasiqun, #Kaum Takfiri 

Jumat, 01 Januari 2016

Oleh: *Habib Hasan Baroom

☆☆ EKSEKUSI AHMAD NU'AIMI ☆☆

■ SEBENARNYA SAYA MERASA PENASARAN...
KO' CUMA GARA-GARA BERSYAIR, ORANG DIGANTUNG..


MAKANYA SAYA LANSUNG CARI LINK TSB, DAN ALHAMDULILLAH MENEMUKANNYA....
BUAT SAHABAT SEMUA....
COBALAH BERFIKIR POSITIF DAN JERNIH...
JANGANLAH GAMPANG MEMPOSTING BERITA DARI MEDIA, JIKA BELUM TENTU KEBENARANNYA...

= Jika kita memposting dari Media, dan kita belum tahu akan kebenarannya, tidak ada bedanya kita Telah menfitnah.

Contoh yg telah diLakukan Media tersebut  yang mengatakan:
“Ahmad Nu’aimi, penyair Irak akhirnya dieksekusi di tiang gantungan oleh pemerintah Irak yang kini dipegang oleh Syiah di bawah kendali Iran.
Hanya syair berjudul :
“Kita Bangsa Yang Tak Punya Malu” tetapi membuat heboh karena disana disampaikan fakta-fakta sejarah dimana Syiah selalu melakukan pengkhianatan di tubuh kaum muslimin.
Maka tanggal 29-12-2015 pun Ahmad Nu’aimi dieksekusi mati,” tulis Portal Piyungan.

Benarkah klaim tersebut..???

● Pertama:
Gambar yang digunakan oleh Portal Piyungan tersebut adalah kejadian Hukum Gantung seorang Pembunuh berantai bernama Mehdi Shahrivar.
Kejadian pembunuhannya di kota Qazvin, Iran, pada tahun 2009,
Dan ia di hukum mati pada bulan Desember 2011
(empat tahun yang lalu).
Polisi berseragam Iran (bukan polisi Irak).

■ SILAHKAN LIHAT DI LINK:
Source: http://www.niksalehi.com/newspaper/view/025155.php

● Kedua,
Ada pernyataan dari Sekjen Asosiasi Penyair dan Penulis Irak Habib Al-Sayeg, yang membantah ada penyair di Irak yang dihukum mati.
ان الخبر الذى نشر عن إعدام شاعر عراقى – لا أعرفه شخصيا ولم أسمع به – لأنه كتب قصيدة (نحن شعب لا يستحى) لا اساس له من الصحة
“Kabar yang tersebar tentang telah dihukum matinya seorang penyair Irak — yang saya sendiri tidak mengenalnya secara pribadi dan tak pernah mendengar namanya–, adalah berita yang tidak berdasar dan tidak valid.

■ SILAHKAN LIHAT LINK:
Source: http://aliraqnet.net/archives/22538

Dengan berbekal informasi palsu, Portal Piyungan menyebarkan berita yang tidak benar.
Sayangnya lagi, hal ini juga dilakukan oleh situs lainnya, seperti
NU garislurus.com.

= DAN PERLU SAHABAT SEMUA KETAHUI....
SAYA HANYA PALING BENCI KEPADA AHLI FITNAH.

*lihat Profil Habib Hasan Baroom


Tag: #Eksekusi Ahmad Nu’aimi, #Ahmad Nu’aimi, #penyair Irak, #Ahli Fitnah, #Dusta Wahabi 
Oleh: Ismail Amin

Tahun 2007 masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan fenomena menakjubkan, seorang bocah Iran bernama Mohammad Hossein Tabatabai, telah menjadi Doktor dalam bidang Al-Qur’an diusia 7 tahun. Dia menghafal 30 Juz Al-Qur’an sejak usia 5 tahun lengkap dengan terjemahan dan memahami tafsirnya. Ia disebut sebagai Mukjizat Abad 20.


Ar Rahmah Media (milik Abu Jibril) memproduksi CD profilnya dengan judul, The Amazing Child, Bocah 5 Tahun, Hafal Al-Qur’an dan Maknanya. Penjualan VCD itu meledak dipasaran, Ar Rahmah sampai kewalahan memenuhi pesanan, diproduksi berkali-kali, sampai mendapat label VCD best seller di tahun itu. Ar Rahmah Media mendapat keuntungan besar, tanpa sepeser pun mengalir ke Iran atau ke Mohammad Hossein Tabatabai sebagai pihak yang semestinya memegang royalty sepenuhnya.

Tidak sampai 5 tahun kemudian. Ar Rahmah yang banyak diuntungkan dari penjualan VCD hafiz cilik dari Iran dan menganut Syiah tersebut, malah menjadi media terdepan yang menyebarkan propaganda permusuhan terhadap Iran dan Syiah. Iran digadang-gadang sebagai negara yang menjadi musuh pertama umat Islam, dan Syiah dihujat sebagai orang-orang yang tidak hanya sesat tapi juga kafir dan layak ditumpahkan darahnya.

Tanpa malu, situs Ar-rahmah, menghapus link yang memuat iklan penjualan VCD “The Amazing Child”.


Anda tahu? untuk mendongkrak penjualan VCD itu, Ar Rahmah menulis di sampul VCD itu, “Moslem Muwahhid” yang ditujukannya kepada Mohammad Hossein Tabatabai, yang artinya, dia muslim yang bertauhid. Mengapa kemudian dihujat dan dicap kafir?.

Dalam iklan VCD itu, ditulis kalimat pujian dan kekaguman kepada orangtua Hossein Tabatabai yang mengasuh anaknya itu dalam lingkungan Qur’ani, bahkan diceritakan ibunya tidak menyusui atau menggendongnya kecuali dalam keadaan berwudhu. Tidak berselang lama, orang-orang Syiah (termasuk tentunya keluarga Tabatabai) oleh Ar Rahmah, malah disebut punya Al-Qur’an yang berbeda, paling rusak aqidahnya, paling sesat amalannya dan paling bejat akhlaknya. Apa yang membuat Ar Rahmah sedemikian drastis berubah kalau bukan kepentingan fulus?.

Sekarang Ar Rahmah sibuk menjual buku yang ditulis Abu Jibril, "Fakta Syiah Bukan Islam".
Ini fakta yang tidak bisa kalian pungkiri, dan jangan lupakan itu…. wahai yg mengaku paling beragama....
Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin 

"Ya akhee ya ukhtee, penyair Iraq bernama Ahmad an Nu'aimy digantung Iran lantaran membongkar kesesatan Syi'ah."


Sudah pernah mendengar kabar tersebut? Atau bahkan sudah pernah di-tag kawan-kawan anda tentang kabar tersebut?

Pada 2015 ini di medsos begitu bertebaran fitnah ini, bahkan media (specialis) fitnah seperti Pkspiyungan dan NU Garis Lurus juga ikut menyebarkannya.

Kenyataannya, kabar tersebut adalah Hoax dan foto yang digunakan pun berasal dari tahun 2011 dimana itu merupakan foto seorang sopir yang terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap 5 orang wanita dan merampas perhiasannya. Bisa dibaca di: DISINI

Atau dari situs aslinya  berbahasa Persia yang terbit pada: sabtu, 28 Mei 2011: DISINI

Atau kalau anda tidak mau susah, ini link yang sudah di terjemahkan Google dari bahasa Persia ke Indonesia : Di Sini

Sudah berapa ribu orang yang tertipu? Sudah berapa ribu orang yang turut menyebarkan fitnah "syariah" tersebut?

Gw ga pernah masalah sama kaum yang berbeda mazhab bahkan agama dengan gw, tapi gw SANGAT BERMASALAH dengan kaum yang doyan menebar fitnah ini.

Biar gw jelasin, biar kita semua sadar bahwa persoalan fitnah bukanlah hal remeh dan anda tidak bisa "santai" saja dalam menghadapi ini.

Fitnah, tahukah anda apa itu fitnah?

Fitnah adalah hal yang mungkin kecil di mata manusia tapi hal yang AMAT BESAR di mata Tuhan (padahal Tuhan sendiri sudah Maha Besar).

Allah telah berfirman "Idztalaqqownahu bi alsinatikum wataquuluuna bi afwaahikum ma laysa lakum bihi 'ilmun wa tahsabuunahu hayyinaw wahuwa 'indallahi 'adhim" >> (Ingatlah) ketika kalian menyebarkan berita (bohong) itu dari lidah ke lidah, kalian katakan dengan mulut kalian perkara yang sama sekali tidak kalian ketahui; kalian sangka bahwa hal demikian adalah perkara kecil saja, padahal dia adalah perkara yang AMAT BESAR di mata Allah.

Membuat fitnah dan turut menyebarkan fitnah itu sangat gampang hari ini. Hanya tinggal klik maka 'argo' dosamu berjalan. Makanya gw pernah bilang dalam memfitnah itu hanya butuh jari bukan otak, tinggal baca, percaya dan klik share ribuan orang pun sudah turut menerima kabar dusta yang anda sebarkan.

Sebagaimana bisnis, Fitnah adalah "Dosa Multi Level", bahasa kerennya adalah dosa jariyyah. Dosa yang argonya akan terus mengalir tanpa anda sadari, bahkan ketika anda sedang tidur sekalipun. Bahkan ketika anda sudah mati pun dosa itu akan terus mengalir selama masih ada orang yang mempercayai ataupun turut menyebarkan fitnah yang anda buat maupun sekedar anda sebarkan.

Bayangkan kelak di Hari Perhitungan anda bangga membawa amal shalat yang tidak pernah bolong, puasa, zakat, sedekah, bahkan tahajjud tiap malam, tapi di Yaumul Mizan semua itu sia-sia belaka lantaran dosa jariyyah dari puluhan/ratusan bahkan jutaan orang yang turut menyebarkan fitnah yang anda bagikan tanpa sadar dan terus jalan argonya.

Ingatlah firman Tuhan ini "Qul hal nunabbiukum bil akhsariina a'mala, alladziina dholla sa'yuhum fil hayatid dunya wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'an" >> Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?". Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.

Makanya jadi muslim itu yang kritis. Begitu banyak muslim "sumbu pendek" yang hari ini begitu termakan nafsu ashobiyyah-nya lalu dengan mudahnya mereka menyebarkan sebuah berita tanpa tabayyun hanya karena berita itu memojokkan golongan yang mereka benci. Padahal Allah sudah memerintahkan (Ingat! ini PERINTAH bukan anjuran) "fatabayyanu" >> BERTABAYYUNLAH (Cross checking) agar kalian tidak menzalimi sebuah kaum yang membuat kalian AKAN MENYESAL kemudian.

Bayangkan jika dalam Qur'an Tuhan saja mengumpamakan mengghibah seorang manusia seperti memakan daging saudaramu yang telah mati (padahal ghibah itu adalah berita benar yang merupakan aib seseorang) lalu bagaimana dengan fitnah yang merupakan berita dusta? Tentu perumpamaannya jauh lebih buruk lagi. Dan berapa banyak muslim yang siang malam melakukan hal ini?

Jangan anggap remeh fitnah anda (bahkan terhadap Syi'ah sekalipun). Berapa banyak muslim akan dibunuh, didiskriminasi, rumahnya dibakar, mengungsi dll hanya lantaran fitnah yang turut anda sebarkan.

Fitnah adalah dosa sosial yang berhubungan dengan 'hablumminannas' (hubungan dengan sesama manusia). Mungkin suatu saat kau akan menyesal dan bertaubat. Tapi apa akan segampang itu? Tuhan mungkin akan mengampuni dosa-dosamu terhadap-Nya, tapi bagaimana dengan dosa-dosamu terhadap orang yang kau fitnah.

Sekeras apapun pertaubatanmu, Tuhan tidak akan mengampuni dosa sosial sehingga anda meminta maaf kepada orang-orang yang anda zalimi dan mereka memaafkan anda. Sebanyak itu fitnah anda yang menyebar dan terus disebarkan, maka semakin berjalan terus argo dosa anda sampai hari kiamat, tak peduli anda hidup atau mati.

Jujur, gw sendiri tidak berharap para pemfitnah ini mendapat hidayah. Karena percuma saja, apa yang lepas takkan bisa kau tarik kembali.

Istiqomahlah dalam memfitnah. Biarkan Malaikat 'Atid yang di sampingmu itu selalu sibuk mencatat dosa-dosamu, dosa orang-orang yang ikut menyebarkan fitnahmu, dan dosa akibat derita orang-orang yang teraniaya akibat fitnahmu dan fitnah orang-orang yang ikut menyebarkan fitnahmu.

Mungkin kelak di hadapan Tuhan anda akan 'membela diri' dan berkata "Ahh saya kan cuma ikut menyebarkan bukan saya yang membuat fitnah itu."

Ya semoga saja anda masih sempat mengatakannya kelak di hadapan Tuhan. Tapi jangan lupa orang-orang yang menderita akibat fitnahmu pun akan melakukan pengaduan berat di hadapan Tuhan. Dan percayalah pembelaan dirimu akan sia-sia saja, karena Tuhan sendiri telah bersumpah bahwa Dia kelak akan membela orang-orang teraniaya di hadapan si zalim.

Bahkan di dunia saja Tuhan telah berfirman doa orang-orang teraniaya itu menembus langit dan tak terhijab dari-Nya. Camkan sumpah Allah ini "Wala tahsabannallaaha ghaafilan 'ammaa ya'maludh dhalimun, innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasyhashu fiihil abshor" >> Dan janganlah sekali-kali kalian mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai HARI YANG PADA WAKTU ITU MATA MEREKA TERBELALAK.

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks