Tampilkan postingan dengan label Libya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Libya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2016



Pemberontakan Libya yang didukung Barat secara resmi dimulai pada tanggal 17 Februari 2011, 5 tahun yang lalu. Qaddafi terguling dan tewas, dan negara yang kaya minyak ini dihantui ketidak-stabilan politik, dan ancaman dari kelompok teroris. Dengan dalih bahwa pemerintahan Qaddafi adalah diktator, dan rakyat menginginkan demokrasi, intervensi militer oleh NATO pun dilegalkan. Sanjungan dan pujian menggema di Barat ketika rezim Qaddafi berakhir.

“Orang-orang di Inggris salut atas keberanian Anda. Kami bangga atas peran yang kami mainkan untuk membantu Anda. Kami tahu, revolusi ini terjadi atas keberanian Anda. Keberanian orang-orang Beghazi dan Tripoli. Anda telah menunjukkan kepada dunia bahwa Anda telah menyingkirkan diktator dan memilih kebebasan.” (David Cameron)


Namun faktanya, 5 tahun setelah pemberontakan meletus, Libya berada dalam kondisi yang sangat buruk. Pendapatan minyaknya dibagi-bagi oleh berbagai korporasi, dan rakyatnya diancam oleh keberadaan kelompok teroris transnasional, termasuk ISIS, yang berusaha mencari celah dengan memanfaatkan ketidak-stabilan politik Libya.

Kesengsaraan dan Air Mata

Ahmed Gaddaf Al Dam, sepupu Qaddafi, berbicara kepada RT. Ia menyebut selama lima tahun ini, Libya telah menyaksikan situasi yang mencekam dan mengerikan akibat tindakan NATO.

“Ini adalah hari duka dan kesedihan. Di tanggal ini, pada tahun-tahun yang lalu, Libya adalah negara yang stabil dan aman. Namun kini telah berubah menjadi salah satu negara yang hancur. Rakyat terpaksa harus melarikan diri dari rumah-rumah mereka.”

“Libya pernah salah satu negara terkemuka benua Afrika, namun kini menjadi negara tertindas. Sekarang nasib Libya ada di tangan negara-negara lain. Kami melalui rasa sakit, pengorbanan, air mata, kerugian moral dan material. Itulah yang kami rasakan setelah intervensi mengerikan dari NATO dan aliansinya,” tambah Ahmed.

Hafsa Kara-Mustapha, seorang analis politik, menyebut bahwa krisis Libya adalah akibat dari intervensi yang dipimpin oleh Barat. Dulu di bawah kepemimpinan Qaddafi, kelompok-kelompok Islam radikal mati kutu dan tidak berkutik. Mengapa? Karena Qaddafi bertangan besi ketika berhadapan dengan kelompok ekstremis.

Qaddafi juga pernah memberingatkan Tony Blair pada tahun 2011 (yang kala itu menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris), bahwa para jihadis akan menyerang Eropa jika pemerintahannya jatuh.

“Mereka ingin mengontrol Mediterania, lalu mereka akan menyerang Eropa. Kami tidak memerangi mereka, tetapi mereka yang menyerang kami. Saya ingin mengatakan yang sebenarnya, dan ini bukanlah hal yang sulit. Ada sebuah organisasi teroris di wilayah kami, mereka bernama Al Qaeda Organization in North Africa. Karenanya, saya harus mempersenjati rakyat dan melawan mereka. Jika tidak, maka rakyat Libya akan terbunuh, kerusakan kan terjadi di Mediterania, Eropa, dan seluruh dunia. Kelompok-kelompok bersenjata ini menjadikan situasi di Libya sebagai pembenaran, dan kami akan melawan mereka.”


Bahkan setelah peringatan Qaddafi menjadi kenyataan, Washington tetap meyakini bahwa menggulingkan Qaddafi adalah tindakan yang benar. juru bicara Wakil Departemen Luar Negeri Mark Toner menyebut bahwa pembantaian mengancam rakyat Libya, dan karenanya intervensi militer adalah upaya untuk menyelamatkan rakyat.

ISIS di Libya

Jumlah anggota ISIS yang berada di Libya diperkiran mencapai 5.000 orang (The Guardian, 9 Februari 2016). ISIS mengontrol pelabuhan Sirte, dan sedang berusaha untuk mengambil alih ladang minyak Libya. Sejak operasi militer ofensif yang dilakukan oleh pasukan gabungan (tentara Suriah, Iran, Rusia, Hizbullah) di Suriah, ISIS menderita kerugian yang tidak sedikit. Tak heran jika kelompok teroris ini melirik ladang minyak baru, dan Libya, adalah target yang menggiurkan.

Martin Kobler, perwakilan khusus PBB di Libya menyatakan rasa frustasinya melihat sengketa antar kelompok di Libya. ISIS tidak bernegosiasi atau berunding, tetapi mencaplok wilayah setiap hari. Jika hal ini terus dibiarkan, maka kemungkinan ISIS akan menguasai ladang minyak Ras Lanuf. Karenanya, Martin meminta agar semua pihak bersatu untuk melawan ancaman yang terus menerus menghantui Libya.

Intervensi Lagi?

Setelah 5 tahun intervensi Libya berlalu, AS dan Inggris kembali mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah militer untuk menumpas ISIS. Namun Amnesty Internasional (AI) mengecam keras upaya tersebut. Menurut AI, negara-negara yang tergabung di dalam NATO harus bertanggung jawab atas segala kehancuran yang terjadi di Libya.


“Aturan hukum harus ditegakkan, dan harus berjalan seiring dengan keadilan atas kejahatan yang telah meluas. Libya membutuhkan bantuan kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam ketika Libya membutuhkan mereka. Selama lima tahun terakhir, Libya telah jatuh ke dalam jurang kehancuran yang mendalam. Pelanggaran hak asasi manusia, pelanggaran hukum, penyalahgunaan wewenang, dan kejahatan perang dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata di Libya yang saling memperebutkan pengaruh. Kini Libya juga menghadapi ancaman ISIS,” ujar Boumedouha. [liputanislam]

Jumat, 08 Januari 2016

 Sebuah transkrip percakapan antara mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair terungkap. Dari transkrip tersebut menunjukkan bahwa Muammar Qaddafi menegaskan dirinya tidak mendukung sama sekali kelompok teroris Alqaidah.


Percakapan telepon tertanggal 25 Februari 2011 tersebut terjadi beberapa bulan sebelum Qaddafi dibunuh pada 20 Oktober 2011. Dalam transkrip percakapan tersebut, Blair terpaksa mengonfirmasi Qaddafi di tengah puncak revolusi Libya yang semakin memanas. Qaddafi menegaskan tidak ada konflik di Libya.

"Orang-orang menyebar rumor melalui TV, mereka itu dari Guantanamo, kita tahu nama dan mereka mendukung Alqaidah. Apakah Anda mendukung Alqaidah?" tanya Qaddafi kepada Blair dilansir dari IBtimes, Kamis (7/1). "Tidak, tidak sama sekali," jawab Blair. 

Dalam percakapan itu, Qaddafi menuduh Blair ingin menginvasi Libya. "Tampaknya Inggris ingin mengolonisasi, saya harus mempersenjatai rakyat dan bersiap untuk berperang," katanya kepada mantan perdana menteri Inggris dari Partai Buruh ini. 
"Biar saya perjelas, tidak ada rekolonisasi Libya. Libya untuk orang-orangnya," jawab Blair.

"Cerita (Alqaidah) ini hanyalah sebuah organisasi yang telah dibentuk di Afrika Utara, sel-sel organisasi ini tidur dan akan aktif seperti yang sama terjadi pada Amerika pada 11 September sebelumnya," tutur Qaddafi.

Transkrip percakapan ini sebagai bahan penyelidikan parlemen Inggris, setelah Inggris ikut serta dalam invasi ke rezim Qaddafi pada tahun yang sama. Dalam percakapan itu, Blair berusaha meyakinkan Qaddafi untuk mundur dan mencapai resolusi damai untuk menghindari krisis. Pada saat itu, Revolusi Libya sengaja dipercepat untuk membuat Qaddafi tertipu dan melihat ia menjadi musuh semua orang.[Republika]

Tag: #khadafi, #Muammar Khadafi, #alqaeda, #koloni Inggris, #invasi Libya 

Sabtu, 26 Desember 2015



Oleh : Ahmed Zain Oul Mottaqin 

Lain dulu lain sekarang, dulu Ust. Arifin Ilham sangat getol membela Alm. Presiden Libya Mu'ammar Qaddafi. Sang ustad berkata ia sudah 3 kali ke Libya dan 2 kali shalat diimami langsung oleh pemimpin besar Libya tersebut. Bahkan Ust. Arifin Ilham sendiri merupakan Pimpinan Yayasan Qaddafy Islamic Center yang bertahun-tahun menerima suplai bantuan dana rutin dari pemerintah Qaddafi.

Tapi semenjak Qaddafi tewas (2011) ditangan para pemberontak Takfiri yang dibantu NATO & AS, aliran dana untuk yayasan tersebut macet. Dan pada 2012 ia mengganti nama Masjid megah yang berdiri sejak 2007 & biaya pembangunannya ditanggung penuh oleh pemerintah Qaddafi itu, dari sebelumnya bernama "Masjid Mu'ammar Khadafi " menjadi "Masjid Az-Zikra".

Ironisnya, beberapa moment terakhir, khususnya sejak isu "Penyerangan Syi'ah" berkaitan spanduk provokatif yang dipasangnya di masjid tsb, kini sang ustad semakin akrab dengan si dedengkot Wahabi Takfiri Abu Jibril, pemilik situs radikal Arrahmah.com yang berafiliasi & pendukung fanatik teroris yang telah membunuh Qaddafi.

Di beberapa artikel situsnya, Abu Jibril sering sekali mengumbar kebencian kepada Qaddafi, bahkan menyebut Qaddafi sebagai Fir'aun, Thogut bahkan menyamakannya dengan si Nabi palsu Musailamah Al Kadzab (contohnya http://www.arrahmah.com/read/2011/10/24/15936-serial-mengungkap-rahasia-kelam-sosok-qaddafi-firaun-toghut-dan-musailamah-al-kadzab-dari-libya-1.html). Bahkan Arrahmah.com membuat artikel khusus untuk menyerang pernyataan Ust. Arifin Ilham yang membela Alm. Mu'ammar Qaddafi (http://www.arrahmah.com/read/2011/10/25/15997-mengherankan-pernyataan-k-h-muhammad-arifin-ilham-tentang-qoddafy.html).

Lalu sekarang, apakah anda sudah terlena bercengkrama dengan para Takfiri hingga melupakan jasa-jasa Alm. Mu'ammar Qaddafi ya ustad ??

Saya ingatkan, tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan sosok Arifin Ilham, tapi sekedar menyadarkan bahwa bergaul dengan para Takfiri tidak membawa dampak baik apapun selain menghasud, mengompori suasana & menanamkan jiwa takfir dalam dirinya.

Dan saya harap beliau mau kembali kepada dirinya yang dulu yaitu "Arifin Ilham-nya Khadafi ", karena setahu saya Mu'ammar Khadafi adalah seorang Sunni yang tidak berjiwa Takfir, bahkan beliau sangat berkawan akrab dengan para pemimpin Syi'ah seperti Ahmadinejad, Khamenei & Bashar al Assad.

Kira-kira apakah jika Qaddafi masih hidup, beliau rela masjid yang dibangun dengan biaya penuh olehnya kini digunakan sebagai corong mengkafir-kafirkan Syiah ??

Tag: #Mu'ammar Khadafi, #Ustad Arifin Ilham, #Kafirkan Syiah, #Masjid Az-zikra, #Masjid Mu'ammar Khadafi, #Abu Jibril, #Nabi Palsu

Rabu, 16 Desember 2015


Muammar Qadzafi (معمر القذافي), korban pembunuhan karakter oleh Amerika Serikat, sekutu dan para anteknya. Inilah 16 fakta yang tersembunyi dari seorang Qadzafi (Khadafi/Gaddafi).

Karena menjadikan Libya mandiri dan tak punya hutang luar negeri, ia disebut diktator. Karena seperlima penduduknya penghafal al-Quran, ia disebut diktator. Atau karena inisiatifnya membentuk lembaga sufi dunia, ia harus disingkirkan. Yang jelas, rudal tomahawk yang harganya Rp. 6 Milyar perbiji itu bukan gratisan atau hadiah langsung tanpa diundi.

Petikan surat wasiat Qadzafi: “Biarkan warga bebas dunia mengetahui bahwa kita bisa saja melakukan tawar-menawar dan menjual perkara kita dengan imbalan kehidupan pribadi yang aman dan mapan.” “Kita menerima banyak tawaran sampai saat ini, tapi kita memilih berdiri di garis depan pertempuran sebagai lambang kewajiban dan kehormatan.” “Meski kita tidak serta-merta menang, kita akan memberi pelajaran pada generasi mendatang bahwa memilih melindungi negara adalah kehormatan dan menjualnya merupakan pengkhianatan terbesar dalam sejarah yang akan dikenang selamanya, meskipun ada upaya dari yang untuk melakukan sebaliknya.”
Baca: Masjid Khadafi yang ada di Indonesia diganti namanya oleh Orang yang tidak bertanggungjawab 
16 Fakta yang Mengagumkan dari Seorang Qadzafi:

1. Tidak ada tagihan listrik di Libya. Listrik, gratis untuk semua warganya.

2. Tidak ada pinjaman bunga. Bank-bank di Libya milik negara, dan pinjaman yang diberikan untuk semua warga tersebut dikenakan bunga 0% oleh undang-undang.

3. Rumah dianggap sebagai hak asasi manusia di Libya. Qadzafi bersumpah bahwa orangtuanya tidak akan mendapatkan rumah sampai semua orang di Libya punya rumah. Ayah Qadzafi telah meninggal, sementara dia, istri dan ibunya masih tinggal di tenda.

4. Semua pengantin baru di Libya menerima $ 60.000 (Dinar) atau (US $ 50.000) dari pemerintah untuk membeli apartemen pertama mereka sehingga membantu untuk memulai sebuah keluarga.

5. Pendidikan dan perawatan medis, gratis di Libya. Sebelum Qadzafi hanya 25% dari warga Libya yang melek huruf. Hari ini angkanya adalah 83%.

6. Jika warga Libya ingin membuka usaha di bidang pertanian, mereka akan menerima lahan pertanian, rumah pertanian, peralatan, bibit dan ternak untuk memulai peternakan mereka, semua gratis.

7. Jika Libya tidak dapat menemukan pendidikan atau fasilitas medis yang mereka butuhkan di Libya, pemerintah mereka akan mengucurkan dana untuk pergi ke luar negeri untuk itu –tidak hanya gratis– tetapi mereka mendapatkan US $ 2.300/bulan, akomodasi dan tunjangan mobil.

8. Di Libya, jika seseorang membeli mobil, pemerintah akan mensubsidi 50% dari harga.

9. Harga bensin di Libya adalah $ 0.14 per liter.

10. Libya tidak memiliki Uang Eksternal dan jumlah cadangannya mencapai $ 150 Milyar –sekarang dibekukan secara global.

11. Jika Libya tidak mampu mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah, negara akan membayar rata-rata gaji profesi seolah-olah dia bekerja sampai pekerjaan ditemukan.

12. Sebagian dari penjualan minyak Libya dikrediktkan langsung ke rekening bank dari semua warga Libya.

13. Seorang ibu yang melahirkan seorang anak menerima US $ 5,000.

14. 40 porsi roti di Libya seharga $ 0,15

15. 25% warga di Libya memiliki gelar universitas.

16. Qadzafi melaksanakan proyek irigasi terbesar di dunia, dikenal dengan proyek buatan manusia Great River, agar air tersedia di seluruh negara padang pasir.

Jadi, siapa yang disebut monster? Jumlah penduduk Libya kurang lebih 6 juta jiwa; dan Muammar Qadzafi telah mempersiapkan 6 juta unit rumah lengkap dengan fasilitas gas, listrik dan air, gratis untuk warganya. Sebagai persiapan bagi warganya yang akan berumahtangga. Hanya orang yang pikirannya lumpuh yang menilai buruk kepemimpinan/pemerintahan beliau.

Tidak semua warga Libya menginginkan Qadzafi mundur. Para pemberontak, hanya sebagian kecil dari warga Libya yang berasal dari suku Raja Idris yang dulu dikudeta Qadzafi tanpa pertumpahan darah, mereka masih dendam atas kudeta tersebut. Dengan topik "Diktator" karena sudah menjabat lebih dari 40 tahun maka disusunlah misi penggulingan Qadzafi.

Melihat ada peluang untuk menggulingkan Qadzafi, para pemimpin dunia yang anti Qadzafi bergotong-royong untuk membatu pasukan pemberotak, agar seolah-olah yang terjadi dan terlihat di mata dunia adalah perang saudara. Tapi, "Anda sekalian bisa lihat siapa yang paling berperan menyukseskan kemenangan para pemberontak."

Awalnya Qadzafi sendiri menggunakan tentara bayaran dari luar negaranya untuk menghadapi para pemberontak. Keputusan itu diambil untuk melumpuhkan kekuatan pemberontak yang telah dipersenjatai oleh pihak asing, tanpa mengorbankan tentaranya untuk melawan saudara mereka sendiri. Tapi oleh media Barat malah diangkat sebagai topik panas yang, selanjutnya makin menyulut perang dan pertumpahan darah.

Kisah ini adalah ole-oleh dari pelajar Indonesia yang sempat menuntut ilmu selama 4 tahun di Libya. Memang tidak lama, tapi setidaknya cukup untuk tahu kehidupan rakyat Libya era Qadzafi. Seorang supir taxi yang mengantar mereka ke bandara saat akan pulang ke Indonesia berkata, “Kehidupan rakyat Libya baru membaik setelah Qadzafi memimpin. Semuanya serba mudah. Mobil ini gratis dari negara. Dan semua penghasilan dari taxi ini adalah milik keluarga saya, tanpa harus membagi ke negara. Oleh karena itu kami akan tetap membela Qadzafi sampai titik darah terakhir." (Yoedi Karyono/Muslimedianews )

Senin, 23 November 2015

Gajah mati meninggalkan gading, tampaknya tidak berlaku bagi pemimpin Libya, Muammar Qaddafi. Setelah tewas ditembak di Sirte, nama Muammar Qaddafi pelan namun pasti dihapus gelombang revolusi.


Tak hanya di Libya, jejak Qaddafi di Indonesia pun ikut dihapus. Masjid Muammar Qaddafi yang terletak di Bukit Az Zikra Sentul berganti nama menjadi Masjid Azzikra. Dana senilai Rp 50 miliar yang digelontorkan oleh The World Islamic Call Society, milik Qaddafi di masjid itupun seakan terhapus dari ingatan.

baca: Khadafi salah satu dari pemimpin yang disegani barat

Padahal sebelumnya, pimpinan Yayasan Qaddafy Islamic Center, Ustad Arifin Ilham menyatakan tidak akan mengganti nama Masjid Muammar Qaddafy pasca krisis yang terjadi di Libya.

Namun demikian, berdasarkan keputusan dewan Majelis Azzikra yang dilaksanakan belum lama ini, memutuskan bahwa penggantian nama ditujukan agar masjid tidak lagi dikaitkan dengan unsur politik.

Masjid Muammar Qaddafy dibangun pada tahun 2007 dan diresmikan penggunaannya 2009. Masjid itu didirikan di lahan seluas 12.600 meter persegi.[iToday] 

Sabtu, 14 November 2015

Oleh : Ismail Amin 
Muammar Qhadafi, diantara pemimpin negara muslim yang disegani Barat…. dibawah kepemimpinannya, ia mampu menyatukan rakyatnya yang terdiri dari beragam suku dan mazhab-mazhab Islam… 


Dia diantara sedikit presiden yang juga sekaligus khatib dan imam shalat….
Ini kesaksian dari Abang Arifin Ilham mengenai pengalamannya berkali-kali ke Libiya:
Alhamdulillah, sudah 3 X ke Libya, & 2 X sholat berjamaah di lapangan Moratania & Lapangan Tripoli sholat berjamaah yg dihadiri 873 ulama seluruh dunia & rakyat Libya, dg Imam langsung Muammar Qoddafy, bacaan panjang hampir 100 ayat AlBaqoroh, sebagian besar jamaah menangis, sebelumnya syahadat 456 muallaf dari suku2 Afrika, & dakwah beliau sll mengingatkan tentang ancaman Zionis & Barat, Pemimpin Arab boneka AS, selamatkan Palestina, Afghan & Irak, inilah kesanku pd almarhum, sahabatku FIllah…»»»»» 
Lewat propaganda Barat yang dimulai dari disebarnya berita-berita  hoax yang ditelan mentah-mentah … dan aktif pula disebar oleh media-media  yang mengklaim diri media Islam… Muammar Qhadafi, akhirnya mati ditangan saudara muslimnya sendiri… kekayaan negerinya yg dia jaga, jadi rebutan korporasi korporasi  asing...
Apa yang terjadi dengan Libya sekarang? apa kondisinya jauh lebih baik dari rezim Qhadafi? apa rakyat Libya saat ini menikmati keamanan dan kenyamanan atau malah diserang terus-menerus rasa khawatir dan ketakutan diserang saudara muslim sendiri hanya karena kabilah dan mazhab yang berbeda?
Apa kita ingin Indonesia mengalami hal serupa dengan di Libya, dengan aktifnya kita menyebar berita-berita seperti  yang belum kita pastikan kebenarannya, yang isinya hasutan dan propaganda untuk saling membenci dan membunuh sesama muslim hanya karena beda mazhab?
Semoga nalar kita masih sehat untuk mencerna dan memilih yang terbaik buat bangsa ini… perdamaian atau perpecahan…
Toleransi adalah pikiran paling luar biasa yang dimiliki manusia yang berakal…

Foto-foto Lainnya :




Jumat, 13 November 2015

Persahabatan Assad dan Khadafi 

Kau ingat, awal-awal konflik di Suriah (Syam)? Informasi apa yang kau dapat mengenai Bashar Assad? Lewat media-media yang mengklaim diri sebagai media Islam, Assad disebut sebagai penguasa tiran, anti Islam, kafir, Syiah, membunuhi rakyatnya yang Sunni, lebih dari itu katanya Assad mengaku diri sebagai Tuhan dan memaksa rakyatnya untuk menyembahnya.

Faktanya, Bashar Assad adalah seorang Muslim Sunni. Ia shalat bersedekap, tidak dengan meluruskan tangan sebagaimana Muslim Syiah dan madzhab Maliki. Ia dari kalangan Alawi, yang artinya termasuk habaib. Tidak semua Alawi itu Syiah, sebagaimana habaib di Indonesia, yang mayoritasnya justru Sunni.
Meski berpaham sekuler ia dekat dengan alim ulama. Ia rajin shalat berjamaah. Di mushalla kantor kepresidenan, ia meminta pimpinan atau anggota dewan Mufti Agung Suriah yang menjadi imam shalat sekaligus memberi kultum setiap habis shalat. Ia pendengar ceramah yang khusyuk. Shalat Dzuhur di kantor kepresidenan disiarkan live setiap harinya dan disiarkan di tv-tv nasional.

Lewat ketetapannya, di Suriah tidak boleh ada buku yang dicetak lebih indah dari mushaf al-Quran. Coba cek, kualitas di pasar al-Quran di Mekkah dan Madinah, konon cetakan al-Quran dari Suriahlah yang kualitasnya paling bagus.
Dia juga diantara penguasa Arab yang terdepan membela Palestina. Dia membuka pengungsian buat rakyat Palestina di Kamp Yarmouk, diantara pengungsian terbesar dan terbaik yang menampung pengungsi Palestina. Di Damaskus, dia mengizinkan HAMAS berkantor, dengan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Sikapnya yang anti AS dan sering mengkritik penguasa Arab yang pro AS tentu sangat merepotkan dan mengusik eksistensi Israel. Untuk menjatuhkannya, ditebarlah fitnah dan berita hoax yang bohongnya tidak ketulungan, dia disebut mengaku diri sebagai Tuhan. Logiskah mengaku Tuhan tapi masih shalat dan menjadi makmum? Logiskah alim ulama Suriah tetap memberi dukungan pada Bashar Assad sementara dia melakukan kekufuran yang nyata?

Dia diklaim membunuhi rakyatnya yang Sunni? mungkinkah membunuhi rakyatnya sendiri hanya karena Sunni sementara rakyat Palestina dipikirkan nasibnya, dibela dan diberi pengungsian yang layak padahal mereka Sunni? Mungkinkah Kepala Mufti Agung Suriah, Perdana Menteri Suriah, Menteri Pertahanan Suriah, Menteri Dalam Negeri Suriah yang kesemuanya Sunni mendiamkan dan membiarkan sang Presiden membantai rakyatnya yang Sunni?
Mungkinkah setelah dibuatkan dan diberi pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bertahun-tahun lantas dibunuhi hanya karena rakyatnya Sunni? Mungkinkah OKI mendiamkan Bashar Assad membunuhi rakyatnya yang Sunni, dengan tetap membiarkan Suriah menjadi anggota OKI dan tidak memberikan kecaman apapun? Fitnah lebih keji dari pembunuhan!

Moammar Qadafi telah menjadi korban dari fitnah, negara yang ditinggalkannya sekarang porak-poranda. Rakyat yang dulu disatukannya sekarang bercerai-berai dan saling berebut kekuasaan. Kekayaan negerinya yang dulu diolahnya sehingga mampu menjadikan Libya disegani dan terkaya di Afrika, sekarang dikuras habis untuk kepentingan korporasi asing. Libya sepeninggalnya, masuk dalam list negara miskin dan terancam bangkrut dengan tingkat keamanan berada di level terendah.
Akankah Suriah menjadi korban selanjutnya, dan kau turut memberi andil di dalamnya? Indonesia harus belajar dewasa dari kejadian ini!(IN)

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks