Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2016

Putri perdana menteri Qatar, Sheikha Salwa


Putri perdana menteri Qatar, Sheikha Salwa (34) dikabarkan tertangkap basah sedang pesta seks dengan 7 pria tampan di sebuah apartemen di London, Inggris. Berita penangkapan Putri Salwa langsung menjadi viral di media sosial.

Awalnya, berita pesta seks Putri Salwa dimuat di situs media Financial Times. Berita itu lantas dikutip berbagai media online di seluruh dunia, termasuk India dan Inggris.

Hanya beberapa saat setelah berita heboh itu jadi viral, Financial Times menghapus berita tersebut. Kabarnya, Financial Times mendapat tekanan dari Qatar dan Inggris. Sebab, berita itu dianggap mengadu domba dan bakal merusak hubungan diplomatik Qatar dan Inggris.

Situs awdnews.com yang menukil dari Financial Times melaporkan, kegiatan seks Putri Salwa sudah berlangsung lama di London. Putri Qatar itu dikabarkan menyewa seorang intel Inggris dengan imbalan menggiurkan untuk mengamankan dan mengatur kegiatan seksualnya.

Belakangan, intel Inggris tersebut sakit hati lantaran Putri Salwa memberikan kepercayaan kepada Intel Inggris lainnya. Sikap Putri Salwa itu membuat intel pertama kecewa dan membongkar pesta seks Putri Salwa.

Video Pesta S3ks Putri Kerajaan Qatar:



Intel tersebut membocorkan pesta seks Putri Salwa hingga polisi melakukan penggerebekan. Saat digerebek, polisi Inggris mendapati Putri Salwa itu sedang pesta seks dengan tiga pria, sementara empat laki-laki lainnya tengah menunggu giliran di luar kamar.

Menurut laporan itu, Putri Salwa yang merupakan anak kandung mantan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jassim bin Jabor Al Thani tak bisa berkutik saat digerebek.

Dinas rahasia yang melakukan pemeriksaan identitas menemukan wanita itu teridentifikasi keturunan dari kerajaan Qatar. Wanita tersebut juga membenarkan sebagai bagian dari keluarga kerajaan Qatar.

Kepada polisi, Putri Salwa mengatakan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah prostitusi, melainkan membayar orang profesional yang tidak melanggar hukum Inggris. Namun polisi mengatakan bahwa yang dilakukannya adalah tindakan kriminal karena membayar orang-orang untuk melakukan kegiatan prostitusi.

Sumber: Pojoksatu

Rabu, 17 Agustus 2016


Anjem Choudary, salah satu pengkhotbah kebencian paling terkenal yang tinggal di Inggris, menghadapi penjara setelah dinyatakan bersalah mendukung Negara Islam Irak dan Suriah(ISIS). Choudary dihukum di pengadilan Old Bailey Inggris setelah juri mendengar dakwaan Jaksa bahwa Choudary mendukung dan telah bersumpah setia kepada ISIS.

Choudory ditangkap setelah terbukti memberikan dukungan pada kelompok ekstrem dan memiliki jaringan ke beberapa teroris paling terkenal di Inggris.

Choudory yang saat ini berusia 49 tahun mendesak para pengikutnya untuk mendukung Isis dalam serangkaian pembicaraan yang  disiarkan di YouTube.



Siapa Anjem Choudary?

Choudary dan rekan-terdakwa, Muhammad Rahman, 33, mengatakan kepada para pendukung mereka untuk mematuhi Abu Bakr al-Baghdadi , pemimpin Isis, yang juga dikenal sebagai khalifah, dan memfasilitasi perjalanan jihadis ke Suriah untuk mendukung Isis atau "khalifah".

  1. Baca juga: 
  1. Bahrun Naim adalah aktivis Hizbut Tahrir yang kini menjadi anggota ISIS dan bercita-cita mendirikan khilafah di Indonesia 

Choudary dan Rahman menghadapi tuntutan hingga 10 tahun penjara karena memberikan dukungan untuk organisasi terlarang itu. Mereka akan dihukum pada tanggal 6 September di Old Bailey.

Komandan Dean Haydon, kepala komando kontra-terorisme polisi Metropolitan Inggris, mengatakan: "Orang-orang ini telah tinggal dan menjadi warga negara selama bertahun-tahun, tetapi mereka memberikan pengaruh dan memprovokasi warga Muslim, yang mereka miliki hanya kebencian mereka telah berdakwah kepada orang-orang yang  didorongnya untuk bergabung dengan organisasi teroris.

"Organisasi teroris berkembang dan tumbuh karena orang-orang telah menyalahgunakan haknya dalam beragama dan berkeyakinan yang diberikan pemerintah, mereka menebarkan kebencian dan teror kepada kelompok yang berbeda atau untuk   mengikuti agama pilihan mereka atau untuk menyatakan dukungan untuk kekhalifahan. "

Sumber: Guardian

Jumat, 08 Januari 2016

 Sebuah transkrip percakapan antara mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair terungkap. Dari transkrip tersebut menunjukkan bahwa Muammar Qaddafi menegaskan dirinya tidak mendukung sama sekali kelompok teroris Alqaidah.


Percakapan telepon tertanggal 25 Februari 2011 tersebut terjadi beberapa bulan sebelum Qaddafi dibunuh pada 20 Oktober 2011. Dalam transkrip percakapan tersebut, Blair terpaksa mengonfirmasi Qaddafi di tengah puncak revolusi Libya yang semakin memanas. Qaddafi menegaskan tidak ada konflik di Libya.

"Orang-orang menyebar rumor melalui TV, mereka itu dari Guantanamo, kita tahu nama dan mereka mendukung Alqaidah. Apakah Anda mendukung Alqaidah?" tanya Qaddafi kepada Blair dilansir dari IBtimes, Kamis (7/1). "Tidak, tidak sama sekali," jawab Blair. 

Dalam percakapan itu, Qaddafi menuduh Blair ingin menginvasi Libya. "Tampaknya Inggris ingin mengolonisasi, saya harus mempersenjatai rakyat dan bersiap untuk berperang," katanya kepada mantan perdana menteri Inggris dari Partai Buruh ini. 
"Biar saya perjelas, tidak ada rekolonisasi Libya. Libya untuk orang-orangnya," jawab Blair.

"Cerita (Alqaidah) ini hanyalah sebuah organisasi yang telah dibentuk di Afrika Utara, sel-sel organisasi ini tidur dan akan aktif seperti yang sama terjadi pada Amerika pada 11 September sebelumnya," tutur Qaddafi.

Transkrip percakapan ini sebagai bahan penyelidikan parlemen Inggris, setelah Inggris ikut serta dalam invasi ke rezim Qaddafi pada tahun yang sama. Dalam percakapan itu, Blair berusaha meyakinkan Qaddafi untuk mundur dan mencapai resolusi damai untuk menghindari krisis. Pada saat itu, Revolusi Libya sengaja dipercepat untuk membuat Qaddafi tertipu dan melihat ia menjadi musuh semua orang.[Republika]

Tag: #khadafi, #Muammar Khadafi, #alqaeda, #koloni Inggris, #invasi Libya 
Oleh : Putra Kasunanan

Analisis dari pengamat politik Con Coughin yang berjudul “Inggris harus berada di pihak Arab Saudi yang melawan Iran,” menghiasi The Telegraph pada Selasa, (05/1/2016). Coughin menilai, demi kepentingan nasional Inggris, maka jalan terbaik adalah mendukung Arab Saudi.


“Dibanding memainkan peran sebagai penengah konflik Arab Saudi-Iran, lebih baik Kementrian Luar Negeri segera menentukan kepada siapa akan memihak. Arab Saudi atau Iran?”

“Melihat hubungan lama antara Arab Saudi dan Inggris, sikap kita harus jelas. Memang ada banyak perselisihan antara Inggris dengan Arab Saudi terkait isu hak asasi manusia, tetapi untuk kepentingan Inggris baik di dalam dan luar negeri, Riyadh telah membuktikan bisa menjadi sekutu yang bisa diandalkan dan efektif,” tulis Coughin.

“Dukungan yang diberikan oleh Arab Saudi dan negara Teluk pro-Arab lainnya seperti Bahrain, sangat penting untuk memastikan pasokan minyak ke Barat,” tambah Coughin.

Coughin juga menyebut Iran telah melakukan kesalahan dalam krisis Suriah, karena memberikan dukungan kepada Bashar al-Assad.
Hubungan Arab Saudi – Iran semakin memanas pasca dieksekusinya Syaikh Nimr Baqir al-Nimr oleh rezim Arab Saudi. Kedubes Arab Saudi di Teheran dibakar demonstran, dan setelahnya, negara monarkhi tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Arab Saudi sendiri memiliki kedekatan khusus dengan Inggris. Seperti diketahui, awal mula terbentuknya kerajaan ini tidak lepas dari dukungan Inggris.

Note:
Untuk mengetahui latar belakang kenapa kerajaan Inggris mendukung Saudi, ada baiknya kita melihat tradisi Sungkeman kerajaan Wahabi Saudi.

Setiap ganti Raja Saudi 'Sungkem' pada Ratu Inggris 

Sabtu, 26 Desember 2015


 


Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyeru rakyat Inggris untuk bertindak melalui perkataanya bahwa menyusul kematian putri Diana tercinta mereka 18 tahun yang lalu, maka rakyat negara itu harus menuntut keluarga kerajaan karena telah muncul bukti konklusif bahwa keluarga itu  bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap Putri kharismatik dari Inggris tersebut.

Situs Yournewswire sepekan lalu melaporkan bahwa dalam jamuan makan siang Natal yang cukup serius di Kremlin, Putin mengeluarkan pernyataan bahwa Ratu Elizabeth, almarhum Ibu Ratu, Pangeran Philip, dan Pangeran Charles telah mengatur pembunuhan Putri Diana melalui agen mata-mata Inggris, MI6 di Paris. Ia juga mengatakan bahwa setelah berbicara dengan Elton John melalui saluran telepon bulan lalu, ia mengetahui rahasia berupa bukti tak terbantahkan bahwa keluarga kerajaan telah menumpahkan darah dengan tangan mereka.

Selama pidato tidak formal dan reflektifnya, Putin mengatakan kepada kelompok wartawan negara yang telah dipilih secara khusus dalam jamuan tersebut, bahwa pembunuhan brutal Diana membawa kesedihan tersendiri yang bahkan membuatnya tak sadar menangis pada saat itu di tahun 1997, dan bahwa ia tahu dalam hati kematian sang putri disebabkan sebuah permainan busuk.

Putin, yang bersumpah untuk menghancurkan Illuminati di tahun 2016 itu, mengatakan bahwa almarhumah Putri Diana adalah duri dalam pemerintahan korup Inggris, dan ia dianggap sebagai ancaman konstan untuk keberadaan mereka karena faktanya Putri Diana tahu terlalu banyak tentang apa yang telah dilakukan Illuminati dalam mempermainkan kemanusiaan.

Sambil menahan tangis, Putin berdiri dengan membawa gelas untuk bersulang dan berkata, “Saat itu ia baru saja hendak tampil ke atas panggung dunia dan mengatakan ‘kebenaran yang sangat mengejutkan’”, ungkapnya kepada para tamu yang baru saja selesai menyantap hidangan pembuka mereka, “Dan sekarang teman-teman, saya telah tahu kebenarannya, dan saya bersiap untuk memberitahukan hal itu kepada seluruh dunia,” tambahnya.

Putin kemudian melanjutkan dengan mengecam ratu Inggris, “ Orang yang sedang duduk di istana Buckingham itu bukan seekor monyet tua keriput yang lugu. Dia adalah reinkarnasi iblis. Seluruh keluarga busuk itu perlu dihapuskan.”

Menurut seorang wartawan yang turut hadir dalam acara jamuan tersebut, seluruh yang hadir menyambut dengan riuh tepuk-tangan ucapan pria yang kini mendapat julukan “Sang Pembunuh Illuminati” tersebut. [ARN]

Jumat, 18 Desember 2015


Entah ini adalah suatu kebetulan atau memang suatu Keharusan dimana setiap kerajaan Saudi berganti penguasa selalu mengadakan kunjungan resmi untuk meminta restu dari ratu kerajaan Inggris. Faktanya memang demikian dua kerajaan ini merupakan sekutu yang tak terpisahkan sejak awal berdirinya kerajaan milik keluarga Saud ini. Dan jika kita lihat hubungan yang harmonis itu maka bukan hal yang tidak mungkin kerajaan Saudi selalu rutin memberikan upeti kepada kerajaan Inggris sebagai bentuk ketundukan bagi kerajaan kelas rendahan.

Banyak sekali Dokumen yang menjelaskan: Sebagai imbalan bantuan dan pengakuan Inggris akan kekuasaannya, Ibn Sa`ud menyatakan tidak akan mengadakan perundingan dan membuat traktat dengan negara asing lainnya. Ibn Sa`ud juga tidak akan menyerang atau campur tangan di Kuwait, Bahrain, Qatar dan Oman – yang berada di bawah proteksi Inggris. Ibn Saud juga berjanji membiarkan berdirinya negara Yahudi Israel di Palestina yang dibidani Inggris. Traktat ini mengawali keterlibatan langsung Inggris di dalam politik Ibn Sa`ud.

Fakta sejarah membuktikan sejak tahun 1926 Ibnu Saud memproklamirkan diri sebagai RAJA HIJAZ dan SULTAN NEJD, yang dibantu Agen intelejen Inggris yang bernama Harry St. John Pilby tinggal di Jeddah dan kemudian diangkat sebagai penasehat dan penghubung dengan pemerintah Inggris. Pada tahun 1930 Philby resmi masuk menjadi anggota dewan penasihat pribadi Raja.


Pada tahun 1927 Perjanjian umum Inggris-Arab Saudi yang ditandatangani di Jeddah [20 Mei 1927] . Perjanjian itu, yang dirundingkan oleh Clayton, mempertegas pengakuan Inggris atas ‘kemerdekaan lengkap dan mutlak’ Ibnu Sa‘ud, hubungan non-agresi dan persahabatan, pengakuan Ibnu Sa‘ud atas kedudukan Inggris di Bahrain dan di ke-Emir-an Teluk. Dengan perlindungan Inggris ini, Abdul Aziz (yang dikenal dengan Ibnu Sa‘ud) merasa aman dari berbagai gangguan baik dari dalam negeri maupun gangguan dari luar.

Hingga pada tahun 1932  Ibnu Saud memproklamirkan berdirinya Kerajaan Saudi Arabia [Al-Mamlakah al-‘Arabiyah as-Su‘udiyah] dengan wilayah kekuasaan yang sampai sekarang ini dikenal sebagai Kerajaan SAUDI ARABIA [THE KINGDOM OF SAUDI ARABIA] .

Dan untuk mengenang jasa agen Inggris yang bernama Harry St. John Pilby kerajaan Saudi membangun monumen Illumination di Jeddah [jedah eye] yang terkenal dengan simbol mata satu nya atau lambang bagi pengikut DAJJAL.



Selasa, 15 Desember 2015

Seorang ulama terkemuka asal Nigeria dalam pernyataannya yang merujuk kepada orang Zionis , menyebut Israel sebagai makhluk paling rendah di muka bumi yang "hanya memahami bahasa pembunuhan".
Dirinya pernah berbicara di sebuah konferensi di London pada hari Rabu, 6/10  yang lalu, yang diselenggarakan oleh sebuah kelompok anti Israel.


Ulama Kharismatik yang bernama, Syaikh Ibrahim Zakzaky, adalah kepala Gerakan Islam di Nigeria dan akan menjadi tamu dari Komisi Hak Asasi Islam (IHRC) di London dalam acara Al-Quds Day, sebuah demonstrasi tahunan dalam mendukung gerakan perlawanan terhadap Israel.

IHRC mengatakan bahwa acara satu hari bertajuk "Spirit of Islamist Activism" yang diadakan di Islamic Center Inggris di barat laut London, dan akan membahas "tantangan besar bagi revitalisasi iman dan prakteknya di dunia modern dengan menghadirkan ulama terkenal secara internasional dan akademisi.

Sebelumnya, dalam ceramah selama Operasi Cast tahun lalu, website IMN melaporkan bahwa Syaikh Zakzaky mengatakan bahwa "hari ini adalah hari untuk mengekspresikan solidaritas kami dengan Palestina yang terbunuh di Gaza oleh orang-orang Yahudi yang terbuang."

Israel menurutnya, tidak hanya menginginkan menghancurkan Gaza tetapi seluruh wilayah, seperti Yordania, Suriah, Mesir dan hal itu tidak akan berakhir meski mereka telah selesai dengan Gaza dan yang akan menjadi agen akhirnya adalah Mubarak dari Mesir, jika mereka berhasil. "

Syeikh Zakzaky, telah menjalani hukuman penjara selama beberapa kali oleh rezim-rezim Nigeria, ia juga menuduh Israel menggunakan senjata kimia di Gaza yang menyebabkan korban mengalami leukemia. Ia juga mengecam negerinya sendiri karena menjalin dan menjaga hubungan dengan Israel, yang ia sebut sebagai "anak-anak monyet dan babi."

Di antara mereka yang dijadwalkan untuk berbicara di konferensi ini adalah Ahmet Faruk Unsal, perwakilan dari lembaga Kemanusiaan IHH Turki, dan Sayyid Saeed Reza Ameli dari Universitas Teheran.

Sabtu, 12 Desember 2015

 Kantor Berita lokal kota Manchester, Inggris memberitakan pertemuan yang dilakukan oleh Pemuka agama Kristen & Ulama Islam membicarakan rincian pelaksanaan PERAYAAN BERSAMA "Natal & Maulid Nabi Muhammad" yang akan dilangsungkan pada hari Natal 25 Desember 2015 nanti.


Pada malam Natal, akan dilakukan prosesi (pawai) MAULID Nabi Muhammad SAW yang dimulai dari Jalan Foxholes berakhir di Mesjid Bilal di Jalan Bulwer kota Manchester, Inggris. Pada waktu yang sama, umat Kristiani yang merayakan hari kelahiran Yesus Kristus berbagi makanan dengan keluarga Muslim yang merayakan Maulid.

Lalu mereka bersama-sama akan melakukan layanan perjamuan memberikan makan kepada para Tunawisma, memberikan perawatan bagi yang sakit dilakukan di Gerja St. Chad di Rochdale, yang mana keluarga Muslim akan ikut menyediakan makanan.

"Tahun ini tahun yang spesial bagi kita semua, karena pada saat yang sama orang Kristen merayakan hari kelahiran Yesus, bersama kami umat Muslim merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami akan berdoa untuk perdamaian dunia.", komentar Mohammed Shabbir Sialvi, Muslim warga kota Manchester.

Kita akan berkumpul bersama merayakan kelahiran dari Pangeran Kedamaian bersama saudara-saudara Muslim, berbagi sukacita, berbagi kebahagiaan, karena kami juga berbagai sukacita mereka, dan kebahagiaan mereka.", kata Pastur Paul Daly. [Rochdale.uk

Note Ustad Abu Janda:

RAPATKAN BARISAN MUSLIM & NON MUSLIM. TIngkatkan kewaspadaan terhadap paham-paham yang mengatas namakan Islam tapi menghasut permusuhan & provokasi konflik. JANGAN TERPANCING. saling mengingatkan dimulai pada lingkungan masing-masing.

MUSUH KITA BERSAMA adalah mereka yang mengharamkan toleransi antar umat beragama. MUSUH BANGSA adalah mereka yang sampai melarang umat merayakan hari raya Natal & Maulid Nabi Muhammad.

Selamat berakhir pekan!
Ustad Abu Janda al-Boliwudi

#IslamTanpaMengkafirkan
#ITM

Jumat, 11 Desember 2015

Arab Saudi menjadi momok yang lebih mengancam bagi Inggris. Hal itu disampaikan Ken Livingstone, mantan Wali Kota London, pada sebuah konferensi di Moskow yang ditayangkan stasiun televisi setempat.


Alasan Livingstone menilai Saudi menjadi ancaman bagi Inggris karena Riyadh dia anggap sebagai donatur utama kelompok-kelompok fundamentalis Islam. seperti dikutip Independent, Jumat (11/12/2015).

“Kami sekarang menghadapi ancaman dari fundamentalisme Islam. Yang sebagian besar telah didanai oleh Arab Saudi, sekutu utama kami, yang telah mendanai kelompok Islam intoleran[wahabi] yang tidak ada hubungannya dengan ajaran Nabi Muhammad,” lanjut Livingstone.
Baca: Belgia Mengusir Wahabi Dari Masjid yang dikelolanya
Menurutnya, selain Saudi, dia juga menilai Qatar ikut mendanai kelompok fundamentalis. ”Hal yang tidak benar dilakukan, hampir semua fundamentalisIslam telah didanai oleh Saudi dan Qatar, seperti kembali 70 tahun silam, menyebarkan kebencian terutama dari kelompok Islam intoleran, dan Inggris dan Amerika harus mengatakan kepada mereka ‘Anda harus menghentikan pendanaan ini atau Anda tidak bisa menjadi sekutu kami’,” kata Livingstone.

Tudingan Saudi mendanai kelompok fundamentalis sudah lama muncul. Namun, Pemerintah Riyadh tidak pernah bersedia mengkonfirmasi tuduhan itu. Bahkan, ada laporan perihal serangan 9/11 yang tidak diungkap Pemerintah AS, karena ada dugaan Saudi ikut mendanai kelompok yang melakukan serangan itu. [independent]

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks