Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

Buya safii Maarif Dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Jum'at 4 Desember 2015 di aula PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta, Buya Syafi'i Ma'arif dalam ceramahnya menyebutkan bahwa 'Godfather' Wahabisme adalah Amerika. Dan Wahhabisme dimanfaatkan oleh Amerika sebagai Ideologi penggeraknya untuk menguasai minyak dan melindungi rezim Zionis Israel.


 Paham wahabi dengan mudahnya menuduh sesat para Imam Ahlussunnah dan pengikut Asy'ariyah. Sunnah dan Syi'ah di adu-domba, Sunni dan Sunni di adu-domba...Inilah agenda Zionis agar Ummat Islam lemah dari dalam, Umat Islam saling menyesatkan dan mengkafirkan yg berujung pada permusuhan dan perpecahan.Bersatulah Kaum Muslimin kita lawan segala upaya adu-domba dengan Issue-issue sektarian.

Inilah satu-satunya tujuan mereka dengan kedok agama mereka menumpahkan darah umat Islam yang tidak berdosa, menghalalkan yang haram, dan menyebarkan fitnah demi fitnah. Sungguh licik hati mereka penuh dengan kedengkian dan kebencian serta suka membuat masalah pada umat.

Bahkan, mereka jadikan barat sebagai kiblat dan mereka dukung para penjajah untuk menginjak-injak martabat negara-negara Arab dan Islam. Mereka adalah kepanjangan tangan musuh-musuh Islam yang dengan semaunya mereka permainkan Islam.

Uraian lebih jelas lihat video di bawah ini👇


Jumat, 04 Desember 2015

 Muhammadiyah mencermati fenomena sosial keagamaan di masyarakat, khususnya umat muslim. Ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini menyayangkan ada umat Islam yang kerap melempar tuduhan kafir.


"Di kalangan umat Islam terdapat kelompok yang suka menghakimi, menanamkan kebencian, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok lain dengan tuduhan sesat, kafir, liberal dan tuduhan lainnya," demikian bunyi penggalan awal salah satu rekomendasi Muktamar ke-47 Muhammadiyah. 

Muhammadiyah menegaskan kecenderungan takfiri [suka mengkafirkan -red] bertentangan dengan watak Islam yang menekankan kasih sayang, kesantunan, tawasuth, dan toleransi. Analisisnya, sikap mudah mengkafirkan pihak lain disebabkan oleh banyak faktor, antara lain cara pandang keagamaan yang sempit, fanatisme dan keangkuhan dalam beragama, miskin wawasan, kurangnya interaksi keagamaan, pendidikan agama yang eksklusif, politisasi agama, serta pengaruh konflik politik dan keagamaan dari luar negeri, terutama yang terjadi di Timur Tengah. 

"Akhir-akhir ini energi umat juga tersedot dalam persoalan pertentangan antara pengikut kelompok Sunni dengan Syiah. Muhammadiyah mengajak umat Islam, khususnya warga Persyarikatan, untuk bersikap kritis dengan berusaha membendung perkembangan kelompok takfiri melalui pendekatan dialog, dakwah yang terbuka, mencerahkan, mencerdaskan, serta interaksi sosial yang santun," demikian bunyi bagian lain rekomendasi tersebut.

Ormas yang terkenal dengan gerakan pencerahan ini memandang berbagai perbedaan dan keragaman sebagai sunnatullah. Untuk mencegah semakin meluasnya konflik antara kelompok Sunni-Syiah di Indonesia, Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk mengadakan dialog intra umat Islam serta mengembangkan pemahaman tentang perbedaan keagaaman di antaranya dengan menyusun fiqh khilafiyah meminimalisir konflik horizontal.[Detik] 

Minggu, 29 November 2015

Kelompok Takfiri wahabi adalah Sekte yang menghalalkan segala cara untuk memaksakan pendapatnya. Maka warga Nu dan Muhammadiyah harus tahu bagaimana wahabi di arab saudi mengembangkan ideologinya yakni dengan segala cara termasuk membunuh dan menuduh kafir, musyrik kepada yang tidak sejalan dengannya.


Untuk itu, NU harus siap menanggulangi dengan cara apapun, kalo bisa pemerintah ikut membantu pendanaan kedua ormas Islam terbesar di Indonesia ini NU dan Muhammadiyah . Ingat, mereka tidak segan-segan bertindak keras dan kasar kepada orang islam, bahkan ulama sunni yang berseberangan dengan mereka terus dihujat dan kitab-kitabnya dirubah, hal ini sangat mudah dilakukan karena mereka mendapat kucuran dana yang cukup besar  dari Arab Saudi.

Munculnya beberapa aliran seperti, Salafi Wahabi, PKS, dan Hizbut Tahrir di Indonesia bukanlah mendamaikan umat Islam justru perpecahan yang terjadi dikalangan umat Islam. Dengan lantang mereka mengatakan memperingati maulid, ziarah dan Tahlilan bukan ajaran islam dan pelakunya bisa kafir. Tapi mereka di Arab sana memperingati kelahiran raja Arab Saudi dan itu bukan bidah dan tidak juga kafir.

Islam melarang melakukan perbuatan kekerasan dan perpecahan, Islam adalah agama yang ramah, santun, yang menjunjung perdamaian, persaudaraan antar sesama.

Untuk lebih jelas nya marilah kita simak perkataan KH Hasyim Muzadi tokoh NU.



Jumat, 27 November 2015

Perjuangan kelompok militant ISIS dipertanyakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertanyaan ini muncul karena sebagai gerakan yang mengatasnamakan Islam, organisasi yang dibidani Abu Bakr al-Baghdadi itu tak pernah membela Palestina.


Diakui Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin, fatwa MUI gerakan ISIS sama sekali tidak mewakili umat Islam, tidak begitu berpengaruh. Sebab, masih ada kalangan masyarakat yang masih meyakini ISIS. Oleh karena itu, fenomena ISIS kembali akan dibahas, terutama mengingat perkembangan situasi dunia saat ini.

“Karena di antara kami mungkin ada perbedaan kesimpulan berdasarkan perbedaan informasi tentang ISIS,” ungkap Din Syamsuddin di kantor MUI, Jakarta Pusat.

    MUI, lanjutnya, mencurigai ISIS merupakan bentukan negara-negara maju. Indikatornya, gerakan tersebut mampu bertahan, dari gempuran berbagai pihak, termasuk dari tentara Suriah, Rusia, Inggris, Prancis serta sejumlah negara Arab, dengan persenjataan lengkap mereka.
Baca: Gus Mus: NU Muhammadiyah pilar utama hadapi ISIS 
“Siapa yang membantu di belakang, untuk kepentingan apa, dan kenapa sampai sekarang ISIS tidak pernah mengeluarkan sepotong kalimat pun untuk membela Palestina, dan mengecam Israel,” tegas DIN.

Selain itu, anggota wantim MUI juga melihat aksi teror di Paris pada 13 November lalu oleh ISIS, hanya dijadikan alasan untuk Prancis, terjun ke perang di tanah Suriah dan Irak.

Namun demikian ia belum bisa menentukan, apakah wantim MUI akan kembali membahas soal ISIS dalam rapat bulanan wantim MUI.[Arrahmahnews] 

Minggu, 22 November 2015

Tokoh NU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) meminta semua elemen masyarakat Indonesia mewaspadai gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dirinya berharap baik NU maupun Muhammadiyah, menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Menurut pengasuh pondok psantren (Ponpes) Raudlatut Thalibin di Rembang itu, yang mendukung ISIS adalah orang-orang yang tidak mengerti Islam secara benar.

“Kalau kita tidak waspada, bisa saja (ISIS) masuk ke Indonesia. Pemerintah maupun masyarakat kita harus benar-benar waspada dan tidak menggampangkan manuver mereka,” ujar Gus Mus saat menjadi pembicara di sela acara launching Institute for Nusantara Studies (INNUS) di aula kampus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FD UINSA) Surabaya, Rabu 18 November 2015.

Gus Mus mengatakan, selama ini terorisme juga diwaspadai bersama-sama baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Apalagi orang sudah tahu bahwa nggak bisa mbelani (membela) ISIS kecuali orang yang tidak mengerti agama, tidak mengerti Islam. Kita tahu persisi bahwa ISIS itu bukan Islam,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan, di era globalisasi yang mengedepankan sarana komunikasi internet dewasa ini, gerakan radikalisme bisa mempengaruhi masyarakat melalui informasi teknologi (IT).

“Komunikasi dan pengaruh (ISIS) itu bisa mereka lakukan melalui IT. Syukur, kemampuan berselancar di internet kita tengarai belum bisa mempengaruhi masyarakat pedesaan. Mereka (ISIS) tidak bisa ngomong (menyampaikan pesan) ke wong ndeso dan enggak ada yangmudeng (mengerti). Hanya saja, yang kita khawatirkan justru anak-anak kita yang sudah lancar internetan,” ujar Gus Mus sambil menambahkan, teknologi informasi diakuinya tidak bisa dibendung. Hanya pada diri masing-masing yang bisa memfilternya.

“Kalau memfilter IT itu sulit. Kemenkominfo saja ndak bisa. Yang bisa memfilter itu diri kita sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mus menilai bahwa peran organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah adalah benteng negara kesatuan Republik Indonesia.

“NU dan Muhammadiyah itu benteng NKRI. Makanya banyak yang mengadu domba NU dan Muhammadiyah. Boleh dibilang NU dan Muhammadiyah adalah kekuatan Indonesia,” jelasnya.

Gus Mus berharap, NU dan Muhammadiyah tetap memperkuat dirinya masing-masing demi menjaga keutuhan NKRI. Selama ini peradaban Islam di nusantara adalah NU dan Muhammadiyah. Karenanya banyak orang yang berharap kedua organisasi sosial masyarakat keagamaan itu melemah.

“Kalau sudah melemah, paham apapun akan mudah masuk dan bisa menghancurkan soliditas NKRI,” tambahnya.[MI]

Kamis, 12 November 2015

Ket:Ketua PP Muhammadiyah Bpk Din Syamsuddin sedang berziarah ke makam KH. Sahal Mahfudz

Hilangnya makam Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo di Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, membuat kaget banyak pihak. Hal ini baru terungkap setelah tokoh organisasi kemasyarakatan Islam tertua di Indonesia, Muhammadiyah, itu ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 5 November 2015.
Masalah makam tokoh yang terbengkalai membuat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersuara dengan nada prihatin. Dia menyatakan ziarah kubur itu perlu dilakukan sebagai bentuk menghargai tokoh atas jasa-jasanya selama hidupnya. "Ziarah kubur kan sunnah juga, diperbolehkan. Yang tidak boleh mengeramatkan kuburan tersebut," katanya setelah acara refleksi sejarah pahlawan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 10 November 2015.

Haedar lantas bercerita, Nabi Muhammad mengajarkan kalau ziarah kubur ingatlah akan kematian. Itu artinya, menurut dia, ziarah di makam dapat digunakan sebagai cara untuk mengenang atau meneladani perilaku si mati sekaligus mengikuti amalnya.
Makam Ki Bagus di Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, tak ada bekasnya lagi. Sudah ditumpuk beberapa makam. Bahkan, rencana memindahkan makam ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, menemui kendala karena tak diketahui pasti di mana pusaranya. Beliau diangkat menjadi pahlawan nasional dengan Keputusan Presiden 116/TK Tahun 2015.

Dia mengakui budaya atau tradisi kalangan Muhammadiyah memang tidak mengenali makam tokohnya. “Mungkin saking puritannya." Haedar berpendapat, sebaiknya pemahaman untuk berziarah dibiarkan mengalir tanpa paksaan. "Itu tradisinya tetapi sekarang mulai ada pemahaman bahwa ziarah kubur itu perlu juga," ucap Haedar. (IN)

Rabu, 11 November 2015


Amien mengajak kaum Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk meningkatkan tahlilan bersama-sama..

''Kalau tidak mau tahlilan keluar dari Muhammadiyah dan Aisyiah,''tegas Amien saat menyampaikan pengajian dalam Tabligh Akbar Muktamar Aisyiyah ke-46 dengan tema Nir Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Salah Satu Kunci Peradaban Bangsa yang diselenggarakan di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta, Sabtu (3/7). Tabligh Akbar ini dibuka oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Lihat Video nya:



Rabu, 30 September 2015

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin ( kanan), menerima Wapres Republik Islam Iran, Hajatul Islam Hajali Akbari di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis ( 28/8). Kunjungan wapres Iran ke kantor PP Muhammadiyah tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan persahabatan diantara dua negara. [FOTO ANTARA] 

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks