Tampilkan postingan dengan label Sulaiman Djaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulaiman Djaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2016




Oleh: Sulaiman Djaya

Ketika seorang Guru Hindu, Sri Ravi Sankar, menziarahi Makam Suci Imam Husain di Karbala, tak lain karena spiritnya adalah cinta dan humanisme yang terpancar dan terkandung dari Peristiwa Karbala. Demikian pula, setiap tahunnya, Ummat Nasrani ikut memperingati kewafatan Imam Husain yang tragis di gurun gersang Shati Al-Furat ribuan tahun silam itu. 

Hingga suatu ketika, tersebutlah peristiwa, ketika kelompok teroris Wahabi-Takfiri berniat menyerang Makam Suci Imam Husain, pada saat itulah Muslim Sunni, Muslim Syi’ah di Irak dan sekitarnya dan Ummat Hindu dari India bahu-membahu untuk melawan kelompok Wahabi-Takfiri yang hendak menghancurkan Makam Suci Imam Husain di Karbala itu. 

Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, sang sufi Muslim Sunni itu, dalam kitabnya yang berjudul Al-Kunyah, menyebut peristiwa 10 Muharram (hari ketika Imam Husain dibantai dan disembelih secara keji oleh pasukan Kerajaan Bani Umayyah alias Kerajaan keturunan Muawwiyah bin Abu Sufyan) sebagai Asyirul Karamah –hari keramat yang ke-10 dari hari-hari suci Islam lainnya.

Selasa, 16 Februari 2016



SIAPA VLADIMIR PUTIN?

Oleh: Sulaiman Djaya

Vladimir Putin mulai bertugas sebagai pejabat presiden sementara pada tanggal 1 Januari 2000. Kemudian pada tanggal 26 Maret 2000 diadakan pemilihan presiden. Pada pemilihan presiden tersebut, Vladimir Putin mendapatkan 52,94 persen suara.

Ia kemudian dinobatkan sebagai Presiden Rusia secara resmi pada tanggal 7 Mei 2000. Presiden Federasi Rusia yang kedua ini memiliki keinginan untuk mengembalikan kejayaan Rusia seperti pada zaman Uni Soviet.

Ia mengganti lagu kebangsaan Rusia yang berjudul "Patriotiskaya Pesn" dengan lagu kebangsaan Uni Soviet "Gimn Sovetskogo Soyuza" yang diganti liriknya menjadi "Gimn Rossiyskaya Federatsiya".

Putin juga menahan pengusaha minyak Yukos Mikahil Khodorovsky dan menjual sahamnya, serta menasionalisasikan beberapa perusahaan asing.

Pada tahun 2004, ia terpilih kembali untuk masa jabatan yang kedua kali. Selain sibuk berbenah di dalam negeri, Rusia pun mulai memperhatikan masalah-masalah luar negeri. Seperti di Palestina, saat wilayah itu diisolasi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya akibat kemenangan Hamas, Rusia justru mendekati dan merangkul Hamas.

  • Baca Juga : 
  • Putin Kecam Demokrasi Modus Barat
  • Presiden Rusia mengecam beberapa kekuatan Barat yang berupaya mendiktekan demokrasi versi mereka ke negara-negara di... 

Rusia juga menjalin hubungan erat dengan Iran yang merupakan rival Amerika sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979 yang digerakkan Muslim Syi’ah sukses dengan gemilang.

Di negara (Iran) tersebut, Rusia membangun pusat tenaga nuklir pertama di Bushehr. Selain itu, pemerintah Rusia juga mulai mendekati negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam untuk bekerja sama di berbagai bidang.

Walaupun Uni Soviet sudah runtuh, Rusia di bawah pimpinan Putin (yang merupakan negara pecahan terbesar Uni Soviet) memang tidak bisa dianggap remeh oleh Blok Barat (yang terdiri dari Israel, Amerika, Rezim Al-Saud dkk, dan NATO).

Singkatnya, Vladimir Putin adalah kebalikan 180 derajat dari Gorbachev yang mesra dengan Barat, dan karena itulah, Vladimir Putin kurang disukai Barat, terutama sekali saat ini, terkait perannya di Timur Tengah yang bersekutu dengan Iran, Suriah, dan Palestina.

Info tambahan: Jika ingin tahu para ulama dan ustadz yang mendukung ISIS dan Amerika dkk yah tinggal perhatikan ceramah-ceramah mereka yang memburuk-burukkan Rusia & Iran. Sementara jika ingin tahu mereka yang potensial direkrut ISIS adalah mereka yang mendewakan Erdogan dan menuduh Syi'ah  sesat dan kafir.

Sabtu, 06 Februari 2016



Oleh: Sulaiman Djaya

Bila benar ramalan itu, bahwa jika Turki menyerang Suriah, maka menurut ramalan itu, akan diikuti oleh Negara-negara Barat (Israel, Amerika, NATO dan sekutu Arab mereka seperti Rezim Al-Saud dkk).

Di mana kemudian gabungan pasukan Negara-negara Turki dan Barat itu akan berhadapan dengan Rusia, China, Iran, Hizbullah (Lebanon), India, Irak, Yaman, Palestina dkk, maka pada saat itulah akan terjadi Perang Dunia Ketiga (yang konon jika berkepanjangan akan juga melibatkan perang nuklir) dan dunia jatuh dalam krisis dan ketakutan yang dahsyat.

Namun, barangkali, manusia bisa merubah ramalan atau menentukan takdir tersebut dengan jalan menempeleng Turki, Rezim Al-Saud dkk, Israel, dan Amerika agar mereka sadar bahwa sikap mereka akan membawa kehancuran bagi kemanusiaan dan peradaban.

Minimal mereka harus ditempeleng dengan sendal jepit yang penuh pasir. Turki, NATO, Israel, Amerika, Rezim Al-Saud dkk harus sadar bahwa jika mereka menyerang Suriah, maka pada saat itu mereka akan membangunkan gabungan Tentara Mahdi as dan para pengikut Isa Al-Masih putra Maryam yang disucikan. Dan di sini, barangkali pula, ummat manusia boleh membiarkan mereka untuk menggempur Suriah.

"Akan datang suatu zaman segerombolan pasukan kejahatan membuat kerusakan yang dahsyat di Damsyik (Damaskus) dan negeri Syams (Suriah, Irak, Palestina)"

Tag: #Perang Akhir Zaman, #Perang dunia Ketiga



Oleh: Sulaiman Djaya

Salah-satu strategi dan taktik yang telah digodok sejak menjelang tahun 2000 yang saat ini tengah dimainkan oleh Israel & Amerika (dengan dukungan Rotschilds Finance & Banks dan AIPAC) dalam politik global dunia adalah ‘membenturkan’ dua barisan besar untuk berperang dan berselisih.

Yaitu Barisan Iran, Hizbullah, Suriah, Palestina dkk dengan Barisan Rezim Saudi, Qatar dkk alias Negara-negara Arab teluk yang menguasai Liga Arab.

Salah-satu tujuan dari taktik dan strategi itu adalah dalam rangka 'membuka jalan' bagi profit ekonomi (industri) dan kendali politik di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Strategi itu dapat dijalankan oleh Amerika dan Israel karena salah-satu barisan besar tersebut, yaitu Barisan Rezim Saudi, Qatar dkk alias Liga Arab 'sepenuhnya' telah dijadikan 'Kuda Troya' oleh Israel dan Amerika.

Dan itulah, barangkali, kenapa dulu Ingris dan Amerika kompak mendirikan Israel dan Kerajaan Saudi Arabia sebagai dua pion utama dalam upaya 'menggenggam' Timur Tengah.

Yang tak ubahnya berfungsi sebagai 'Dua Cakar Elang' bagi Amerika, di mana simbol Amerika itu sendiri adalah Elang Laut yang rakus dan ganas.

Selasa, 26 Januari 2016



ARMENIA, RUSIA, TURKI & JERMAN

 Oleh: Sulaiman Djaya

Pada perang dunia pertama, sekira satu setengah juta warga Armenia dibantai Turki, perempuan-perempuan Armenia disalib dalam keadaan telanjang setelah diperkosa. Demikianlah ketika Bashar Al-Assad mengetahui Turki mendukung salah-satu faksi geng perang, yaitu Teroris Front Al-Nusra (bersamaan dengan ketika agressi terhadap Suriah dilancarkan), Bashar Al-Assad segera menekan Rusia agar Rusia turun tangan demi menghindari tragedi itu terulang.

Kala itu, di tahun 1913, kaum ultranasionalis Young Turks mengambil alih kekuasaan di Konstantinopel (Istanbul). Mereka adalah Mehmed Talat Pasha, Ismail Enver Pasha, dan Ahmed Djemal Pasha (arsitek pembantaian). Pada 1914, Turki masuk dalam kancah Perang Dunia I, berpihak kepada Jerman dan Kekaisaran Austro-Hongaria setelah menandatangani perjanjian rahasia dengan Jerman dan mendirikan Aliansi Ottoman-Jerman pada Agustus 1914, dengan tujuan melawan Rusia sebagai musuh.

Pada Oktober 1914, Turki melancarkan serangan ke pelabuhan-pelabuhan Rusia dan menyatakan orang Armenia ”musuh internal”. Para pemimpin militer berargumentasi bahwa orang-orang Armenia adalah pengkhianat. Orang Armenia membentuk batalion relawan untuk membantu tentara Rusia melawan orang Turki di kawasan Kaukasus. Hal ini membuat orang Turki curiga kepada orang Armenia dan memaksa mereka keluar dari zona perang di front timur.

Pada Februari 1915, Talat Pasha memberi tahu kepada Duta Besar Jerman bahwa inilah saatnya memberi jawaban atas pertanyaan tentang Armenia. Komite Pusat Ottoman membahas rencana ”menghapus bangsa Armenia”.

Pada 24 April 1915, pembantaian dimulai. Pada hari itu pemerintahan Ottoman menangkap dan mengeksekusi ratusan intelektual Armenia di Konstantinopel. Setelah itu, rakyat Armenia dipaksa keluar dari rumah mereka dan dibiarkan mati ketika berjalan kaki di tengah gurun Mesopotamia tanpa makanan dan tanpa air. Mereka ditelanjangi dan dipaksa berjalan kaki di bawah sengatan terik matahari sampai akhirnya meninggal dunia. Mereka yang berhenti untuk beristirahat ditembak mati.

Singkat kata, tidak usah heran kalau Turki saat ini pro NATO (dan anggota NATO), karena dari dulu (sejak perang dunia pertama) juga Turki adalah anggota NATO (pro aliansi Barat). Hal itu berbeda dengan Persia (Iran) yang tetap 'mempertahankan' identitas Asia Tengah dan Mediteranianya. Kesimpulannya: Persia is the best than Turks (orang Persia itu lebih cerdas dan lebih beradab ketimbang orang Turki).

NB: "Aku tidak bangga kepada muslim yang keji, karena agama Islam yang kuketahui tidak mengajarkan kekejian". Moral perang Turki sangat bertentangan dengan ajaran Islam, di mana dalam etika Perang Islam, adalah haram mutlaq menganiaya dan membantai warga sipil....Wajar jika Presiden Muslim Chechnya, yaitu Ramzan Kadyrov, pernah menyindir Turki (Erdogan) sebagai bangsa yang memalukan dalam konteks konflik di Suriah.

JASMERAH, kata Bung Karno, pelajari dan renungkanlah sejarah alias jangan sekali-kali melupakan sejarah....

Kamis, 21 Januari 2016

Foto: Tentara Perempuan Russia & Suriah

Oleh: Sulaiman Djaya 

“Menyerang Suriah sama saja dengan menyerang Leningrad” [Vladimir Putin] . Di masa-masa Era Perang Dingin, puluhan ribu anak muda yang paling berbakat dari Suriah belajar di Rusia. Mereka belajar bagaimana menggunakan persenjataan dan tekhnologi perang dan pertahanan Rusia, selain tentu saja belajar semua jenis studi akademis. 

Mereka [anak-anak muda] Suriah itu juga menikah dengan 30.000-an perempuan Rusia. Jadi, ada 30.000 keluarga yang merupakan campuran Rusia dan Suriah, dan diperkirakan lebih dari 100.000 keturunan, dan sepertinya, mengingat kedekatan Rusia & Suriah akibat kekejian ISIS saat ini, akan lebih banyak lagi di masa depan. 

Hasil pernikahan dan percampuran mereka itu tentulah juga menjadi satu etnis baru, sehingga secara emosional kedua bangsa ini susah untuk dipisahkan. Dapat dikatakan, ketika Vladimir Putin membantu Suriah, barangkali ada pertimbangan di luar hitungan ekonomi. Lain lagi jika, misalnya, Vladimir Putin, membantu negara-negara lain. Lihatlah betapa total Rusia membantu Suriah dalam melawan boneka-boneka perang buatan Amerika, Israel, Ingris, Turki, Rezim Saud dkk [ISIS, FSA, Al-Qaeda, Al-Nusra dkk] .

Perlu diketahui pula, mayoritas warga Suriah adalah Muslim Sunni [Sekira 80%] , namun sisanya adalah penganut Kristen Ortodoks [yang juga dianut mayoritas warga Russia] , selain Muslim Syi’ah di negeri itu. Singkatnya, propaganda kaum Wahabi-Takfiri bahwa Rezim Suriah adalah Rezim Syi’ah Islam adalah dusta [wahabi - red] belaka.


SUARA RAKYAT RUSIA UNTUK SURIAH (Foto oleh Getty Images)
Beginilah aksi para veteran dan warga Rusia yang menggambarkan Barrack Obama, Erdogan, Qatar, Rezim Al-Saud, David Cameron dkk sebagai ‘para pembantai anak-anak Suriah”


Tag: #Vladimir Putin, #Kristen Ortodoks, #Dusta Wahabi, #Boneka Perang Amerika 

Jumat, 15 Januari 2016

DISKUSI DENGAN LIMA ORANG ATHEIS 
Oleh: Sulaiman Djaya 

Dikabarkan, ketika Albert Einstein bertemu dengan Ayatullah Burujerdi (yang diperantarai oleh murid Einstein dari Iran, yaitu Mahmud Hesaby), Ayatullah Burujerdi menceritakan riwayat Nabi Muhammad saw (Rasulullah) dengan lima orang atheis (kafir). Berikut riwayatnya:

Pada suatu hari beberapa orang atheis (5 orang atheis) menemui Rasulullah (Saaw) dan kemudian mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius dengan Rasulullah. Dan inilah sebagian dari perdebatan Rasulullah dengan mereka…..
RASULULLAH (saaw): “Apa yang menjadi alasan kalian. Mengapa kalian percaya bahwa alam semesta ini tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir; dan semua yang ada di alam semesta ini sudah tercipta dari dulu dan akan senantiasa ada selamanya?”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Kami hanya mempercayai apa-apa yang bisa kami lihat. Karena kami tidak pernah melihat awal dari alam semesta ini, maka kami berkesimpulan bahwa alam semesta ini selalu ada sejak dahulu dan karena kami tidak pernah melihat kemusnahannya, maka kami berkesimpulan bahwa alam semesta ini senantiasa ada dan selamanya ada.”

RASULULLAH (saaw): “Kalau begitu apakah kalian pernah melihat alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir?”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Tidak, kami tidak pernah melihat alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir.”
RASULULLAH (saaw): “Lalu bagaimana mungkin kalian mempercayai kekekalan dari alam semesta ini? Dan mengapa kalian tidak memilih pendapat orang yang percaya bahwa alam semesta ini tidak kekal karena ia tidak pernah melihat awal dan akhir dari alam semesta ini?

Sekarang, katakanlah kepadaku. Apakah waktu (hari) yang telah lewat itu terbatas atau tidak terbatas? Seandainya kalian jawab bahwa waktu yang telah lewat itu tidak terbatas, lalu bagaimana waktu yang baru bisa datang jka waktu yang lewat itu belum lewat, atau tidak pernah lewat, karena tidak terbatas?
Dan seandainya kalian jawab bahwa waktu itu terbatas maka kalian harus mengatakan bahwa waktu itu tidak kekal atau akan ada akhirnya.”

ORANG-ORANG ATHEIS: “Kami mengakui bahwa waktu itu terbatas”

RASULULLAH (saaw): “Lalu, kalian bersikeras mengatakan bahwa alam semesta itu abadi, tidak diciptakan dan tidak terbatas. Apakah kalian menyadari akan akibat dari keyakinan yang kalian anut itu. Padahal kalian sebelumnya sepakat menyatakan bahwa waktu itu terbatas. Lalu apalagi yang bisa kalian sangkal dan apalagi yang kalian akui?”


Foto: 1. Ayatullah Burujerdi, 2. Albert Einstein dan muridnya dari Iran, Prof. Mahmud Hesaby

Tag: #Diskusi Rasulullah, #Rasulullah dan Atheis, #Albert Einstein dan Muridnya, #Ayatullah Burujerdi

Senin, 11 Januari 2016



WAHABISME-SAUDI & ZIONISME-ISRAEL SEBAGAI PRODUK KOLONIALISME

Oleh: Sulaiman Djaya 

Sebuah studi baru-baru ini meneliti tentang kesamaan Rezim Israel dan Kerajaan Arab Saudi (KSA) dalam hal kejahatan, rasialisme dan ekstremisme agama dan madzhab. Di mana kedua kekuasaan ini sama-sama didirikan oleh para intelijen Inggris dengan menjadikan keberlangsungannya bergantung pada keberlangsungan yang lain. Dan kerajaan Arab Saudi didirikan untuk menjadi landasan proyek Zionis Israel di Palestina.

Studi yang dilakukan oleh DR. Walid Saed Al-Bayati berjudul “Arab Saudi dan Israel Penjahat Terbesar Sejarah Modern” menyatakan bahwa tujuan pembentukan kerajaan Arab Saudi adalah faktor utama didirikannya Rezim Israel dan keberlanjutan rezim ini setelah kurang dari 16 tahun sejak berdirinya Kerajaan Saudi.

Studi ini menyatakan bahwa kedekatan historis dan gen antara Rezim Israel dan Kerajaan Arab Saudi menguatkan adanya kemiripan bahkan sampai pada batas kesamaan secara sempurna di antara keduanya:

PERTAMA: LANDASAN
Masing-masing kekuasaaan ini dibentuk berdasarkan perintah para intelijen Inggris. Kerajaan Saudi yang ada saat ini dalam sejarahnya didirikan dan diatur oleh Harry St John Philby, yang dikenal dengan Haji Abdullah Philby, salah satu agen intelijen Inggris di Jazirah Arab kala itu. Dan Israel telah dipersiapkan sejak adanya janji atau pernyataan Mantan Menteri Luar Negeri Inggris Leonid Arthur Balfour pada November 1917 (untuk membentuk negara Israel) yang ia kirim ke salah satu tokoh terbesar Zionist, Lionel Walter de Rothschild.

KEDUA: SEKTARIANISME AGAMA & MADZHAB
Kita sama-sama tahu dan melihat kerajaan Arab Saudi sama seperti Israel, didirikan atas dasar sektarian sebagai hasil penyimpangan Muhammad bin Abdul Wahab dan Ahmad bin Abdul Halim, yang dikenal dengan Ibnu Taimiyah. Seperti pengkafiran terhadap semua umat Islam, penolakan mereka khususnya Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap madzhab-madzhab Islam, merubah keyakinan kaum muslim di Jazirah Arab dengan memaksa mereka meninggalkan madzhab mereka dan mengikuti madzhab Wahabi yang telah ditolak oleh semua madzhab Islam dan dianggap keluar dari ajaran Islam.

Muhammad bin Abdul Wahab mengkafirkan siapa pun dari kalangan umat Islam yang bertentangan dengannya tanpa memperhatikan apa pun. Para penganut ajaran Wahhabi menganggap hanya diri mereka saja yang muslim dan selain mereka adalah kafir dan harus dibunuh.

KETIGA: MERAMPAS TANAH
Orang-orang Zionist merampas tanah Palestina dengan dalih adanya ikatan historis dengan tanah tersebut menurut kitab Taurat yang disimpangkan sebagai upaya mengembalikan Haikal Sulaiman yang mereka klaim. Mereka terus membunuh, mengusir penduduk asli, mencaplok tanah dan merusak infrastruktur dalam rangka mewujudkan proyek Zionis di Palestina, sementara ikatan mereka dengan negeri Palestina terputus sejak 134 Sebelum Masehi. Itu berarti lebih dari dua ribu tahun dan dengan demikian tidak ada lagi apa yang disebut dengan hak sejarah bagi mereka di Palestina.

Serupa dengan komplotan keluarga Saudi yang menyatu dengan pemikiran Wahhabi Salafi untuk menduduki tanah Jazirah Arab dan memerangi suku-suku Arab dengan memanfaatkan kekuatan militer sekutunya yaitu tentara Inggris, dipimpin oleh Kapten Arthur William Shakespeare.

Umat manusia tidak mengenal kejahatan seperti yang dilakukan oleh komplotan Ibnu Saud dan Ibnu Abdul Wahab dalam membunuh kaum perempuan, merobek perut mereka yang hamil, memerangi siapa pun yang menentangnya, membantai laki-laki dan anak laki-laki. Sama seperti yang mereka ulangi di Irak.

Tetapi petaka yang terbesar adalah mereka telah meletakkan nama Ibnu Saud untuk semua Jazirah Arab yang dipenuhi keberagaman suku dan ras, dan telah merubah sejarahnya yang panjang. Bahkan Nabi Terakhir SAW tidak pernah menamakan wilayah-wilayah Islam di masanya dengan namanya sendiri meskipun beliau menyandang kemulian insani. Sebagaimana penamaan kota Yatsrib menjadi Madinah atas perintah ilahi yang dinyatakan dalam Al-Quran. Adapun Abdul Aziz bin Al-Saud (1876M – 1953M) dan putra-putranya tidak mempunyai hak merampok sejarah Jazirah Arab, sebagaimana orang-orang Zionist tidak mempunyai hak yang sama di Palestina, yang telah mereka tinggalkan sejak tahun 1200 Sebelum Masehi.

Tag: #Wahabisme Saudi, #zionisme Israel, #Jazirah Arab, #Produk kolonial, #sekterianisme, #Keluarga Saudi, #suku arab
Oleh : Sulaiman Djaya




Acara mengenang dan meneladani keberanian serta integritas Syekh Baqir Al-Nimr yang diselenggarakan oleh warga Saudi Arabia di Universitas Al-Awwamiyah pada 7 Januari 2016 [Memorial service was held for Martyr Sheikh Nimr at University of Al-Awamiyah, Saudi Arabia 7 January 2016] 




Acara mengenang dan meneladani keberanian serta integritas Syekh Baqir Al-Nimr yang diselenggarakan oleh warga Saudi Arabia di Universitas Al-Awwamiyah pada 7 Januari 2016 [Memorial service was held for Martyr Sheikh Nimr at University of Al-Awamiyah, Saudi Arabia 7 January 2016] 




Acara mengenang dan meneladani keberanian serta integritas Syekh Baqir Al-Nimr yang diselenggarakan oleh warga Saudi Arabia di Universitas Al-Awwamiyah pada 7 Januari 2016 [Memorial service was held for Martyr Sheikh Nimr at University of Al-Awamiyah, Saudi Arabia 7 January 2016] 

Tag: #Syekh Al Nimr, #universitas Al-Awwamiyah, #martyr Syeikh Nimr, #mengenang Kesyahidan 

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

↑ pks