Tampilkan postingan dengan label Agama dan Aliran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama dan Aliran. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2016


Doa Habib Rizieq untuk para teroris di Philipina, Suriah, Thailand dan Irak di aksi bela Islam 212, telah menjadi bukti kuat kalo Habib Rizk dan FPI memiliki hubungan dengan kelompok teroris ISIS , FSA dan Jabhah Nusra. ( Lihat: Dukungan Habib Rizk kepada ISIS )

Dengar kan doa Habib Rizk pada kalimat ini,
 "Allahummanshur lil Mujahidin fi Filipina,
Allahummanshur lil Mujahidin fi Thailand
 Allahummanshur lil mujahidin fi Suriah....."

Yang artinya:
Ya Allah Tolonglah Mujahidin Filipina.. ( merujuk ke kelompok Abu Sayyaf).
Ya Allah Tolonglah Mujahidin Thailand.. (Mujahidin Islam Patani yang masih simpatisan ISIS dan AlQaeda)
Ya Allah Tolonglah Mujahidin Suriah&Irak.. (merujuk pada teroris ISIS)

Lihat videonya:

Nyata sekali kalo Habib Rizk dan FPI mendukung Teroris ISIS(Kelompok teroris paling Bengis di dunia saat ini) di Suriah yang disebutnya sebagai Mujahidin sebagaimana Kelompok Wahabi garis keras juga menyebutnya demikian.

Ternyata banyak masyarakat awam yang di bohongi Habib Rizk agar ikut mengamini doa untuk
Kelompok makar teroris yang telah sukses meluluhkan lantakkan timur tengah dan Suriah khususnya dalam 5 tahun terakhir ini.

Kelompok teroris yang oleh Habib Rizk disebut sebagai Mujahidin yang selalu didoakan agar makarnya dalam menggulingkan pemerintahan yang sah berhasil. Nauzubillah...

Penulis: Manhaj Salafi

Minggu, 04 Desember 2016

Nampak nya Habib Rizk harus minta maaf pada Ahok. Karena cara berpikirnya Habib Rizieq aja kacau dan kekanak2an tak bisa dijadikan dasar tuntutan kalo Ahok menistakan agama. Logika berpikirnya yg kacau kayak gini sudah pasti menular pada umatnya... ??
Jangan heran jika Pengikutnya menjadi Arogan, mudah mengkafirkan dan gampang sekali teriak bunuh Kafir..

Anda bisa saksikan dalam video dibawah ini betapa kacaunya logika berpikir  Habib Rizieq Shihab, jika cara berpikir nya ulama seperti ini jangan heran jika akan melahirkan Umat yang Urakan, Arogan yang hanya pandai berteriak bunuh, gantung dan Serang.

Baca juga:
Pengajian FPI menghasilkan Ahlak yang buruk seperti ini contohnya

Seperti Yang Menarik adalah begini.. anggaplah Orang Muslim Tahu kebaikan, dan Orang Kafir tidak tahu kebaikan.
"Ada maling kafir dan ada maling Muslim mana lebih baik? habib bilang lebih baik maling Muslim !"
Whatt...??

Mari kita coba telaah..
1. Ketika Seorang Polisi melanggar lampu merah dan seorang masyarakat awam melanggar lampu merah, mana yang lebih baik.. (hayoo jangan ngelucu dehh..)

2. Ada orang yang buta dan orang yang tidak buta melewati jalan yang sehari-hari dilewatinya namun pada suatu hari ada perbaikan saluran yang memotong jalan kemudian orang buta kesandung mana lebih baik dengan orang normal yg ksandung juga. ( hayo mana lebih baik..)

Begini lo....
Seorang yg memiliki agama maaf kita pake istilah habib (seorang Muslim) yang sudah memiliki aturan dan mengetahui kaidah agama, korupsi adalah suatu pelanggaran dengan seorang kafir (kafir yg menurut habib non muslim) yang korupsi mana lebih baik..??? Helllooo..

Tentu saja jika kita berpijak pada kaidah logika berpikir yang waras akan mengatakan, yang Tahu lebih buruk nilainya dibandingkan dengan yang tidak tahu jika melanggar aturan.
dan kesalahan yang disebabkan ketidak Tahuan akan lebih bisa dimaafkan berdasarkan azas keadilan.

Dan ini juga berlaku sebaliknya, jika ada orang 'Kafir'(istilah Habib Rizk untuk Non Muslim) yang tidak tahu hukum Islam tapi  melakukan nilai-nilai yang dianggap baik oleh Islam maka tentu saja derajat nya lebih baik dari seorang Muslim yang Tahu hukum baik dan buruk dalam Islam tapi masih melanggar dan menerjangnya juga.

Lihat videonya:


Mungkin Habib Rizk lupa kalau Allah itu Maha Adil.
Belajar lagi cara menggunakan logika berpikir yang benar ya.. Habib.

Penulis: Manhaj Salafi

Jumat, 02 Desember 2016


Munarman saat debat dan menyiram air Teh kepada Dosen UI, Prof. Thamrin Tomagola

Apakah masih banyak yang ingat , Juru Bicara Front Pembela Islam(FPI), Munarman, sudah bersikap kurang ajar karena tak kuasa mengendalikan amarahnya. Di tengah sorotan kamera pada acara  "Apa Kabar Indonesia" di tvOne yang disiarkan secara live dipagi hari itu, pengacara yang saat itu berumur 44 tahun ini naik pitam dan...masya Allah...menyiramkan air teh di cangkir ke wajah lawan debatnya yang jauh lebih tua darinya. Orang tua yang mendadak jadi basah kuyup di depan umum itu adalah sosiolog senior Universitas Indonesia dan tokoh masyarakat Maluku yang sudah sepuh, Dr. Tamrin Amal Tamagola yang saat itu berusia 66 tahun.

Lihat videonya:



Aksi Munarman itu langsung mengundang tanggapan dari banyak kalangan. Banyak yang menilai tindakan Munarman bukan cuma kurang ajar, tapi juga suatu bentuk tindak kekerasan. pada akhirnya publik akan menilai ternyata buah dari ajaran FPI adalah Arogansi dan sikap kurang ajar.

Penulis: Manhaj Salafi

Sabtu, 12 November 2016


Ustad Arifin ilham membuat heboh jagad dunia maya. Sebab, dalam salah satu ceramahnya, ia dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Tudingan pelecehan tersebut, bermula dari penjelasannya dalam satu ceramah di televisi swasta nasional, mengenai Rasulullah dan praktik poligami.

Kala itu, ia mengatakan," bahkan Nabi Muhammad SAW pun tak bisa berlaku adil."

Tudingan tersebut, dilontarkan akun Satu Islam yang mengunggah potongan video ceramah sang ustaz dari televisi swasta nasional.

Akun Satu Islam, mengunggah video berdurasi 42 detik dan berjudul "Ustadz Arifin Ilham Hina dan Rendahkan Nabi saw" ke laman Youtube.

Menurut akun yang konsern untuk mempersatukan umat Islam dari berbagai mazhab tersebut, Ustad Arifin secara serampangan mengutip dan menafsirkan ayat-ayat suci.

Berikut penjelasan akun Satu Islam, mengenai penafsiran serampangan Ustad Arifin yang berujung pada tudingan penghinaan terhadap Nabi Muhhamad tersebut:

Ustadz Arifin IIlham bikin ulah lagi, sekarang sudah berani menghina dan merendahkan Rasulullah saw, bahkan dia berani memlintir terjemahan kalimat untuk menghina Baginda Nabi saw demi menutupi kelemahan dirinya dalam berbuat adil dengan kedua istrinya, kalimat yang dia plintir sebagai berikut:

لن تستطیعوا ان تعدلوا بین النساء ولو حرصتم.

Ustadz Arifin Ilham menerjemah kalimat diatas pada lafadz( لن تستطیعوا ان تعدلوا) sebagai berikut : Hai,, Muhammad,, kamu tidak akan pernah mampu berbuat adil"

Padahal kalimat diatas kalau dilihat dari segi gramatik arabnya akan tidak pas kalau diterjemahkan seperti diatas, karena, kalimat tersebut menunjukkan jama' bukan mufrad, maka jelaslah yg jadi khithab(yang di maksud) pada klimat diatas bukanlah Rasulullah Saw akan tetapi kaum laki-laki yg diluar Rasulullah Saw.

kalimat tersebut diatas lebih sebagai penegasan bagi ayat al-nisa ayat 3, -silahkan baca ayatnya-.

Dan andai pun Ustadz Arifin Ilham memasukan kalimat diatas dalam konsep balaghah " اطلاق الکل واراده الجزء" maka hal ini akan tambah memperparah penafsiran lagi, karena hal itu akan berdampak pada penolakan terhadap surat al-nisa ayat 3.

Lihat videonya:

Melihat kelakuan Ustad Arifin Ilham ini mengingatkan saya pada kejadian saat Rasulullah saw masih hidup.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Ra berkata:

“Saat Rasulullah saww sedang membagi-bagikan ghanimah, kemudian datanglah seseorang dari Bani Tamim dengan pakaian yang pendek bagian bawahnya ( Cingkrang), di antara kedua matanya ada tanda bekas sujud yang menghitam, lalu ia berkata: “Berbuat adillah wahai Rasulullah!”

Rasulullah Saw bersabda: “Celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tidak berbuat adil? Maka engkau akan binasa dan rugi jika aku sendiri tidak berlaku adil.”

Lalu Rasulullah Saww bersabda: “Akan datang suatu kaum kelak seperti dia, baik perkataannya, tapi buruk kelakuannya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Mereka mengajak kepada Kitabullah, tetapi mereka sendiri tidak mengambil darinya sedikitpun.

Mereka membaca Al Quran, tetapi tidak melebihi kerongkongannya. Kalian akan mendapatkan bacaan Al-Qur’an mereka lebih baik dari kalian dan shalat dan puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka akan melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala serta mencukur kumisnya, pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka.” Setelah Rasulullah Saww menjelaskan ciri-ciri mereka, Rasulullah Saww bersabda: “Mereka akan membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala!”

[Diriwayatkan dalam kitab: Bukhari fi kitab dad’ al-khalq Bab “Alamah An-Nubuwwah”, An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44, Muslim fi Kitab Az-Zakah Bab At-Tahdzir Min Zinah Ad-Dun-ya, Musnad Imam Ahmad juz I hal 78, 88, 91)



Sumber: Satu Islam/Tribun News
Penulis: Manhaj Salafi

Senin, 07 November 2016

PerSamaannya ; Ahok bilang di bohongi orang pakai ayat.. kalo Hb Rizk bilang di tipu ulama pakai Al-Quran..

Inilah Perkataan Habib Rizk Yang sama dengan Apa yang dikatakan Ahok, Tentang kata "MENIPU PAKAI AYAT" tapi Anehnya Habib Rizk tidak di kenakan tuduhan telah menghina ayat Al-Quran sedangkan Ahok dengan perkataan yang sama telah di tuduh telah menghina Al-Quran.

Habib Rizk sendiri dalam ceramahnya membenarkan Tentang adanya orang-orang yang menipu pakai ayat Al-Quran yaitu yang dikatakan nya sebagai ulama Su' (ulama buruk).

Lihat videonya:
Bagi yang belum paham, video ceramah
Rizieq itu menegaskan atau memberi
konfirmasi bahwa Quran memang sering
dipakai untuk menipu orang. Siapa
pelakunya? Contoh yang disebut oleh
Rizieq tadi adalah ulama su'. Apa itu ulama su'? Ulama yang buruk.
Salah satu ciri ulama yang buruk itu adalah dia hidup mewah di tengah umatnya yang susah. Contoh, dia naik Pajero atau Hummer, sedangkan umat naik bis. Itu juga sekali jalan. Pulangnya dibiarin cari angkutan sendiri, nggak dikasih ongkos. Yang lain adalah politikus. Ahok cuma mengingatkan, jangan mau ditipu pakai ayat Quran, oleh orang-orang seperti ini. Makasih, Ahok.


Aneh sekali bukan, Kok bisa Habib Rizk mengingkari hati nurani nya sendiri bahwa apa yang dikatakan Ahok adalah benar seperti dia juga pernah mengatakannya hanya dikarenakan kebencian nya kepada Ahok ??!!

Sungguh sangat sulit berbuat Adil, apalagi kepada orang yang dia benci!!
Ingatlah Firman Allah ini Bib, Karena Allah SWT mengingatkan kepada kita "Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan.” (QS. Al Maa’idah: 8).

Penulis: Ali Mahdi

Rabu, 26 Oktober 2016

SASARAN SESUNGGUHNYA ADALAH INDONESIA

Demo Anti Ahok Adalah pembeda mana kelompok Pembenci Pancasila dan Kelompok yang mendukung Pancasila, Beruntung PBNU telah melarang warganya untuk ikut demo Anti Ahok hal ini semakin membuktikan NU siap menjaga Pancasila dari rong2an antek antek Khilafah gaya ISIS. Secara FPI kan mendukung ISIS..

Coba perhatikan. Para penggerak demo anti Ahok, adalah mereka yang selama ini mengatakan Pancasila sistem kafir, NKRI negara toghout, berniat tegakkan khilafah, sampai mengharamkan upacara bendera.

Ahok adalah sasaran antara. Sasaran sesungguhnya adalah Indonesia. Ya, Indonesia. Sebab mereka bukan hanya membenci Ahok. Mereka membenci Indonesia.

Sebetulnya mereka membenci siapa saja yang berbeda pendapat dengannya. Saat berbeda pendapat, mereka menyerang musuhnya dengan tudingan kafir, sesat, dan penistaan lainnya. Seolah mereka mendominasi kebenaran dan berlindung di balik slogan agama untuk menyembunyikan kepentingannya.

Tidak terhitung berapa banyak ulama yang dituding Syiah, hanya karena mempromosikan pentingnya persatuan antarmazhab. Berapa banyak saudara seagamanya yang dikafirkan, belum lagi mereka membenci pengikut Budha yang ada di Indonesia ketika berbicara Myanmar, China, Kristen, Hindu dan masih banyak lagi korban pelecehan keimanan baik yang seagama apalagi beda agama.

Ini Indonesia, yang sebagian besar penduduknya umat muslim, dan mayoritas adalah muslim toleran pengikut NU dan Muhamadiyah. Sejak puluhan tahun kita hidup dalam suasana beragama yang teduh dan nyaman.

Dengan pembangunan yang gila-gilaan sekarang ini, berbagai analis dunia meramalkan Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi baru. Jika jalan itu tercapai, negara yang sebagian besar penduduknya penganut Islam toleran ini akan menjadi contoh bahwa beginilah cara beragama yang benar. Beginilah kehidupan umat Islam yang baik, berdampingan dengan umat beragama lain, diikat dalam bingkai NKRI.

Jadi mereka takut, jika Islam toleran ala Indonesia nanti menunjukan keberhasilannya. Mereka tidak ikhlas, jika umat Islam ternyata juga umat yang sangat demokratis dan menjunjung nilai kemanusiaan. Mereka tidak ingin wajah Islam terlihat manis di mata dunia, dengan pencapaian ekonomi, rakyat yang lebih sejahtera dan sistem yang berkeadilan. Mereka tidak rela itu terjadi.

Menurut mereka wajah Islam tidak mungkin seramah itu. Baginya Islam tidak jauh dari pedang, asap mesiu, teriakan jihad yang salah kaprah dan umpatan.
Saat ini, kebetulan mereka mendapat angin segar untuk membakar emosi publik, lewat kontroversi statemen Ahok.

Momentum itulah yang terus dimanfaatkan untuk menapaki target-target politiknya. Lihat saja, teriakannya mulai bergeser. Awalnya menghantam Ahok, kini malah mau melengserkan Jokowi.

Apalagi ajakan demo itu kini berubah menjadi seruan jihad. Bayangkan. Mereka meminta peserta untuk membuat surat wasiat kepada keluarganya. Seperti mau mati di medan perang sungguhan. Apa targetnya?

Jadi, sekali lagi, Ahok itu cuma sasaran antara. Sasaran sesungguhnya adalah Indonesia. Ya, Indonesia yang sama-sama kita cintai...

Penulis: Eko Kuntadi
Editor: Manhaj Salafi

Minggu, 16 Oktober 2016


Para 'ulama' dan umat muslim yang menuduh Ahok telah melakukan penistaan dan penghinaan terhadap agama islam merupakan sikap yang Arogan, tidak adil dan sikap ke kanak2an yang ingin menang sendiri.

"Sebenarnya apa yang dilakukan Ahok yang mengutip kitab suci Alquran dengan mengatakan dibodohi pakai ayat 51 surat al-Maidah tidak berbeda jauh dengan sikap DR Zakir Naik yang mengutip ayat-ayat dalam kitab Injil yang disucikan oleh umat Kristen. Zakir Naik adalah seorang Islam idola banyak 'orang Islam' yang suka dengan mencari-cari kelemahan dan kesalahan  penganut keyakinan orang lain. Kemana-mana yang dibacanya ayat² Injil, Weda dan Taurat. Luar biasa!"

Lihat Juga: 
Video Kedatangan Ahok di Sambut Takbir dan Sholawat

Terus apakah kita akan berpikir bahwa apa yang dikatakan Zakir Naik bukan penistaan Agama karena dianggap mengatakan sesuatu yang benar? dan apa yang di katakan Ahok tentang ayat Al-Quran kemudian kita katakan sebagai penistaan agama dan pasti salah?
Kalo begitu cara berpikir kita lantas apa bedanya kita dengan Anak-anak yang memaksakan kehendaknya agar memiliki makanan yang sama dengan teman sepermainan nya??

Padahal apa yang diperbuat Zakir Naik itu kemudian ditiru oleh orang-orang Islam yang awam ilmu agama!"
Sehingga kemudian terjadilah penyesatan, penghinaan bahkan pengkafiran terhadap keyakinan yang berbeda.

Ada kata-kata bagus yang saya kutip dari FB salah seorang teman, begini.

"Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda. Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda."
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan mu??

Penulis: Jenar Tamer

Jumat, 29 Juli 2016




Pada hari Jumat tgl 29 Juli 2016 sekira pkl 23.00 wib telah terjadi amuk massa di Kota Tanjung Balai yg dilakukan oleh warga masyarakat yg beragama Islam khususnya kaum pemuda dgn cara membakar dan merusak beberapa tempat ibadah berupa Pekong dan Vihara.

Adapun awal dari permasalahan tsb adalah berawal dari :

1. Adanya permintaan olh seorang warga Tionghoa An. MELIANA, 41 thn, Budha, Wiraswasta, Jalan Karya Kel TB Kota I Kec Tj Balai Selatan Kota Tj Balai yg menegor Nazir Mejid Almakshum yg ada di Jl Karya dgn maksud agar mengecilkan Volume Mikrophone yg ada di Mesjid, dimana menurut Nazir Mesjid bahwa hal tsb telah diungkapkan beberapa kali.

2. Pada hari Jumat tgl 29 Juli 2016 sekira pukul 20.00 wib setelah selesai sholat I'sa jemaah dan Nazir mesjid menjumpai Meliana kerumah dan selanjutnya diamankan olh Kepling ke Kantor Lurah, krn suasana pada saat itu sdh agak memanas maka Meliana dan suaminya diamankan ke Polsek Tj Balai Selatan.

3. Setibanya di Polsek lalu dilakukan pertemuan dgn melibatkan Ketua MUI , Ketua FPI, Camat, Kepling dan Tokoh masyarakat.

4. Pada saat bersamaan massa mulai banyak berkumpul yg dipimpin olh kelompok Elemen mahasiswa dan melakukan orasi selanjutnya massa dihimbau dan sempat membubarkan diri.

5 Pkl 22.30 wib konsentrasi massa kembali berkumpul krn diduga telah mendapat informasi melalui media sosial (facebook) yg diposting olh salah seorang anggota masyarakat selanjutnta massa tsb kembali mendatangi rumah Meliana di Jl Karya dan berupa hendak membakar namun dilarang olh warga sekitar. Krn massa sdh semakin banyak dan semakin emosi, selanjutnya massa bergerak menuju Vihara Juanda yg berjarak sekitar 500 meter dari Jl Karya lalu massa berupaya utk membakar namun dihadang olh personil Polres Tj Balau lalu dilakukan pelemparan dgn menggunakan batu sehingga Vihara tsb mengalami kerusahan.

6. Selanjutnya massa bergerak melakukan tindakan pembakaran dan pengerusakan masings :
- di Pantai amor melakukan pembakaran thdp isi dari 1 unit Vihara dan 3 unit klenteng serta 3 unit mobil dan 3 unit Sp motor dan 1 unit betor.
- Jl Sudirman melakukan pengerusakan thdp barang-barang yg ada didalam 1 unit klenteng, 

- Jl Hamdoko merusak barang-barang yg ada dalam 1 unit klenteng dan 1 unit praktek pengobatan tionghoa serta 1 unit sp motor

- Jl KS Tubun merusak barang-barang yg ada dalam 1 unit klenteng dan 1 unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri.

- Jl Imam bonjol membakar barang-barang yg ada dalam 1 unit Vihara.

- Jl WR Supratman merusak isi bangunan Yayasan Sosial dan merusak 3 unit mobil.

- Jl Ahmad Yani merusak pagar Vihara.

- Jl Ade Irma membakar barang-barang yg ada dalam 1 unit klenteng.

Dapat dijelaskan bahwa jenis barang-barang yg dibakar maupun yg dirusak olh massa didalam Vihara dan Kelentang tsb adalah berupa :
- peralatan sembayang (Dupa, gaharu, lilin, minyak dan kertas)

- meja, kursi, lampu, lampion, patung Budha, gong.

Langkah2 yg dilakukan :

1. Kordinasi dgn aparat keamanan terkait termasuk dgn Polres terdekat.

2. Koordinasi dgn Muspida, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat.

3. Melakukan himbauan dan menghalau massa utk dapat membubarkan diri.6

4. Melakukan penjagaan dan Pam dilokasi Vihara dan kelenteng.

5. Pkl 04.30 wib konsentrasi massa sdh mulai membubarkan diri.

6. Melakukan pendataan dan penyelidikan.

Demikian kronologi kerusuhan di Tanjung balai Medan Sumatera Utara.
Disini anda juga bisa melihat VIDEO amatir yang sempat diambil oleh warga.



Sabtu, 05 Maret 2016




Oleh: Sulaiman Djaya

Ketika seorang Guru Hindu, Sri Ravi Sankar, menziarahi Makam Suci Imam Husain di Karbala, tak lain karena spiritnya adalah cinta dan humanisme yang terpancar dan terkandung dari Peristiwa Karbala. Demikian pula, setiap tahunnya, Ummat Nasrani ikut memperingati kewafatan Imam Husain yang tragis di gurun gersang Shati Al-Furat ribuan tahun silam itu. 

Hingga suatu ketika, tersebutlah peristiwa, ketika kelompok teroris Wahabi-Takfiri berniat menyerang Makam Suci Imam Husain, pada saat itulah Muslim Sunni, Muslim Syi’ah di Irak dan sekitarnya dan Ummat Hindu dari India bahu-membahu untuk melawan kelompok Wahabi-Takfiri yang hendak menghancurkan Makam Suci Imam Husain di Karbala itu. 

Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, sang sufi Muslim Sunni itu, dalam kitabnya yang berjudul Al-Kunyah, menyebut peristiwa 10 Muharram (hari ketika Imam Husain dibantai dan disembelih secara keji oleh pasukan Kerajaan Bani Umayyah alias Kerajaan keturunan Muawwiyah bin Abu Sufyan) sebagai Asyirul Karamah –hari keramat yang ke-10 dari hari-hari suci Islam lainnya.

Kamis, 03 Maret 2016

Pasca penghinaan Mufti Agung Al Azhar Dr. Ahmed Al Tayyeb oleh seorang Wahabi yang memiliki nama kunyah Abu Aqila dunia maya kembali diramaikan dengan beredarnya video Dr. Al Tayyeb tengah menjadi imam sholat namun dengan tanpa bersedekap. Lihat video dibawah ini,



Lho, mufti agung Al Azhar kok sholatnya kaya gitu? Wah keliru tuhh!! Bid’ah tuh!! Gak bener tuh! Nambah atau ngurangi gerakan sholat akan bikin batal sholat tuh!!, mungkin respons dari orang orang awam akan seperti itu hehehe.. hehe..


Eeitss nanti dulu.. ! Jangan asal main kasih cap aneh aneh kepada Dr. Al Tayyeb yang memiliki ilmu yang sangat mendalam tentang Islam dan telah mendapat pengakuan dunia akan komitmen beliau terhadap persatuan umat.

Mufti Agung Al Azhar Dr. Ahmed Al Tayyeb adalah seorang Muslim bermazhab Maliki, yang merupakan salah satu dari empat mazhab Islam Sunni. Perbedaan hal hal yang bersifat furu’ pada mazhab mazhab yang ada merupakan khazanah yang memperkaya Islam itu sendiri.

Apa sih Furu’ itu?

Furu’ dalam bahasa Arab berarti cabang, dahan, ranting atau bagian. Dalam ilmu ushul fiqih furu’ diartikan hukum keagamaan yang tidak pokok, yang berdasarkan hukum dasar.

Dikaitkan dengan persoalan keagamaan, masalah furu’ berarti persoalan-persoalan rincian dari masalah pokok keagamaan. Misalnya, Zakat adalah masalah pokok, tetapi masalah apa-apa yang wajib dizakatkan adalah hal-hal yang sudah termasuk ke dalam furu’. Shalat adalah masalah pokok, tetapi rincian pelaksanaannya, waktu, syarat, dan rukunnya adalah masalah furu’.

Wilayah furu’ adalah wilayah ijtihad para ulama’, karena tidak terperincinya suatu hukum atau ketentuan dari al-Qur’an tentang status hukum suatu amaliyah. Pada umumnya, teks Qur’an dan Hadits hanya memberikan masalah-masalah pokok yang kemudian dikembangkan oleh para ulama’ dalam koridor furu’iyah.

Pada kesempatan berbeda ada foto Mufti Agung Al Azhar Ahmed Al Tayyeb sedang menjadi imam sholat ketika berkunjung di Jakarta, dan jelas terlihat beliau menjadi imam sholat dengan bersedekap.


Ini menunjukan beliau sangat menghargai makmum yang dipimpinnya. Ketika berada di lingkungan mazhab Maliki beliau menjadi imam dengan tanpa bersedekap. Ketika beliau menjadi imam di lingkungan Syafi’i, beliau melakukannya dengan bersedekap.

Islam itu penuh dinamika dan khazanah…, dan itu lah yang membuat Islam selalu relevan dalam setiap perubahan jaman dan menjadi agung dengan akhlak dan budi pekerti luhur kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, kecuali penganut faham ekstrem fundamentalis [radikal - red] yang telah mati nalar.[singindo.com] 

Sabtu, 06 Februari 2016

Sejumlah warga membawa barang bawaan mereka saat proses pemulangan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke daerah asal di tempat penampungan sementara eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. 

Jaksa Agung, Prasetyo dikritik karena melakukan tindakan keliru terkait pemeriksaan mantan Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Ketua Setara Institute, Hendardi kepada SP di Jakarta, Senin (1/2), mengatakan, pemeriksaan atas mantan Ketua Umum Gafatar adalah tindakan keliru yang dilakukan oleh Jaksa Agung, karena keyakinan bukanlah domain hukum.

"Keyakinan tidak bisa diadili dan negara tidak memiliki kewenangan. Jaksa Agung mesti belajar dari kriminalisasi yang dilakukan oleh negara atas keyakinan warga negara," katanya.

Hendardi lebih jauh mengatakan, kasus Lia Eden adalah contoh dimana berapa kali pun dia dipenjara, kalau bukan atas kemauan sendiri maka tidak akan berubah juga keyakinannya.

"Jadi sia-sia saja mengadili pikiran dan keyakinan orang. Itu merupakan pelanggaran HAM. Negara, khususnya Polri dan Kemendagri sebaiknya fokus pada perlindungan warga negara, karena apapun keyakinannya, mereka adalah warga negara yang mempunyai hak sama," katanya. [beritasatu]

Tag: #Gafatar, #Lia Eden

Kamis, 21 Januari 2016



GAFATAR BUKAN TERORIS
Oleh : Ust Abu Janda Al-Boliwudi 


Tak terasa sudah seminggu berlalu dari serangan ISIS di Sarinah Jakarta, trending topic tagar ‪#‎Kami Tidak Takut‬ berangsur-angsur pudar, headline media mainstream sudah berganti menjadi "Gempar Gafatar"..

..ini adalah dinamika alami hidup di era teknologi informasi super cepat yang harus kita terima. Namun saat perhatian kita mulai teralihkan, kaum ekstrimis terus bergerak di bawah radar menyebar paham teroris secara sistematis, terstruktur & massif.

"KAMI TAK BIKIN BOM, kenapa kami diusir?
KENAPA TIDAK ISIS SAJA YANG DIUSIR?
Ngga berani ya ngusir ISIS??"

Ustad SETUJU SEKALI dengan pernyataan Jubir Gafatar diatas Wisnu Windhani dalam wawancara dengan BBC Indonesia menanggapi pengusiran 1.000 mantan anggota di Mempawah. Kalimantan Barat.

Baca»» BBC: Gafatar, Kami tak membom, mengapa kami diusir?

Ini yang selalu jadi keprihatinan besar bagi Ustad.. yakni LAMBAN-nya MUI (Majelis Ulama Indonesia) hampir tidak ada upaya signifikan (malah terkesan melakukan pembiaran) terhadap penyebaran paham ultra ekstrim yang dianut oleh Al-Qaeda, Amrozi & ISIS ini..

..Su'uzon (negative thinking)-nya, mungkin karena ada lobi PETRO DOLLAR dari Arab Saudi tempat aliran ISIS ini berasal.. tapi Husnuzon (positive thinking)-nya, mungkin karena anggota MUI takut akan keselamatan keluarga anak istri apabila mereka terlalu tegas terhadap paham teroris ini, bila benar karena alasan kedua ini, bisa dimaklumi.

Kembali ke Gafatar...

Hari selasa kemarin, sekelompok orang melakukan pembakaran rumah milik eks anggota Gafatar di dua desa di Mempawah, Kalbar. 1.000 warga Gafatar dievakuasi & ditampung di Komplek KODAM XII Pontianak.

Kelompok pembakar rumah inilah TERORIS SEBENARNYA.

Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang isinya orang-orang eks pengikut Ahmad Moshaddeq yang sudah diadili & divonis hukuman 4 tahun penjara tahun 2008 silam karena terbukti "penodaan agama", para pengikutnya inilah yang kemudian mendirikan Gafatar.

Wisnu, jubir Gafatar menjelaskan lagi bahwa Gafatar adalah Organisasi Sosial, BUKAN organisasi agama.

GAFATAR menjadi pendonor tetap PMI

Tapi MUI begitu cepat menerbitkan fatwa "sesat", namun begitu lambat menanggapi aliran yang dianut Al-Qaeda & ISIS yang saat ini sedang gencar mengkafir-kafirkan orang, teriak-teriak aliran ini sesat itu sesat, mengujar kebencian, menghasut permusuhan, provokasi konflik dengan tujuan DISINTEGRASI bangsa Indonesia.

'Kami cuma menanam padi, tidak bikin bom. Kenapa kami diusir? Kenapa tidak ISIS saja yang diusir? Enggak berani ngusir ISIS?" tambah Wisnu..

SETUJU BANGET AKHI

JUM'AT MUBAROK!
Ustad Abu Janda al-Boliwudi

Tag: ‪#‎Bersatu Lawan Terorisme, ‬
‪#‎Islam Tanpa Mengkafirkan, #Gafatar, #Ahmad Moshaddeq

Selasa, 29 Desember 2015


FPI dalam sepak terjangnya yang anarkis selama ini memang telah mengundang kebencian sebagian masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan nya.

Contohnya warga Dayak, Dengan alasan menjaga ketentraman ormas Dayak di Kalimantan Tengah menolak jika Front Pembela Islam (FPI) beraktivitas di Kalteng. Mereka juga menolak kehadiran pendiri FPI Habib Rizieq yang akan mengadakan tabligh akbar di Palangkaraya, Kalteng.

Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Lukas Tingkes di Palangkaraya, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng agar melarang pembentukan FPI.

Membalas penolakan warga Dayak tersebut salah satu media  pendukung teroris memakai Istilah Kafir karena menolak keberadaan FPI. Istilah Cina Kafir, Dayak Kafir, nantinya akan ada Jawa Kafir, Bali Kafir dan akhirnya Indonesia Kafir. Pembagian keimanan kafir dan islam ini sudah mendekati pemecah-belahan Bangsa dan Negara. Siapa lagi yg memulai? Ya, FPI dan media-media pendukungnya.

Keberadaan organisasi massa tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat tak tenang. Lukas mengatakan, pihaknya akan menurunkan spanduk yang berkaitan dengan FPI dan acara Habib Rizieq di Kalteng.

“Penurunan tidak dilakukan dengan cara yang anarkis. Tidak dengan kekerasan,” ujarnya.

Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kalteng Yansen Binti mengatakan, ia mendapatkan informasi bahwa pembentukan FPI di Kalteng akan dilakukan setidaknya di Palangkaraya, serta Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur. Organisasi massa tersebut dicemaskan memicu konflik.

Sementara itu, ratusan warga Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berkumpul di Bundaran Besar Palangkaraya, untuk pembentukan Barisan Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Tengah.

Sehari sebelumnya, ratusan warga Dayak Palangkaraya, Kalteng ini juga berkumpul di Rumah Betang yang ada di kompleks Kantor Gubernur Kalteng untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui dewan adat dayak daerah Kalteng, didalam menolak rencana pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di provinsi ini.

Ratusan warga dayak yang datang ke Bundaran tersebut, mengenakan pengikat kepala berwarna merah, sebagian mereka juga menggunakan baju bermotif khas dayak Kalteng serta berteriak khas teriakan orang dayak.

Video Masyarakat Dayak Menolak FPI:

Setelah mendeklarasikan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat mereka ngeluruk ke Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

Kedatangan Para Pemuda Dayak Kalteng ke Bandara Tjilik Riwut ini, mau mencekal kedatangan Habib Riziq pemimpin tertinggi Front Pembela Islam (FPI) yang akan datang ke Palangkaraya untuk melantik pengurus FPI di Kalimantan Tengah, Palangkaraya.

Para Pemuda Dayak yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (GPDI) Kalteng ini menyatakan menolak keras rencana pengukuhan FPI di Palangkaraya tersebut, sehingga sejak Jumat kemarin hingga saat ini mereka berkumpul untuk melakukan penolakan.

Sumber: Tribun news
Editor: Portal Peyengan
Salah seorang aktifis HMI [Himpunan Mahasiswa Islam] yang bernama Muhammad Ramli Sirajuddin dalam akun Facebook nya menulis sebuah artikel atau lebih tepatnya refleksi.



Tulisan ini menjelaskan tentang dua kelahiran Nabi Agung dan kebencian kelompok anti Maulid [kelahiran] Nabi , berikut adalah tulisan nya yang perlu untuk dijadikan renungan bagi kita yang mengaku umat Nabi Muhammad saw:

Jika ketinggian dan kemuliaan akhlak Nabi Isa as. membuat sebagian pengikutnya menilainya sebagai Tuhan, sebaliknya Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak manusia bahkan oleh ummatnya tetap dianggap manusia biasa dan bersalah.

Jika Natalan Nabi Isa as. adalah hari raya besar bagi ummat kristiani maka Maulid Nabi Muhammad SAW bagi ummat Islam adalah ajang bid’ah membid’ahkan.

Jika seluruh aksesoris dan properti Nabi Isa as. dijadikan benda suci dan media tabarruk oleh ummatnya, tapi jangan coba tersedu rindu di Makam Nabi Muhammad SAW atau coba mencium pusara kuburnya karena engkau secara tiba-tiba menjadi syirik.

Jika Maryam Ibunda Isa as. dijunjung tinggi sebagai perawan suci karena melahirkan Isa as. tanpa seorang suami maka lain halnya Rasulullah SAW, kedua orang tuanya tetap dianggap sebagai orang kafir padahal mereka berpegang teguh pada ajaran Ibrahim.

Bersyukurlah kalian yang masih sempat menyaksikan dan larut pada suasana 2 hari suci dari kelahiran 2 Nabi agung ummat manusia.

Kepada dua mutiara agung, cermin Tuhan pada alam semesta mari berucap salam…kelahiran mu adalah pelanjut dan penyempurna keadilan Yang Maha Kuasa pada ciptaannya.

Izinkan hamba menjadi pengiring langkahmu walau sekedar menjadi debu di alas kaki paduka.

Sumber: Akun Facebook Muhammad Ramli Sirajuddin
Polisi tak BERNYALI tindakan main hakim sendiri oleh FPI dan FUI saat men–sweping Bupati Purwakarta tidak mampu di Cegah oleh aparat. Mengutip dari portal detik. Com:


Forum Umat Muslim Jakarta Dan Juga Bersama Laskar FPI lainnya mengecek setiap kendaraan yang masuk ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Mereka memeriksa apakah di dalam mobil ada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi atau tidak.

Massa yang berjumlah seratusan orang dengan memakai pakaian putih-putih ini memang mendemo Dedi dan menolak kehadirannya di acara anugerah budaya.

“Kita kerahkan 200 kompi dari Polres dan Polsek supaya terhindar dari situasi yang tidak diinginkan. Sejauh ini mereka hanya minta Pak Dedi tidak hadir, dan saya sudah cek di dalam,” jelas Kapolres Jakpus Kombes Hendro Pandowo di lokasi, Senin (28/12/2015) malam.

Saat setiap mobil yang masuk diperiksa, Hendro hanya mengawasi. “Nggak, mereka cuma memeriksa. Nggak boleh sweeping,” jelas dia.

“Ya kita kordinasi dengan Korlapnya,” tambah dia

Netizen Rupanya geram dengan sikap polisi yang dianggap membiarkan ormas anarkis ini main seenaknya saja main sweeping mobil yang hendak masuk ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta apalagi yang hendak di sweeping ormas anarkis ini adalah seorang pejabat nomor satu di daerah purwakarta yaitu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Berikut Ini Beberapa Kecaman Netizen Kepada Polisi yang dianggap membiarkan ormas anarkis ini main seenaknya saja sweeping mobil yang hendak masuk ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Saat acara Acara Penganugerahan Federasi Teater Indonesia (FTI) ke-10:



  • Ram7butan @ram7butan : ” Polisi harusnya bertindak terhadap preman2 FPI, mereka tidak bisa melarang hak seorang warga Negara untuk menghadiri undangan di Tim……apa polisi ini masih juga takut menindak preman2 berjubah.undangan di Tim……apa polisi ini masih juga takut menindak preman2 berjubah.”

  • Bukanhabib @bigaraja : ” Negeri yg aneh, masyarakat mensweping masyarakat yg lain. Boleh ya? “

  • Paulus Arnantho @par13 : ” Ganti nama jadi Forum Umat Islam? Ini para pulisi gimana seh? Boleh ya, ormas mensweeping di depan mata sambil nginjek jidatnya pulisi?? Ini negara apa seh?? “

  • Harry Wijaya @stromblow : ” Bukan polisi bukan pihak security hanya masyarakat biasa minta setiap mobil berhenti dan buka kaca siapa ELU?!?itu uda melanggar privasi orang lain..ada banyak anggota polisi tp cuman jd penonton aja baru bertindak kalau sudah mulai merugikan org banyak.katanya melayani dan mengayomi masyarakat pak…”

  • Mindbender @mindbender : ” Pak Jokowi, tolong kapolda & kapolres nya dijewer tuh ~ kapolres diganti saja! Jangan pake dalih gitu lah pak. Ormas manapun TAK berhak periksa isi kendaraan. Bukan sweeping tapi periksa ~ dalih apa itu, cuma penghalusan kata alias mbodohi rakyat! Sdh lama rakyat liat polisi ni aneh koq spt jiper dgn ormas bgitu? Takut ribut vs ormas langgar HAM koq dibiarin? Disupport 80% rakyat Jkt yg sdh muak dg ormas2 gitu, knpa msh takut pak polisi? “

  • tatitoet @tatitoet : “waahh parah ini bapak polisi kita ngomong gini…. mampu mengerahkan 200 anggota tapi tidak punya nyali mencegah dan hanya membiarkan sekelompok massa melanggar privasi orang lain dgn semena2 tanpa wewenang. di ibukota negara lagi. apa kata duniaaaa… “

  • Tomjaya5 @tomjaya5 : ” Oooooo, sekarang ormas berhak sweeping sembarangan ya, CONTOH yg BAGUS, Demokrasi bener2 berjalan baik di jakarta. kedepan akan banyak ormas2 sweeping sembarangan. untuk apa polisi digaji dari pajak rakyat. “

  • Ecko Bogalakon @eckobogalakon : ” Cieee lama” bakalan jadi paspampres nih FPI
  • wkwkwkwk Berawal dari ijin nge sweping
  • Hahahahaha”

  • Sandal_bakiak @sandal_bakiak: ” Kemarin polisi digampar Kopassus mewek mewek ngadu ke komnas HAM, abis itu nangkep org tua sipil tanpa senjata dari KPK udah kayak nangkep teroris, terus sekarang ngadepin preman bersorban terkencing kencing. Ketahuan korps bhayangkara ini ternyata cuma gerombolan kecoa berseragam coklat “[detik.com]

Minggu, 27 Desember 2015

Kelompok teroris ISIS, Sabtu (26/12), mengumumkan bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas pemboman yang menargetkan sebuah masjid milik para pengikut kelompok Ahmadiyah di Bangladesh, setelah sebelumnya mengumumkan bahwa mereka juga yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan yang terjadi baru-baru ini di negara itu.


Polisi menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan jamaah saat shalat Jumat kemarin, pelaku bom bunuh diri tewas dan tiga orang lainnya terluka.

Sementara itu, organisasi teroris itu menyatakan bahwa pelaku peledakan menggunakan sebuah sabuk peledak di sebuah masjid “Qadianiyah” milik kelompok penganut faham Ahmadiyah, ditambahkan pula bahwa puluhan jamaah terluka dan ada pula yang tewas di masjid yang terletak di Bamora utara bagian barat Bangladesh.

Baru-baru ini juga telah terjadi beberapa tindak kekerasan di Bangladesh, terutama serangan sebuah kelompok dengan menggunakan parang yang mewaskan para aktivis, wartawan dan sejumlah ulama Sufi serta beberapa warga asing, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.rt (26/12).

Polisi menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan oleh “Jamaah Mujahidin” yang merupakan kelompok garis keras yang dilarang di Bangladesh, sebagaiman juga kelompok organisasi ISIS yang banyak melakukan aksi serangan dengan menggunakan sabuk peledak yang menargetkan tempat-tempat milik kelompok minoritas di utara Bangladesh. [ARN]

Kamis, 24 Desember 2015

Kedua tangan Taufik gemetar, pipinya berlinangan air mata saat mendengar Pendeta Wahyu Nugroho mengumandangkan Sholawat Nabi, ketika ibadah Natal di GKJ (Gerja Kristen Jawa) Margoyudan, Kamis (24/12/2015).


"Saya tidak menyangka pak pendeta bersholawat di depan ribuan jemaat di sini. Saya benar-benar terharu. Tangan saya sampai gemetar waktu merekam gambar momen itu. Baru kali pertama saya menyaksikan dan merasakan indahnya toleransi beragama," ucap mahasiswa UIN Kalijaga Yogyakarta itu, usai menghadiri ibadah malam Natal.

Kedatangan Taufik di acara tersebut merupakan inisiatifnya sendiri. Ia bersama 13 orang rekannya berangkat dari Yogyakarta pukul 10.30, mengendarai dua mobil. Mereka menyempatkan diri berwisata di Kota Solo, saat siang.

"Pak Wahyu adalah dosen kami di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Beliau mengajar mata kuliah teks suci Al-Quran dan kitab agama lain. Kami ingin mengucapkan selamat Natal saja dengan datang ke sini," bebernya.

Taufik mengimbuhkan, meski ada Fatwa haram mengucapkan selamat Natal, tak menyurutkan niatnya maupun belasan rekan seagamanya.
Terpisah, Pendeta Wahyu Nugroho memaparkan kehadiran para mahasiswa itu saat ibadah Malam Natal sangat berarti. Ia mengatakan sangat tersentuh ada orang-orang yang menjunjung tinggi nilai toleransi beragama.

"Saya bersyukur, itu menunjukkan bahwa Islam di Indonesia tidak seperti yang dipikirkan beberapa orang. Untuk menghormati kehadiran mereka, ijinkan saya bersholawat, karena Natal kali ini bebarengan dengan Maulid Nabi," tutur Wahyu kemudian menyenandungkan Sholawat Nabi di hadapan para jemaat.

Tepuk tangan para jemaat pun menggemuruh di dalam gedung gereja, usai Pendeta Wahyu bersholawat. Ibadah Malam Natal pun diakhiri dengan doa bersama.
Para mahasiswa tampak bersalaman dengan para jemaat yang menuntaskan doa. Mereka terlihat akrab, bahkan ada pula jemaat yang mengajak foto bersama dengan mahasiswa, berlatarbelakang pohon Natal.[tribun]

Rabu, 23 Desember 2015

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 750 juta. Terdakwa kasus korupsi dana penyelenggaraan haji itu diminta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 2,325 miliar.


"Jika tidak dikembalikan satu bulan setelah putusan, diganti dengan 4 tahun penjara," kata jaksa Muhammad Wiraksanjaya saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, pada Rabu, 23 Desember 2015.

Selain itu, jaksa meminta hakim mencabut hak Suryadharma mengemban jabatan publik selama lima tahun setelah menyelesaikan hukumannya.

Menurut jaksa, Suryadharma terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan haji di Kementerian Agama. Selama menjabat Menteri Agama pada 2010-2014, Suryadharma diduga menyalahgunakan wewenang saat menunjuk petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji dan petugas Pendamping Amirul Haji.

Suryadharma juga dinilai telah mengarahkan tim Penyewaan Perumahan Jemaah Haji Indonesia agar menyewa penginapan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Jaksa mengatakan Suryadharma telah memanfaatkan sisa kuota haji nasional tidak sesuai dengan ketentuan serta menyalahgunakan Dana Operasional Menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu dijerat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.

Jaksa menyatakan ada empat hal yang memberatkan Suryadharma. Perbuatan Suryadharma dinilai tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi. Ia pun berbelit-belit saat memberikan keterangan serta tidak mengakui dan tidak menyesali perbuatannya. Selain itu, Suryadharma sebagai Menteri Agama seharusnya menjunjung tinggi nilai agama.

Adapun status Suryadharma yang belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga menjadi pertimbangan jaksa untuk meringankan tuntutan.[tempo]

Selasa, 22 Desember 2015

Di beberapa tempat, perlakuan diskriminasi paling terasa salah satunya dalam hal pengurusan surat-surat kependudukan. Di Temanggung, Jawa Tengah, perilaku diskrimasi tersebut membuat sejumlah pasangan umat Buddha status pernikahannya tidak diakui oleh negara secara resmi, bahkan sampai anaknya telah dewasa.

Pernikahan umat Buddha 


Ini yang mendorong Darwanti memilih mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Pembantu Pencatatan Perkawinan Buddha (P4B) di wilayah Temanggung walaupun dengan upah yang sangat kecil.

Darwanti adalah putri asli Temanggung yang lahir pada tanggal 5 Januari 1965 di Dusun Mruah, Desa Tleter, Kecamatan Kaloran. Ia ditunjuk oleh Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) pada tahun 2007 menjadi P4B, kemudian diajukan ke Kementerian Agama dan Catatan Sipil hingga mendapat Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah. Namun walaupun mendapat SK Gubernur, P4B tidak mendapatkan gaji, hanya mendapat insentif Rp 20 ribu per bulan.

“Yang melatarbelakangi saya mau menjadi petugas P4B adalah saya mengetahui bahwa umat Buddha khususnya di Kaloran itu sudah menikah tapi mereka tidak mempunyai dokumen-dokumen perkawinan, jadi terkadang itu menimbulkan polemik di masyarakat dan umat harus menanggung beban moral perkawinan dibilang ‘kumpul kebo’,” ujar Darwanti.

Setelah ditunjuk sebagai P4B dan atas dukungan suami, Darwanti melanjutkan pendidikan strata satu di Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Raden Wijaya, Wonogiri lulus pada tahun 2011. Pada awal menjabat sebagai P4B, Darwanti berkunjung ke vihara-vihara yang ada di Kaloran dan menemukan banyak masalah yang belum terselesaikan terutama terkait dengan akta perkawinan.

Dari awal perkembangan agama Buddha di Kaloran pada tahun 1968, umat Buddha yang menikah kebanyakan hanya mendapat surat perkawinan dari Departemen Agama, sehingga mereka kesulitan dalam mengurus dokumen-dokumen negara seperti akta kelahiran. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah ketika diterbitkan Undang Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Atminduk).

“Umat Buddha menikah secara agama namun tidak dicatatkan ke catatan sipil, jadi mereka tidak mempunyai akta nikah. Ini banyak kasus terutama kasus pernikahan lama dari tahun 1968 sampai 2005. Lebih dari 100 umat Buddha tidak mempunyai akta nikah, setelah diterbitkan Undang Undang Atminduk, salah satu syarat untuk menikah kan harus punya akta kelahiran, dan seorang anak untuk membuat akta kelahiran, orangtuanya harus mempunyai akta nikah. Inilah kemudian yang menjadi masalah,” ujar Darwanti.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Darwanti harus menikahkan ulang umat Buddha yang belum mempunyai akta nikah. “Untuk menikah ulang sendiri kadang dipandang sinis oleh petugas kecamatan, padahal petugas kecamatan kadang kan tidak tahu peraturan dan kondisi lapangan bagaimana, jadi mereka mempertanyakan,‘Masak anaknya sudah banyak belum kawin, jadi umat Buddha kumpul kebo ya?’ Dan itu kan menjadi beban moral bagi anak-anaknya,” ujar ibu dua anak ini.

Sementara itu untuk menikah ulang juga harus mengganti KTP dan KK, “Orang yang sudah menikah kan KTP dan KKnya tertulis kawin, sementara kebanyakan mereka kan sudah tua jadi kadang-kadang mereka putus asa untuk mengurus itu. Jadi saya harus telaten mendampingi mereka.”[buddhazine

 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) paling anti memberi bantuan sosial secara tunai. Tradisi itu dilakoninya sejak terjun ke dunia politik. Begini alasan Ahok.

“Saya tidak suka bantuan sosial (yang tunai dibagi ke masyarakat). Sejak berpolitik, saya tidak pernah bagi-bagi sembako, bagi-bagi baju, bagi-bagi bakti sosial, saya paling anti,” kata Ahok dalam sambutan penyerahan beasiswa dari Yayasan Beasiswa Jakarta kepada siswa dan mahasiswa di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/12/2015).
Bantuan sosial yang dimaksud Ahok adalah bantuan yang bermuatan politik transaksional. Masyarakat yang diberi bantuan harus mendukung tokoh yang memberi bantuan dalam perpolitikan.
Padahal, hak untuk hidup layak, hak untuk mendapat pendidikan, dan hak mendapat layanan kesehatan merupakan hak masyarakat. Hak itu tak perlu disebut sebagai bantuan, karena memang sudah seharusnya masyarakat mendapatkannya.
“Itu adalah hak Anda untuk kuliah, hak anda untuk lulus. Makanya sila ke-5 Pancasila bukan ‘Bantuan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’. Tapi ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’,” kata Ahok di hadapan ratusan penerima beasiswa dari yayasan yang dipimpin mantan gubernur DKI Sutiyoso itu.
Karena sudah menjadi hak masyarakat untuk hidup layak, maka seorang pemimpin daerah wajib merealisasikan hidup layak itu. Dalam konteks pendidikan, Jakarta punya Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Anda mengkafirkan saya pun, Anda tetap berhak mendapat KJP. Itu baru namanya keadilan sosial. Kalau bantuan sosial, beda. Anda saya kasih bantuan, tapi anda harus pilih saya ya,” kata Ahok.[Islam NKRI] 

Terbaru

Seri Kekejaman ISIS

Video

Mengenang Kembali Bom Teroris Wahabi Saat Peringatan Maulid Nabi


VIDEO Terbaru

Random Post

pks